KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL KOMET MINOR KARYA TERE
KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL KOMET MINOR KARYA TERE LIYE DAN IMPLIKASINYA DENGAN MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA PROPOSAL SKRIPSI Disusun oleh: Nama : Muhammad Dwirianto NIM : 1688201132 Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : FKIP
BAB I PENDAHULUAN Kegiatan manusia yang menghasilkan sebuah pemikiran, ideide maupun gagasan dapat diekspresikan melalui sebuah karya sastra. Dalam sebuah karya sastra, seorang pengarang berusaha menyampaikan pandangannya tentang kehidupan yang nyata dan menuangkan segala imajinasinya dalam bentuk karya. . Karya sastra mempunyai “objek” ekspresif kepribadian pengarang untuk meluapkan isi hatinya. Karya sastra juga biasanya mencerminkan kehidupan manusia yang menampilkan sebuah cerita yang mengaitkan psikologi tokoh yang tertera. Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari jiwa manusia bisa dikaitkan dengan karya sastra, karena di dalam karya sastra kerap kali ditemukan berbagai aspek kepribadian baik itu di dalam tokoh karya sastra. Teori psikologi kepribadian itu mempelajari individu secara spesifik. Kepribadian setiap tokoh dapat mempengaruhi permasalahan dalam cerita.
Psikologi tokoh dapat dilihat dari wujud karya sastra itu sendiri seperti wujud karya sastra layaknya novel yang menjadi rentetan cerita kehidupan manusia. Novel termasuk ke dalam bentuk karangan yang panjang dan mengandung rangkaian cerita kehidupan dengan menonjolkan watak dan sifat setiap tokoh. . Materi-materi yang diperlukan oleh pendidik bisa mengambil dari nila-nilai yang terkandung dalam karya sastra seperti novel dan jenis prosa lainnya. Tak hanya itu, novel bisa saja menjadi acuan dalam pembelajaran sastra dari aspek kehidupan yang ada dalam novel tersebut. Novel Komet Minor karya Tere Liye misalnya, menceritakan sebuah petualangan yang di dalamnya terdapat banyak kepribadian tokoh yang dapat diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Kepribadian tokoh utama misalnya menunjukkan kegigihan dan perjuangan dalam menghadapi berbagai permasalahan, terutama dalam dunia pembelajaran. Novel yang berjudul Komet Minor karya Tere Liye dipilih oleh penulis sebagai bahan penelitian karena memiliki beberapa kelebihan baik dari segi isi maupun bahasanya yang terkesan menimbulkan jiwa berpetualang untuk menambah wawasan pengetahuan dan memperluas pengalaman.
Karya sastra ini dapat dikaji menggunakan pendekatan -pendekatan yang relevan, pendekatan psikologi sastra salah satu pendekatan yang dapat dijadikan sebagai tinjauan untuk menganalisis karya sastra. Hal ini sangatlah berhubungan dengan teori psikologi sastra yang dikenal dengan id, ego dan superego. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti mengambil judul “Kepribadian Tokoh dalam Novel Komet Minor Karya Tere Liye dan Implikasinya dengan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA”.
FOKUS PENELITIAN Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Komet Minor Karya Tere Liye dan Implikasinya dengan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. • Rumusan Masalah : a. Bagaimana Kepribadian tokoh utama pada novel Komet Minor karya Tere Liye ? b. Bagaimana aspek id, ego dan superego pada kepribadan tokoh utama dalam novel Komet Minor karya Tere Liye ? c. Bagaimana implikasi novel Komet Minor karya Tere Liye dengan materi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA?
TUJUAN PENELITIAN • • • Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dalam novel Komet Minor karya Tere Liye. Mendeskripsikan aspek id, ego dan superego pada kepribadian tokoh utama dalam novel Komet Minor karya Tere Liye. Mendeskripsikan implikasi novel Komet Minor karya Tere Liye dengan materi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. MANFAAT PENELITIAN Manfaat teoritis : Memperkaya khazanah keilmuan di bidang sastra dan memberi kontribusi terhadap perkembangan penelitian sastra, khususnya dalam menggunakan teori psikologi sastra.
• Manfaat Praktis : • Bagi pendidik Dapat memperkaya wawasan akan pengajaran sastra di dunia pendidikan dan mampu menjadikan karya sastra sebagai bahan materi pengajaran. • Bagi Peserta Didik Dapat membantu peserta didik memahami sekaligus mengapresiasi karya sastra yang dijadikan acuan pembelajaran dan memperoleh kepribadian yang terkandung dalam karya sastra khususnya bertemakan psikologi. • Bagi Peneliti Dapat menambah wawasan bagi peneliti serta untuk memotivasi agar lebih aktif dalam membuat karya ilmiah bagi dunia sastra dan pendidikan. • Bagi Sekolah Dapat memberi masukan informasi yang digunakan sebagai bahan ajar di sekolah.
BAB II KAJIAN TEORITIK • Pengertian Novel • Menurut Tarigan (2015), “Kata novel berasal dari kata Latin novellus yang diturunkan pula dari kata novies yang berarti baru. Dikatakan baru karena jenis satra yang berupa novel ini muncul setelah lahirnya jenis-jenis satra lainnya, seperti puisi, drama dan lain-lain” (h. 167). • Kosasih (2014), mengatakan “Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh” (h. 61). • Pendapat lain Yunus (2015), mengemukakan “Novel adalah karya sastra berbentuk prosa yang lebih panjang dari cerita pendek. ( h. 91). • Kesimpulan : novel merupakan karya sastra berbentuk prosa yang berupa cerita fiktif dan berisi tentang rentetan kehidupan manusia yang digambarkan oleh tokoh-tokoh di dalamnya.
Ciri-Ciri Novel Menurut Hudhana (2018), ciri-ciri novel yaitu : • Cerita lebih luas sehingga memerlukan narasi yang lebih panjang. • Konflik dan alur lebih kompleks daripada cerpen. • Jumlah kata yang digunakan lebih dari 10. 000 kata dan minimal ditulis dalam 100 halaman. • Skalah unsur intrinstik novel lebih uas daripada cerpen. Waktu yang diperlukan untuk membaca novel minimal dua jam (h. 51). • Unsur-Unsur Novel 1. Unsur Intrinsik Nurgiyantoro (2015), “ Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya satra itu sendiri. ” (h. 30). “Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang mempengaruhi bangunan cerita sebuah karya sastra, namun ia sendiri tidak ikut menjadi bagian di dalamnya” (h. 30).
Jenis-Jenis Novel (Menurut Nurgiyantoro) • • • 1. Novel Populer “Novel populer adalah novel yang populer pada masanya dan banyak penggemarnya, khususnya pembaca di kalangan remaja (h. 21). 2. Novel Serius “Novel serius tidak bersifat mengabdi kepada selera pembaca dan pembaca novel jenis ini tidak (mungkin) banyak. Hal itu tidak perlu dirisaukan benar (walau tentu saja itu tetap saja memprihatinkan) (h. 24). 3. Novel Teenlit Novel teenlit bacaan cerita yang ditulis untuk konsumsi remaja usia belasan tahun (h. 26). Novel populer merupakan novel yang mengutamakan kepopuleran sesuai dengan perkembangan zaman. Novel populer lebih menonjolkan unsur hiburan yang dapat menarik perhatian pembaca dan menampilkan cerita yang aktual. Novel serius merupakan jenis novel yang menimbulkan daya berpikir pembaca dalam mendalami peristiwa dalam cerita dan menjunjung nilai-nilai sastra sesuai perkembangan zaman. Novel teenlit adalah jenis novel yang diperuntukkan pada kalangan remaja yang mengandung segala permasalahan yang dialami oleh remaja yang dapat dijadikan sebagai solusi untuk menangani permasalahan tersebut.
PSIKOLOGI • Minderop (2018), psikologi dapat diartikan sebagai ilmu jiwa atau ilmu yang menyelidiki dan mempelajari tingkah laku manusia” (h. 3). • Sarwono (2019) mengatakan bahwa, “Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya (h. 7). • Smith (2016), menjelaskan bahwa “Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku dan proses mental” (h. 4). • Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu jiwa yang mempelajari aspek kepribadian manusia secara utuh, baik itu dari segi perilaku ataupun aspek mendalam dari manusia itu sendiri.
PSIKOLOGI SASTRA • Endraswara (2008) “Sebuah interdisiplin antara psikologi dan sastra. Mempelajari psikologi sastra sebenarnya sama halnya dengan mempelajari manusia dari sisi dalam (“Minderop, 2018, h. 59). • Hanum (2018), “Psikologi sastra adalah imaji atau gambaran atau citra estetik yang dibuat dan dipahami oleh kesadaran imajinatif yang memosisikan citra atau gambaran estetik sebagai karya sastra” ( h. 9). • Emzir dan Rohman (2016 ”Psikologi sastra merupakan penelitian sastra yang memanfaatkan teori-teori kejiwaan untuk mengetahui tokoh-tokoh dalam karya, perilaku pengarang, bahkan perilaku sosial pembaca” (h. 191). • Kesimpulan : psikologi sastra adalah ilmu yang mengkaji tentang kejiwaan manusia dengan citra estetik yang dibuat dan dipahami oleh kesadaran imajinatif dalam sebuah karya sastra.
Implikasi Novel dengan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA • Implikasi sebuah novel terhadap pembelajaran bahasa Indonesia khususnya untuk jenjang SMA , dalam penelitian ini, novel yang akan diimplikasikan dalam pembelajaran sastra adalah novel Komet Minor karya Tere Liye. • Novel Komet Minor karya Tere Liye memberikan banyak gambaran mengenai kepribadian tokoh utama yang dapat diteladani. • Selain itu, tujuan adanya pembelajaran dalam hal tersebut adalah menuntut untuk siswa dapat memahami kepribadian yang terkandung dalam suatu karya sastra yang diajarkan seperti novel.
BAB III METODE PENELITIAN • Sesuai dengan fokus penelitian yang diambil dari penelitian ini, maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi sastra dan metode yang digunakan adalah metode analisis isi.
Teknik Pengumpulan Data • Studi pustaka yaitu studi penelitian dengan cara mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan objek penelitian, terutama berhubungan dengan teori untuk kepentingan menganalisis. • Studi dokumentasi, yaitu mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan penelitian yang peneliti lakukan. Mengumpulkan data berupa kalimat yang mengandung kondisi aspek psikologis tokoh utama dalam novel Komet Minor karya Tere Liye. • Mencatat kalimat-kalimat yang menyatakan kondisi aspek psikologis tokoh utama dalam novel Komet Minor karya Tere Liye. • Penyajian data dalam tabel berupa hasil klarifikasi data secara kategorial. • Memaparkan hasil penelitian secara menyeluruh serta membuat kesimpulan.
Instrumen Penelitian kualitatif menjadikan peneliti sebagai instrumen itu sendiri dan pengumpulan data. instrumen penelitian merupakan alat untuk mengukur dan mengumpulkan data penelitian sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga data tersebut menjadi valid. Psikologi Tokoh Utama “Aku” dalam Novel Komet N O KUTIPAN Minor Id Ego Keterangan Superego ( Dalam Teori Psikoanalisis Sigmund Freud )
Teknik Analisis Data • Reduksi Data Pada tahap ini data-data yang diperoleh akan dicatat secara terperinci dan teliti, merangkum, memilih hal-hal pokok serta memfokuskan pada hal-hal penting. Data yang dimaksud dalam penelitian ini berupa novel yang sudah dibaca, diteliti dan dipilih sesuai dengan kategori aspek psikologis dalam novel Komet Minor karya Tere Liye. • Penyajian Data Dilakukan dengan cara membaca dan memahami kembali data yang sudah diperoleh, selanjutnya menyajikan kalimat-kalimat yang mengandung kepribadian psikologis tokoh utama pada novel Komet Minor karya Tere Liye. • Menarik Kesimpulan/Verifikasi Kesimpulan dalam penelitian ini diarahkan sesuai rumusan masalah dan tujuan yang ingin dicapai. Tujuannya adalah ingin mengetahui secara mendalam tentang kepribadian psikologi tokoh utama yang terdapat dalam novel Komet Minor karya Tere Liye.
Keabsahan Data ü Objektivitas (Confirmability) Untuk mencapai keobjektivitasan maka peneliti telah membuat desain penelitian secara baik dan benar. Fokus penelitian ditepatkan, kajian teori yang relevan, teknik pengumpulan data yang sesuai, analisis data yang dilakuan dengan benar dan hasil penelitian yang dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. ü Kesahihan internal (Credibility) • Peneliti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Peneliti melakukan pengecekan kembali apakah data yang ditemukan itu salah atau tidak, dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis. Peneliti juga meningkatkan ketekunan membaca berbagai referensi dan hasil penelitian terkait. • Melakukan triangulasi data yang terdiri atas : triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu • Diskusi Teman Sejawat
ü Kesahihan Eksternal (Transferabiity) Tahap ini berkenaan dengan hasil penelitian yang dapat ditransfer oleh orang lain dapat diaplikasikan dalam situasi lain, untuk mencapai kesahihan eksternal penulis meneliti dengan sistematis, rinci, jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. üKeterandaan (Dependabiity) Keterandalan adalah berupa bentuk untuk menguji dan sudah tercapainya data dalam sebuah penelitian. Maka dengan ini, peneliti siap apabila data yang disajikan akan dilakukan audit kembali terhadap keseluruhan penelitian yang dimuai dari menentukan fkus masalah, mengambi data penelitian, analisis data peneitian, uji keabsahan penelitian sampai pada simpulan penelitian.
TERIMA KASIH
- Slides: 20