KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

  • Slides: 19
Download presentation
KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PERSIAPAN PELAKSANAAN MUSRENBANGNAS TAHUN 2015 :

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PERSIAPAN PELAKSANAAN MUSRENBANGNAS TAHUN 2015 : Peningkatan Kualitas Forum Perencanaan di Daerah Dalam Mendukung Sasaran Dimensi Pembangunan (Nawa Cita) Disampaikan oleh: Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah

Nawa Cita dan Strategi Pembangunan menjiwai isi RKP 3. Triwulanan Bappenas – Bappeda Provinsi

Nawa Cita dan Strategi Pembangunan menjiwai isi RKP 3. Triwulanan Bappenas – Bappeda Provinsi 2. Rakorbang Pusat 1. Tema Pembangunan 4. Musrenbang Provinsi RKP berjiwa Nawa Cita & Strategi Pembangunan 5. Musrenbang Nasional • Pra Musrenbangnas • Pasca Musrenbang RPJMN RKP 1. Nawa Cita dan Strategi Pembangunan harus menjiwai isi RKP 2. Ke lima proses dalam RKP harus mencerminkan hal tersebut. 3. Ada perubahan Substansi dan Tata Laksana di setiap proses pembuatan RKP 2

RUANG LINGKUP REVITALISASI MUSRENBANGNAS TUJUAN DAN SINKRONISASI MUSRENBANGDA Revitalisasi Dalam Aspek Regulasi/Peraturan POLA KOMUNIKASI

RUANG LINGKUP REVITALISASI MUSRENBANGNAS TUJUAN DAN SINKRONISASI MUSRENBANGDA Revitalisasi Dalam Aspek Regulasi/Peraturan POLA KOMUNIKASI Revitalisasi Dalam Aspek SDM (Pendamping Daerah) Pengaturan dan Pengendalian Waktu, Cakupan dan Mekanisme Musrenbang di Daerah dan Forum 2 Lainnya Perluasan dan Perubahan Scope Tugas dan Komposisi “Liaison Officer” ( LO ) Penetapan Isu Strategis Nasional untuk memfokuskan Arah Pembangunan REVITALISASI MUSRENBANGNAS Perluasan Sarana, Media dan Event Pembahasan Penambahan Durasi Waktu Pembahasan SUBSTANSI POKOK Penetapan dan Penyelarasan Indikator, Program, Kegiatan dan Target per Isu Strategis Revitalisasi Dalam Aspek Substansi Materi Usulan Pembangunan Pengembangan e-Musrenbang utk kemudahan Penginputan, Pembahasan dan Pelaporan Perubahan Mekanisme Pembahasan & Penyepakatan Usulan Prog, Kegiatan Pembangunan FORMAT PELAKSANAAN Revitalisasi Dalam Aspek Sarana (Sistem Informasi, Network, dsb) PROSES PELAKSANAAN Revitalisasi Dalam Aspek Teknis Pelaksanaan Forum -Forum Musyawarah Slide - 3

TARGET OUTPUT REVITALISASI MUSRENBANG RKP 2016 TARGET OUTPUT REVITALISASI MUSRENBANG SUBSTANSI POKOK PROSES PELAKSANAAN

TARGET OUTPUT REVITALISASI MUSRENBANG RKP 2016 TARGET OUTPUT REVITALISASI MUSRENBANG SUBSTANSI POKOK PROSES PELAKSANAAN 1. Penetapan Isu Strategis Nasional untuk memfokuskan 1. Perubahan Mekanisme Arah Pembangunan Pembahasan & Penyepakatan Usulan 2. Penetapan dan Prog, Kegiatan Penyelarasan Indikator, Pembangunan Program, Kegiatan dan Target per Isu Strategis 2. Penambahan Durasi Waktu Pembahasan 3. Perluasan Sarana, Media dan Event Pembahasan 1. Penajaman Tujuan dan FORMAT PELAKSANAAN 1. Pengembangan e. Musrenbang utk kemudahan Penginputan, Pembahasan dan Pelaporan 2. Perluasan Lingkup Pembahasan Rencana Pembangunan yang tidak hanya terbatas pada Dana Dekonsentrasi (Dekon) dan Tugas Pembantuan (TP) POLA KOMUNIKASI Perluasan dan Perubahan Scope Tugas dan Komposisi “Liaison Officer” ( LO ) Sasaran berdasarkan Nawa Cita. 2. Pembahasan mencakup semua sumber-sumber pendanaan. 3. Kejelasan Arahan Kebijakan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berdasarkan Nawa Cita. 4. Kejelasan Kriteria Penetapan Prioritas Program dan Kegiatan K/L (Isu Strategis) sesuai dengan Nawa Cita; 5. Tersedianya waktu yang cukup untuk pembahasan; 6. Kepastian hasil Musrenbang sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja K/L dan RKA K/L.

REVITALISASI POLA KOMUNIKASI: Peran Liaison Officer (LO) dan Staf Penghubung Provinsi Peran Liaison Officer

REVITALISASI POLA KOMUNIKASI: Peran Liaison Officer (LO) dan Staf Penghubung Provinsi Peran Liaison Officer (LO) Staf Penghubung Keterangan 1. Sebagai penghubung antara Bappenas dengan Provinsi dalam mengkoordinasikan usulan kegiatan strategis daerah yang mendukung pencapaian sasaran Dimensi Pembangunan (Nawa Cita); 2. Sebagai penghubung antara Bappenas dengan Provinsi dalam mensinergikan perencanaan di pusat dan daerah terkait program dan kegiatan dalam mendukung pencapaian sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita); 3. Sebagai pendamping bagi provinsi yang menjadi tanggung jawabnya selama pelaksanaan rangkaian Musrenbangnas 2015. Membantu LO dalam melaksanakan perannya baik dari sisi subtantif, teknis, maupun administrasi Slide - 5

PENGEMBANGAN APLIKASI E-MUSRENABNG RKP 2016

PENGEMBANGAN APLIKASI E-MUSRENABNG RKP 2016

HASIL REKAPILTULASI SEMENTARA USULAN DERAH MELALUI E-MUSRENBANG USULAN DAERAH MELALUI E-MUSRENBANG • TOTAL USULAN

HASIL REKAPILTULASI SEMENTARA USULAN DERAH MELALUI E-MUSRENBANG USULAN DAERAH MELALUI E-MUSRENBANG • TOTAL USULAN : 53000 INDIKATOR • PROVINSI YANG SUDAH USUL : 34 PROVINSI • KAB/KOTA YANG SUDAH USUL : 484 KAB/KOTA USULAN DAERAH MELALUI E-MUSRENBANG YANG TELAH TERVERIFIKASI • TOTAL USULAN : 4000 INDIKATOR • PROVINSI YANG SUDAH VERIFIKASI : 17 PROVINSI • KAB/KOTA YANG SUDAH VERIFIKASI : 109 KAB/KOTA

RANGKAIAN KEGIATAN MUSRENBANGNAS q Pertemuan antara Bappenas, K/L dan Daerah dilakukan dalam pertemuan Pra-Musrenbangnas

RANGKAIAN KEGIATAN MUSRENBANGNAS q Pertemuan antara Bappenas, K/L dan Daerah dilakukan dalam pertemuan Pra-Musrenbangnas q Pertemuan akan berlangsung selama ± 2 minggu q Satu Multilateral Meeting akan melibatkan § Beberapa K/L § Beberapa provinsi dalam satu wilayah § Beberapa unit kerja Bappenas q Pola pertemuan sama dengan Rakorbangpus (multilateral meeting) tetapi dengan melibatkan provinsi untuk mendiskusikan § Lokasi suatu kegiatan § Dukungan daerah § Melibatkan peran BIG (peta) menunjukkan lokasi dalam peta Slide - 8

MULTILATERAL MEETING PRA-MUSRENBANGNAS q Koordinasi Perencanaan Multilateral/ Multi-Sektor/Multi K/L/Lintas Wilayah (Provinsi) terhadap masing-masing Agenda

MULTILATERAL MEETING PRA-MUSRENBANGNAS q Koordinasi Perencanaan Multilateral/ Multi-Sektor/Multi K/L/Lintas Wilayah (Provinsi) terhadap masing-masing Agenda Prioritas Nasional (NAWACITA), terutama: § Kedaulatan pangan § Kedaulatan energi § Kemaritiman § Industri/Kawasan Industri § Pariwisata § Revolusi mental § Pembangunan Kawasan Perbatasan dan Daerah Tertinggal q Masing-masing agenda prioritas nasional tersebut dibahas bersama K/L terkait dalam forum lintas sektor, lintas K/L terkait dan lintas wilayah. Slide - 9

KEDAULATAN PANGAN Kemen Pertanian; Kemen Kehutanan & LH; Kemen Agraria & TTR; Kemen PU;

KEDAULATAN PANGAN Kemen Pertanian; Kemen Kehutanan & LH; Kemen Agraria & TTR; Kemen PU; Pemda Kemendag; Kemen Pertanian; Kemen Perindustrian; Pemda Pengendalian impor pangan Peningkatan kemampuan petani Pemb. Agribisnis kerakyatan Bank Indonesia; Kemen Koperasi Pembukaan 1 juta lahan sawah baru Reforma agraria 9 juta Ha Pendirian bank pertanian & UMKM BAPPENAS : KOORDINASI PERENCANAAN MENKO : KOORDINASI PELAKSANAAN KEDAULATAN PANGAN Gudang dgn fasilitas pengolahan pasca panen di sentra produksi; Perbaikan dan pemb. Jaringan irigasi, bendungan, pasar, dan sarpras transportasi Kemen PU; Kementan Kemendag; Pemda Stop konversi lahan produktif Pemulihan kualitas kesuburan lahan; 1000 Desa Mandiri Benih Pemda; Kemen Agraria & TTR Kemen Pertanian; KLH/BPLH Pemda (BUMDes- Dana Desa) Kemen Pertanian; Kemen BUMN; Pemda Slide - 10

FORUM KEDAULATAN PANGAN Sasaran Nawacita Pembukaan 1 juta ha lahan sawah baru Pembukaan pertanian

FORUM KEDAULATAN PANGAN Sasaran Nawacita Pembukaan 1 juta ha lahan sawah baru Pembukaan pertanian lahan kering 1 juta ha di luar Jawa Perbaikan/pembangunan irigasi untuk 3 juta lahan sawah Kementerian/Lembaga Pertanian Kehutanan & LH Agraria & TTR v v Kemendag PU PERA Pemerintah Daerah v v V v v v V v Pembangunan pasar Pembangunan sarana prasarana transportasi v Stop konversi lahan produktif Pemulihan kesubuhan lahan (1000 Desa mandiri benih) Gudang dengan fasilitas pengolahan pasca panen Bank Pertanian dan UMKM Peningkatan kemampuan petani Pembangunan agribisnis kerakyatan Perindustrian v v v v v V v v v Pengendalian impor pangan v Reforma agraria 9 juta ha v v v Dukungan daerah dan peran daerah dalam mementukan lokasi pembangunan sangat penting dalam pencapaian sasaran nawacita Slide - 11

CONTOH USULAN MATERI PRA MUSRENBANGNAS CONTOH KELENGKAPAN USULAN KEGIATAN STRATEGIS PROVINSI Slide - 12

CONTOH USULAN MATERI PRA MUSRENBANGNAS CONTOH KELENGKAPAN USULAN KEGIATAN STRATEGIS PROVINSI Slide - 12

MEKANISME PEMBAHASAN NAWA CITA (1) DESK PEMBAHASAN: PERBAIKAN &PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI, BENDUNGAN, PASAR, SARPRAS

MEKANISME PEMBAHASAN NAWA CITA (1) DESK PEMBAHASAN: PERBAIKAN &PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI, BENDUNGAN, PASAR, SARPRAS TRANSPORTASI PROVINSI KEMENTERIAN MENKO BAPPENAS K/L Perbaikan &Pembangunan Jaringan Irigasi, Bendungan, Pasar, Sarpras Transportasi Kemen PU Kementan Kemendagri Kemenko Indikator Outcome Kemenko Perekonom ian 9, 89 juta Hektar tahun 2019 Program K/L Kegiatan K/L Indikator Output Target Output

MEKANISME PEMBAHASAN NAWA CITA (2) Peta Dapat Dilakukan tergantung dengan ketersediaan data peta tematik

MEKANISME PEMBAHASAN NAWA CITA (2) Peta Dapat Dilakukan tergantung dengan ketersediaan data peta tematik dan Operator Terknis Desk K/L Perbaikan &Pembangunan Jaringan Irigasi, Bendungan, Pasar, Sarpras Transportasi Kemen PU Kementan Kemendagri Kemenko Indikator Outcome Kemenko Perekonom ian 9, 89 juta Hektar tahun 2019 Program K/L DESK PEMBAHASAN: PERBAIKAN &PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI, BENDUNGAN, PASAR, SARPRAS TRANSPORTASI PROVINSI Kesepakatan Kegiatan, Indikasi Anggaran, dan Lokasi KEMENTERIAN MENKO BAPPENAS Kegiatan K/L Pembangunan Jalan Penghubung daerah produksi pertanian Indikator Output Target Output

PENUTUP q Pada dasarnya pembahasan dalam rangkaian Rakorbangpus RKP 2016 menitikberatkan pada koordinasi perencanaan

PENUTUP q Pada dasarnya pembahasan dalam rangkaian Rakorbangpus RKP 2016 menitikberatkan pada koordinasi perencanaan program/kegiatan dalam rangka untuk merealisasikan janji Presiden (sasaran NAWA CITA). q Diharapkan: a. Setiap Pemerintah Daerah mencermati kegiatan yang akan dilaksanakan oleh K/L di wilayahnya masing-masing; b. Mempersiapkan dukungan kegiatan dari Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangan daerah; dan c. Mempersiapkan informasi mengenai lokasi kegiatan d. (c) menyelaraskan kegiatan tersebut dalam RKPD. Slide - 15

Terima Kasih

Terima Kasih

AGENDA TAHAPAN MUSRENBANGNAS 2015…(1) TAHAPAN MEKANISME DAN KELUARAN Rakorbangpus I dan Forum Konsultasi Bappeda

AGENDA TAHAPAN MUSRENBANGNAS 2015…(1) TAHAPAN MEKANISME DAN KELUARAN Rakorbangpus I dan Forum Konsultasi Bappeda ( 26 Maret 2015, Bappenas) • • Penyampaian draft Rancangan Awal RKP 2016 Indikasi kebutuhan pendanaan program/kegiatan Tahun 2016 Penyampaian kerangka makro ekonomi dan kebijakan fiskal Tahun 2016 Forum diskusi Bappeda Provinsi se-Indonesia terkait dengan pola pendekatan dimensi pembangunan, kebijakan Dana Alokasi Khusus Tahun 2016 dan kebijakan Dana Dekonsentrasi Bappenas. Pendalaman Dimensi Pembangunan (26 – 30 Maret 2015) • Pembahasan Pencapaian sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita) lintas sektor Output : sinkronisasi antar sektor dalam mencapai sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita). Pembahasan per dimensi : Deputi penanggung jawab dimensi • • Ratek/Rakernis dengan K/L(Maret 2015) • • Memastikan bahwa hasil ratek/rakernis sesuai dengan sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita) sebagai dasar untuk pembahasan pra musrenbangnas Menyampaikan arahan mengenai tema dalam pelaksanaan sasaran dimensi pembangunan (Nawa cita) di RKP 2016 dalam Ratek/Rakernis Slide - 17

AGENDA TAHAPAN MUSRENBANGNAS 2015…(2) TAHAPAN Musrenbangprov ( 2 Maret - 13 April 2015) MEKANISME

AGENDA TAHAPAN MUSRENBANGNAS 2015…(2) TAHAPAN Musrenbangprov ( 2 Maret - 13 April 2015) MEKANISME DAN KELUARAN • • Dukungan APBD dalam mencapai sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita); Usulan kegiatan oleh pemerintah daerah untuk pencapaian sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita) – Kegiatan berdasarkan sasaran jangka menengah dengan mengacu pada sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita) yang akan menjadi prioritas pembahasan dalam Pramusrenbangnas. Sinkronisasi kegiatan K/L dan Pemerintah Daerah dalam mendukung pencapaian sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita) Kesepakatan usulan kegiatan dan kerangka pembiayaan dalam mendukung sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita) Forum Konsultasi Publik (6 April 2015) • Memberikan masukan terhadap rancangan awal RKP 2016. Rakor Khusus Papua dan Papua Barat (14 April 2015) • Sinkronisasi kegiatan K/L, kegiatan Dana Otonomi Khusus, kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur dan kegiatan APBD dalam rangka mendukung percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dengan melibatkan Kementerian/Lembaga. • Slide - 18

AGENDA TAHAPAN MUSRENBANGNAS 2015…(3) TAHAPAN MEKANISME DAN KELUARAN Rakorbangpus II (15 April 2015) •

AGENDA TAHAPAN MUSRENBANGNAS 2015…(3) TAHAPAN MEKANISME DAN KELUARAN Rakorbangpus II (15 April 2015) • Penyampaian Rancangan Awal RKP dan SB Pagu Indikatif Tahun 2016 Trilateral Meeting (15 – 24 April 2015) • • Skema : Trilateral Desks (Bappenas, K/L, Keuangan) Penajaman dan pengakomodasian hasil Musrenbangnas 2015 dalam inisiatif baru Rancangan Akhir Renja K/L 2016; dan Rancangan Akhir RKP 2016. • • Pra Musrenbangnas (16 -24 April 2015) • • Penutupan Pra Musrenbangnas (28 April 2015) Musrenbangnas (29 April 2015) • • • Skema : Kelompok musyawarah berdasarkan sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita) Hasil kesepakatan program/kegiatan, lokasi, target, dan anggaran untuk mencapai sasaran dimensi pembangunan (Nawa Cita) antara pemerintah provinsi dan K/L yang difasilitasi oleh Kementerian PPN/Bappenas dan disepakati dalam bentuk berita acara kesepakatan; Laporan Menteri PPN mengenai kesepakatan program, kegiatan strategis dan pendanaan pusat dan daerah kepada Presiden RI; Arahan Presiden dan Wakil Presiden RI; dan Paparan 4 Menteri Koordinator. Slide - 19