KELUPAAN DAN MENGINGAT Herman Ebbinghaus 1850 1909 Orang
KELUPAAN DAN MENGINGAT
Herman Ebbinghaus (1850 -1909) Orang pertama yang melaksanakan studi sistematik tentang memori dan kelupaan. Tinggal di Jerman dan menulis wacana ilmiah pertama tentang eksperimen-eksperimen memori. Ebbinghaus memiliki suatu firasat bahwa sensasi, perasaan, dan ide-ide yang pada suatu waktu dimiliki seseorang secara sadar, tetap tersembunyi di suatu tempat dalam memori. Ebbinghaus, menekankan bahwa memori dapat dipahami dengan mempelajari ide-ide yang telah terbentuk dan kemudian melangkah mundur untuk menemukan sumber ideide tersebut, namun Ebbinghaus membalik prosedur tersebut, dia mempelajari bagaimana memori berkembang dan dengan melakukan itu ia mampu menerapkan kendali ilmiah atas variabel-variabel yang sebelumnya tidak dipisahkan dari memori.
Mengapa kelupaan dapat terjadi?
1. Jika informasi tidak memasuki otak melalui reseptor sensorik akibat pengaruh atensi, akibatnya tidak ada informasi yang dapat diingat. Hal ini menyebabkan terjadinya kegagalan penyandian (failure to encode) dan mengacu pada kegagalan memasukkan materi ke dalam LTM. 2. Menurut hukum Yerkes-Dodson (Yerkes & Dodson, 1908), tingkat arousal yang sangat rendah atau sangat tinggi menghambat kinerja memori dan proses kognitif yang lain. Hal tersebut menyebabkan kelupaan karena memori yang disimpan mungkin hanya berupa bagian emosional dari pengalaman tersebut.
3. Kegagalan konsolidasi (consolidation failure) adalah hilangnya memori akibat gangguan organik yang terjadi saat pembentukan jejak memori yang berakibat pada terbentuknya memori yang tidak sempurna. Dalam kegagalan konsolidasi, STM bekerja dengan normal namun gangguan terjadi pada proses perpindahan informasi dari STM ke LTM. 4. Amnesia adalah sejenis kelupaan yang terjadi akibat adanya problem di otak. Disebabkan oleh penyakit (seperti alzheimer dan sindrom korsakoff) atau cedera traumatik di otak.
Penyakit Alzheimer menyebabkan problem-problem memori, dan sebuah penelitian modern mengindikasikan bahwa Alzheimer disebabkan oleh molekul-molekul protein yang melekat secara berlebihan di glumatate sehingga menghambat fungsi glumatate sebagai pengaktif proses-proses memori di otak (Hoe dkk, 2006)
KORSAKOFF SYNDROME Sindrom Korsakoff menyebabkan problem-problem memori sebagai akibat dari defisiensi serius Vitamin B. Seorang individu dengan riwayat alkoholisme yang ekstrem dan panjang seringkali tidak mengkonsumsi cukup makanan yang bisa memenuhi kebutuhan vitaminnya. Dan penderita mengalami kehilangan memori tentang peristiwa tertentu.
AMNESIA • Amnesia Retrograde Hilangnya memori mengenai peristiwa-peristiwa sebelum terjadinya cedera otak (retro = lama; tempo dulu – memori lama menghilang). Tidak mampu mengingat masa lalu Amnesia retrograde Dapat membentuk memori baru • Amnesia Anterograde Hilangnya memori mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah cedera (“ante” = “setelah” – penderita amensia anterograde tidak mampu membentuk memori baru). Dapat mengingat masa lalu Amnesia Anterograde Tidak mampu membentuk memori baru
5. Decay (pembusukan) adalah memudarnya memori seiring berlalunya waktu atau akibat jarang digunakannya memori tersebut. Contohnya : mengingat nomor telepon 6. Interferensi adalah bercampur-baurnya memori yang serupa. – Interferensi retroaktif, terjadi ketika memori baru menghambat pengambilan memori lama. contoh: melupakan nomor induk pelajar saat SMA ketika sudah mendapatkan nomor mahasiswa. – Interferensi proaktif, terjadi saat memori lama menghambat pengambilan memori baru. contoh: lupa menaruh kacamata karena ditaruh pada tempat yang tidak biasanya.
7. Kegagalan pengambilan (retrieval failure) adalah ketidakmampuan menemukan isyarat memori (memory cue) yang diperlukan bagi pengambilan memori tersebut. Kegagalan pengambilan memiliki problematika tersendiri karena sulit dibedakan dengan decay dan kegagalan penyandian. 8. Kelupaan yang disengaja (motivated forgetting) adalah represi yang disadari terhadap memori, yang pada umumnya dilakukan seseorang untuk menghindari kenangan akan pengalaman yang traumatik.
9. Represi adalah tindakan mendorong pemikiran, memori atau perasaan yang mengancam keluar dari kesadaran. Berdasarkan konsep Freud, represi dilakukan secara tidak sadar untuk melindungi ego. Memori yang disingkirkan seseorang dari kesadarannya, terutama menyangkut memori yang menyakitkan. Seperti pelecehan seksual semasa kanak-kanak
Kekeliruan memori
• Pengaruh yang didapat setelah dibentuknya memori, faktor - faktor perseptual, faktor sosial, dan bahkan hasrat untuk mengingat suatu peristiwa, dapat mempengaruhi apa yang kita ingat. Pengaruh tersebut dapat berbentuk suatu memori terkonstruksi, baru, namun secara faktual tidak tepat. Eksperimental oleh Roediger dan Mc. Dermott (1995) Beristirahat, Bersantai, Seprei, Malam, Mendengkur, Ranjang, Terlelap, Bantal, Bermimpi, Mengorok, Terjaga, Capek, Terbangun, Selimut, Pulas, Menguap, mengantuk Studi Roediger dan Mc. Dermott (1995) ini adalah studi eksperimen yang penting untuk memahami problem rumit mengenai kekeliruan memori saksi mata.
• Loftus dan Palmer (1974) menemukan bahwa memori palsu dapat dibentuk menggunakan pertanyaan yang sengaja diarahkan untuk membentuk memori tersebut.
Mengingat
Faktor-faktor Yang Meningkatkan Kinerja Memori : 1. Memusatkan perhatian kepada stimuli lingkungan dalam 2. Teknik Mnemonik Teknik yang memudahkan penyimpanan, atau penyandian dan pengingatan (recall) terhadap informasi dalam memori.
TEKNIK – TEKNIK MNEMONIK Metode Loci Teknik-teknik Verbal Sistem Kata Bergantung Metode Kata Kunci Mengingat Nama
METODE LOCI Metode yang mengasosiasikan objek tertentu dengan tempat-tempat tertentu. pat a(loci) Lokasi sebuah jalan yang sering dilalui, atau bahkan sebuah rumah.
SISTEM KATA BERGANTUNG • Seseorang mempelajari serangkaian kata yang berfungsi sebagai “gantungan” untuk “menggantungkan” item-item yang dihafalkan. Contohnya: • Three is a tree • Four is a door • Five is a hive • Six is a stick
METODE KATA KUNCI Metode ini berguna dalam upaya mempelajari kosakata bahasa asing (Raugh & Atkinson, 1975)
TEKNIK-TEKNIK VERBAL Teknik akronim, yakni kata yang dibentuk berdasarkan huruf-huruf pertama dalam sebuah frase atau kumpulan kata-kata. Sebuah contoh bagaimana akronim digunakan untuk mengajari orang cara menggunakan tabung pemadam api secara tepat “T-A-T-S”
MENGINGAT NAMA Lorayne dan Lucas (1974) menemukan bahwa proses mempelajari sebuah nama yang dihubungkan dengan memori mengenai wajah melibatkan tiga tahap. Tahap 1: Mengingat nama itu sendiri kemudian membentuk suatu frase pengganti bagi nama tersebut. Tahap 2: Pencarian karakteristik terhadap yang menonjol di wajah seseorang Tahap 3: Menghubungkan kata pengganti karakteristik yang menonjol tersebut. dengan
- Slides: 23