Kelompok Situasional Kelompok Informal Kelompok Tugas Kelompok Sosial

  • Slides: 22
Download presentation
Kelompok Situasional Kelompok Informal : @ Kelompok Tugas; @ Kelompok Sosial. Kepemimpinan dalam Kelompok

Kelompok Situasional Kelompok Informal : @ Kelompok Tugas; @ Kelompok Sosial. Kepemimpinan dalam Kelompok Informal Disajikan oleh: Margono Slamet

Model Kelompok Informal 1) Kelompok Situasional : Gaya Kepemimpinan ditentukan oleh situasi kelompok. Pemimpin

Model Kelompok Informal 1) Kelompok Situasional : Gaya Kepemimpinan ditentukan oleh situasi kelompok. Pemimpin menyesuaikan diri dengan situasi kelompok. Situasi berubah, gaya kepemimpinan juga berubah. Jadi gaya kepemimpinan tidak statis, tetapi fleksibel yang mengalir seperti air yang mengikuti situasi permukaan. 2) Kelompok Informal: n Fungsi kelompok informal adalah menerima atau menolak kepemimpinan. Kepemimpinan ini menyangkut dua hal pokok: (1) tugas yang harus dikerjakan dalam kelompok. (2) hubungan emosional dengan anggota. n Hal ini berlaku dalam : - Kelompok Tugas Informal - Kelompok Sosial Informal

1. Tugas Klp. Apa yg. harus dilakukan pemimpin. Kepemimpinan dalam Kelompok Informal 2. Hubungan

1. Tugas Klp. Apa yg. harus dilakukan pemimpin. Kepemimpinan dalam Kelompok Informal 2. Hubungan Pemimpin itu harus dg anggota orang yang bagaimana. Kelompok Informal Margono S. - Teori Kelompok Informal 3

SETIAP PEMIMPIN KELOMPOK HARUS MELAKUKAN INI DALAM KELOMPOKNYA n n n n n Mengenal

SETIAP PEMIMPIN KELOMPOK HARUS MELAKUKAN INI DALAM KELOMPOKNYA n n n n n Mengenal Kelompoknya Bangun Struktur Kelompok Mengambil Inisiatif Mencapai Tujuan Melakukan Komunikasi Menjaga Kesatuan Kelompok Ciptakan Suasana Bahagia Ciptakan Keterpaduan Implementasi Filosofi Margono S. - Teori Kelompok Informal 4

YANG HARUS DILAKUKAN OLEH PEMIMPIN Pemimpin kelompok harus melakukan hal-hal berikut ini agar kelompoknya

YANG HARUS DILAKUKAN OLEH PEMIMPIN Pemimpin kelompok harus melakukan hal-hal berikut ini agar kelompoknya dapat dinamis dan efektif mencapai tujuannya. • 1. MENGIDENTIFIKASI DAN MENGANALISA KELOMPOK BESERTA TUJUANNYA. • Bagaimana keadaan kelompok yang dipimpinnya. • SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunities, Threat) • Sifat-sifat khusus dari kelompok. • Apa tujuan yang ingin atau harus dicapai kelompok. • Apa tujuan individu-individu yang menonjol. • Apa strategi untuk bisa mencapai tujuan kelompok. Margono S. - Teori Kelompok Informal 5

 • 2. MEMBANGUN STRUKTUR KELOMPOK. • Pengaturan kelompok. • Pembatasan dan pembagian peranan/tugas.

• 2. MEMBANGUN STRUKTUR KELOMPOK. • Pengaturan kelompok. • Pembatasan dan pembagian peranan/tugas. • Pengaturan hubungan-hubungan dalam kelompok. • 3. INISIATIF. v Memasukkan gagasan-gagasan baru kedalam kelompok. v Menciptakan kegiatan-kegiatan untuk kelompok. v Gagasan tak perlu harus berasal dari pemimpin, tetapi dalam kadaan tak ada gagasan dari kelompok, pemimpin harus siap dengan sesuatu gagasan, agar kelompok selalu mempunyai kegiatan. Margono S. - Teori Kelompok Informal 6

 • 4. PENCAPAIAN TUJUAN. v Selalu memotivasi kelompok untuk mencapai tujuan. v Menjadi

• 4. PENCAPAIAN TUJUAN. v Selalu memotivasi kelompok untuk mencapai tujuan. v Menjadi motor penggerak dalam mencapai tujuan. • 5. MEMPERMUDAH KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK. v Komunikasi antar anggota harus lancar dan mudah. v Pengarahan, koordinasi, pengendalian dan evaluasi. • 6. MEMPERSATUKAN KELOMPOK (VISCIDITY). v Menciptakan kesatuan kelompok. v Menciptakan rasa persatuan dalam kelompok. Margono S. - Teori Kelompok Informal 7

 • 7. MENCIPTAKAN SUASANA YANG MENYENANGKAN (HEDONIC TONE) v Ciptakan kebahagiaan dalam kelompok.

• 7. MENCIPTAKAN SUASANA YANG MENYENANGKAN (HEDONIC TONE) v Ciptakan kebahagiaan dalam kelompok. v Buat agar anggota merasa senang dan bahagia menjad bagian dari kelompok. • 8. CIPTAKAN KETERPADUAN KELOMPOK (SYNTALITY). v Kebersamaan dalam kelompok : dinamika, temperamen, kemampuan berbuat. v Galang kekompakan kelompok v Kegiatan yang terpadu dan terkoordinasi. v Menyangkut moral (semangat). 9. MENGIMPLEMENTASIKAN PHILOSOPHY. v Segala tindakan dilandasi oleh nilai-nilai yang dianut. v Konsekuen pada nilai-nilai dan cita-cita awal. Margono S. - Teori Kelompok Informal 8

PEMIMPIN ITU ORANG YANG BAGAIMANA ? PEMIMPIN KELOMPOK INFORMAL SEYOGYANYA MEMILIKI SIFAT-SIFAT BERIKUT INI

PEMIMPIN ITU ORANG YANG BAGAIMANA ? PEMIMPIN KELOMPOK INFORMAL SEYOGYANYA MEMILIKI SIFAT-SIFAT BERIKUT INI 1. EMPATI (Empathy) = Kemampuan seseorang mengidentifikasi dirinya sebagai orang lain. = Kemampuan seseorang ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain. 2. ANGGOTA KELOMPOK (Group membership) = Dapat diterima oleh kelompok. = Dia adalah milik kelompok. 3. BIJAKSANA / PENUH PERTIMBANGAN (Considerate) = Peduli / Memperhatikan kepentingan anggota kelompok lainnya. Margono S. - Teori Kelompok Informal 9

4. LINCAH (Surgency) = Penggembira (Cheerful) = Bersemangat (Enthusiastic) = Suka bicara (Talkful) =

4. LINCAH (Surgency) = Penggembira (Cheerful) = Bersemangat (Enthusiastic) = Suka bicara (Talkful) = Dinamis (Dynamic) = Ringan kaki (Outgoing attitude) 5. BEREMOSI STABIL (Emotional stability) = Bertemperamen tenang (Even tempered) = Dapat diperkirakan (Predictable) = Punya suatu pola perilaku tertentu. (A pattern of behavior) KELIMA SIFAT DI ATAS SANGAT RELEVAN DENGAN SIFAT PEMIMPIN KELOMPOK YANG EFEKTIF. Margono S. - Teori Kelompok Informal 10

ENAM SIFAT BERIKUT INI AKAN MENAMBAH KEKUATAN KEPEMIMPINAN KELOMPOK 6. BERKEINGINAN MEMIMPIN : =

ENAM SIFAT BERIKUT INI AKAN MENAMBAH KEKUATAN KEPEMIMPINAN KELOMPOK 6. BERKEINGINAN MEMIMPIN : = Karena bersifat sukarela, maka seyogyanya memang orang itu memiliki keinginan dan kemauan untuk memimpin atau menjadi pemimpin. 7. BERKEMAMPUAN : = Kemampuan mengendalikan orang dan kemampuan-kemampuan lain yang berkaitan dengan tugas, tujuan dan keperluan kelompok. Margono S. - Teori Kelompok Informal 11

8. CERDAS (Intelligence) : = Kemampuan berfikir, banyak akal. = Intelectual & Emosional Intelligence.

8. CERDAS (Intelligence) : = Kemampuan berfikir, banyak akal. = Intelectual & Emosional Intelligence. 9. KONSISTEN (Consistence) : = Berfikiran mantap, tidak mudah berubah. = Tidak berganti-ganti pendapat = Tetap pada keputusannya. = Perilakunya dapat diperkirakan. 10. PERCAYA DIRI (Self confidence) : = Tidak gampang putus asa. = Bersikap penuh harapan. 11. KEMAMPUAN BERBAGI KEPEMIMPINAN (Capacity for sharing leadership) : = Tidak bersifat/berkeinginan mendominasi kelompok. = Tidak memutuskan segalanya sendiri. = Mampu mendelegasikan kewenangan. Margono S. - Teori Kelompok Informal 12

TEORI ORGANISASI Topik-topik bahasan : Kekuatan Sosial Jenis-jenis Organisasi Teori Organisasi Taxonomi Organisasi Struktur

TEORI ORGANISASI Topik-topik bahasan : Kekuatan Sosial Jenis-jenis Organisasi Teori Organisasi Taxonomi Organisasi Struktur Organisasi Proses Organisasi Individu dalam Organisasi

KEKUATAN SOSIAL (Social Power) Kekuatan Sosial adalah sumber energi yang mampu menggerakkan sejumlah orang

KEKUATAN SOSIAL (Social Power) Kekuatan Sosial adalah sumber energi yang mampu menggerakkan sejumlah orang ke arah yang dikehendaki oleh sumber energi tersebut. Ada dua macam kekuatan sosial : • 1. KEWENANGAN (Authority) hak untuk melakukan perintah kepada orang lain. Authoritative = Kekuatan sosial yang syah. • 2. PENGARUH (Influence) kekuatan yang tidak didukung oleh kewenangan (Non-authoritative power) Kedua kekuatan itu selalu beriringan. Margono S. - Teori Kelompok Informal 14

STRUKTUR KEPEMIMPINAN (Power Structure, Struktur Kekuasaan) = Orang-orang yang memiliki kekuasaan, kewenangan, kepemimpinan dan

STRUKTUR KEPEMIMPINAN (Power Structure, Struktur Kekuasaan) = Orang-orang yang memiliki kekuasaan, kewenangan, kepemimpinan dan pengaruh dalam suatu sistem sosial. = Kumpulan individu-individu yang bertindak bersama-sama atau sendiri-sendiri dalam membuat keputusan. POWER STRUCTURE : A. Monomorphic : 1. Kekuasaan yang sama dipegang oleh beberapa orang, atau 2. Orang yang sama memegang kewenangan / kekuasaan tentang beberapa hal yang berbeda. B. Polymorphic : = Kewenangan yang berbeda dipegang oleh orang yang berbeda. Margono S. - Teori Kelompok Informal 15

TINGKAT KEKUASAAN : 1. Tingkat Atas menyangkut kebijaksanaan, mempengaruhi semua orang. 2. Tingkat Menengah

TINGKAT KEKUASAAN : 1. Tingkat Atas menyangkut kebijaksanaan, mempengaruhi semua orang. 2. Tingkat Menengah pengaruh terbatas. menyangkut pelaksanaan, 3. Tingkat Bawah menyangkut hal-hal kecil yang bersifat teknis, pengaruh sangat terbatas. Margono S. - Teori Kelompok Informal 16

JENIS-JENIS ORGANISASI 1. LEADER-ORIENTED ORGANIZATION : - Putusan selalu oleh pemimpin - Pengabdian dan

JENIS-JENIS ORGANISASI 1. LEADER-ORIENTED ORGANIZATION : - Putusan selalu oleh pemimpin - Pengabdian dan kepatuhan anggota diperlukan 2. PATRIARCHAL (LEADERSHIP) ORGANIZATION : - Hubungan pimpinan-anggota seperti hubungan antara Bapak-Anak ----> perlindungan. - Selalu memerlukan restu / persetujuan pemimpin, meskipun putusan dibuat oelh anggota. 3. BUREAUCRACY : - Diatur oleh suatu struktur tertentu. - Beroperasi sesuai seperangkat peraturan / ketentuan tertentu. - Tanpa menghubungkan denagn pemimpin atau pemegang kekuasaan tertentu. Margono S. - Teori Kelompok Informal 17

4. DEMOCRATIC ORGANIZATION : - Anggota mempunyai hak bersuara. - Keputusan diambil secara bersama.

4. DEMOCRATIC ORGANIZATION : - Anggota mempunyai hak bersuara. - Keputusan diambil secara bersama. - Pemimpin tunduk pada keputusan bersama. - Pemimpin memberi arahan, tidak memberi perintah. Margono S. - Teori Kelompok Informal 18

TEORI ORGANISASI • Organisasi terbentuk/terdiri dari beberapa kelompok. • Dalam penyuluhan organisasi harus bersifat

TEORI ORGANISASI • Organisasi terbentuk/terdiri dari beberapa kelompok. • Dalam penyuluhan organisasi harus bersifat pendidikan : sebagai media pendidikan/belajar. • Organisasi : orang-2 ---> interaksi ---> tujuan bersama. • Struktur organisasi selalu formal. STRUKTUR TAXONOMY (System) Organisasi INDIVIDU PROSES TAXONOMI ORGANISASI Variabel-variabelnya adalah : 1. TUJUAN (Objectives and Goals) : a. Tujuan organisasi vs Tujuan individu : konggruen atau konflik b. Tujuan organisasi bisa formal atau informal. Margono S. - Teori Kelompok Informal 19

c. Tujuan wajib (mandatory) vs Tujuan tambahan (voluntary, optional) d. Sifat tujuan : Jauh

c. Tujuan wajib (mandatory) vs Tujuan tambahan (voluntary, optional) d. Sifat tujuan : Jauh vs Dekat (Remoteness) Masalah persepsi. e. Polarisasi : Apakah ada tertentangan antar tujuan-tujuan yang ada f. Tujuan tunggal vs Tujuan ganda/jamak. Terlalu sedikit atau terlalu banyak dilihat dari jumlah anggota. g. Apakah konflik dengan tujuan organisasi lain. h. Tujuan jangka pendek vs Jangka panjang. 2. FILOSOFI DAN TATA NILAI : a. Pengendalian perilaku. b. Nilai yang dijunjung anggota. 3. KOMPOSISI ANGGOTA : a. Pendidikan b. Kemampuan intelektual c. Ciri kepribadian d. Hubungan sosial : kerjasama, bantu-mambantu, persaingan, permusuhan, klik, dll. e. Keragaman Motivasi f. Status dan jenjang yang dimiliki. Margono S. - Teori Kelompok Informal 20

4. STRUKTUR ORGANISASI : a. Jumlah anggota, fasilitas (Size) b. Diferensiasi : - Jumlah

4. STRUKTUR ORGANISASI : a. Jumlah anggota, fasilitas (Size) b. Diferensiasi : - Jumlah tingkatan dalam organisasi (Sedikit atau banyak) - Adakah Sub-group dalam setiap tingkatan. c. Cara Pengendalian anggota : - sesuai perilaku standar - Pengendalian terpusat vs terbagi - Rentang kendali : berapa orang dikendalikan oleh setiap pengawas. - Sanksi apa untuk pengendalian (negatif atau positif) - Fleksibilitas pengendalian. d. Struktur Peranan : Apakah punya peranan-2 yang secara resmi dibagikan. - Partisipasi anggota. 5. TEHNOLOGI : a. Fungsi apa yang harus dilakukan. b. Apa jasa atau produk yang dihasilkan. c. Apa fasilitas yang tersedia. d. Kompleksitas teknologi. Margono S. - Teori Kelompok Informal 21

6. LINGKUNGAN FISIK : a. Isolasi sosial. b. Keterbatasan komunikasi. c. Mobilitas anggota. d.

6. LINGKUNGAN FISIK : a. Isolasi sosial. b. Keterbatasan komunikasi. c. Mobilitas anggota. d. Stres yang diakibatkan. 7. LINGKUNGAN SOSIAL DAN BUDAYA : a. Apakah sesuai atau bertentangan dengan tata nilai dari organisasi. b. Bagaimana nilai-2 dan tujuan-2 disekitarnya. 8. CIRI-CIRI WAKTU : a. Usia organisasi. b. Lama partisipasi dalam organisasi. c. Jangka waktu pencapaian tujuan organisasi. Margono S. - Teori Kelompok Informal 22