KELOMPOK 2 MASALAH MASALAH SOSIAL DALAM LINGKUP BUDAYA

  • Slides: 18
Download presentation
KELOMPOK 2 MASALAH – MASALAH SOSIAL DALAM LINGKUP BUDAYA YEMIMA CAROLIN NOPRILIA RISNA WISNU

KELOMPOK 2 MASALAH – MASALAH SOSIAL DALAM LINGKUP BUDAYA YEMIMA CAROLIN NOPRILIA RISNA WISNU ANDRI PATRIDINA OKTAVIANI IVONDA KAMALADEVY AMALINA ADI LUTHFIYAH INSANUL MUFYD AUFA SIREGAR ZHAJANA LARISKI ARNOLDY

Pengertian Masalah Sosial Menurut Para Ahli Soerjono Soekanto Menurutnya, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian

Pengertian Masalah Sosial Menurut Para Ahli Soerjono Soekanto Menurutnya, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur kebudayaan atau masyarakat yang dapat membehayakan kehiduapan kelompok sosial. Bulmer dan Thompson Menurut mereka, masalah sosial ialah suatu kondisi yang terjadi dimana dapat mengancam nilai-nilai didalam masyarakat sehingga berakibat pada sebagian besar dari anggota masyarakat. Soetomo Menurutnya, masalah sosial ialah suatu kondisi yang tidak diinginkan terjadi oleh sebagian besar dari warga masyarakat. Lesli Menurutnya, masalah sosial adalah suatu kondisi yang berpengaruh terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai suatu yang tidak diinginkan dan karenanya perlu tindakan untuk mengatasi atau memperbaikinya.

Faktor Penyebab (Faktor. Budaya) Terjadinya Masalah Sosial Kebudayaan yang semakin berkembang dalam masyarakat akan

Faktor Penyebab (Faktor. Budaya) Terjadinya Masalah Sosial Kebudayaan yang semakin berkembang dalam masyarakat akan memiliki peran yang dapat menimbulkan suatu masalah sosial. Masalah sosial yang disebabkan oleh faktor budaya anatara lain perceraian, pernikahan usia dini dan masih banyak yang lainnya. Bangsa Indonesia memiliki masalah-masalah di berbagai bidang, diantaranya adalah masalah social budaya. Masalah kebudayaan terkait erat dengan karakter bangsa, perilaku, dan kehidupan social masyarakat.

PENGERTIAN BUDAYA MENURUT PARA AHLI Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala

PENGERTIAN BUDAYA MENURUT PARA AHLI Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyaraka ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits Memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satugenerasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

 Menurut Edward Burnett Tylor

Menurut Edward Burnett Tylor

KARATERISTIK BUDAYA Ø Sistem Komunikasi verbal dan non verbal membedakan suatu kelompok dari kelompok

KARATERISTIK BUDAYA Ø Sistem Komunikasi verbal dan non verbal membedakan suatu kelompok dari kelompok lainnya. Terdapat banyak bahasa asing di dunia. Contohnya : Kelompok militer mempunyai peristilahan dan tanda- tanda yang menerobos batas nasional (gerakan menghormati, sistem kepangkatan)

Ø Pakaian dan Penampilan Banyak subkultur menggunakan pakaian yang khas jeans sebagai kaum muda

Ø Pakaian dan Penampilan Banyak subkultur menggunakan pakaian yang khas jeans sebagai kaum muda di seluruh dunia. Kita mengetahui adannya kimono jepang, penutup kepala afrika, payung inggris, sarung polynesia dan ikat kepala Indian amerika, beberapa suku bangsa mencorengi wajah mereka untuk bertempur sementara bagian wanita menggunakan kosmetik untuk memperlihatkan kecantikan Ø Makanan dan Kebiasaan Makan Cara memilih, menyiapkan, menyajikan dan memakanan sering berbeda antar budaya yang satu dengan budaya yang lainnya. Contoh : orang Amerika meyenangi Daging sapi tetapi daging sapi terlarang bagi orang- orang Hindu sedangkan makanan yang terlarang bagi orang islam adalah Daging Babi. Cara makan juga berbeda-beda ada orang yang makan dengan tangan saja, ada pula yang menggunakan sumpit atau seperangkat alat makan.

Ø Waktu dan Kesadaran Akan Waktu Kesadaran akan waktu berbeda antara budaya yang satu

Ø Waktu dan Kesadaran Akan Waktu Kesadaran akan waktu berbeda antara budaya yang satu dengan budaya lainnya, sebagian orang tepat waktu dan sebagian orang lainnya merelatifkan waktu. Umumnya orang Jerman tepat waktu sedangkan orang Amerika Latin lebih santai. Musim musim sepanjang tahun juga beraneka ragam secara kulltural beberapa wilayah di bumi menandai musim tersebut dengan sebutan musim dingin, musim semi, musim panas, beberapa wilayah lain menandai musim sepanjang tahun dengan sebutan musim hujan. Ø Penghargaan dan Pengakuan Suatu cara lain untuk mengamati suatu budaya adalah dengan memperhatikan cara dan metode memberikan pujian bagi perbuatan baik dan berani, contoh dalam konteks Pengakuan adalah Perajurit perang membolehkan mereka untuk mentato tubuh mereka, bagi perajurit perang yang berani itu adalah dengan memberikan topi perang dan intan. Dalam konteks Penghargaan contohnya : Dalam subkultur bisnis terdapat penghargaan untuk mengakui hak-hak istimewa kaum eksekutif seperti pemberian jamuan makan malam.

Ø Hubungan- hubungan Budaya juga mengatur hubungan – hubungan manusia dan hubungan organisasi berdasarkan

Ø Hubungan- hubungan Budaya juga mengatur hubungan – hubungan manusia dan hubungan organisasi berdasarkan usia, jenis kelamin, status , kekeluargaan, kekayaan, kekuasaan dan kebijaksanaan. Contoh : di beberapa negara hubungan pernikahan yang lazim adalah monogami sedangkan di negera- negara lain mungkin poligamiatau poliandri (satu istri beberapa suami) Ø Nilai dan norma Aturan – aturan berkenaan dengan berbagai hal mulai dari etika, kesenangan, hingga kepatuhan mutlak atau kebolehan. Contoh : seperti aturan – aturan untuk tidak meganggu orang lain, memperlihatkan rasa hormat, menyatakan sopan santun, dan sebagainya.

Ø Rasa diri dan ruang Kenyamanan yang orang miliki dengan dirinya dapat di ekspreksikan

Ø Rasa diri dan ruang Kenyamanan yang orang miliki dengan dirinya dapat di ekspreksikan berbeda oleh budaya. Identitas diri dan penghargaan dapat di wujudkan dengan sikap yang sederhana dalam suatu budaya. Sementara dalam budaya lain ditunjukkan dalam perilaku yang agresif. Orang – orang dari budaya tertentu seperti orang Amerika, memiliki rasa ruang yang memiliki ruang yang lebih besar antara individu dan individu lainnya. Sementara orang Amerika Latin dan orang – orang Vietnam menginginkan jarak lebih dekat lagi. Beberapa budaya sangat tertutup dan menentukan tempat seseorang secara persis, sementara budaya – budaya lain lebih terbuka. Ø Proses Mental dan Belajar Antropologi Edward berpendapat bahwa pikiran adalah budaya yang terinternalisasikan, dan prosesnya berkenaan dengan bagaimana orang mengorganisasikan dan memproses informasi. Contoh : Orang- orang Jerman menekankan logika sedangkan orang Jepang dan orang-orang Navaho menolak sistem barat,

Ø Kepercayaan dan Sikap Sistem kepercayaan agama sekelompok orang agak bergantung pada tingkat perkembangan

Ø Kepercayaan dan Sikap Sistem kepercayaan agama sekelompok orang agak bergantung pada tingkat perkembangan kemanusiaan mereka, suku bangsa primitif cenderung percaya pada ketakhayulan dan praktik sihir merupakan hal yang biasa. Kedudukan wanita dalam suatu masyarakat sering merupakan perwujudan dari kepercayaan-kepercayaan tersebut dalam beberapa masyarakat wanita diperlakukan sederajat dengan lelaki, dalam masyarakat- masyarakat wanita tunduk pada lelaki dan diperlakukan seperti barang.

KONSEP MULTIKULTURALISME Kesadaran akan adanya keberagaman mesti ditingkatkan lagi menjadi apresiasi dan ditanggapi secara

KONSEP MULTIKULTURALISME Kesadaran akan adanya keberagaman mesti ditingkatkan lagi menjadi apresiasi dan ditanggapi secara positif. Pemahaman ini yang disebut sebagai multikulturalisme. Multikulturalisme bertujuan untuk kerjasama, kesederajatan, dan mengapresiasi dalam dunia yang makin kompleks dan tidak monokultur lagi. Konsep multikulturalisme tidaklah dapat disamakan dengan konsep keanekaragaman secara suku bangsa atau kebudayaan suku bangsa yang menjadi ciri masyarakat majemuk, karena multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan.

DAMPAK PERUBAHAN KEBUDAYAAN Perubahan kebudayaan juga bisa menghasilakan apa yang tadinya tidak dikenal menjadi

DAMPAK PERUBAHAN KEBUDAYAAN Perubahan kebudayaan juga bisa menghasilakan apa yang tadinya tidak dikenal menjadi bagian dari pola hidup yang nyata. Dari keterbukaan akan perubahan budaya akan menimbulkan kosekuensial perubahan budaya dalam banyak arah, seperti: Progresif (suatu kebudayaan menjadi lebih ‘maju’ atau canggih). Regresif dan generatif (suatu kebudayaan mengalami kemunduran, terutama dalam kualitas, yang terutama ditandai oleh instabilitas sosial, meluasnya kemiskinan yang bisa memuncak sebagai kegagalan sosial). Evolutif (suatu kebudayaan mengalammi perkembangan yang relatif ‘alami’, seperti yang dapat diamati dari masyarakat-masyarakat terbelakang dan terisolasi, maupun pada masyarakat maju yang memiliki pola perubahan konservatif). Revolusioner (seperti yang terutama terjadi di berbagai masyarakat dari negara-negara berkembang). Involutif dan Terminatif (proses mengkerut dan berakhirnya suatu masyarakat beserta kebudayaannya).

Contoh masalah sosial budaya yang ada di Indonesia 1. Tragedi di Poso Krusuhan ini

Contoh masalah sosial budaya yang ada di Indonesia 1. Tragedi di Poso Krusuhan ini dibagi menjadi tiga bagian. Kerusuhan Poso I yang berlangsung pada bulan Desember 1998, Poso II yang berlangsung pada bulan April 2000, dan Poso III yang berlangsung pada bulan Mei hingga Juni 2000). 2. Konflik antar suku di Papua sebetulnya jumlah suku asli di Papua adalah yang terbanyak di antara provinsi lainnya di Indonesia. Selain itu, ada perbedaan budaya, bahasa, dan adat istiadat antar suku-suku di Papua.

3. Tragedi Sampit Tragedi ini bermula dari konflik antara kelompok etnis Dayak dan Madura

3. Tragedi Sampit Tragedi ini bermula dari konflik antara kelompok etnis Dayak dan Madura yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah.

TERIMAKASIH

TERIMAKASIH