Kelompok 1 Statistika Deskriptif DHITA PUSPITA LARASATI DESI








































- Slides: 40
Kelompok 1 Statistika Deskriptif DHITA PUSPITA LARASATI DESI AMALIA R ANNISA AYU M SRI NURKHASANAH FIRLLI WIDIARTI Wordpress Kelompok: https: //statistikadeskriptifhlw 112 a 0501. wordpress. com/
https: //dhitapuspitalarasati. wordpress. com/
Distribusi Frekuensi Pengertian : Pengelompokan data ke dalam beberapa kategori yang menunjukan banyaknya data dalam setiap kategori dan setiap data tidak dapat dimasukan ke dalam dua atau lebih kategori Tujuan : Data menjadi informatif dan mudah dipahami
Distribusi Frekuensi dibagi atas 2 macam, yaitu : 1. Distribusi frekuensi Numerikal Yaitu pengelompokkan data berdasarkan angka-angka tertentu, biasanya disajiakan dalam grafik histrogram. 2. Distribusi frekuensi kategorikal Yaitu pengelompokkan data berdasarkan kategori-kategori tertentu, biasanya disajikan dalam bentuk grafik batang, lingkaran dan gambar.
Penyusunan Distribusi Data Langka 1 : Membuat data terurut Contoh : Data belum terurut 65 71 73 75 66 71 74 75 67 72 74 75 68 72 74 76 69 72 74 77 70 72 74 78 70 72 74 79 70 73 75 80 71 73 75 82
Contoh Data setelah diurutkan Langka 2 : Menentukan Range (Jangkauan) : Didapat dari nilai yang terbesar dikurangi nilai yang terkecil. 65 66 67 68 69 70 70 71 71 71 72 72 72 73 73 73 74 74 75 75 75 76 77 78 79 79 80 82 R U M U S R = Xmax - Xm in PENYELESAIAN R = Xmax. Xmin = 82 – 65 = 17
Penyusunan Distribusi Data K Langkah 3 : Menentukan banyaknya kelas dengan menggunakan rumus Sturgess. K = 1 + 3, 3 log N P l e y en n a i esa = 1 + 3, 3 log N = 1 + 3, 3 log 40 = 1 + 3, 3 (1, 6) = 1 + 5, 28 = 6, 28 6
Lanjutan Langkah 4 : Menentukan Interval Kelas : Interval adalah batas bawah dan batas dari suatu kategori Rumus : I = R/K I : Interval R : Range/jangkauan K : Kelas
Contoh soal 65 66 67 68 69 70 70 71 71 71 72 72 72 73 73 73 74 74 75 75 75 76 77 78 79 79 80 82 Penyelesaian I = R/K I = 17 6 I = 2, 83 I = 3 Data Frekuensi 65 -67 3 68 -70 6 71 -73 12 74 -76 13 77 -79 4 80 -82 2 ∑ 40
Langkah 5 : Menentukan batas- batas kelas Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data kecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya. Tbk = bbk – 0, 5(skala terkecil) Tak = bak + 0, 5(skala terkecil) Keterangan : Tbk = tepi batas kelas Bbk = batas bawah kelas Tak = tepi atas kelas Bak = batas kelas
Tabel tepi bawah kelas Data Frekuensi Tbk 65 -67 3 64, 5 68 -70 6 67, 5 71 -73 12 70, 5 74 -76 13 73, 5 77 -79 4 76, 5 80 -82 2 79, 5 ∑ 40 Tak Titik Tengah Turus Tb = bbk – 0, 5 = 65 – 0, 5 = 64, 5
Tabel Tepi atas kelas Data Frekuensi Tbk Tak 65 -67 3 64, 5 67, 5 68 -70 6 67, 5 70, 5 71 -73 12 70, 5 73, 5 74 -76 13 73, 5 76, 5 77 -79 4 76, 5 79, 5 80 -82 2 79, 5 82, 5 ∑ 40 Tak = bak + 0, 5 = 67, 5 Titik Tengah Turus
Titik tengah kelas Tanda atau perinci dari suatu interval kelas dan merupakan suatu angka yang dapat dianggap mewakili suatu interval kelas Nilai tengah kelasnya berada di tengah -tengah pada setiap interval kelas Titik tengah kelas = ½ ( bak + bbk )
Data Frekuensi Tbk Tak Titik Tengah 65 -67 3 64, 5 67, 5 66 68 -70 6 67, 5 70, 5 69 71 -73 12 70, 5 73, 5 72 74 -76 13 73, 5 76, 5 75 77 -79 4 76, 5 79, 5 78 80 -82 2 79, 5 82, 5 81 ∑ 40 Turus Titik tengah kelas = ½ (67+65) = 66 Home
NAMA : SRI N U NIM : 1 RKHASANAH 1 KELAS 140210 : 11 JURUS AN : KO. 2 A. 05 MP AKUNT UTERISASI ANSI https: //srinurkhasanah. wordpress. com
Jenis Distribusi Frekuensi Kumulatif Relatif Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang Dari Distribusi Frekuensi Relatif Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari Distribusi Frekuensi Kumulatif Relatif Kurang Dari
Distribusi Frekuensi Relatif Interval Frekuensi Relatif (%) 65 -67 3 3/40 x 100% = 7, 5% 68 -70 6 15 71 -73 12 74 -76 13 30 32, 5 77 -79 4 10 80 -82 2 5 ∑ 40 100 Rumus Frekuensi Relatif = F/N x 100% = 3/40 x 100% = 7, 5%
Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang Dari Data Frekuensi ≤ 65 -67 3 3 68 -70 6 9 71 -73 12 21 74 -76 13 34 77 -79 4 38 80 -82 2 40 ∑ 40
Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari Data Frekuensi ≥ 65 -67 3 40 68 -70 6 37 71 -73 12 31 74 -76 13 19 77 -79 4 6 80 -82 2 2 ∑ 40
Distribusi Frekuensi Kumulatif Relatif Kurang Dari Interval Kelas Frekuensi ≤ Frekuensi Kumulatif Relatif (%) < 64, 5 0 0/40 x 100% = 0 % < 67, 5 3 3/40 x 100% = 7, 5% < 70, 5 9 22, 5% < 73, 5 21 52, 5% < 76, 5 34 85% < 79, 5 38 95% < 82, 5 40 100% Home
ANNISA AYU MAULIDINA 11140171 11. 2 A. 05 KOMPUTERISASI AKUNTANSI https: //annisaayumaulidina. wordpress. com
Grafik Batang Grafik batang/balok secara umum dibagi menjadi dua, single bar chart yang terdiri dari satu batang saja dan multiple bar chart yang terdiri dari beberapa batang. Grafik batang berguna untuk menggambarkan perbandingan suatu kegiatan.
Contoh Diagram Histogram Data Frekuensi Tbk Tak Titik Tengah 65 -67 3 64, 5 67, 5 66 68 -70 6 67, 5 70, 5 69 71 -73 12 70, 5 73, 5 72 74 -76 13 73, 5 76, 5 75 77 -79 4 76, 5 79, 5 78 80 -82 2 79, 5 82, 5 81 ∑ 40 Turus Nilai 15 10 Nilai 5 0 65 -67 68 -70 71 -73 74 -76 77 -79 80 -82
Grafik Garis Grafik garis dibagi menjadi dua, single line chart yang terdiri dari satu garis dan multiple line chart yang terdiri dari beberapa garis. Grafik garis umumnya digunakan untuk perkembangan suatu kegiatan.
Contoh Diagram Garis Data Frekuensi Tbk Tak Titik Tengah 65 -67 3 64, 5 67, 5 66 68 -70 6 67, 5 70, 5 69 71 -73 12 70, 5 73, 5 72 74 -76 13 73, 5 76, 5 75 77 -79 4 76, 5 79, 5 78 80 -82 2 79, 5 82, 5 81 ∑ 40 Turus NILAI 15 10 NILAI 5 0 65 -67 68 -70 71 -73 74 -76 77 -79 80 -82
Grafik Lingkaran dibagi menjadi dua, single pie chart untuk satu lingkaran saja dan multiple pie chart untuk beberapa lingkaran. Grafik lingkaran berguna untuk menggambarkan perbandingan suatu keiatan berasarkan nilai karakteristik satu dengan yang lain dan dengan keseluruhan ( biasanya dalam persentase )
Contoh Grafik Lingkaran Data Frekuensi Tbk Tak Titik Tengah 65 -67 3 64, 5 67, 5 66 68 -70 6 67, 5 70, 5 69 71 -73 12 70, 5 73, 5 72 74 -76 13 73, 5 76, 5 75 77 -79 4 76, 5 79, 5 78 80 -82 2 79, 5 82, 5 81 ∑ 40 Turus NILAI 10% 65 -67 5% 7, 5% 15% 68 -70 71 -73 32, 5% 30% 74 -76 77 -79 80 -82
Grafik Pictogram adalah grafik berupa gambar di dalam bidang koordinat XY dinyatakan gambar -gambar dengan suatu ciri-ciri khusus untuk suatu karakteristik. Misalnya untuk menyatakan jumlah mobil pada tahun-tahun tertentu, dapat digambarkan berupa gambar mobil (secara sederhana).
Contoh Grafik Pictogram Data Frekuensi Tbk Tak Titik Tengah 65 -67 3 64, 5 67, 5 66 68 -70 6 67, 5 70, 5 69 71 -73 12 70, 5 73, 5 72 74 -76 13 73, 5 76, 5 75 77 -79 4 76, 5 79, 5 78 80 -82 2 79, 5 82, 5 81 ∑ 40 Turus Y 15 10 5 Home 0 65 -67 68 -70 71 -73 74 -76 77 -79 80 -82 X
NAMA : FIRLLI WIDIARTI NIM : 11140213 KELAS : 11. 2 A. 05 JURUSAN : KOMPUTER AKUNTANSI https: //firlliw. wordpress. com/
Notasi sigma PENGERTIAN SIGMA Notasi sigma adalah merupakan notasi yang digunakan untuk menyatakan penjumlahan bilangan. Notasi sigma dapat dilambangkan seperti dibawah ini. Keterangan : “i” = merupakan indeks dengan batas bawah 1, “n” = batas n, “x” = merupakan rumus sigma sesuai.
Notasi sigma Notasi Sigma Diketahui : X 1 = 3 X 2 = 4 X 3 = 6
Notasi sigma Notasi Sigma Diketahui : X 1 = 3 , X 2 = 4 , X 3 = 6 3 4 Home
NAMA : DESI A MALIA RO NIM : 1 114016 HMAH 2 K JURUSA ELAS: 11. 2 A. 0 5 N : KOM PUTER AKUTAN SI https: //desiamaliarohmah. wordpress. com/
Notasi sigma PENGERTIAN SIGMA Notasi sigma adalah merupakan notasi yang digunakan untuk menyatakan penjumlahan bilangan. Notasi sigma dapat dilambangkan seperti dibawah ini. Keterangan : “i” = merupakan indeks dengan batas bawah 1, “n” = batas n, “x” = merupakan rumus sigma sesuai.
Notasi Sigma Diketahui : Y 1 = 2 Y 2 = 3 Y 3 = 1
Notasi: sigma Notasi Sigma Diketahui : Y 1 = 2 Y 2 = 3 Y 3 = 1