KELEMBAGAAN PENYULUHAN DAN KELEMBAGAAN PETANI HENDAR NURYAMAN S
KELEMBAGAAN PENYULUHAN DAN KELEMBAGAAN PETANI HENDAR NURYAMAN, S. P. , M. P
LATAR BELAKANG PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 67/Permentan/SM. 050/12/2016 TENTANG : PEMBINAAN KELEMBAGAAN PETANI Kelembagaan Petani ditumbuhkembangkan “dari, oleh, dan untuk petani” guna memperkuat dan memperjuangkan kepentingan petani.
Kelembagaan Penyuluhan PEMERINTAH SWASTA SWADAYA
Kelembagaan Penyuluhan Pemerintah Pada tingkat pusat berbentuk badan yang menangani penyuluhan (BPPSDMP) Pada tingkat provinsi berbentuk badan koordinasi penyuluhan Pada tingkat kabupaten/kota badan pelaksana penyuluhan Pada tingkat kecamatan berbentuk balai penyuluhan
Kelembagaan penyuluhan swasta • Kelembagaan penyuluhan swasta dapat dibentuk oleh pelaku usaha dengan memperhatikan kepentingan pelaku utama serta pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan setempat. Kelembagaan penyuluhan swadaya • Kelembagaan penyuluhan swadaya dapat dibentuk atas dasar kesepakatan antara pelaku utama dan pelaku usaha Kelembagaan tingkat desa • Kelembagaan penyuluhan pada tingkat desa/kelurahan berbentuk pos penyuluhan desa/kelurahan yang bersifat non struktural.
Perguruan tinggi Lembaga pemasaran LSM Kelembagaan lainnya Production house Lembaga Adat Badan diklat swasta
KELOMPOK TANI ? • Kelompoktani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. • Kelompok tani pada dasarnya adalah organisasi non formal di perdesaan yang ditumbuhkembangkan “dari, oleh dan untuk petani “
KELOMPOK TANI POKTA N CIRI l Unsur Pengikat FUNGSI
CIRI POKTAN 1. Saling mengenal, akrab dan saling percaya diantara sesama anggota, 2. Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam berusaha tani, 3. Memiliki kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi maupun sosial, bahasa, pendidikan dan ekologi. 4. Ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesama anggota berdasarkan kesepakatan bersama.
UNSUR PENGIKAT POKTAN 1. Adanya kepentingan yang sama diantara para anggotanya, 2. Adanya kawasan usaha tani yang menjadi tanggung jawab bersama diantara para anggotanya, 3. Adanya kader tani yang berdedikasi untuk menggerakkan para petani dan kepemimpinannya diterima oleh sesama petani lainnya, 4. Adanya kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya sekurangnya oleh sebagian besar anggotanya, 5. Adanya dorongan atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat untuk menunjang program yang telah ditentukan.
FUNGSI POKTAN 1. 2. 3. Kelas Belajar; Kelompok tani merupakan wadah belajar mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap (PKS) serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya meningkat, pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih sejahtera. Wahana Kerjasama; Kelompok tani merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompoktani dan antar kelompoktani serta dengan pihak lain. Melalui kerjasama ini diharapkan usaha taninya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, Unit Produksi; Usahatani yang dilaksanakan oleh masing-masing anggota kelompoktani, secara keseluruhan harus dipandang sebagai satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dipandang dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas.
PRINSIP PENUMBUHAN POKTAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. KEBEBASAN: setiap petani bebas memilih poktan yg dikehendaki, bisa ikut 1 atau beberapa POKTAN KETERBUKAAN: penyelenggaraan penyuluhan dilakukan terbuka antara penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha PARTISIPATIF: setiap anggota terlibat, punya hak dan kewajiban yg sama dlm pengelolaan POKTAN KESWADAYAAN: pengembangan kemampuan penggalian potensi diri dlm penyediaan dana & sarana serta pendayagunaan sumber daya guna kemandirian POKTAN KESETARAAN: hubungan antara penyuluh, pelaku utama & pelaku usaha merupakan mitra yg sejajar KEMITRAAN: penyuluhan berdasarkan sifat saling menghargai, mengutungkan, memperkuat dan saling membutuhkan antar pelaku utama dan pelaku saja yg difasilitasi penyuluh
Penguatan POKTAN 1. Pertemuan/rapat pengurus secara berkala dan berkesinambungan; 2. Rencana kerja disusun dan dilaksanakan bersama dan dievaluasi secara partisipasi; 3. Adanya aturan/norma yang disepakati dan ditaati bersama; 4. Pencatatan/pengadministrasian organisasi yang rapih 5. Memfasilitasi kegiatan usaha bersama di sektor hulu dan hilir; 6. Memfasilitasi usaha tani secara komersial dan berorientasi pasar; 7. Sebagai sumber serta pelayanan informasi dan teknologi 8. Adanya jalinan kerja sama antara kelompoktani dengan pihak lain; 9. Adanya pemupukan modal usaha baik iuran dari anggota atau penyisihan hasil usaha/kegiatan kelompok.
GABUNGAN KELOMPOK TANI v Pengembangan kelompoktani diarahkan pada peningkatan kemampuan setiap kelompoktani dalam melaksanakan fungsinya, peningkatan kemampuan para anggota dalam mengembangkan agribisnis, penguatan kelompoktani menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri. Kelompoktani yang berkembang bergabung ke dalam gabungan kelompoktani (GAPOKTAN). v Penggabungan kelompoktani ke dalam GAPOKTAN dilakukan agar kelompoktani dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna, dalam penyediaan sarana produksi pertanian, permodalan, peningkatan atau perluasan usaha tani ke sektor hulu dan hilir, pemasaran serta kerja sama dalam peningkatan posisi tawar.
FUNGSI GAPOKTAN 1. Merupakan satu kesatuan unit produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar (kuantitas, kualitas, kontinuitas dan harga); 2. Penyediaan saprotan (pupuk bersubsidi, benih bersertifikat, pestisida dan lainnya) serta menyalurkan kepada para petani melalui kelompoknya; 3. Penyediaan modal usaha dan menyalurkan secara kredit/ pinjaman kepada para petani yang memerlukan; 4. Melakukan proses pengolahan produk para anggota (penggilingan, grading, pengepakan dan lainnya) yang dapat meningkatkan nilai tambah; 5. Menyelenggarakan perdagangan, memasarkan/menjual produk petani kepada pedagang/industri hilir.
PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PETANI • KEPEMIMPINAN • KEWIRAUSAHAAN • KEMAMPUAN MENGELOLA POKTAN PETANI INTENSIF: Modal Usaha Sarana/prasarana penghargaan Unit Usaha jasa saprotan GAPOKTAN Unit Usaha jasa Pengolahan Unit Usaha jasa Pemasaran KEMITRAAN USAHA Unit Usaha jasa Permodalan
ALIRAN KERJA GAPOKTAN UNTUK POKTAN Hasil Penjualan BAGI HASIL PENJAMINAN KOLEKTIF PRODUK POKTAN PEMBIAYAAN GAPOKTAN PUPUK POKTAN RDKK BENIH SAPROTAN LAIN POKTAN
Hatur Nuhun
- Slides: 18