Kelarutan s dan hasil kali kelarutan Ksp Kelas

  • Slides: 31
Download presentation
Kelarutan (s ) dan hasil kali kelarutan (Ksp ) Kelas XI IPA SMA Kristen

Kelarutan (s ) dan hasil kali kelarutan (Ksp ) Kelas XI IPA SMA Kristen Petra 2 Surabaya

N A T U R A KEL AN D I L A K L

N A T U R A KEL AN D I L A K L I HAS UTAN R A L KE

INDIKATOR MATERI : ü Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. ü Pengaruh Ion Senama terhadap

INDIKATOR MATERI : ü Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. ü Pengaruh Ion Senama terhadap Kelarutan. ü Pengaruh p. H terhadap Kelarutan. ü Reaksi Pengendapan.

Standar Kompetensi v. Menentukan cara menyetarakan kelarutan. v. Menjelaskan hubungan tetapan hasil kali kelarutan

Standar Kompetensi v. Menentukan cara menyetarakan kelarutan. v. Menjelaskan hubungan tetapan hasil kali kelarutan dengan kelarutan. v. Menjelaskan pengaruh ion senama terhadap kelarutan. v. Memperkirakan terbentuknya endapan melalui percobaan. v. Menjelaskan pengaruh p. H terhadap kelarutan.

Larutan : suatu campuran yang homogen antara zat terlarut & zat pelarut, dengan satuan

Larutan : suatu campuran yang homogen antara zat terlarut & zat pelarut, dengan satuan mol. Lˉ¹. Ø zat terlarut: zat terdispersi dalam zat pelarut. Ø zat pelarut : zat mendispersi komponen zat terlarut.

Konstanta Hasil Kali Kelarutan didasarkan pada dapat meramalkan Reaksi Kesetimbangan Terjadinya Endapan digunakan untuk

Konstanta Hasil Kali Kelarutan didasarkan pada dapat meramalkan Reaksi Kesetimbangan Terjadinya Endapan digunakan untuk menghitung Kelarutan Contoh Soal dipengaruhi oleh Ion Senama p. H

Kelarutan adalah jumlah zat maksimum yang dapat larut dalam tiap liter larutan pada suhu

Kelarutan adalah jumlah zat maksimum yang dapat larut dalam tiap liter larutan pada suhu dan tekanan tertentu Kelarutan dapat dinyatakan dengan mol/L, g/L atau mg/L

Tetapan hasil kali kelarutan

Tetapan hasil kali kelarutan

Tetapan hasil kali kelarutan

Tetapan hasil kali kelarutan

Hubungan kelarutan(s) Dan Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) Dapat mengetahui konsentrasi kesetimbangan tersebut. Dapat

Hubungan kelarutan(s) Dan Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) Dapat mengetahui konsentrasi kesetimbangan tersebut. Dapat menentukan kelarutan dan sebaliknya, serta dapat menghitung harga Ksp.

Hubungan kelarutan(s) Dan Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp)

Hubungan kelarutan(s) Dan Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp)

Pengaruh Ion Senama Pengaruh ion senama terhadap kelarutan adalah memperkecil kelarutan. Pada reaksi berikut

Pengaruh Ion Senama Pengaruh ion senama terhadap kelarutan adalah memperkecil kelarutan. Pada reaksi berikut : Ca. SO 4 ⇄ Ca²⁺ + SO 4²⁻ Apabila kita tambahkan larutan H 2 SO 4, maka akan terjadi Pergeseran kesetimbangan berdasarkan asas Le Chatelier. H 2 SO 4 2 H⁺ + SO 4²ˉ Ca. SO 4 ⇄ Ca²⁺ + SO 4²⁻ Kelarutan Ca. SO 4 akan berkurang. Diantara kedua larutan tersebut terdapat ion senama, yaitu SO 42 -.

Hubungan hasil kali kelarutan dan kelarutan dapat menjelaskan kenyataan bahwa kelarutan akan semakin berkurang

Hubungan hasil kali kelarutan dan kelarutan dapat menjelaskan kenyataan bahwa kelarutan akan semakin berkurang jika ditambahkan suatu bahan/reagen yang mengandung ion senama. Ion senama tidak mempengaru hi harga tetapan kesetimbanga n hasil kali kelarutan (Ksp), selama suhu tidak berubah.

Pengaruh p. H terhadap kelarutan basa yang sukar larut Pada umumnya basa mudah larut

Pengaruh p. H terhadap kelarutan basa yang sukar larut Pada umumnya basa mudah larut dalam larutan asam, tetapi sebaliknya akan sukar larut dalam larutan basa. 1. Jika ke dalam larutan basa ditambahkan asam, maka konsentrasi ion H⁺ akan bertambah dan konsentrasi ion OH¯ akan berkurang. Jika ion OHˉ berkurang maka kelarutannya juga akan bertambah. 2. Jika larutan ditambahkan basa, maka konsentasi OHakan bertambah sehingga kelarutannya juga akan berkurang.

H p h u r a g n e P. C an t u

H p h u r a g n e P. C an t u r a l e K p a d a Terh 1. p. H dan Kelarutan Basa 2. p. H dan Kelarutan Garam

1. p. H dan Kelarutan Basa Sesuai dengan efek ion senama, suatu basa akan

1. p. H dan Kelarutan Basa Sesuai dengan efek ion senama, suatu basa akan lebih sukar larut dalam larutan yang bersifat basa daripada dalam larutan netral.

Contoh Soal 1: Diketahui tetapan hasil kali kelarutan Mg(OH)2 = 2 x 10 -12.

Contoh Soal 1: Diketahui tetapan hasil kali kelarutan Mg(OH)2 = 2 x 10 -12. Tentukanlah kelarutan Mg(OH)2 dalam : a. Aquadest (air murni) b. Larutan dengan p. H = 12 Jawab

Jawab: a. Dalam Aquadest (air murni) [Mg²⁺][OH⁻]2 = Ksp Mg(OH)2 Misalkan kelarutan Mg(OH)2 =

Jawab: a. Dalam Aquadest (air murni) [Mg²⁺][OH⁻]2 = Ksp Mg(OH)2 Misalkan kelarutan Mg(OH)2 = s mol/L Mg(OH)2(s) ⇄ Mg²⁺(aq) + 2 OH¯(aq) s s 2 s [Mg²⁺][OH ⁻]2 = Ksp Mg(OH)2 (s) (2 s)2 = 2 x 10 -12 4 s³ = 2 x 10⁻¹² s = 7, 94 x 10⁻⁵ mol/L Kristal Mg(OH)2 Air

b. Dalam Larutan dengan p. H = 12 p. OH = p. KW -

b. Dalam Larutan dengan p. H = 12 p. OH = p. KW - p. H = 14 -12 =2 [OH-] = 1 x 10¯² mol/L Mg(OH)2 larut hingga terjadi larutan jenuh, misalkan kelarutan mg(OH)2 = x mol/ L Mg(OH)2(s) ⇄ Mg²⁺(aq) + 2 OH⁻(aq) x x 2 x Konsenterasi ion OH ⁻ dalam larutan 1 x 10¯² mol / L + 2 x. subtitusi data ini ke dalam persamaan tetapan kesetibangan Mg(OH)2 menghasilkan persamaan sebagai berikut : [Mg 2+] [OH-]2 = Ksp Mg(OH)2 (x) (2 x)2 = 2 x 10 -12 (x) (1 x 10 -2 + 2 x )2 = 2 x 10 -12 Kristal Mg(OH)2 Larutan dengan p. H = 12 OH¯ =0, 01 M

Oleh karena dapat diduga bahwa x << 1 >-2 , maka 1 x 10⁻²

Oleh karena dapat diduga bahwa x << 1 >-2 , maka 1 x 10⁻² + 2 x ≈ 1 x 10¯² maka persamaan diatas dapat ditulis sebagai berikut : (x) (2 x 10⁻²)² = 2 x 10⁻¹² x = 2 x 10⁻¹²⁽⁺⁴⁾ x = 2 x 10⁻⁸ Jadi kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan dengan p. H = 12 adalah 2 x 10¯⁸ mol / L. Kelarutan ini kira-kira 4000 kali lebih kecil daripada kelarutan Mg(OH)2 dalam aquadest.

2. p. H dan Kelarutan garam Kalsium karbonat (Ca. CO 3) sukar larut dalam

2. p. H dan Kelarutan garam Kalsium karbonat (Ca. CO 3) sukar larut dalam air, tetapi larut dalam larutan HCl. Ca. CO 3(s) ⇄ Ca²⁺( aq) + CO 3 ²¯ (aq) Dalam larutan asam, ion CO 3 akan diikat oleh ion H⁺ membentuk HCO 3 atau H 2 CO 3, yang menyebabkan Ca. CO 3 melarut.

REAKSI PENGENDAPAN Suatu ion dapat dikeluarkan dari larutannya melalui reaksi pengendapan. Cl -(aq) +

REAKSI PENGENDAPAN Suatu ion dapat dikeluarkan dari larutannya melalui reaksi pengendapan. Cl -(aq) + Ag+ (aq) → Ag. Cl(s) Pada penambahan larutan Ag+ ke dalam larutan Cl- dapat terjadi tiga hal sebagai berikut: Jika [Ag+][Cl-] < Ksp Ag. Cl, larutan belum jenuh. Jika [Ag+][Cl-] = Ksp Ag. Cl, larutan tepat jenuh. Jika [Ag+][Cl-] > Ksp Ag. Cl, terjadi pengendapan.

Hasil kali konsentrasi seperti dirumuskan dalam rumus tetapan kesetimbangan disebut Qc. Jika Qc <

Hasil kali konsentrasi seperti dirumuskan dalam rumus tetapan kesetimbangan disebut Qc. Jika Qc < Ksp, larutan belum jenuh. Jika Qc = Ksp, larutan tepat jenuh. Jika Qc > Ksp, terjadi pengendapan.

Contoh soal 2: Jika diketahui kelarutan Ag 2 Cr. O 4 dalam air murni

Contoh soal 2: Jika diketahui kelarutan Ag 2 Cr. O 4 dalam air murni adalah 8, 43 x 10⁻⁵mol/L pada suhu 25°C. Tentukanlah kelarutan Ag 2 Cr. O 4 (Ksp Ag 2 Cr. O 4 = 2, 4 x 10¯¹²) itu dalam Ag. NO 3 0, 1 N ? Jawab

Jawab: Kelarutan Ag 2 Cr. O 4 dalam larutan Ag. NO 3 0, 1

Jawab: Kelarutan Ag 2 Cr. O 4 dalam larutan Ag. NO 3 0, 1 N. Larutan Ag. NO 3 0, 1 N mengandung 0, 1 M ion Ag+ dan 0, 1 M ion NO 3⁻. Ag. NO 3 (aq) ⇄ Ag+ (aq) + NO 3¯ (aq) 0, 1 M

Jika ke dalam larutan ditambahkan Ag 2 Cr. O 4 padat, maka kristal itu

Jika ke dalam larutan ditambahkan Ag 2 Cr. O 4 padat, maka kristal itu akan larut hingga larutan jenuh. Misalkan kelarutan Ag 2 Cr. O 4 = s mol/L maka konsenterasi ion Cr. O 4²ˉ yang dihasilkan = s mol/L dan ion Ag⁺ = 2 s mol/L. Ag 2 Cr. O 4 (s) ⇄ 2 Ag⁺(aq) + Cr. O 4²ˉ(aq) s 2 s s Jadi konsentrasi total ion Ag⁺ = 0, 1 + 2 s mol/L.

Oleh karena nilai s relatif kecil, yaitu s < -5, maka konsenterasi ion Ag⁺

Oleh karena nilai s relatif kecil, yaitu s < -5, maka konsenterasi ion Ag⁺ dapat dianggap = 0, 1 mol/L (0, 1 +2 s ≈ 0, 1) dalam larutan jenuh Ag 2 Cr. O 4 berlaku: Ksp Ag 2 Cr. O 4 = [Ag⁺]2[ Cr. O 4²ˉ] 2, 4 x 10⁻¹² = (0, 1)² (s) 2, 4 x 10 ⁻¹² = 10⁻² s s = 2, 4 x 10 ⁻¹⁰ Jadi kelarutan Ag 2 Cr. O 4 dalam larutan Ag. NO 3 0, 1 M = 2, 4 x 10 ⁻¹⁰ mol/L. Kira-kira 351 ribu kali lebih kecil dibandingkan dengan kelarutannya dalam air.

Contoh soal 3: Apakah terjadi pengendapan Ca. CO 3. Jika ke dalam 1 liter

Contoh soal 3: Apakah terjadi pengendapan Ca. CO 3. Jika ke dalam 1 liter 0, 05 M Na 2 CO 3 ditambahkan 1 liter 0, 02 M Ca. Cl 2, dan diketahui harga Ksp untuk Ca. CO 3 adalah 10 -6? Jawab

Jawab: maka : [Ca 2+] x [CO 32 -] = 2. 5 x 10

Jawab: maka : [Ca 2+] x [CO 32 -] = 2. 5 x 10 -2 = 2. 5 x 10 -4 karena : [Ca 2+] x [CO 32 -] > Ksp Ca. CO 3, maka akan terjadi endapan Ca. CO 3

TERIMAKASIH

TERIMAKASIH