Kegiatan B 1 Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran
Kegiatan B. 1 Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS Waktu: 2 JP Bimbingan Teknis Narasumber/IN/GI
Pengantar (10’)
Tujuan Menjelaskan pengembangan pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills)
Skenario Simulasi pengisian diskusi penilaian diri (40’) Fasilitator menjelaskan konsep dasar HOTS dan membagi kelompok(30’) - Identifikasi kegiatan secara berkelompok pembelajaran pada video (110’) Penguatan (10’) - Persentasi (40’)
Bahan/media • Buku Pegangan Pembekalan Instruktur Kab. /Kota • Unit Pembelajaran HOTS • Dokumen Regulasi yang terkait • Bahan Presentasi • LK-1 a Format Self Assesment • LK-1 b Analisis Video Pembelajaran • LK-1. c Video Pembelajaran HOTS • R-1. Rubrik Hasil Kajian.
PENILAIAN DIRI (40’)
Penilaian diri merupakan gambaran awal tingkat kompetensi guru terhadap kompetensi yang harus dikuasai, dimana hasil jawaban dijadikan sebagai bahan masukkan bagi guru dalam memperbaiki komponen-komponen yang belum dikuasai sehingga kompetensi pedagogik dan profesional menjadi lebih baik.
LANGKAH KERJA: 1. Mendiskusikan teknik pengisian instrumen penilaian diri 2. Mengisi instrumen penelaian diri 3. Mendiskusikan hasil penilaian diri
Instrumen Penilaian Diri Guru
DISKUSI
Konsep Dasar HOTS (30’)
Pengertian Keterampilan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS) adalah proses berfikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar. (Resnick: 987)
Sebagai ASPEK KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Transfer Knowledge Keterampilan yang memiliki keinginan kuat untuk dapat memecahkan masalah muncul pada kehidupan sehari-hari Sebagai Problem Solving Keterampilan Berikir Tingkat TInggi Keterampilan berpikir sesuai dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar. Keterampilan yang dikerahkan dalam memecahkan persamalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis, menginvestigasi, dan menyimpulkan Sebagai Critical and Creative Thinking
1. TRANSFER KNOWLEDGE
1. Ranah Kognitif a. Dimensi Pengetahuan Defenisi Faktual pengetahuan tentang eleman-elemen terpisah dan memiliki cirinya tersendiri, meliputi pengetahuan tentang terminology dan detail dan elemen yang lebih spesifik. Konseptual pengetahuan tentang bentuk yang lebih kompleks dan terorganisasi, mencakup klasifikasi dan kategori, prinsip, model, dan struktur Prosedural pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu, mencakup pengetahuan dalam hal keterampilan dan algoritmik, Teknik dan metode, dan model dan struktur. Metakognitif kesadaran seseorang tentang bagaimana ia belajar, kemampuan untuk menilai kesukaran sesuatu masalah, kemampuan untuk mengamati tingkat pemahaman dirinya, kemampuan meng- gunakan berbagai informasi untuk mencapai tujuan, dan kemampuan menilai kemajuan belajar sendiri.
b. Proses Kognitif PROSES KOGNITIF C 1 C 2 C 3 L O T S C 4 C 5 C 6 H O T S Mengingat Memahami DEFINISI Mengambil pengetahuan yang relevan dari ingatan Membangun arti dari proses pembelajaran, komunikasi lisan, tertulis, dan gambar termasuk Menerapkan / Mengaplikasikan Melakukan atau menggunakan prosedur di dalam situasi yang tidak biasa Menganalisis Memecah materi ke dalam bagian-bagiannya dan menentukan bagaimana bagian-bagian itu terhubungkan antarbagian dan ke struktur atau tujuan keseluruhan Menilai / Mengevaluasi Mengkreasi / Mencipta Membuat pertimbangan berdasarkan kriteria atau standar Menempatkan unsur-unsur secara bersama-sama untuk membentuk keseluruhan secara koheren atau fungsional; menyusun kembali unsur-unsur ke dalam pola atau struktur baru
Mengingat (C 1) Mengutip Menyebutkan Menjelaskan Menggambar Membilang Mengidentifikasi Mendaftar Menunjukkan Memberi label Memberi indeks Memasagkan Membaca Menamai Menandai Menghafal Meniru Mencatat Mengulang Mereproduksi Meninjau Memilih Mentabulasi Memberi kode Menulis Menyatakan Menelusuri Memahami (C 2) Memperkirakan Menjelaskan Menceritakan Mengkatagorikan Mencirikan Merinci Mengasosiasikan Membandingkan Menghitung Mengkontraskan Menjalin Mendiskusikan Mencontohkan Mengemukakan Mempolakan Memperluas Menyimpulkan Meramalkan Merangkum Menjabarkan Menggali Mengubah Mempertahankan Mengartikan Menerangkan Menafsirkan Memprediksi Melaporkan Membedakan Mengaplikasikan (C 3) Menugaskan Mengurutkan Menentukan Menerapkan Mengkalkulasi Memodifikasi Menghitung Membangun Mencegah Menentukan Menggambarkan Menggunakan Menilai Melatih Menggali Mengemukakan Mengadaptasi Menyelidiki Mempersoalkan Mengkonsepkan Melaksanakan Memproduksi Memproses Mengaitkan Menyusun Memecahkan Melakukan Mensimulasikan Mentabulasi Memproses Membiasakan Mengklasifikasi Menyesuaikan Mengoperasikan Meramalkan Menganalisis (C 4) Mengaudit Mengatur Menganimasi Mengumpulkan Memecahkan Menegaskan Menganalisis Menyeleksi Merinci Menominasikan Mendiagramkan Mengkorelasikan Menguji Mencerahkan Membagankan Menyimpulkan Menjelajah Memaksimalkan Memerintahkan Mengaitkan Mentransfer Melatih Mengedit Menemukan Menyeleksi Mengoreksi Mendeteksi Menelaah Mengukur Membangunkan Merasionalkan Mendiagnosis Memfokuskan Memadukan Mengevaluasi (C 5) Membandingkan Menyimpulkan Menilai Mengarahkan Memprediksi Memperjelas Menugaskan Menafsirkan Mempertahankan Memerinci Mengukur Merangkum Membuktikan Memvalidasi Mengetes Mendukung Memilih Memproyeksikan Mengkritik Mengarahkan Memutuskan Memisahkan menimbang Mencipta/ Membuat (C 6) Mengumpulkan Mengabstraksi Mengatur Menganimasi Mengkatagorikan Membangun Mengkreasikan Mengoreksi Merencanakan Memadukan Mendikte Membentuk Meningkatkan Menanggulangi Menggeneralisasi Menggabungkan Merancang Membatas Mereparasi Membuat Menyiapkan Memproduksi Memperjelas Merangkum Merekonstruksi Mengarang Menyusun Mengkode Mengkombinasikan Memfasilitasi Mengkonstruksi Merumuskan Menghubungkan Menciptakan Menampilkan
2. Ranah Afektif Proses Afektif A 1 Penerimaan A 2 Menanggapi A 3 Penilaian A 4 Mengelola A 5 Karakterisasi Definisi Penerimaan adalah semacam kepekaan dalam menerima rangsanagn atau stimulasi dari luar yang datang pada diri peserta didik suatu sikap yang menunjukkan adanya partisipasi aktif untuk mengikutsertakan dirinya dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi terhadapnya dengan salah satu cara. memberikan nilai, penghargaan dan kepercayaan terhadap suatu gejala atau stimulus tertentu. konseptualisasi nilai-nilai menjadi sistem nilai, serta pemantapan dan prioritas nilai yang telah dimiliki. keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya.
Menerima (A 1) Merespon (A 2) Menghargai (A 3) Mengikuti Menganut Mematuhi Meminati Menyenangi Mengompromikan Menyambut Mendukung Melaporkan Memilih Memilah Menolak Menampilkan Menyetujui Mengatakan Mengasumsikan Meyakini Meyakinkan Memperjelas Menekankan Memprakarsai Menyumbang Mengimani Mengorganisaikan (A 4) Mengubah Menata Membangun Membentukpendapat Memadukan Mengelola Merembuk Menegosiasi Karakterisasi Menurut Nilai (A 5) Membiasakan Mengubah perilaku Berakhlak mulia Melayani Mempengaruhi Mengkualifikasi Membuktikan Memecahkan
3. Ranah Psikomotor Proses Psikomotor Makna P 1 Imitasi berarti meniru tindakan seseorang P 2 Manipulasi Kategori manipulasi berarti melakukan keterampilan atau menghasilkan produk dengan cara dengan mengikuti petunjuk umum, bukan berdasarkan observasi. Pada kategori ini, siswa dipandu melalui instruksi untuk melakukan keterampilan tertentu. P 3 Presisi Kategori presisi berarti secara independen melakukan keterampilan atau menghasilkan produk dengan akurasi, proporsi, dan ketepatan. Dalam bahasa sehari-hari, kategori ini dinyatakan sebagai “tingkat mahir P 4 Artikulasi Kategori artikulasi artinya memodifikasi keterampilan atau produk agar sesuai dengan situasi baru, atau menggabungkan lebih dari satu keterampilan dalam urutan harmonis dan konsisten. P 5 Naturalisasi Kategori naturalisasi artinya menyelesaikan satu atau lebih keterampilan dengan mudah dan membuat keterampilan otomatis dengan tenaga fisik atau mental yang ada. Pada kategori ini, sifat aktivitas telah otomatis, sadar penguasaan aktivitas, dan penguasaan keterampilan terkait sudah pada tingkat strategis (misalnya dapat menentukan langkah yang lebih efisien).
Meniru (P 1) Menyalin Mengikuti Mereplikasi Mengulangi Mematuhi Mengaktifkan Menyesuaikan Menggabungkan Mengatur Mengumpulkan Menimbang Memperkecil Mengubah Manipulasi (P 2) Kembali membuat Membangun Melakukan Melaksanakan Menerapkan Mengoreksi Mendemonstrasikan Merancang Melatih Memperbaiki Memanipulasi Mereparasi Presisi (P 3) Menunjukkan Melengkapi Menyempurnakan Mengkalibrasi Mengendalikan Mengalihkan Menggantikan Memutar Mengirim Memproduksi Mencampur Mengemas Menyajikan Artikulasi (P 4) Membangun Mengatasi Menggabungkan koordinat Mengintegrasikan Beradaptasi Mengembangkan Merumuskan Memodifikasi master Mensketsa Naturalisasi (P 5) Mendesain Menentukan Mengelola Menciptakan
2. Critical dan Creative Thinking
1. Elemen dasar tahapan keterampilan berpikir kritis, yaitu FRISCO. ELEMEN DEFINISI F Focus Mengidentifikasi masalah dengan baik R Reason Alasan-alasan yang diberikan bersifat logis atau tidak untuk disimpulkan seperti yang telah ditentukan dalam permasalahan I Inference Jika alasan yang dikembangkan adalah tepat, maka alasan tersebut harus cukup sampai pada kesimpulan yang sebenarnya S Situation Membandingkan dengan situasi yang sebenarnya C Clarity Harus ada kejelasan istilah maupun penjelasan yang digunakan pada argumen sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mengambil kesimpulan O Overview Pengecekan terhadap sesuatu yang telah ditemukan, diputuskan, diperhatikan, dipelajari, dan disimpulkan. 2. Berpikir kreatif dapat berupa pemikiran imajinatif, menghasilkan banyak kemungkinan solusi, berbeda, dan bersifat lateral.
3. Problem Solving
1. Menentukan masalah, dengan mendefinisikan masalah, menjelaskan permasalahan, menentukan kebutuhan data dan informasi yang harus diketahui sebelum digunakan untuk mendefinisikan masalah sehingga menjadi lebih detail, dan mempersiapkan kriteria untuk menentukan hasil pembahasan dari masalah yang dihadapi. 2. Mengeksplorasi masalah, dengan menentukan objek yang berhubungan dengan masalah, memeriksa masalah yang terkait dengan asumsi dan menyatakan hipotesis yang terkait dengan masalah. 3. Merencanakan solusi dimana peserta didik mengembangkan rencana untuk memecahkan masalah, memetakan sub-materi yang terkait dengan masalah, memilih teori prinsip dan pendekatan yang sesuai dengan masalah, dan menentukan informasi untuk menemukan solusi. 4. Melaksanakan rencana, pada tahap ini peserta didik menerapkan rencana yang telah ditetapkan. 5. Memeriksa solusi, mengevaluasi solusi yang digunakan untuk memecahkan masalah. 6. Mengevaluasi, dalam langkah ini, solusi diperiksa, asumsi yang terkait dengan solusi dibuat, memperkirakan hasil yang diperoleh ketika mengimplementasikan solusi dan mengkomunikasikan solusi yang telah dibuat.
Tugas Langkah Kegiatan: 1. Peserta dibagi ke dalam kelompok maksimal berangotakan 4 orang 2. Mengkaji Konsep HOTS menggunakan LK-1 a dengan langkah-langkah sebagai berikut a. Cermatilah contoh Video Pembalajaran, pada link Jenjang SD/SMP: https: //www. youtube. com/channel/UCVhz. A 8 qsh. Yksc. Ba. B 7 c. CUPPw Jenjang SMA/SMK: https: //youtu. be/ec. Ck. Bg 4 r. Vn. M b. Cermatilah RPP yang sesuai dengan video pembelajaran yang dianalisis! c. Tulislah unsur HOTS dalam pembelajaran tersebut!
Presentasi Kelompok (40’)
Penguatan (10’)
TERIMA KASIH
- Slides: 29