KEBUTUHAN i Sti Ra Hat dan t Id
KEBUTUHAN i. Sti. Ra. Hat dan t. Id. Ur IDK 3 Tri Wahyuni 2011 1
Karakteristik Kebutuhan Dasar Manusia • Setiap orang memiliki kebutuhan dasar yang sama meskipun dilatarbelakangi oleh pendidikan, sosial, persepsi dan budaya yang berbeda • Manusia akan memenuhi kebutuhan dasarnya tergantung pada prioritas masing -masing individu IDK 3 Tri Wahyuni 2011 2
Model Kebutuhan Dasar Manusia • Menurut Maslow ? ? • Menurut Jean Watson? ? • Menurut Virginia Henderson? ? IDK 3 Tri Wahyuni 2011 3
Kebutuhan Dasar Menurut Maslow Aktualisasi Diri 1 2 3 4 5 Harga Diri Rasa Cinta serta memiliki dan dimiliki Keselamatan dan keamanan Fisiologis IDK 3 Tri Wahyuni 2011 4
Jean Watson Kebutuhan Biofisikal Kebutuhan Psikofisikal Kebutuhan Dasar Manusia Kebutuhan Psiokososial Kebutuhan Intrapersonalinterperpersonal IDK 3 Tri Wahyuni 2011 Kebutuhan makan dan cairan Kebutuhan eliminasi kebutuhan ventilasi Kebutuhan Aktivitas dan Istirahat Kebutuhan Seksualitas Kebutuhan Berprestasi Kebutuhan Berorganisasi Kebutuhan Aktualisasi Diri 5
Virginia Henderson Bernapas secara Normal Makan dan minum yang cukup Eliminasi Bergerak dan mempertahankan posisi yang dikehendaki Istirahat dan tidur Memilih pakaian yang tepat Mempertahankan suhu tubuh Menjaga tubuh tetap bersih dan rapi Menghindari bahaya dari lingkungan berkomunikasi beribadah bekerja bermain belajar IDK 3 Tri Wahyuni 2011 6
Kebutuhan Istirahat dan tidur • Istirahat sangat luas jika diartikan meliputi kondisi santai, tenang, rileks, tidak stress, menganggur, ……. . • Namun tidak berarti tidak melakukan aktivitas apapun mis, duduk di kursi - Klien yang sakit tidak beraktifitas, tetapi tidak dapat beristirahat - Mahasiswa yang berjalan-jalan setelah selesai ujian IDK 3 Tri Wahyuni 2011 7
Karakteristik istirahat menurut Narrow (1645 -1967) dikutip dari Perry & Potter 1993 Enam kondisi seseorang sedang beristirahat 1. Merasa segala sesuatu berjalan normal 2. Merasa diterima 3. Mengetahui apa yang terjadi 4. Bebas dari gangguan ketidaknyamanan 5. Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktivitas yang mempunyai tujuan 6. Mengetahui adanya bantuan sewaktu IDK 3 Tri Wahyuni 2011 memerlukan 8
TIDUR • Merupakan kondisi tidak sadar dimana persepsi reaksi individu terhadap lingkungan menurun atau hilang dan dapat dibangunkan kembali dengan stimulus dan sensori yang cukup (Guyton, 1986) • Keadaan istirahat yang terjadi dalam suatu waktu tertentu, yang dapat membantu memperbaiki sistem tubuh atau memulihkan tenaga IDK 3 Tri Wahyuni 2011 9
MEKANISME TIDUR • Teori Kimia : peningkatan CO 2 menyebabkan rasa kantuk • Teori vaskuler : penurunan TD di otak yang menyebabkan rasa kantuk • Ahli neurofisiologis : Sekresi hormon Serotonin yang menyebabkan rasa kantuk (kelenjar hipofisis sebagai pusat pengaturan tidur) • Teori Feedback : Kelemahan sel-sel saraf yang menyeabkan rasa kantuk IDK 3 Tri Wahyuni 2011 10
Perubahan fisiologis saat tidur • Penurunan tekanan darah dan denyut nadi • Dilatasi pembuluh darah perifer • Kadang-kadang terjadi peningkatan aktivitas traktus gastrointestinal • Relaksasi otot-otot rangka • Basal Metabolisme Rate (BMR) menurun 10 -30% IDK 3 Tri Wahyuni 2011 11
Dua Jenis Tidur • Tidur NREM ( Non Rapid Eye Movement) slow wave sleep yang terdiri dari 4 tahapan • Tidur REM (Rapid Eye Movement) paradoksical sleep, sebagai puncak tidur IDK 3 Tri Wahyuni 2011 12
Tidur NREM • Biasa juga disebut tidur gelombang lambat • Merupakan tidur yang nyaman dalam • Gelombang otak lebih lambat dibanding orang sadar atau tidak tidur • Tanda 2 nya: mimpi berkurang, keadaan istirahat, TD turun, RR turun, metabolisme turun dan gerakan bola mata lambat IDK 3 Tri Wahyuni 2011 13
Tahapan tidur NREM a. Tahap I, merupakan tahap transisi antara bangun dan tidur. b. Tahap II, merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun c. Tahap III, RR, nadi dan proses tubuh lainnya lambat disebabkan dominasi sistem saraf parasimpatis dan sulit bangun d. Tahap IV, tahap tidur dimana kecepatan jantung dan RR turun, jarang bergerakdan sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi lambung turun, tonus otot turun 14 IDK 3 Tri Wahyuni 2011
TIDUR REM • Sangat sulit dibangunkan • Berlangsung selama 20 -25% dari tidur malam, bila terbangun dalam tahap ini mereka dapat mengingat mimpi mereka • Biasanya terjadi 80 -100 menit setelah orang tertidur • Biasanya disertai mimpi aktif • Semakin lelah seseorang semakin cepat mengalami tahap ini IDK 3 Tri Wahyuni 2011 15
Tahapan tidur REM • Terjadi pada tahap II NREM selama 5 -10 menit • Kembali ke tahap II NREM lagi • Saat perpindahan dari NREM ke REM biasanya terjadi hentakan otak yang tidak disadari • Terjadi mimpi yang menyenangkan, bersemangat dan sibuk • Orang yang tidak mengalami periode REM biasanya tidak merasa puas dengan tidurnya IDK 3 Tri Wahyuni 2011 16
FUNGSI TIDUR Efek Fisiologis • Efek pada sistem saraf yang diperkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan di antara berbagai susunan saraf • Efek struktur tubuh dengan memulihkan kesegaran dan fungsi dalam organ tubuh karena selama tidur terjadi penurunan IDK 3 Tri Wahyuni 2011 17
Kebutuhan tidur pada semua usia Bayi baru lahir Bayi • Tidur 14 -18 jam/hari, RR teratur, gerakan tubuh sedikit, • 50% tidur NREM siklus tidur 45 -60 menit • Tidur 13 -16 jam/hari, 20 -30% tidur NREM • Mungkin tidur sepajang malam 1 -3 tahun • Tidur sekitar 11 -12 jam/hari • 25% tidur REM 3 -6 tahun • Tidur sekitar 11 jam/hari • 20% tidur REM Akhil balig Dewasa Muda Dewasa Pertengahan Dewasa Tua (diatas 60 tahun) • Tidur sekitar 7 -8, 5 jam/hari • 20% tidur REM • Tidur sekitar 7 -8 jam/hari • 20 -50% tidur REM • Tidur sekitar 7 -8 jam/hari, 20% tidur REM • Mungkin mengalami insomnia dan sulit tidur • Tidur sekitar 5 -6 tidur REM IDK 3 Trijam/hari, Wahyuni 20 -25% 2011 • Mungkin mengalami insomnia dan sering bangun waktu tidur 18
Faktor yang mempengaruhi tidur 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tahapan perkembangan Aktivitas fisik Penyakit Motivasi Emosi Lingkungan Kecemasan Makanan dan minuman IDK 3 Tri Wahyuni 2011 19
Gangguan Tidur 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Insomnia Hipersomnia/narkolepsi Somnabulisme Enuresis Nocturia Apnea/mendengkur Delirium/mengigau Nightmares/nightterrors IDK 3 Tri Wahyuni 2011 20
ASuha. N Ke. Pera. Wata. N Gangguan pola tidur kondisi dimana seseorang mengalami perubahan kualitas maupun kuantitas pola tidur dan istirahat dihubungkan dengan keadaan biologis atau kebutuhan emosi IDK 3 Tri Wahyuni 2011 21
Pengkajian keperawatan 1. Riwayat tidur 2. Gejala klinis a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Kualitas dan kuantitas tidur Aktivitas dan rekreasi yang dilakukan sebelumnya Kebiasaan Lingkungan Teman Obat 2 an Asupan dan stimulan Perasaan Apakah ada kesulitan tidur Apakah ada perubahan tidur Perasaan lelah Gelisah Emosi Apatis Kehitaman dan bengkak sekitar mata f. Konjungtiva merah dan mata perih g. Perhatian tidak fokus h. Sakit kepala IDK 3 Tri Wahyuni 2011 22
Tanda gangguan tidur Data Objektif • Sebutkan dari data sebelumnya Data Subjektif • Sebutkan dari data sebelumnya IDK 3 Tri Wahyuni 2011 23
Diagnosa Keperawatan 1. Gangguan pola tidur bd kerusakan transfer oksigen, …. . 2. Cemas bd ketidakmampuan untuk tidur, henti nafas, …. 3. Koping individu infektif bd insomnia 4. Gangguan pertukaran gas bd henti nafas saat tidur 5. Potensial cedera bd somnabolisme 6. Gangguan konsep diri bd penyimpangan tidur: hipersomnia IDK 3 Tri Wahyuni 2011 24
Perencanaan keperawatan Dx. 1 Tujuan Mempertahankan kebutuhan istirahat dan tidur dalam batas normal keseharian Rencana tindakan a. Identifikasi faktor yang mempengaruhi masalah tidur b. Pengurangan distraksi lingkungan c. Tingkatkan aktivitas siang hari d. Coba untuk memicu tidur e. Kurangi potensial cedera selama tidur f. Berikan pendkes dan lakukan rujukan jika diperlukan IDK 3 Tri Wahyuni 2011 25
Pelaksanaan Keperawatan pada klien dewasa 1. Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi masalah tidur a. Bila terjadi pada klien ranap, maka: Libatkan klien dalam jadwal kegiatannya Berikan lingkungan yang mendukung Jelaskan & berikan dukungan agar tdk cemas Berikan obat jika diperlukan IDK 3 Tri Wahyuni 2011 26
b. Bila faktor insomnia, maka - Anjurkan klien makan protein tinggi sebelum tidur -Anjurkan klien tidur pada waktu yang sama - Anjurkan klueien hindari tidur pd siang/sore hari - Anjurkan menghindari kegiatan yang membangkitkan klien sebelum tidur - Anjurkan klien memakai aromaterapi atau m penenangan diri sebelum tidur IDK 3 Tri Wahyuni 2011 27
c. Bila terjadi somnabulisme, maka - Berikan rasa aman pada klien - Cegah timbulnya cedera - Kolaborasi pemberian diazepam d. Bila terjadi enuresis, maka - Anjurkan klien kurangi minum sebelum tidur - Anjurkan klien BAK sbelum tidur - Bangunkan klien pada malam hari untuk BAK IDK 3 Tri Wahyuni 2011 28
e. Bila terjadi narkolepsi, maka - kolaborasi pengobatan untuk mengendalikan narkolepsi - Ajarkan keluarga untuk selalu mendampingi klien agar tetapterjaga di waktu 2 bekerja atau aktif IDK 3 Tri Wahyuni 2011 29
2. Mengurangi distraksi lingkungan dan yang mengganggu tidur a. b. c. d. e. f. Tutup pintu kamar klien Pasang kelambu, garden tempat tidur Bunyikan musik yang lembut Redupkan lampu Kurangi stimulus Tempatkan klien dengan klien lain yang saling memahami IDK 3 Tri Wahyuni 2011 30
3. Meningkatkan aktivitas pd siang hari a. Buat jadwal aktivitas yang dapat menolong klien b. Anjurkan kelg dan klien agar klien melakukan aktivitas dan tidak tidur pada siang hari IDK 3 Tri Wahyuni 2011 31
4. Membuat klien memicu tidur a. b. c. d. e. f. g. Anjurkan klien mandi hangat sebelum tidur Anjurkan klien minum susu hangat Anjurkan klien membaca buku Anjurkan klien nonton TV Anjurkan klien menggosok gigi Anjurkan klien membersihkan muka Anjurkan klien membersihkan tempat tidur IDK 3 Tri Wahyuni 2011 32
5. Mengurangi potensial cedera sebelum tidur a. b. c. d. Gunakan penerangan malam Posisikan tempat tidur yang terjangkau Letakkan bel dekat klien Ajarkan kelg dan klien meminta bantuan IDK 3 Tri Wahyuni 2011 33
6. Memberikan pendkes dan rujukan a. b. c. d. Ajarkan rutinitas jadwal tidur di rumah Ajarkan pentingnya olahraga rutin Pendkes efek samping obat-obt hipnotik Segera rujuk bila gangguan tidur kronik IDK 3 Tri Wahyuni 2011 34
Tindakan Keperawatan pada anak 1. Masa neonatus dan bayi a. Beri alas kering dan tebal sebelum perlak b. Hindari pemberian bantal terlalu banyak c. Atur suhu ruangan lebih hangat pada malam hari d. Berikan cahaya lampu yang agak redup e. Pastikan bayi merasa nyaman dan kering f. Berikan aktivitas yang tenang sebelum menidurkan IDK 3 Tri Wahyuni 2011 35
2. Masa anak-anak a. Berikan kebiasaan tidur waktu malam dan siang secara konsisten b. Ajarkan anggota keluarga untuk menghapal jadwal tidur anak c. Berikan aktivitas yang tenang sebelum tidur d. Dukung aktivitas peregangan seperti bercerita IDK 3 Tri Wahyuni 2011 36
3. Masa sebelum sekolah a. Berikan jadwal tidur siang dan malam yang konsisten b. Ajarkan keluarga untuk menidurkan pada jam tidur siang atau malam hari c. Dukung aktivitas yang tenang sebelum tidur d. Dorong anggota keluarga untuk memperlihatkan perhatian terhadap klien untuk memberikan rasa aman dan nyaman e. Berikan cerita atau musik penenang f. Berikan penerangan yang tidak redup IDK 3 Tri Wahyuni 2011 37
4. Masa sekolah Mengingatkan waktu istirahat dan tidur karena umumnya banyak berktivitas 5. Masa remaja Usia ini sering memerlukan waktu sebelum tidur cukup lama untuk membersihkan diri dan berhias IDK 3 Tri Wahyuni 2011 38
6. Masa Dewasa (Muda, paruh baya dan tua) a. Bantu melepaskan ketegangan sebelum tidur § § § Berikan hiburan Kurangi rasa nyeri Bersihkan tempat tidur b. Membuat lingkungan menjadi aman serta dekat dengan perawat § § § Berikan selimut Anjurkan relaksasi sebelum tidur Berikan susu hangat sebelum tidur Bantu klien memperoleh posisi tidur yang nyaman Kolaborasi pemberian terapi sedatif IDK 3 Tri Wahyuni 2011 39
Evaluasi Keperawatan 1. Klien menggunakan terapi relaksasi sebelum tidur 2. Kelg dan klien menyatakan keberhasilannya untuk tidur 3. Klien menyatakan keberhasilannya mlakukan aktivitas siang hari yang telh dijadwalkan bersama 4. Pola tidur untuk masa anak terpenuhi untuk masa anak 11 -12 jam/hari, masa sekolah 10 jam/hari, masa remaja 7 -8 jam/hari IDK 3 Tri Wahyuni 2011 40
IDK 3 Tri Wahyuni 2011 41
- Slides: 41