Keberhasilan dan Kegagalan Ekonomi Indonesia Ketenagakerjaan dan Pengangguran
Keberhasilan dan Kegagalan Ekonomi Indonesia
Ketenagakerjaan dan Pengangguran Ú Jumlah Penduduk banyaknya orang yang mendiami suatu wilayah negara Ú Angkatan Kerja penduduk dalam usia kerja (15 tahun ke atas), baik yang bekerja maupun yang tidak bekerja Ú Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) TPAK = Angkatan Kerja x 100% Jumlah Penduduk
Ketenagakerjaan dan Pengangguran Ú Kesempatan Kerja tersedianya lapangan kerja bagi angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan Ú Pengangguran sejumlah orang yang tidak mempunyai pekerjaan, atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru
Jenis Pengangguran Menurut Faktor Penyebab Terjadinya Penyebab Turunnya kegiatan perekonomian Pengangguran konjungtur/siklis Penyebab Perubahan struktur perekonomian Pengangguran struktural
Jenis Pengangguran Menurut Faktor Penyebab Terjadinya Penyebab Kesulitan temporer dalam mempertemukan pemberi kerja dan pelamar kerja Pengangguran friksional Penyebab Pergantian musim Pengangguran musiman
Jenis Pengangguran Menurut Lama Waktu Kerja Ú Pengangguran Terbuka orang yang sama sekali tidak bekerja dan berusaha mencari pekerjaan Ú Setengah Menganggur orang yang bekerja tetapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja, produktivitas kerja, dan penghasilannya. Ú Pengangguran Terselubung tenaga kerja tidak bekerja secara optimal
Dampak Pengangguran Terhadap Pembangunan Nasional 1. Menurunkan nilai pendapatan nasional dan pendapatan per kapita 2. Mengurangi penerimaan negara 3. Meningkatkan beban psikologis 4. Meningkatkan biaya sosial
Cara-Cara Mengatasi Pengangguran 1. 2. Pengangguran siklis - Peningkatan daya beli masyarakat - Membuka proyek yang bersifat umum - Mengarahkan permintaan masyarakat untuk membeli barang dan jasa - Memperluas pasar barang dan jasa Pengangguran struktural - Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja - Meningkatkan mobilitas tenaga kerja - Mendirikan industri yang padat karya
Cara-Cara Mengatasi Pengangguran 3. 4. Pengangguran friksional - Mengusahakan informasi yang lengkap tentang permintaan dan penawaran tenaga kerja - Menyusun rencana penggunaan tenaga kerja sebaik mungkin Pengangguran musiman - Pemberian informasi yang jelas tentang adanya lowongan kerja pada bidang lain - Peningkatan keterampilan tenaga kerja
Usaha Peningkatan Mutu Tenaga Kerja PEMERINTAH Mendirikan berbagai pusat latihan kerja yang disertai pula dengan usaha peningkatan mutu sekolah kejuruan, penciptaan kondisi yang kondusif bagi penanaman modal, dan program keluarga berencana SWASTA Menyediakan kesempatan bagi para siswa dan mahasiswa untuk magang INDIVIDU Membekali diri dengan keterampilan dan pengetahuan serta menanamkam jiwa wirausaha
Sistem Upah Yang Berlaku Di Indonesia Ú Tingkat upah disesuaikan dengan kondisi permintaan dan penawaran tenaga kerja Ú Tingkat upah disesuaikan dengan kesepakatan pemberi kerja dan penerima kerja Ú Upah Minimum Provinsi (UMP)
Pembangunan Ekonomi Ú Pertumbuhan Ekonomi suatu keadaan di mana terjadi kenaikan PDB tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk Ú Pembangunan Ekonomi suatu proses yang bertujuan untuk menaikkan PDB suatu negara atau daerah melebihi tingkat pertumbuhan penduduk
Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi 1. Teori pertumbuhan ekonomi klasik 2. Teori pertumbuhan ekonomi 3. v v 4. Schumpeter Teori pertumbuhan ekonomi neoklasik Teori pertumbuhan ekonomi Harrod. Domar Teori pertumbuhan ekonomi Solow Teori pertumbuhan ekonomi Rostow
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Ú Tanah dan kekayaan alam Ú Kuantitas dan kualitas penduduk dan tenaga kerja Ú Kepemilikan barang modal dan penguasaan teknologi Ú Sistem sosial dan sikap masyarakat
Pembangunan Nasional Pengertian suatu rangkaian usaha yang dilakukan secara berkesinambungan dalam semua bidang kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara untuk menuju suatu keadaan yang lebih baik Tujuan v Tujuan jangka pendek v Tujuan jangka panjang
Pembangunan Nasional 1. 2. Pola dan Tahapan Pembangunan Nasional Pada Masa Orde Baru Jangka pendek (5 tahun) yang disebut juga Pelita Jangka panjang (25 tahun) v v Kelemahan Pembangunan Orde Baru Masalah Pembangunan 1. 2. v v Pola dan Tahapan Pembangunan Nasional Menurut GBHN 1999 PROPENAS REPETA RENSTRA dan PROPERDA Prioritas pembangunan nasional Kebijakan ekonomi makro dalam rangka pemulihan ekonomi
Pembangunan Nasional SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL 1. Asas (berdasarkan pasal 2 ayat 3 UU No. 25 tahun 2004) 2. Tahapan perencanaan pembangunan nasional 3. Pola perencanaan pembangunan nasional
Keberhasilan dan Kegagalan Pembangunan Ekonomi Indonesia Ú Keberhasilan pemerintah Orde Baru: pertumbuhan ekonomi yang tinggi swasembada pangan menekan angka kelahiran yang sangat tinggi transmigrasi menekan laju inflasi peningkatan ekspor nonmigas Ú Kegagalan pemerintah Orde Baru: Krisis melanda di tahun 1997 Ú Keberhasilan reformasi: Kebebasan pers Kehidupan politik lebih demokratis dan dinamis Ú Kegagalan terbesar dalam pembangunan Indonesia: KKN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA/DAERAH (APBN/APBD) Ú Ú 1) 2) 3) Ú Pengertian APBN suatu daftar yang memuat rincian pendapatan dan pengeluaran negara untuk waktu tertentu, biasanya satu tahun Fungsi APBN Fungsi alokasi Fungsi distribusi Fungsi stabilisasi Tujuan pedoman pendapatan dan pembelajaan negara dalam melaksanakan tugas kenegaraan untuk meningkatkan produksi dan kesempatan kerja, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA/DAERAH (APBN/APBD) Ú 1) 2) 3) Prinsip penyusunan APBN Berdasarkan aspek pendapatan Berdasarkan aspek pengeluaran Asas penyusunan APBN Kemandirian Penghematan Penajaman prioritas pembangunan Landasan hukum APBN UUD 1945 pasal 23 ayat 1 UU No. 1 tahun 1994 tentang pendapatan dan belanja negara Keppres RI No. 6 tahun 1994 tentang pelaksanaan APBN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA/DAERAH (APBN/APBD) Ú Cara penyusunan APBN Tiap departemen, lembaga/badan, organisasi yang dibiayai oleh keuangan negara mengajukan usul penerimaan dan pembiayaan kepada presiden Pemerintah mengajukan RAPBN ke DPR RAPBN disahkan menjadi APBN melalui UU
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA/DAERAH (APBN/APBD) Ú Ú APBD Arti, fungsi, dan tujuan APBD pada hakikatnya sama dengan APBN. Hanya saja ruang lingkup APBD lebih kecil (per provinsi) Pendapatan negara dan hibah dalam APBN/APBD Penerimaan perpajakan Pendapatan negara dan hibah Penerimaan dalam negeri Penerimaan bukan pajak Pajak dalam negeri Pajak perdagangan internasional Hibah PNBP lainnya Bagian laba BUMN Penerimaan SDA
Ú 1) a) b) c) d) e) f) g) h) ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA/DAERAH (APBN/APBD) Pengeluaran Negara dalam APBN/APBD Belanja pemerintah pusat: Belanja pegawai negeri dan TNI Belanja barang Belanja modal Bunga dan cicilan utang Subsidi Belanja hibah Bantuan sosial Belanja lain-lain 2) a) b) Belanja pemerintah daerah: Dana perimbangan Dana otonomi khusus dan penyesuaian
Kebijakan Fiskal Ú Ú Ú 1) 2) 3) 4) Pengertian kebijakan penyesuaian di bidang pengeluaran dan penerimaan negara untuk memperbaiki keadaan ekonomi Tujuan memperbaiki keadaan ekonomi, mengusahakan kesempatan kerja, dan menjaga kestabilan harga secara umum Macam-macam Pembiayaan fungsional Pengelolaan anggaran Stabilisasi anggaran otomatis Anggaran belanja seimbang
Pasar Modal Ú Ú a. b. c. d. e. Ú Pengertian pasar tempat bertemunya permintaan dan penawaran dana-dana jangka panjang dalam bentuk penjualan dan pembelian surat-surat berharga Fungsi Sarana penambah modal bagi badan usaha Sarana pemerataan pendapatan Sarana peningkatan kapasitas produksi Sarana penciptaan tenaga kerja Sarana peningkatan pendapatan negara Faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan pasar modal (5)
Jenis-Jenis Surat Berharga Ú Saham tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan Ú Obligasi sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (pemodal) dan yang diberi pinjaman (emiten)
Pasar Modal Di Indonesia Sejarah Lembaga-lembaga pendukung a) b) c) Bapepam Bursa Efek Akuntan publik e) f) g) h) Wali amanat Notaris Konsultan hukum Lembaga clearing d) Underwriter Syarat penerbitan saham dan obligasi Mekanisme transaksi di Bursa Efek Jakarta
Investasi Pada Sekuritas surat berharga yang menunjukkan hak investor untuk mendapatkan bagian dari kekayaan perusahaan Proses Investasi a) b) c) d) e) Menentukan kebijakan investasi Analisis sekuritas Penentuan portofolio Melakukan revisi portofolio Penilaian hasil portofolio Tipe Order 1) 2) 3) 4) Open order Market order Limit order Stop order
Perdagangan Internasional Ú Faktor-faktor pendorong Ú Manfaat Ú Teori-teori Ú Dampak 1) 2) 3) 4) 5) 1) 2) Perbedaan SDA Selera Efisiensi Perbedaan teknologi Memperoleh devisa Memperluas kesempatan kerja Menstabilkan harga-harga Meningkatkan kualitas konsumsi Mempercepat alih teknologi Teori keunggulan mutlak Adam Smith Teori keunggulan komparatif David Ricardo Terhadap produktivitas Terhadap konsumsi
DEVISA Ú Pengertian Ú Fungsi Ú Sumber 1) 2) 3) segala mata uang asing yang beredar di dalam negeri suatu negara dan telah memiliki catatan kurs resmi di bank sentral Alat tukar internasional Alat pembayaran utang luar negeri Alat stabilisasi mata uang suatu negara Ekspor barang dan jasa Pinjaman luar negeri Bunga atau pendapatan dari investasi
Nilai Tukar Valuta Asing (Kurs) Ú Pengertian Ú Perubahan Ú Fungsi pasar valuta asing 1) 2) 3) jumlah satuan mata uang yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan satuan mata uang asing naik turunnya kurs suatu mata uang tergantung pada naik turunnya permintaan dan penawaran mata uang tersebut Mentransfer daya beli Memudahkan transaksi perdagangan internasional Memberi kesempatan pada masyarakat untuk menghindari risiko naik turunnya kurs
Nilai Tukar Valuta Asing (Kurs) Ú Sistem kurs Ú Menghitung nilai tukar valuta berdasarkan kurs yang berlaku Ú Faktor-faktor yang memengaruhi hubungan kurs rupiah dengan valuta asing Jumlah uang yang beredar dibandingkan jumlah barang dan jasa Sistem kurs yang dianut Keadaan pasar 1) 2) 3) Sistem kurs tetap Sistem kurs bebas Sistem kurs mengambang terkendali
Pembayaran Internasional Ú 1) 2) 3) Cara Tunai Transfer telegrafis Wesel Ú 1) 2) 3) Alat Uang tunai Barang Emas 4) Letter of credit
Kebijakan Perdagangan Internasional Ú Pengertian Ú Bidang impor Ú Bidang ekspor 3) Dumping 1) 2) 3) 4) 1) 2) 4) 5) rangkaian tindakan yang akan diambil untuk mengatasi masalah hubungan perdagangan internasional guna melindungi kepentingan nasional Kuota Tarif Subsidi Larangan impor Diskriminasi harga Subsidi Politik dagang bebas Larangan ekspor
NERACA PEMBAYARAN Ú Pengertian Ú Komponen 1) Neraca berjalan 2) 3) Neraca modal Neraca moneter a) b) c) suatu catatan sistematis yang berisi hubungan ekonomi atau transaksi antarpenduduk dari suatu negara dengan negara lainnya yang dinilai dalam mata uang pada kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun Neraca perdagangan Neraca jasa Transfer berjalan
Ikhtisar Neraca Pembayaran Kredit 1. 2. 3. 4. Pengiriman barang ke luar negeri Bunga dan dividen yang diterima dari luar negeri Pendapatan jasa yang dikerjakan di luar negeri Kredit yang diterima dari luar negeri baik jangka pendek maupun panjang Debet 1. 2. 3. 4. Pemasukan barang dari luar negeri Bunga dan dividen yang dibayar ke luar negeri Jasa yang harus dibayar ke luar negeri Kredit yang diberikan ke luar negeri dan pembayaran cicilan utang
Keseimbangan Neraca Pembayaran Asumsi 1) 2) 3) 4) Negara X dan Y Neraca pembayaran hanya terdiri atas ekspor dan impor Kelebihan ekspor negara X berupa tagihan menjadi pinjaman negara Y Tanda (+) untuk transaksi yang mengakibatkan arus uang masuk, sedangkan tanda (–) untuk transaksi yang mengakibatkan arus uang keluar Komponen neraca Negara x Negara y Ekspor Impor + $ 100 juta - $ 90 juta + $ 90 juta - $ 100 juta Neraca perdagangan Pinjaman + $ - $ + $ Saldo $ 10 juta 0
Defisit dan Surplus Neraca Pembayaran 1. 2. 3. 4. Setiap pengurangan stok perekonomian nasional disebut mengalami defisit Setiap penambahan stok perekonomian nasional disebut mengalami surplus Pinjaman akomodatif (pinjaman yang berkaitan dengan kelebihan ekspor dan impor) bagi penerima merupakan defisit, sedangkan bagi yang memberi merupakan surplus Pinjaman otonom (pinjaman yang tidak berkaitan dengan kelebihan ekspor) tidak memengaruhi surplus dan defisit
Dampak Defisit dan Surplus Neraca Pembayaran Defisit Pengurangan cadangan devisa Pengurangan kemakmuran Surplus Penambahan cadangan devisa Perekonomian lebih baik
Kebaikan dan keburukan utang luar negeri Kebaikan Dana pembangunan Percepatan laju pembangunan Keburukan Pembayaran bunga dan cicilan utang ”Mengurangi kebebasan” negara debitor
Akuntansi Sebagai Sistem Informasi Ú Akuntansi adalah sebuah proses identifikasi, pengukuran, dan pelaporan yang membutuhkan input berupa kegiatan perusahaan dan menghasilkan output berupa laporan keuangan. Ú Akuntansi sebagai bahasa bisnis.
Kualitas Informasi Akuntansi Ú Syarat-syarat informasi akuntansi yang berkualitas adalah sebagai berikut. 1. Perbandingan antara manfaat dan biaya 2. Dapat dimengerti 3. Relevan 4. Dapat dipercaya a. Dapat diuji b. Netral c. Menyajikan yang seharusnya
Kualitas Informasi Akuntansi Nilai prediksi 6. Feedback 7. Tepat waktu 8. Dapat dibandingkan atau konsisten 9. Materiality
Pemakai Informasi Akuntansi Ú Pihak Internal manajemen Ú Pihak eksternal 1. Pemilik/Pemegang saham 2. Karyawan 3. Kreditor 4. Pemerintah 5. Pelanggan 6. Masyarakat
Bidang Akuntansi Ú Akuntansi Keuangan Ú Auditing Ú Akuntansi Biaya Ú Akuntansi Manajemen Ú Akuntansi Anggaran Ú Akuntansi Perpajakan Ú Sistem Akuntansi Ú Akuntansi Pemerintahan Ú Akuntansi Pendidikan
Bidang Profesi Akuntansi Ú Akuntan Perusahaan Ú Akuntan Publik Ú Akuntan Pemerintah Ú Akuntan Pendidik
Etika Profesi Akuntan Ú 3 prinsip dasar perilaku etis bagi akuntan, yaitu: - menghindari pelanggaran etika yang terlihat remeh, - memusatkan perhatian pada reputasi jangka panjang, dan - bersiap menghadapi konsekuensi yang kurang baik bila berpegang pada perilaku etis.
Standar Akuntansi Keuangan Ú Sebagai bahasa bisnis, akuntansi memiliki aturan-aturan tertentu yang menjamin adanya kesamaan pengertian di antara penggunanya. Ú Di Indonesia, aturan tersebut dikenal dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Ú Standar Akuntansi Keuangan diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Penggolongan Transaksi Keuangan Ú Menurut pihak yang melakukannya dibedakan menjadi: - transaksi keuangan internal, dan - transaksi keuangan eksternal. Ú Menurut sumbernya dibedakan menjadi: - transaksi modal, dan - transaksi usaha.
Persamaan Akuntansi Ú Konsep awal Harta = Utang Ú Konsep baru Harta = Utang + Modal Ú Konsep baru dapat menjelaskan konsep kesatuan usaha.
Laporan Keuangan Ú Tujuan laporan keuangan: menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Ú 4 komponen laporan keuangan, yaitu: - laporan laba rugi, - laporan perubahan modal, - neraca, dan - laporan arus kas.
Laporan Laba-rugi Ú Pengertian: laporan tentang kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Ú Unsur-unsur laporan laba-rugi: – pendapatan usaha, – beban usaha, – pendapatan di luar usaha, dan – beban di luar usaha.
Laporan Perubahan Modal Ú Pengertian: laporan perubahan modal selama periode tertentu. Ú Unsur-unsur laporan perubahan modal: – modal awal, – laba atau rugi bersih, – penarikan modal (prive), dan – modal akhir.
Neraca Ú Pengertian: daftar yang mencatat secara sistematis harta, utang, dan modal perusahaan. Ú Unsur-unsur neraca: - harta, - utang, dan - modal.
Klasifikasi Harta Ú Harta disajikan sesuai urutan dalam kemampuan dicairkan menjadi kas. - harta lancar, - investasi jangka panjang, - harta tetap, dan - harta tidak berwujud.
Klasifikasi Utang Ú Utang disajikan sesuai urutan jatuh temponya. - utang jangka pendek, dan - utang jangka panjang
Modal Ú Perusahaan perorangan: Modal (nama pemilik). Ú Perusahaan terbatas: modal saham dan laba ditahan.
Laporan Arus Kas Ú Pengertian: laporan yang memuat tentang arus kas masuk dan keluar perusahaan dalam periode tertentu. Ú 2 metode penyajian: metode langsung dan metode tidak langsung
Definisi dan Ciri-Ciri Perusahaan Jasa Ú Pengertian: perusahaan yang kegiatan utamanya memproduksi produk tidak berwujud dengan tujuan mencari laba. Ú Ciri-ciri: - tidak menawarkan produk yang jelas wujudnya, dan - sulit untuk mengukur standar harga pada jasa yang ditawarkan.
Transaksi Keuangan Ú Bukti pencatatan: - bukti transaksi eksternal - faktur, kuitansi, dan nota kredit - bukti transaksi internal - memo antarbagian dan memorial post
Aturan Pencatatan Transaksi ke dalam Akun Ú Kenaikan harta, beban, dan prive debet Ú Penurunan harta , beban, dan prive kredit Ú Kenaikan utang, pendapatan, dan modal kredit Ú Penurunan utang, pendapatan, dan modal debet
Jurnal Ú Dasar penentuan ke akun mana transaksi dicatat, berapa jumlah yang dicatat, dan di sisi mana dicatat. Ú Fungsi jurnal: - fungsi pencatatan - fungsi historis - fungsi analisis - fungsi instruktif - fungsi informatif
Langkah-Langkah Membuat Jurnal Ú Langkah 1: catat tanggal terjadinya transaksi. Ú Langkah 2: isi nomor bukti transaksi. Ú Langkah 3: catat akun yang mengalami perubahan akibat transaksi. Ú Langkah 4: isi kolom debet/kredit dengan jumlah uang yang terlibat dalam transaksi.
Buku Besar Ú Pengertian: buku yang berisi kumpulan akun-akun yang disusun sedemikian rupa sehingga ketika diperlukan mudah ditemukan. Ú Bentuk: skontro, stafel berlajur khusus saldo, dan stafel berlajur saldo rangkap.
Langkah-Langkah Pemindahbukuan Ú Langkah 1: siapkan akun sesuai instruksi jurnal. Ú Langkah 2: catat tanggal jurnal pada lajur tanggal akun. Ú Langkah 3: posting jurnal ke buku besar. Ú Langkah 4: catat keterangan jurnal pada lajur keterangan akun. Ú Langkah 5: indexing cross (mencatat nomor akun di lajur ref jurnal dan halaman jurnal dicatat di lajur ref buku besar).
Neraca Saldo Ú Pengertian: daftar yang memuat saldo dari akun-akun yang terdapat dalam buku besar. Ú Tujuan penyusunan neraca saldo adalah untuk menguji apakah transaksi telah diposkan ke akunnya dengan benar.
Menguji Kebenaran Pencatatan Transaksi ke Buku Besar melalui Neraca Saldo Ú Neraca saldo yang tidak seimbang diakibatkan oleh salah satu kesalahan berikut: - Kesalahan menyiapkan neraca saldo, - Kesalahan yang terdapat di buku besar, dan - Kesalahan mencatat transaksi di buku besar.
Cara Menemukan Kesalahan melalui Neraca Saldo Ú Langkah 1: uji coba kembali kebenaran neraca saldo dengan menjumlahkan ulang sisi debet dan kredit. Ú Langkah 2: uji coba kembali kebenaran neraca saldo dengan membandingkannya ke saldo buku besar. Ú Langkah 3: mencocokkan jumlah di buku besar dengan jurnal. Ú Langkah 4: teliti kembali kebenaran keseimbangan jurnal.
Jurnal Penyesuaian Ú Berfungsi mengubah nilai akun sehingga memperlihatkan saldo sebenarnya dari harta, utang, pendapatan, dan beban. Ú Akun-akun yang perlu disesuaikan pada akhir periode akuntansi adalah akun deferal dan akrual.
Akun-Akun yang Lazim Disesuaikan Ú Beban dibayar di muka Ú Pendapatan diterima di muka Ú Piutang penghasilan Ú Beban yang masih harus dibayar Ú Penyusutan harta tetap Ú Pemakaian perlengkapan
Kertas Kerja Ú Pengertian: media pencatatan neraca saldo, jurnal penyesuaian, laporan laba-rugi, dan neraca yang disusun secara logis untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan. Ú Bentuk: kertas kerja enam kolom, kertas kerja delapan kolom, kertas kerja sepuluh kolom, dan kertas kerja dua belas kolom.
Pembuatan Laporan Keuangan Ú Laporan keuangan disusun berdasarkan kertas kerja yang telah dibuat pada tahap sebelumnya. Ú Laporan keuangan yang disusun berdasarkan kertas kerja adalah laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan neraca. Ú Untuk laporan arus kas dibutuhkan neraca pada periode sebelumnya
Laporan Laba-rugi Ú Bentuk laporan laba-rugi: - single step: tidak membedakan sumber pendapatan dan alokasi beban, dan - multiple step: membedakan sumber pendapatan dan alokasi beban. Ú Laporan laba-rugi hanya menyajikan akun nominal yaitu akun pendapatan dan beban.
Neraca Ú Bentuk neraca: - skontro, dan - stafel Ú Neraca hanya menyajikan akun-akun riil yaitu akun harta, akun utang, dan akun modal.
Jurnal Penutup Ú Akun nominal adalah akun sementara. Ú Akun nominal tidak dibawa ke periode akuntansi berikutnya. Ú Jurnal penutup adalah jurnal yang berfungsi menutup akun-akun nominal tersebut.
Neraca Saldo setelah Penutupan Ú Pengertian: neraca saldo yang disusun setelah jurnal penutup dibuat dan diposting ke buku besar. Ú Neraca saldo penutupan hanya berisi akun riil. Ú Akun-akun riil yang terdapat dalam neraca saldo setelah penutupan adalah saldo awal pada periode berikutnya.
Jurnal Pembalik Ú Jurnal pembalik bertujuan mempermudah pencatatan transaksi pada awal periode berikutnya. Ú Jurnal pembalik adalah jurnal yang membalik jurnal penyesuaian yang telah dibuat. Ú Pembuatan jurnal pembalik tidak mengubah jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan.
Akun-Akun yang Perlu Dibuat Jurnal Pembalik Ú Beban yang masih harus dibayar Ú Beban dibayar di muka Ú Pendapatan yang masih harus diterima Ú Pendapatan diterima di muka
- Slides: 78