Keanekaragaman Hayati By Ustadz Yanu 18 Aperse psi
Keanekaragaman Hayati By : Ustadz Yanu’ 18
Aperse psi 1. Fakta-fakta apa yang kalian temukan pada video diatas! 2. Apakah setiap jenis hewan yang ditampilkan di dalam video tersebut memiliki bentuk, karakteristik dan ciri yang sama? 3. Apakah perbedaan bentuk, karakteristik dan ciri yang dimiliki oleh organisme hidup baik hewan atau tumbuhan merupakan suatu keanekaragaman?
Keanekaragan Hayati adalah. . Variasi organisme hidup pada 3 Tingkatan yaiut tingkat gen, spesies, dan ekosistem
Peta Konsep Keanekaragaman Hayati
Tingkat Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman Gen Keanekaragaman Jenis Keanekaragaman Ekosistem
Keanekaragaman Gen Keanekaraga man Gen adalah. . . Variasi atau perbedaan gen yang terjadi dalam suatu jenis atau spesies makhluk hidup Jika dikawinkan sesama spesies akan menghasilkan keturunan
Contoh Keanekaragaman Gen Bunga Mawar Keanekaragaman Gen Belimbing Keanekaragaman Gen Ikan Mas
Keanekaragaman Jenis Keanekaraga man Jenis adalah. . . Variasi antar spesies berbeda yang ditemukan pada suatu komunitas atau kelompok di suatu Jika dikawinkan dengan tempat spesies yang berbeda akan menghasilkan keturunan yang invertil
Contoh Keanekaragaman Jenis pada Tumbuhan Keanekaragaman Jenis pada Hewan
Ekosiste m Ekosistem adalah. . . adalah hubungan atau Ekosistem interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungan abiotik (suhu, udara, air, tanah, udara, cahaya matahari, dan mineral).
Keanekaragaman Ekosistem Keanekaraga man Variasi ekosistem Ekosistem sesuai spesies adalah. . . pembentuknya.
Tipe-tipe Ekosistem perairan (Aquatik) : ü Ekosistem air tawar contoh : sungai ü Ekosistem air laut contoh : ekosistem terumbu karang Ekosistem darat (Terestrial) : ü ü ü Hutan hujan tropis Sabana Padang rumput Gurun Dsb.
Tipe Ekosistem
Ekosistem Perairan (Akuatik) Ekosistem Air Tawar Ekosistem Air laut • Plankton, terdiri atas fitoplankton dan zooplankton. Organisme ini dapat bergerak dan berpindah tempat secara pasif karena pengaruh arus air, misalnya gang uniseluler dan Protozoa. • Nekton, organisme yang bergerak aktif (berenang), misalnya ikan dan katak. • Neuston, organisme yang mengapung di permukaan air, misalnya serangga air, teratai, eceng gondok, dan gang. • Bentos, organisme yang berada di dasar perairan, misalnya udang, kepiting, cacing, dan gang. • Perifiton, melekat pada organisme lain, misalnya gang
Ekosistem Air Tawar • Memiliki kadar garam (salinitas) yang rendah, bahkan lebih rendah daripada cairan sel makhluk hidup. • Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. • suhu bervariasi sangat rendah • Kadar garam kurang dari 1% • Penetrasi atau masuknya cahaya matahari kurang. • Contohnya : Ekosistem Sungai, Ekosistem Rawa, Ekosistem Danau • Air tawar Lentik dan Air tawat Lotik Zona Litoral Zona Limnetik Zona Profudal
Ekosistem Air Laut • Memiliki kadar garam (salinitas) yang tinggi. • Tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. • Habitat air laut saling berhubungan antara laut yang satu dengan laut yang lain. • Memiliki variasi perbedaan suhu pada permukaan dengan di kedalaman laut • Penetrasi atau masuknya cahaya matahari kurang. • Terdapat arus laut • Contoh Ekosistem Air Laut : Ekosistem terumbu karang, Ekosistem Estuari, Ekosistem Hutan Mangrove
Contoh Ekosistem Aquatik Eksosistem Terumbu Karang Eksosistem Estuari dan Ekosistem Hutan Mangrove
Ekosistem Daratan (Terestrial) • Ekosistem darata (terestrial) yang meliputi area yang sangat luas disebut sebagai Bioma • Sebagian nama bioma disesuaikan dengan jenis vegetasi (tumbuhan) dominan. • Contoh Bioma : Hutan Hujan Tropis, Savana, Padang Rumput, Hutan Gugur, Taiga, dan Tundra.
Contoh Ekosistem Daratan Eksosistem Gurun Ekosistem Taiga Ekosistem Hutan Hujan Tropis
Keanekaragaman Fauna di Indonesia A C 3 B 1 2 1 A Tipe Asiatis 2 Tipe Peralihan 3 Garis Wallacea B Garis Webber C Tipe Australiatis Garis Lydekker
Fauna Tipe Asiatis Fauna Asiatis (Tipe Asia), menempati bagian barat Indonesia sampai Selat Makassar dan Selat Lombok, yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Kawasan ini dibatasi oleh garis Wallace di antara Kalimantan-Sulawesi, Bali-Lombok
Karakteristik Fauna Tipe Asiatis • • • Mamalia ukuran besar Berbagai jenis kera Berbagai jenis ikan air tawar. Sedikit burung berwarna (burung enggang), namun banyak yang bersuara merdu (burung parkit) Berbagai jenis reptil Fauna endemik (badak bercula satu, burung merak, jalak bali, orang utan, bekantan, harimau sumatra, banteng jawa)
Contoh Fauna Tipe Asiatis Gajah (Elephas maximus) Harimau (Pahthera tigris) Orang utan (Pongo pyomaeus)Badak Bercula Satu (Rhinocerus sondaicu
Fauna Tipe Peralihan Kawasan peralihan meliputi Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Sumba, Lombok, dan Timor. Dibatasi oleh garis Wallace di bagian barat, dan garis Lydekker di sebelah Timur.
Karakteristik Fauna Tipe Peralihan • Hewannya endemic : hewan yang hanya ada di Indonesia • Hewan mirip dengan tipe asia / tipe Australia • Terdapat hewan langka • Binatangnya sebagai sisa hewan purba yang mampu bertahan • Hewan endemik kawasan peralihan adalah : babi rusa, komodo, burung maleo.
Contoh Fauna Tipe Peralihan Komodo (Varanus komodoensis) Anoa (Bubalus quarlesi) Babi Rusa (Babyrousa sp. )
Fauna Tipe Australiatis Terdapat di wilayah Papua, dan di dominasi oleh binatang menyusui, berukuran kecil dan berkantung.
Karakteristik Tipe Australiatis • Mamalia berukuran kecil (walaby, possum) • Banyak hewan berkantung (kanguru pohon) • Banyak jenis burung berbulu indah (cendrawasih) • Sedikit jenis ikan air tawar • Kadal salamander • Fauna endemik (cendrawasih, kasuari)
Contoh Fauna Tipe Australiatis Wallaby kecil (Dorcopsulus vanheurni) Burung Cendrawasih (Astrapia mayeri) Burung Maleo (Macrocephalon maleo)
Ayo Menalar. . ! Kenapa sih ada hewan tipe asiatis yang ada di Sumatra dan kalimantan mirip dengan hewan yang ada di belahan asia, dan hewan di Papua mirip dengan hewan yang ada di Benua Australia sana, padahal ada laut yang memisahkan pulau-pulau tersebut, dan juga ada hewan peralihan yang memiliki khasnya sendiri?
Ciri-ciri Flora Daratan Sunda (Asiatis) ü ü ü Banyak terdapat jenis meranti-merantian. Terdapat berbagai jenis rotan. Tidak memiliki hutan kayu putih. Memiliki jenis tumbuhan matoa (Pometia pinnata) yang sedikit. Memiliki jenis tumbuha sagu yang sedikit. Memiliki berbagai jenis nangka
Contoh : Bunga Raflesia (Raflesia arnoldi) Keruing (Dipterocarpus aplanatus) Kantong semar (Nepenthes gymnamphora)
Ciri-ciri Flora Dataran Sahul (Australiatis) ü ü ü Memiliki jenis meranti-merantian yang sedikit. Tidak memiliki rotan. ta Terdapat hutan kayu putih. Memiliki berbagai jenis tumbuhan matoa (khususnya Papua). Memiliki banyak tumbuhan sagu. Tidak terdapat jenis nangka
Contoh : Pala Matoa (Pometia pinnata) (Myristica fagrans) Sagu (Metroxylon sagu)
Buah Merah (Pandanus conoideus)
Ciri-ciri Flora bagian Tengah / Peralihan (Wallacea) ü Flora daerah pantai dan dataran rendah mirip dengan flora di Papua ü Flora daerah pegunungan dataran tinggi mirip dengan flora Kalimantan
Contoh : Kayu hitam (Diospyros celebica) Cendana (Santalum album) Leda (Eucalyptus deglupta)
Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Manfaat Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Pangan
Manfaat Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Obat-obatan
Manfaat Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Kosmetik
Manfaat Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Sandang
Manfaat Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Papan
Manfaat Keanekaragaman Hayati sebagai Aspek Budaya
Menghilangnya Keanekaragaman Hayati
Hilangnya Keanekaragaman Hayati di Indonesia • • • Hilangnya Habitat Pencemaran Tanah, Air, dan Udara Perubahan Iklim Ekploitasi Tanaman dan Hewan Adanya spesies pendatang
Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati Konservasi In-situ
Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati Secara In-situ • Cagar Alam : Suatu kawasan suaka alam yang keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. • Suakamargasatwa : Kawasan hutan suaka yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau memiliki keunikan jenis satwa yang membutuhkan perlindungan/ pembinaan bagi kelangsungan hidupnya terhadap habitatnya. Contohnya : Taman Nasional : Kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.
Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati Konservasi Ex-situ
Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati Secara Ex-situ • Kebun Binatang adalah tempat hewan dipelihara dalam lingkungan buatan, dan dipertunjukkan kepada publik. Selain sebagai tempat rekreasi, kebun binatang berfungsi sebagai tempat pendidikan, riset, dan tempat konservasi untuk satwa terancam punah. • Kebun Raya adalah bagian dari kekayaan bangsa yang merupakan Pusat Pengetahuan Botani, Kawasan Konservasi, Kawasan Pendidikan dan Penelitian, dan sekaligus sebagai sarana Rekreasi di alam terbuka.
Terima Kasih
- Slides: 55