KARAKTERISASI MATERIAL KOMPOSIT JERAMIEPOKSI YANG DIBUAT DENGAN PROSES
KARAKTERISASI MATERIAL KOMPOSIT JERAMI-EPOKSI YANG DIBUAT DENGAN PROSES VACUUM BAG Tugas Akhir Pembimbing : 1. Dr. Ir. H. Dedi Lazuardi. , DEA. 2. Agus Sentana Ir. , MT. Wahdan Kurniawan (063030056)
Latar Belakang Kebutuhan material yang kuat, ringan dan murah Ketersediaan Serat alami Pabrikasi dan Karakterisasi
Perumusan Masalah § Bagaimana proses pabrikasi yang akan dilakukan ? § Karakterisasi yang dilakukan untuk mendapatkan data mekanis dari material komposit ? § Bagaimana performasi dari bahan serat komposit ini ? § Adakah pengaruh terhadap material komposit akibat adanya perbedaan panjang serat ?
Batasan Masalah § Serat jerami digunakan sebagai penguat pada material komposit dengan variasi panjang serat 20 mm dan 30 mm. § Material pengikat adalah Resin epoksi. § Penempatan serat pada material komposit disusun acak dengan fraksi volume (vf) awal 50 %. § Pengujian mekanik berupa pengujian tarik (Standard ASTM D 638) dan pengujian bending (Standard ASTM D 790).
Tujuan Penelitian § Mengetahui cara pembuatan material komposit dengan menggunakan vacuum bag. § Mengetahui pengaruh panjang serat terhadap material komposit serat jerami. § Mengetahui data pengujian mekanik, terutama pada kekuatan tarik dan bending yang paling optimal dari komposit serat jerami dengan matrik resin epoksi.
Komposit Resin Epoksi Renforcement (Penguat) Particles Laminates PMC Gabungan dari dua atau lebih material yang berbeda Fibers MMC CMC Matrix (Pengikat) Jerami Padi
Vacuum Bag Moulding Tekanan Vacuum Bag
Karakterisasi § Mencari fraksi volume sebenarnya § Pengujian tarik § Pengujian bending § Analisis ikatan serat dan matrik
Data Awal Pembuatan Komposit § Dimensi cetakan Keseluruhan : Ruang cetak ; p = 300 mm l = 300 mm t = 16 mm p = 200 mm l = 200 mm t = 6 mm § Fraksi volume awal 50% Berat serat = 77, 04 gr Berat matrik = 140, 4 gr Berat komposit = 217, 44 gr Ruang cetak
Proses Pembuatan Wax Resin epoksi Jerami Cetakan
Klip Busa Vacuum Bag Komposit Udara
Material Komposit Jerami-Epoksi Spesimen pengujian tarik standard ASTM D 638 Spesimen pengujian bending standard ASTM D 790
Data Material Setelah Jadi § Berat Material - Komposit serat 20 mm = 233 gr - Komposit serat 30 mm = 234 gr § Biaya pembuatan Rp 35000, - untuk material komposit dengan dimensi (200 x 6)mm dengan rincian : - Resin epoksi = Rp 28750, - Larutan Na. OH dan Wax = Rp 625, -
Fraksi Volume Setelah Material Jadi Persamaan densitas Jika, Maka, Didapatkan fraksi volume setelah material jadi adalah 35% jerami.
Pengujian Tarik § Data Hasil Pengujian Tarik Spesimen Tarik Serat 30 mm Spesimen Tarik Serat 20 mm ΔL Spesimen Beban Maksimum ΔL I 154, 5 Kg 2, 1 mm I 153 Kg 2 mm II 147, 5 Kg 1, 9 mm II 193, 5 Kg 2, 1 mm III 175 Kg 1, 8 mm III 155 Kg 2, 2 mm I II beban (Kg) Beban Maksimum beban (Kg) Spesimen I II III defleksi (mm)
§ Hasil Perhitungan Pada Pengujian Tarik Spesimen Panjang serat jerami tarik 20 mm 30 mm I (Mpa) 18, 45 18, 15 II (Mpa) 17, 88 23, 05 III (Mpa) 20, 66 17, 83 Rata-rata (Mpa) 18, 99 19, 68 Tabel tegangan tarik (σ) Spesimen Serat 20 mm Tegangan (MPa) pengujian Spes. III Rata 2 Panjang serat jerami pengujian 20 mm 30 mm I 0, 042 0, 04 II 0, 038 0, 044 III 0, 036 0, 042 Rata-rata 0, 039 0, 042 Tabel regangan tarik (ε) Spesimen Panjang serat jerami pengujian tarik 20 mm 30 mm I (Mpa) 439, 28 453, 79 II (Mpa) 470, 46 523, 78 III (Mpa) 573, 98 424, 58 Rata-rata (Mpa) 494, 57 467, 38 Tabel modulus elastisitas (E) tarik Regangan Serat 20 mm Tegangan (MPa) tarik Spes. III Rata 2 Regangan
Pengujian Bending § Data Hasil Pengujian Bending Spesimen Bending Serat 30 mm Spesimen Bending Serat 20 mm Spesimen Beban Maksimum Defleksi I 53, 25 Kg 4, 8 mm I 52, 25 Kg 5, 7 mm II 48, 4 Kg 4 mm II 52 Kg 5, 1 mm III 51, 25 Kg 4, 2 mm III 47, 75 Kg 5 mm § Hasil Perhitungan Pada Pengujian Bending Spesimen pengujian Panjang serat jerami Spesimen Panjang serat jerami pengujian bending 20 mm 30 mm I (Mpa) 103, 87 98, 4 I (Mpa) 3687, 34 2936, 91 II (Mpa) 92, 98 105, 1 II (Mpa) 3954, 37 3556, 94 III (Mpa) 97, 31 93, 09 III (Mpa) 3941, 75 3213, 55 Rata-rata (Mpa) 98, 05 98, 86 Rata-rata (Mpa) 3861, 15 3235, 8 Tabel tegangan bending (σb) Tabel modulus elastisitas bending (E b)
Pembahasan Hasil Perhitungan Harga rata-rata Kompost (%) σ (MPa) ε E (MPa) σb (MPa) Eb (MPa) Serat 20 mm 35 18, 99 0, 039 494, 57 98, 1 3861 Serat 30 mm 35 19, 68 0, 042 467, 38 98, 9 3236 Serat 20 mm E (MPa) Vf σ (MPa) Material Serat 20 mm serat 30 mm Ket : 1 = Kekuatan Tarik 2 = Kekuatan Bending Ket : 1 = Modulus elastisitas tarik 2 = Modulus elastisitas bending
Foto Spesimen Hasil Pengujian Tarik Dan Bending
Ikatan Serat Dan Matrik
Keunggulan Dan Kekurangan § Keunggulan - Ringan dan tahan korosi Memiliki sifat insulator thermal dan electric yang baik Fisik transparan (Berguna untuk keperluan tertentu) Pembuatan bisa mengikuti bentuk moulding nya Bahan serat mudah didapat dan tanpa memerlukan biaya § Kekurangan - Kekuatan belum bisa setara dengan logam - Sifat teknologi yang kurang bagus - Tidak bisa dilakukan pengelasan
Kesimpulan § Dari segi kekuatan penggunaan serat 30 mm lebih bagus dari pada 20 mm, itu dilihat dari harga tegangan tarik dan tegangan bending. Sedangkan untuk kekakuan paling besar dimiliki oleh material komposit dengan serat 20 mm § Fraksi volume pada material komposit tidak mencapai hasil yang direncanakan, karena proses pembuatan menggunakan alat yang sederhana. § Dimensi serat, kadar air pada serat dan cara pembersihan serat berpengaruh terhadap kekuatan ikatan antara serat dan matriknya.
Saran § Jika dilakukan pengembangan pada material ini, cobalah memvariasikan pada fraksi volume, kadar air pada serat, jenis matrik, dimensi serat dan penempatan serat. § Gunakan peralatan yang sesuai dengn proses pembuatan yang akan dilakukan karena berpengaruh pada hasil jadi materialnya.
Terima Kasih
- Slides: 24