KAJIAN BUKU PARASIT AKIDAH KARYA AD EL MARZDEDEQ
KAJIAN BUKU PARASIT AKIDAH (KARYA AD. EL. MARZDEDEQ) OLEH : DR. H. AGUS SETIAWAN, LC. MA Masjid Yusuf, Energy Buliding Desember 2018
Buku ini menjelaskan apa saja yang menggerogoti akidah seorang muslim sebagaimana halnya benalu yang hidup dengan menggerogoti tanaman lainnya. Begitu banyak kebiasaan dan adat yg ada di sekitar kita bahkan dianggap bagian dari ritual agama Islam yang ternyata merupakan ritual yg diambil dari ritual di luar Islam.
Dari asalnya, agama/kepercayaan terbagi dua yaitu: yang bersifat Samawi (agama langit/berdasar wahyu Allah) seperti agama Yahudi serta Nasrani yang asalnya dulu bertauhid sebelum kemudian menyimpang.
Ada juga agama budaya yang berasal dari pemikiran manusia seperti animisme, dinamisme, hindu, budha, majusi, paganisme Yunani, Romawi dan lainnya.
Dari berbagai agama itulah kemudian terjadi asimilasi, akulturasi dan sinkretisme. Banyak berbagai keyakinan dan ritual/upacara suatu agama yang kemudian dilakukan oleh penganut agama lainnya, sebagai contoh: agama Nasrani yang banyak mengambil keyakinan orang Romawi, penyembah dewa matahari.
CONTOH PENGARUH AJARAN AGAMA ‘YANG’ Sekitar tahun 5000 SM terdapat sebuah ajaran penyembahan terhadap “Tu” dan “Yang”. Peribadatan terhadap “Tu” dan “Yang” semula adalah untuk raja. Raja dianggap anak langit dan sederajat dengan “Yang”. Bila ia seorang raja maka ia melakukan sembah-(kepada) tu sedangkan rakyat biasa melakukan sembah-yang
– Sembahyang untuk pendirian rumah baru, maka ditaruh pisang dan paku emas yang ditancapkan di atap. – Menjelang gadis (datang bulan), disuruh melangkahi tungku, gigi dikikis dan berpantang makan nanas, beberapa jenis pisang dsb. Kemudian si gadis mempersembahkan bunga dan beberapa buah 2 an yang mulai menguning untuk “yang” dewa pengurus segala birahi.
– Dalam perkawinan, pengantin dimandikan air kembang, diperciki air berkat, dipertemukan, disandingkan di-tepung tawari. Beras kuning ditabur untuk mencari kerelaan Dewi Padi / Dewi Sri. Adapula upacara “pecah dara” berupa melepas kambing, burung atau kura-kura.
Saat hamil 3 bulan disajikan 3 macam buah dan dimandikan 3 kali, ganti pakaian 3 kali dan menyulut hio. Hamil 7 bulan disajikan 7 macam sesajian dimandikan 7 kali, melepas ikan belut di kain (agar melahirkan lancar) dan menyulut hio, berdagang makanan 7 macam dan dibayar dengan uang-uangan. Sejak itu ia membawa pisau kecil agar tidak diganggu ‘yang’ jahat.
Setelah bersalin melepas tali-tali yang terikat, melepas anak ayam disertai jampi-jampi, melempar buah semangka atau melepas kura-kura setelah punggungnya dicacah dengan rona hitam. Bayi dimandikan dan tangannya diberi benang putih dan ditaruh cermin agar jika hantu datang maka lari karena melihat dirinya sendiri. Juga ditaruh pisau kecil untuk pengusir kuyang atau puntianak. Ari-ari dicuci dengan garam dan gula dan dikubur dan dinyalakan pelita.
Bila bayi sudah bertelungkup dilakukan upacara turun mandi. Jika mulai berjalan diadakan upacara turun tanah. Bila telah mulai pandai bermain dilakukan upacara pilih-pilih bakat dan dimasukkan ke dalam sangkar ayam. Di Asia tenggara juga diadakan upacara 40 hari setelah melahirkan.
CONTOH PENGARUH AJARAN ANIMISME DAN DINAMISME Yaitu kepercayaan dan pemujaan pada ruh nenek moyang, jin dan benda-benda seperti tombak, keris, batu akik, wesi kuning atau gamelan yang dianggap memiliki ruh.
Orang Yunani percaya pada kekuatan gambar tapak kuda. Orang Portugis dan Spanyol (Nasrani) percaya pada kekuatan salib di layar kapal mereka. Sebagian orang Islam seperti kaum Sufi percaya pada kekuatan gaib wali-wali mereka yang telah mati atau terhadap. tulisan Qur’an yang digantung di pintu atau dijadikan jimat
CONTOH PENGARUH AJARAN ARIA (WEDA, BRAHMAN, HINDU, BUDHA DLL) Menggunakan penanggalan Hindu, hari pasaran, perhitungan wuku, tahun syaka. Adapula primbon, buku ramalan yang berisi ilmu nujum (bintang) dikaitkan dengan nasib, rajah, ramalan terhadap bentuk wajah, kuku, alis, suara dalam telinga, gerakan urat syaraf dll. Dalam ajaran Islam sihir dan ramalan adalah perbuatan syirik
– Tapa bharata, semadi dengan cara: Menarik nafas dari kundalini, kepala bergerak ke kanan dan nafas ditahan lalu dilepas. Kepala bergerak ke kiri dan nafas ditarik tahan sambil mengucapkan “brahmasmi” atau. sambil membaca pujian. Cara nafas ini melahirkan aliran yang disebut yoga / mengheningkan cipta.
CONTOH PENGARUH AJARAN YAHUDI – Membangun kuburan berbentuk gedung, diberi kelambu dan beribadah di dalamnya. Banyak orang Islam meniru dengan dzikir atau baca al Qur’an di kuburan. – Kisah Israiliyat yaitu dongeng dari bangsa Israil atau dongeng tentang nabi-nabi yang berlebihan.
– Dalam pernikahan, Pengantin duduk bersanding di pelaminan lalu kepala diberi kudung dengan sehelai kain untuk berdua. – Berpakaian hitam-hitam saat berkabung dalam kematian.
CONTOH PENGARUH AJARAN NASRANI – Upacara ulang tahun. Dilakukan dengan menyalakan lilin di atas kue besar. – Upacara tukar cincin, kawin perunggu, kawin perak, kawin emas. – Mematungkan seseorang yang dihormati.
– Menjadikan hari ahad/minggu (sun-day = hari ibadah Romawi penyembah matahari) sebagai hari ibadah libur.
– penggunaan lambang salib yaitu: Salib sama panjang (+) berarti kasih Yesus tidak memandang derajat dan bangsa. Lambang Palang Merah diambil dari salib suci Katolik oleh Henry Dunant. Salib tegak bertiang panjang berarti Yesus siap menebus dosa. Salib setengah berbaring berarti Yesus telah menyelesaikan tugasnya menebus dosa.
Selesai makan, sendok dan garpu dipalangkan (disilangkan) yang artinya: “semoga berkat Yesus tetap atas kami. ”
PESAN NABI SAW KEPADA KITA “Sesungguhnya kalian akan mengikuti kebiasaan umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sedepa demi sedepa, sehingga seandainya mereka masuk lubang dhab (sejenis kadal), niscaya akan kalian ikuti, ” maka para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, (maksudmu) orang -orang Yahudi dan Nasrani? ” (Jawab Rasulullah): “Siapa lagi? !” [HR al-Bukhâri dan Muslim]
ALLAH SWT MENGINGATKAN KITA ‘Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, ” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk? ’. (QS. Al-Baqarah ayat 170)
H. Agus Setiawan, Lc. MA Lahir di Jakarta, 2 Agustus 1976 Menikah dengan Hj. Siti Hafidah Ayub Asnawi, Lc. MA Anak 3: Ukkasyah, Khansaa’, Rumaisha Saat ini sebagai Dewan Syariah IZI (Inisiatif Zakat Indonesia, Ketua STIQ Al-Multazam Kuningan Jawa Barat, Ketua Yayasan Yatim KURSIYA Gn Putri Bogor Telah berdakwah di 27 negara (Dai 5 Benua) diantaranya: Mesir, Sudan, Kuwait, Uni Emirate Arab, Qatar, Australi, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, Belanda, Jerman, Prancis, Belgia, Austria, Hongaria, Cheko, Slovakia, Slovenia, Amerika, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dll. 24
- Slides: 24