Kaitan observasi dan interview KELEBIHAN PENGERTIAN OBSERVASI KELEMAHAN
Kaitan observasi dan interview
KELEBIHAN PENGERTIAN OBSERVASI KELEMAHAN
Petunjuk penggunaan observasi • Peroleh dahulu pengetahuan apa yang akan diobservasi. • Selidiki tujuan-tujuan yang umum maupun khusus dari masalah-masalah reseach untuk menentukan apa yang harus diobservasi. • Buatlah suatu cara untuk mencatat hasil-hasil observasi. • Untuk melaksanakan itu umumnya digunakan check list. • Adakan dan batasai dengan tegas macam-macam tingkat kategori yang akan digunakan. • Adakan observasi secermat-cermatnya • Catatlah tiap-tiap gejala secara terpisah • Ketahuilah beik-baik alat-alat pencatatan data caranya mencatat sebelum melakukan observasi
PENGERTIAN KEKURANGAN WAWANCARA KELEBIHAN
Tahapan wawancara • Tentukan jenis wawancara yang akan digunakan. • Rencanakan item pertanyaan dengan baik sehingga pelaksanaan akan lebih efisien. • Bagi pewawancara yang belum berpengalaman, tidak ada salahnya untuk melakukan latihan, atau simulasi terlebih dahulu. • Gunakan sarana semaksimal mungkin sehingga informasi yang ada tidak terlewatkan. • Aturlah waktu dengan baik agar pelaksanaan wawancara dapat berjalan dengan efektif dan jika perlu dapat dilakukan tatap muka lebih dari satu kali sesuai dengan keperluan penelitian.
Perbedaan observasi dan wawancara observasi wawancara Memerlukan analisis yang tepat oleh peneliti dan sering menghasilkan output yang paling akurat meskipun sangat memakan waktu Lebih mudah namun para peserta kurang dapat memberikan jawaban dengan jujur Merupakan penelitian terbuka dan dapat memakan waktu berbulan-bulan, karena peneliti harus menetapkan dirinya sebagai bagian dari komunitas yang dia amati Merupakan penelitian tertutup dan terstruktur yang menggunakan satu set pertanyaan yang hanya membutuhkan waktu beberapa jam Lebih sulit untuk dicatat secara langsung karena peneliti terlibat dalam tindakan yang dia amati Lebih mudah untuk dicatat, biasanya dilakukan dengan bantuan tape atau perekam digital. Isi perekam kemudian ditranskripsi, dikodekan dianalisis. Mendapatkan data berdasarkan pengamatannya yang dilakukan secara langsung oleh responden. Mendapatkan data yang lebih kompleks dan subjektif.
KAITAN OBSERVASI DAN WAWANCARA Observasi dan interview merupakan dua metode yang saling melengkapi dalam memperoleh data yang valid. Dimana jika pada suatu penelitian, kita menggunakan metode wawancara, dan kita memperoleh data yang kurang valid, maka kita dapat memperbaiki data kita dengan mengobservasi objek yang telah kita wawancarai tersebut. Namun, dalam kasus ini sebaiknya observasi yang kita gunakan adalah observasi partisipan, dimana observer terlibat aktif dalam jalannya proses penelitian. Apabila kita menggunakan metode observasi eksperimen maka data yang kita peroleh akan sama dengan data yang pertama. Sebab, metode observasi ekperimental merupakan metode dengan suasana yang dikondisikan, maka objek akan berperilaku dibuat-buat yang tidak beda jauh dengan pengakuannya saat diwawancara. Apabila kita menggunakan metode obsevasi, dan data yang kita peroleh kurang valid, sebab kita tidak meninjau objek ketika dalam zona privasinya (seperti rumah), maka kita dapat mewawancarainya. Namun, dalam hal ini, kemungkinan kita memproleh jawaban yang sebenarnya sangatlah tipis.
- Slides: 7