KAIDAH PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH 1 LANDASAN HUKUM

  • Slides: 89
Download presentation
KAIDAH PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH 1

KAIDAH PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH 1

LANDASAN HUKUM § § UU No: 14/2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1 (ayat

LANDASAN HUKUM § § UU No: 14/2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1 (ayat 1) dan Pasal 2 (ayat 1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 84/1993 Penetapan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala BAKN No. 0433/P/1993, No. 25 tahun 1993, tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan angka kreditnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009, yang mengatur kenaikan pangkat jabatan fungsional guru (guru dan kepala sekolah) , juncto Peraturan bersama Mendiknas dan Kepala BKN No. 03/V/PB/2010 dan No. 14 Tahun 2010 tentang Juklak Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 2

üApa yang dimaksud dengan Karya Tulis Ilmiah (KTI)? 3

üApa yang dimaksud dengan Karya Tulis Ilmiah (KTI)? 3

Karya Tulis Ilmiah (KTI) adalah laporan tertulis tentang (hasil) kegiatan ilmiah 4

Karya Tulis Ilmiah (KTI) adalah laporan tertulis tentang (hasil) kegiatan ilmiah 4

Bagaimana hubungan KTI dengan Penelitian ? 5

Bagaimana hubungan KTI dengan Penelitian ? 5

Penelitian merupakan kegiatan ilmiah, sehingga laporan hasil penelitian juga merupakan Karya Tulis Ilmiah. 6

Penelitian merupakan kegiatan ilmiah, sehingga laporan hasil penelitian juga merupakan Karya Tulis Ilmiah. 6

Dikatakan ilmiah apabila: ü Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah; üLangkah-langkah kegiatannya dijiwai

Dikatakan ilmiah apabila: ü Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah; üLangkah-langkah kegiatannya dijiwai atau menggunakan metode berpikir ilmiah; üTampilannya sesuai dan telah mempunyai persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan 7

Tiga Macam kegiatan ilmiah dasar (sebagai induk pelaksanaan kegiatan ilmiah) N 0 Ragam Kegiatan

Tiga Macam kegiatan ilmiah dasar (sebagai induk pelaksanaan kegiatan ilmiah) N 0 Ragam Kegiatan Ilmiah Dasar Macam Karya Tulis 1 Penelitian (resarch) ü Laporan hasil penelitian üTulisan/ makalah ilmiah ringkasan hasil penelitian üTulisan ilmiah populer kegiatan penelitian 2. Pengembangan üLaporan hasil pengembangan üTulisan makalah ringkasan hasil pengembangan 3. Evaluasi ü Laporan hasil evaluasi üTulisan /makalah ringkasan hasil evaluasi 8

KTI laporan hasil penelitian yang dibuat oleh guru, widyaiswara, pengawas Guru Widyaiswara Pengawas KTI

KTI laporan hasil penelitian yang dibuat oleh guru, widyaiswara, pengawas Guru Widyaiswara Pengawas KTI Hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan ilmiah • Tulisan ilmiah populer • Prasaran disampaikan dalam pertemuan ilmiah • Buku • Diktat • Karya terjemahan KTI hasil penelitian • KTI hasil tinauan /ulsasan ilmiah • Tulisan ilmiah populer • Prasaran disampaikan dalam pertemuan ilmiah • Buku • Karya Terjemahan • Diktat • Orasi ilmiah sesuai dengan bidang yang diajarkan KTI hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan ilmiah • Tulisan ilmiah populer • Prasaran disampaikan dalam pertemuan ilmiah 9

Sebelumnya… (Hanya…) • kenaikan Golongan IVa ke atas, wajib ada angka kredit dari Kegiatan

Sebelumnya… (Hanya…) • kenaikan Golongan IVa ke atas, wajib ada angka kredit dari Kegiatan Pengembangan Profesi (12 angka kredit) Di samping angka kredit dari unsur pendidikan, pembelajaran, dan unsur kegiatan penunjang pembelajaran 10

Tabel : Jabatan Fungsional Guru dan Besar Angka Kredit Pengembangan profesi Lanjutan untuk Setiap

Tabel : Jabatan Fungsional Guru dan Besar Angka Kredit Pengembangan profesi Lanjutan untuk Setiap Kali Kenaikan Pangkat jabatan Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi No. 16/2009 NO Kenaikan Pangkat Golongan Besar Angka Kredit*) PD PI/KI 1 Dari penata Muda/III/A ke Penata Muda Tk. I, III /B. 3 - 2 Dari Penata Muda Tk. I, III/B ke Penata, III/C 3 4 3 Dari Penata, III/C ke Penata Tk I, III/D 3 6 4 Dari Penata, TK I, III/D ke Pembina , IV/A 4 8 5 Dari Pembina, IV/A ke Pembina Tk I, IV/B 4 12 6 Dari Pembina Tk I, IV/B ke Pembina Utama Muda, IV/C 4 12+presentasi 7 Dari Pembina Utama Muda, IV/C ke Pembina Utama Madya, IV/D 5 14 8 Dari Pembina Utama Madya, IV/D ke Pembina Utama, IV/E 5 20 Jabatan Fungsional Guru Pertama Guru Muda Guru Madya Guru Utama Sumber: Disarikan dari peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi No. 16/2009 Catatan : • Besar Angka Kredit pengembangan profesi lanjutan yang dipersyaratkan dari untuk tiap kali kenaikan jabatan fungsional. PD ; Pengembangan Diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) PI : Publikasi Ilmiah (karya tulis ilmiah) KI : Karya Inovatif (membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/ seni

Kegiatan pengembangan profesi guru adalah pengamalan (penerapan) keterampilan guru untuk peningkatan mutu belajar mengajar,

Kegiatan pengembangan profesi guru adalah pengamalan (penerapan) keterampilan guru untuk peningkatan mutu belajar mengajar, atau menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diknas 12

TUJUAN PENGEMBANGAN PROFESI ü Memotivasi tenaga kependidikan agar mau menulis, meneliti, mengemukakan pendapat ü

TUJUAN PENGEMBANGAN PROFESI ü Memotivasi tenaga kependidikan agar mau menulis, meneliti, mengemukakan pendapat ü Memotivasi Tenaga Kependidikan banyak membaca/menyerap informasi sehingga akan meningkatkan kemampuan profesionalismenya 6/5/2021 13

5 macam Kegiatan Pengembangan Profesi : 1. K T I 2. 3. 4. 5.

5 macam Kegiatan Pengembangan Profesi : 1. K T I 2. 3. 4. 5. Teknologi Tepat Guna Alat Peraga Karya seni Kurikulum 14

Tujuan pengembangan profesi bukan untuk menambah guru dengan golongan IVa ke atas, tetapi untuk

Tujuan pengembangan profesi bukan untuk menambah guru dengan golongan IVa ke atas, tetapi untuk memperbanyak guru yang makin profesional sebagai penghargaan bagi guru profesional, diberikan penghargaan, di antaranya kenaikkan golongannya 15

Kenaikan golongan IIIa ke IVa relatif lancar Tidak (belum) mempersyaratkan angka kredit pengembangan profesi

Kenaikan golongan IIIa ke IVa relatif lancar Tidak (belum) mempersyaratkan angka kredit pengembangan profesi 16

Sangat TIDAK adil dan TIDAK professional jika penghargaan diberikan “secara otomatis” atau hanya mengacu

Sangat TIDAK adil dan TIDAK professional jika penghargaan diberikan “secara otomatis” atau hanya mengacu pada masa kerja. 17

7 macam KTI 1. Penelitian 2. Karangan Ilmiah 3. Ilmiah Populer 4. Prasaran Seminar

7 macam KTI 1. Penelitian 2. Karangan Ilmiah 3. Ilmiah Populer 4. Prasaran Seminar 5. Buku 6. Diktat 7. Terjemahan 18

MASALAH…… 19

MASALAH…… 19

Masalah……… v Naik dari IIIa ke IVa lancar… IVa banyak, v Golongan IVb ke

Masalah……… v Naik dari IIIa ke IVa lancar… IVa banyak, v Golongan IVb ke atas sedikit…… menumpuk v Syarat: 12 kredit pengembangan profesi v. Pengembangan Profesi berupa KTI tidak mudah…. . v. KTI banyak kurang berhasil v. AKIBATNYA…. . 20

Akibatnya ……… • Mengeluh, marah, curiga, apatis, …. • Yang penting ada KTI …

Akibatnya ……… • Mengeluh, marah, curiga, apatis, …. • Yang penting ada KTI … apapun bentuk dan cara membuatnya 21

Akibatnya ……… • Ada KTI yang diragukan keasliannya • KTI yang tidak perlu…tidak bermanfaat.

Akibatnya ……… • Ada KTI yang diragukan keasliannya • KTI yang tidak perlu…tidak bermanfaat. Sehingga tidak sesuai dengan tujuan Kegiatan Pengembangan Profesi 22

Mengapa banyak KTI tidak asli? • guru lama tidak menulis, kemauan dan kemampuan perlu

Mengapa banyak KTI tidak asli? • guru lama tidak menulis, kemauan dan kemampuan perlu ditingkatkan. • keliru : yang penting adalah KTInya , dan bukan kegiatan pengembangan profesinya. • banyak peluang untuk membuatkan , menjiplak dan membayarnya. • adanya kabar KTI tidak asli berhasil 23

Mengapa banyak KTI dangkal? q yang paling mudah dibuat (dibuatkan? ). q cenderung KTI

Mengapa banyak KTI dangkal? q yang paling mudah dibuat (dibuatkan? ). q cenderung KTI tidak asli. q contoh judul-: ü Manfaat perpustakaan dalam meningkatkan mutu pendidikan. ü Peran KBK dalam upaya mencerdaskan siswa. ü Hubungan IQ dan nilai matematika. ü Pengaruh kondisi sosek orangtua terhadap prestasi siswa. ü Dll betapa mudahnya diganti nama penulisnya 24

KTI harus mampu memberikan laporan kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan profesinya. 25

KTI harus mampu memberikan laporan kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan profesinya. 25

Macam KTI pada Kegiatan Pengembangan Profesi Guru NO 1 2 3. Macam KTI hasil

Macam KTI pada Kegiatan Pengembangan Profesi Guru NO 1 2 3. Macam KTI hasil penelitian, pengkajian, survey dan atau evaluasi KTI yang merupakan tinjauan atau gagasan sendiri dalam bidang pendidikan KTI yang berupa tinjauan gagasan, atau ulasan ilmiah popular yang disebarkan melalui media mas Macam Publikasi Angka Kreditnya Berupa buku yang di edarkan secara nasional. 12, 5 Berupa tulisan (atikel ilmiah) yang dimuat pada majalah ilmiah (jurnal) yang diakui oleh kementrian Diknas. 6, 0 Berupa buku yang tidak diedarkan secara nasional. 6, 0 Berupa makalah yang disimpan di perpustakaan. 4, 0 Berupa buku yang diedarkan secara nasional 8, 0 Berupa tulisan (artikel) ilmiah yang dimuat pada majalah ilmiah yang diakui oleh Depdiknas 4, 0 Berpa buku yang tidak diedarkan secara nasional 7, 0 Berupa makalah 3, 5 Berupa tulisan (artikel ilmiah ) yang dimuat pada media masa. 2, 0 26

No Macam KTI Macam Publikasinya Angka Kredit 4. KTI yang berupa tinjauan gagasan, atau

No Macam KTI Macam Publikasinya Angka Kredit 4. KTI yang berupa tinjauan gagasan, atau ulasan ilmiah yang disampaikan sebagai prasaran dalam pertemuan ilmiah Berupa makalah dari prasaran yang disampaika pada pertemuan ilmiah 2, 5 5. KTI yang berupa buku pelajaran Berupa buku yang bersifat nasional 5 Berupa buku yang bertaraf propinsi 3 6. KTI yang berupa diktat pelajaran Berupa diktat yang digunakan di sekolahnya 1 7. KTI yang berupa terjemaham Berupa karya terjemahan buku pelajaran karya ilmiah yang bermanfaat bagi pendidikan 2, 5 27

Tahap-tahap Penyusunan Karya Tulis Ilmiah 1. Persiapan a. mengumpulkan dan membaca buku untuk memilih

Tahap-tahap Penyusunan Karya Tulis Ilmiah 1. Persiapan a. mengumpulkan dan membaca buku untuk memilih dan menentukan topik b. membaca buku-buku untuk memperluas pengetahuan yang berhubungan dengan topik yang telah terpilih c. mengembangkan kerangka tulisan 28

2. Penulisan Kegiatan pengembangan kerangka tulisan menjadi sebuah karya tulis ilmiah 3. Pemeriksaan (Revisi)

2. Penulisan Kegiatan pengembangan kerangka tulisan menjadi sebuah karya tulis ilmiah 3. Pemeriksaan (Revisi) Pemeriksaan terhadap isi dan penggunaan kata, kalimat, ejaan, dan tanda baca 29

Pertimbangan dalam memilih topik (a) topik harus bermanfaat (b) menarik dan sesuai dengan minat

Pertimbangan dalam memilih topik (a) topik harus bermanfaat (b) menarik dan sesuai dengan minat penulis (c) topik harus dikuasai penulis (d) tersedia sumber-sumber informasi dan bacaan 30

KERANGKA KARYA TULIS ILMIAH BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang 1. 2 Perumusan

KERANGKA KARYA TULIS ILMIAH BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang 1. 2 Perumusan Masalah 1. 3 Tujuan Penulisan 1. 4 Metode Penulisan 1. 5 Manfaat Penulisan 1. 6 Sistematika Penulisan 31

BAB II PEMBAHASAN BAB III PENUTUP 3. 1 Simpulan 3. 2 Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB II PEMBAHASAN BAB III PENUTUP 3. 1 Simpulan 3. 2 Saran DAFTAR PUSTAKA 32

Sebuah karya tulis yang lengkap terdapat : 1. Halaman judul 2. Halaman persetujuan 3.

Sebuah karya tulis yang lengkap terdapat : 1. Halaman judul 2. Halaman persetujuan 3. Halaman motto 4. Halaman persembahan 5. Prakata 6. Daftar isi 33

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pada bagian ini diungkapkan hal-hal yang melatarbelakangi pembuatan makalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pada bagian ini diungkapkan hal-hal yang melatarbelakangi pembuatan makalah atau karya tulis. Bagian ini mengungkapkan landasan pemikiran pemilihan judul atau permasalahan yang akan ditulis. 34

Perumusan Masalah • Bagian ini mengungkapkan masalah yang akan dibahas. • Masalah yang terlalu

Perumusan Masalah • Bagian ini mengungkapkan masalah yang akan dibahas. • Masalah yang terlalu luas harus dibatasi supaya pembahasan lebih terfokus. Tujuan Bagian ini mengungkapkan tujuan yang ingin dicapai melalui karya tulis ilmiah tersebut. 35

Metode Penulisan • Bagian ini menjelaskan berbagai teknik yang digunakan dalam pengumpulan data untuk

Metode Penulisan • Bagian ini menjelaskan berbagai teknik yang digunakan dalam pengumpulan data untuk penyusunan karya tulis tersebut. • Pengumpulan data dapat dilakukan melalui pengamatan, angket, wawancara, dan membaca buku. 36

5. Kegunaan Penulisan Pada bagian ini diuraikan kegunaan penulisan bagi pihak-pihak terkait. 6. Sistematika

5. Kegunaan Penulisan Pada bagian ini diuraikan kegunaan penulisan bagi pihak-pihak terkait. 6. Sistematika Penulisan Bagian ini menguraikan sistematika atau urutan laporan yang akan dibuat. 37

Bab II Pembahasan, Mengemukakan pembahasan masalah bersumber pada data yang diperoleh dibandingkan dengan teori

Bab II Pembahasan, Mengemukakan pembahasan masalah bersumber pada data yang diperoleh dibandingkan dengan teori yang terdapat pada berbagai sumber. Bab III Penutup, memuat simpulan dan saran. 38

PERWAJAHAN TULISAN • • • Tulisan diketik dengan ukuran font 12. Jenis huruf :

PERWAJAHAN TULISAN • • • Tulisan diketik dengan ukuran font 12. Jenis huruf : Times New Roman, Arial, Tahoma, Courier New, atau Book Antiqua Kertas berukuran kuarto atau letter (21, 9 x 28 cm) Pengetikan dilakukan pada satu muka kertas dengan ukuran: margin atas 3 cm, bawah 3 cm, kiri 4 cm, dan kanan 3 cm. Judul bab, prakata, daftar isi, dan daftar pustaka diletakkan di tengah (simetris) dan pada halaman baru. 39

 • Spasi: – Pengetikan antara baris satu dengan baris berikutnya dalam teks 2

• Spasi: – Pengetikan antara baris satu dengan baris berikutnya dalam teks 2 spasi. – Jarak antara anak bab dan baris pertama teks adalah 2 spasi. – Baris terakhir teks dan tajuk anak bab berikutnya 3 spasi. – Paragraf baru menjorok ke dalam 5 ketukan dari margin kiri dan jarak antara paragraf 2 spasi. 40

PENULISAN ANGKA HALAMAN Ø Bagian pendahuluan yang mencakup (a) halaman judul, (b) halaman persetujuan,

PENULISAN ANGKA HALAMAN Ø Bagian pendahuluan yang mencakup (a) halaman judul, (b) halaman persetujuan, (c) halaman motto, (d) halaman persembahan, (e) halaman kata pengantar, (f) halaman daftar isi, dan (g) halaman daftar tabel penulisan angka, menggunakan angka Romawi kecil. Ø Misalnya, i, iii, iv, v, vii, dan seterusnya. 41

Contoh Lembar Pengesahan ii Motto iii 42

Contoh Lembar Pengesahan ii Motto iii 42

 • Penulisan halaman isi, yang mencakup Bab I sampai Daftar Pustaka menggunakan angka

• Penulisan halaman isi, yang mencakup Bab I sampai Daftar Pustaka menggunakan angka Arab, yaitu 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya. • Letak angka halaman ini semuanya di kanan atas, kecuali pada halaman bab. 43

Contoh 2 BAB I 1 44

Contoh 2 BAB I 1 44

DAFTAR PUSTAKA • Daftar Pustaka yaitu daftar yang berisi buku, makalah, artikel, dan bahan

DAFTAR PUSTAKA • Daftar Pustaka yaitu daftar yang berisi buku, makalah, artikel, dan bahan bacaan lainnya yang dikutip atau digunakan sebagai sumber informasi dalam penulisan makalah. • Hal-hal yang diinformasikan dari sebuah buku dalam penulisan daftar pustaka, meliputi: (a) nama pengarang, (b) tahun penerbitan, (c) judul dan subjudul (jika ada), (d) tempat penerbitan, (e) nama penerbit. 45

Contoh Aminuddin. 1987. Pengantar Apresiasi Sastra. Bandung: Sinar Baru. Badudu, J. S. 1981. Membina

Contoh Aminuddin. 1987. Pengantar Apresiasi Sastra. Bandung: Sinar Baru. Badudu, J. S. 1981. Membina Bahasa Indonesia Baru. Seri 1, 2, 3. Bandung: Pustaka Prima. ………. . 1981. Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia. Cetakan ke-9. Bandung: Pustaka Prima. Moeliono, Anton M. , dkk. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud. Wijaya, Marlina dan Euis Honiatri. 1997. Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SLTP. Bandung: Pustaka Setia. 46

DAFTAR PUSTAKA • Ditulis secara alfabetis setelah nama pengarang yang terdiri atas dua kata

DAFTAR PUSTAKA • Ditulis secara alfabetis setelah nama pengarang yang terdiri atas dua kata dibalik susunannya. Misalnya Gorys Keraf menjadi Keraf, Gorys. • Gelar pengarang tidak dicantumkan dalam penulisan. • Tidak diberi nomor urut. 47

 • Sistematika penulisan daftar pustaka – Nama pengarang. Tahun terbit. Judul Buku. Kota

• Sistematika penulisan daftar pustaka – Nama pengarang. Tahun terbit. Judul Buku. Kota Penerbit: Penerbit. • • Nama pengarang dibalik susunannya, kata kedua yang biasanya menyatakan marga atau keluarga diletakkan di depan dipisahkan oleh koma sertta diakhiri dengan titik. Tahun terbit diakhiri dengan titik. 48

Buku yang berjudul Mencari kedamaian ditulis oleh Kissumi Dwiyananingsih pada tahun 1997. Diterbitkan oleh

Buku yang berjudul Mencari kedamaian ditulis oleh Kissumi Dwiyananingsih pada tahun 1997. Diterbitkan oleh penerbit Bina Rena Pariwara di Jakarta. Penulisan daftar pustakanya Dwiyananingsih, Kissumi. 1997. Mencari Kedamaian. Jakarta : Bina Rena Pariwara. 49

– Judul buku ditulis dengan huruf kapital setiap unsurnya, kecuali bila unsur tersebut kata

– Judul buku ditulis dengan huruf kapital setiap unsurnya, kecuali bila unsur tersebut kata depan / kata penghubung. – Judul buku digaris bawahi setiap unsurnya atau dicetak miring dan diakhiri dengan tanda titik. – Kota penerbit ditulis nama kota tempat penerbit berada dan diakhiri tanda titik dua. – Penerbit ditulis namanya saja, tidak perlu disertakan CV atau jenis lainnya dan diakhiri tanda titik. 50

 • Apabila ada nama pengarang yang sama, maka untuk buku yang berikutnya nama

• Apabila ada nama pengarang yang sama, maka untuk buku yang berikutnya nama pengarang diganti dengan garis lurus sepanjang nama pengarang itu. • Apabila ada 3 pengarang dalam satu buku, maka pengarang pertama susunannya dibalik, sedangkan pengarang berikutnya susunannya tetap sesuai nama aslinya. • Pengarang yang terdiri lebih dari 3 orang, maka hanya ditulis nama pengarang pertama saja yang susunannya dibalik ditambah et all. 51

 • Jarak antara daftar pustaka yang satu dengan berikutnya adalah 2 spasi, sedangkan

• Jarak antara daftar pustaka yang satu dengan berikutnya adalah 2 spasi, sedangkan jarak dalam satu daftar pustaka antara satu baris dengan baris berikutnya adalah 1 spasi. • Baris berikutnya dalam satu daftar pustaka ditulis menjorok ke dalam pada spasi ke-9. 52

Akhadiah, Sabarti, Maidar G. Arsjad. dan Sakura H. Ridwan. 1988. Pembinaan Keterampilan Menulis Bahasa

Akhadiah, Sabarti, Maidar G. Arsjad. dan Sakura H. Ridwan. 1988. Pembinaan Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Ibrahim, Abdul Syukur. 1993. Kajian Tindak Tutur. Surabaya: Usaha Nasional. _________. 1992. Kapita Selekta Sosiolinguistik. Surabaya: Usaha Nasional. Tarigan, Henry Guntur. 1990. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa. 53

ARTIKEL • Judul tulisan diletakkan di antara tanda kutip dan diakhiri dengan tanda koma

ARTIKEL • Judul tulisan diletakkan di antara tanda kutip dan diakhiri dengan tanda koma • Judul tulisan diketik dengan jarak 2 ketukan dari tanda titikdi belakang nama penulis 54

Majalah • Nama penulis • Judul artikel di antara tanda kutip • Nama majalah

Majalah • Nama penulis • Judul artikel di antara tanda kutip • Nama majalah digarisbawahi dan diakhiri tanda koma • Nomor majalah • Tanggal dan tahun penerbitan Parera, J. D. “Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah Dilihat Dari Segi Sosiopolitiklinguistik” Analisis Kebudayaan Depdikbud tahun IV-No. 3. 1983/1984. 55

Surat Kabar • Tulisan seperti editorial, pojok, dan berita, nomor halaman yang dicantumkan dalam

Surat Kabar • Tulisan seperti editorial, pojok, dan berita, nomor halaman yang dicantumkan dalam catatan kaki, tidak dicantumkan pada daftar pustaka. • Kompas (Jakarta), 30 Juli 1985 • Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta) 56

Karya yang Tidak Diterbitkan • Unsur-unsurnya: – – – Nama penulis Judul tulisan Untuk

Karya yang Tidak Diterbitkan • Unsur-unsurnya: – – – Nama penulis Judul tulisan Untuk apa tulisan itu ditujukan Lembaga yang menerima tulisan Tahun diajukannya karya • Penulisan – Unsur pertama dan kedua diberi sela 2 ketukan – Unsur kedua dan ketiga diberi jarak 2 ketukan – Unsur-unsur lain diberi jarak 1 ketukan Sakura Hatamarrasjid, “Perbandingan Fonologi Bahasa Bangka dengan Bahasa Indonesia. ” Tesis Sarjana, Fakultas Ilmu Pendidikan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Bandung, 1967. 57

CATATAN KAKI (FOOTNOTE) Fungsi footnote: • untuk menunjukkan sumber informasi bagi pernyataan ilmiah yang

CATATAN KAKI (FOOTNOTE) Fungsi footnote: • untuk menunjukkan sumber informasi bagi pernyataan ilmiah yang terdapat dalam tulisan • Sebagai tempat bagi catatan-catatan kecil yang kalau dsatukan dengan uraian akan mengganggu kelancaran penulisan. • Sebagai keterangan tambahan 58

Catatan kaki dipergunakan sebagai: • Pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum dalam

Catatan kaki dipergunakan sebagai: • Pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum dalam teks atau sebagai petunjuk sumber • Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan • Referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana / halaman berapa, hal yang sama dibahas di tulisan. • Tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain. 59

Penulisan Buku Nama penulis diikuti tanda koma Judul buku digarisbawahi Kota penerbit diikuti titik

Penulisan Buku Nama penulis diikuti tanda koma Judul buku digarisbawahi Kota penerbit diikuti titik dua Nama penerbit diikuti koma Tahun penerbitan, kota penerbit, dan nama penerbit ditulis dalam kurung • Nomor halaman diikuti titik • • • 60

Penulisan Artikel dalam Majalah • • • Nama pengarang Judul artikel di antara tanda

Penulisan Artikel dalam Majalah • • • Nama pengarang Judul artikel di antara tanda kutip Nama majalah digarisbawahi Tanggal penerbitan Nomor halaman 61

Prakata Memuat • Ucapan syukur kepada Tuhan • Alasan dan tujuan penulisan (tujuan subjektif)

Prakata Memuat • Ucapan syukur kepada Tuhan • Alasan dan tujuan penulisan (tujuan subjektif) • Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu • Keterbukaan menerima kritik dan saran Abstrak Bagian ini memuat segala pokok pembahasan sesingkatnya. Biasanya dicantumkan pula pokok bahasan/masalah, tujuan, postulat, hipotesis, sumber data, pengolahan, kesimpulan, dan saran-sarannya. Kadang-kadang ringkasan itu perlu pula diterjemahkan dalam bahasa asing misalnya bahasa Inggris.

Daftar isi • Bagian ini merupakan rangka terinci apa yang telah ditulis. Dalam bagian

Daftar isi • Bagian ini merupakan rangka terinci apa yang telah ditulis. Dalam bagian ini harus dicantumkan judul-judul bab, sub judul bab seterusnya disertai halaman tempat terdapatnya judul-judul bab dan judul subbab tersebut. (umumnya daftar isi diletakkan pada halaman baru sesudah halaman prakata

DAFTAR ISI Halaman PRAKATA……………………. . . . ii DAFTAR ISI……………………. . . . .

DAFTAR ISI Halaman PRAKATA……………………. . . . ii DAFTAR ISI……………………. . . . . iii ABSTRAK. . . ……………… ………. . . . iv DAFTAR TABEL …………………. . . . v DAFTAR GAMBAR ………………. . . . vi BAB I PENDAHULUAN ………………. . . 1 1. 1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah. . . 2 1. 2 Tujuan. . . . 4 1. 3 Manfaat. . . . . …………. …. . 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA …………………. . . . 6 2. 1. . . . ………………. . . 6 2. 2. . . . . ………………. . . 7 dst. BAB III METODE ……………. . . . . 12 3. 1 ………………. . . . . 13 3. 2 ……………………. . . . . 14 dst. BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. . . 25 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN…………. . . . 40 DAFTAR PUSTAKA ………………. . . . . 43 LAMPIRAN ……………………. . . . . 45 iii

Daftar tabel • Bagian ini berisi judul tabel atau catatan /keterangan yang bertalian dengan

Daftar tabel • Bagian ini berisi judul tabel atau catatan /keterangan yang bertalian dengan statistik atau hal-hal lain yang ada hubungannya dengan tabel. Nomor tabel biasanya ditulis dengan mengikuti bab dimana tabel itu berada atau ditulis secara berurutan tanpa melihat di bab mana tabel itu berada. Daftar gambar • Nomor urut gambar biasanya dengan angka berdasarkan nomor bab dimana gambar itu berada kemudian disusul dengan judul gambar dan nomor halaman tempat gambar itu berada.

DAFTAR TABEL halaman TABEL 2. 1. Sarana Pembelajaran yang Tersedia…. . . . 8

DAFTAR TABEL halaman TABEL 2. 1. Sarana Pembelajaran yang Tersedia…. . . . 8 2. 2. Jumlah Pengguna Perpustakkan Sekolah. . 3. 1. Sampel Sekolah ……. . . . 12 3. 2. Kisi-kisi Instrumen Tes. . . ………. . . . 4. 1. Data Hasil Belajar Siswa. . ……………. . . 10 17 19 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2. 1 Pola Wilayah Administrasi Kota Metro. . . 9 2. 2 Peta Mutu Pendidikan Berdasarkan Hasil UN. . . 12 3. 1 Kondisi Jalan Menuju Lokasi Sekolah. . . . . 14 4. 1 Denah Sekolah ………. . . 20 5. 1 Lokasi Pusat Kegiatan Belajar. . . . 27

Daftar lampiran • Nomor urut lampiran biasanya ditulis dengan huruf kapital, kemudian disusl dengan

Daftar lampiran • Nomor urut lampiran biasanya ditulis dengan huruf kapital, kemudian disusl dengan judul catatan /keterangan lampiran tersebut kalau ada. dan nomor halaman tempat lampiran itu terdapat Daftar puftaka • Dalam bagian ini dimuat sumber kepustakaan. baik berupa buku, majalah, koran maupun kertas kerja.

Laporan hasil PTK Sebagai KTI Mengapa PTK diminati? 68

Laporan hasil PTK Sebagai KTI Mengapa PTK diminati? 68

 • PTK adalah penelitian tindakan untuk memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya, sehingga

• PTK adalah penelitian tindakan untuk memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya, sehingga berfokus pada kelas atau pada proses belajarmengajar yang terjadi di kelas. • PTK adalah tindakan yang nyata yang diyakini lebih baik dari yang biasa dilakukan. • Tujuan PTK memecahkan permasalahan nyata dalam kelas, untuk memperbaiki mutu pembelajaran sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. 69

 • Penelitian bidang pembelajaran PBM • Meningkatkan mutu rancangan, sajian dan evaluasi •

• Penelitian bidang pembelajaran PBM • Meningkatkan mutu rancangan, sajian dan evaluasi • Kegiatan pengembangan profesi guru = kegiatan guru dalam peningkatan mutu PBMnya • Melalui PTK 70

Mengapa PTK disarankan sebagai pengembangan profesi? 71

Mengapa PTK disarankan sebagai pengembangan profesi? 71

Karena. . . • Merupakan laporan kegiatan nyata guru di kelas • Sesuai dengan

Karena. . . • Merupakan laporan kegiatan nyata guru di kelas • Sesuai dengan tujuan pengembangan profesi guru 72

KTI JA JP JI JK harus……. . . sli erlu lmiah onsisten 73

KTI JA JP JI JK harus……. . . sli erlu lmiah onsisten 73

A Asli, karya sendiri, bukan jiplakan Ini syarat utama 74

A Asli, karya sendiri, bukan jiplakan Ini syarat utama 74

Yang pernah dijumpai, ü Terlihat KTI tsb karya orang /institusi lain. Mis: (tempelan nama,

Yang pernah dijumpai, ü Terlihat KTI tsb karya orang /institusi lain. Mis: (tempelan nama, bentuk ketikan, lokasi dan subjek yang tidak konsisten, Tanggal pembuatan tidak sesuai , data tidak konsisten, tidak akurat, waktu pembuatan KTI yang tidak masuk akal, tidak melampirkan dokumen kegiatan) ü KTI berupa skripsi, tesis ybs. ü Beberapa KTI dari guru yang sama, sangat jauh berbeda kualitasnya KTI hasil penelitian ü Dalam 1 tahun mengajukan lebih dari 2 ü KTI satu daerah : sama (sangat mirip) satu dengan yang lainnya ü Orang yang sama, KTI sangat mirip : pengantar, isi, daftar pustaka dll sama, yang beda hanyalah tanggal pembuatannya. ü Atau bahkan Sangat Beda ü Fakta di lapangan menunjukkan adanya biro jasa 75

Tidak JUJUR • Pengaruh model pembelajaran melalui seting belajar kooperatif terhadap pemahaman konseptual dan

Tidak JUJUR • Pengaruh model pembelajaran melalui seting belajar kooperatif terhadap pemahaman konseptual dan algoritmik matematik realistik. • Kajian sangat rinci dengan format tesis jumlah halaman 182, dengan 43 kepustakaan • Terdapat indikasi KTI tidak asli • Bukan karya yang bersangkutan, lebih mirip tesis • Diperingatkan disarankan membuat KTI baru, karya sendiri tentang permasalahan nyata di kelasnya 76

P Perlu, memberikan manfaat Ada kegiatan nyata guna Pengembangan profesi guru 77

P Perlu, memberikan manfaat Ada kegiatan nyata guna Pengembangan profesi guru 77

Yang pernah dijumpai, KTI tsb mempermasalahkan… • KTI sangat umum, tidak terkait dengan permasalahan

Yang pernah dijumpai, KTI tsb mempermasalahkan… • KTI sangat umum, tidak terkait dengan permasalahan di sekolah/ di kelasnya, • “kliping ” tidak ada pendapat ybs • sudah jelas jawabannya, tidak manfaat • Tidak ada kegiatan nyata PBM…. • Tidak jelas ALASANnya 78

Tidak Manfaat • Membangun karakter bangsa melalui kegiatan ekstra-kurikuler • Mendiskripsikan upaya membangun karakter

Tidak Manfaat • Membangun karakter bangsa melalui kegiatan ekstra-kurikuler • Mendiskripsikan upaya membangun karakter bangsa • Masalah terlalu luas • Tidak ada kaitan nyata dengan permasalahan PBM di kelasnya • Hanya berupa “kliping” pendapat • Disarankan membuat KTI baru tentang permasalahan nyata di kelasnya 79

Tidak Perlu • Hubungan antara kondisi ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa •

Tidak Perlu • Hubungan antara kondisi ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa • Studi korelasi antara pendapat siswa tentang kondisi ekonomi ortunya dengan nilai prestasi belajar (yang diambil via kusener) • Masalah sangat umum, sudah jelas jawabannya • Tidak ada kaitan nyata dengan permasalahan PBM di kelasnya • Tidak ada tindakan terhadap PBM • Disarankan membuat KTI baru tentang permasalahan nyata di kelasnya 80

I Ilmiah, mengikuti kaidah keilmuan Menggunakan metoda ilmiah Benar ilmiah Tampilan memakai tatacara keilmuan

I Ilmiah, mengikuti kaidah keilmuan Menggunakan metoda ilmiah Benar ilmiah Tampilan memakai tatacara keilmuan 81

TIDAK I lmiah 1. Di luar masalah ilmiah pendidikan/pembelajaran 2. Rumusan tidak jelas 3.

TIDAK I lmiah 1. Di luar masalah ilmiah pendidikan/pembelajaran 2. Rumusan tidak jelas 3. TEORI, FAKTA dan analisisnya kurang jelas / tidak sesuai 4. Metode penelitiannya tidak benar 5. Belum menjawab permasalahan 82

Masalah Hipotesi s Khasana h Teori Fakta Empirik Uji Hipotesis Metode Ilmiah: Kesimpul an

Masalah Hipotesi s Khasana h Teori Fakta Empirik Uji Hipotesis Metode Ilmiah: Kesimpul an deduksi induksi dan penyahihan (verifikasi) 83

K Konsisten, hal yang ditulis sesuai dengan keahlian, tanggung jawab, tempat, waktu dan lingkup

K Konsisten, hal yang ditulis sesuai dengan keahlian, tanggung jawab, tempat, waktu dan lingkup tugas penulisnya 84

Yang pernah dijumpai…. . • KTI dari guru SMA membahas SD… • Dari guru

Yang pernah dijumpai…. . • KTI dari guru SMA membahas SD… • Dari guru di sekolah A di daerah B membahas sekolah X di daerah Y • Membina mata pelajaran A membahas mata belajar Z • Tugasnya X membahas masalah Y (guru membahas kepengawasan, kepariwisataan, dll. . ) 85

Belum dapat dinilai • Pengaruh komunikasi kepala sekolah terhadap peningkatan semangat kerja guru •

Belum dapat dinilai • Pengaruh komunikasi kepala sekolah terhadap peningkatan semangat kerja guru • Studi deskriptif berdasar hasil angket yang diisi oleh guru yang menanggapi kegiatan komunikasi kepala sekolah dan “kinerja”nya • Tidak berkaitan dengan tugas guru dalam pembelajaran • Tidak sesuai latar belakang keahlian tugas pokok penulis • Tidak ada kegiatan nyata yang dilakukan guru tentang permasalahan PBM di kelasnya • Disarankan membuat KTI baru tentang permasalahan nyata di kelasnya • (KTI tersebut relevan bila ditulis oleh kepala sekolah) 86

Rangkuman 87

Rangkuman 87

 • KTI harus APIK • Keaslian (kejujuran) nilai utama • KTI bukan SKRIPSI,

• KTI harus APIK • Keaslian (kejujuran) nilai utama • KTI bukan SKRIPSI, TESIS atau DESERTASI • KTI adalah laporan kegiatan pengembangan profesi guru • Fokuskan pada – adakah kegiatan pengembangan profesi yang dilakukan guru – adakah manfaatnya kegiatan yang dilakukan 88

Mari kita diskusikan Terima kasih atas perhatiannya 89

Mari kita diskusikan Terima kasih atas perhatiannya 89