JARINGAN KOMPUTER TERMINOLOGI PENGALAMATAN IPV 4 DAN IPV



















- Slides: 19
JARINGAN KOMPUTER TERMINOLOGI PENGALAMATAN IPV 4 DAN IPV 6
KELOMPOK 4 : Ni Luh Putu Eva Yuliantini (15101308) Putu Ratna Yulianti (15101072) Ni Luh Putu Widya Adnyani (15101415) Ni Putu Fajar Widya Sari (15101338)
IP versi 4 1 IPv 4 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protocol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. 3 2 Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8 -bit. Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni: 1. 2. Network Identifier/Net. ID atau Network Address (alamat jaringan) Host Identifier/Host. ID atau Host address (alamat host)
Alamat IPv 4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut: 1 Alamat unicast 2 Alamat Multicast 3 Alamat Broadcast 4 Network Broadcast 5 Subnet broadcast 6 All-subnets-directed broadcast 7 Limited broadcast 1. Alamat publik 2. Alamat Privat
Kelas Alamat IP Kelas A Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Kelas C Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Kelas E Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan Kelas B Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Kelas D Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, namun berbeda dengan tiga kelas sebelumnya.
IP versi 6 PENGERTIAN IPv 6 merupakan singkatan dari “Internet Protocol Version 6", yaitu protokol generasi terbaru yang didesain oleh IETF (Internet Engineering Task Force) untuk menggantikan protokol internet yang digunakan saat ini, yaitu IP Versi 4 (IPv 4). ALAMAT IP Alamat-alamat IPv 4 saat ini berbasis 32 -bit (232), yang berarti ada sekitar 4 miliar alamat yang tersedia, sedangkan alamat-alamat IPv 6 berbasis 128 bit (2128), sehingga alamat yang tersedia pun menjadi jauh lebih banyak, yaitu sekitar 340 miliar alamat. v IPv 6 memecahkan beberapa masalah yang ada pada IPv 4, salah satunya keterbatasan jumlah alamat IP. v IPv 6 juga merupakan pengembangan dari IPv 4 dalam beberapa bidang seperti routing dan otokonfigurasi jaringan.
Pengalamatan IPv 6 tidak mengenal istilah pengkelasan, hanya IPv 6 menyediakan 3 jenis pengalamatan yaitu: Unicast, Anycast dan Multicast. 1. Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-topoint, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan. Jenis implementasinya yaitu: • Alamat unicast global • Alamat unicast site-local • Alamat unicast link-local • Alamat unicast yang belum ditentukan (unicast unspecified address) • Alamat unicast loopback • Alamat unicast 6 to 4 • Alamat unicast ISATAP
2. Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many. 3. Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.
Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat berikut: Link-Local merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet. Site-Local merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet. Global Address merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internetberbasis IPv 6.
Struktur pengalamatan IPV 4 dan IPV 6 IPv 4 Pengalamatan IPv 4 menggunakan 32 bit yang setiap bit dipisahkan dengan notasi titik. Ø Notasi pengalamatan IPv 4 adalah sebagai berikut: XXXXXXXX. XXXX Ø Dimana setiap simbol X digantikan dengan kombinasi bit 0 dan 1. misalnya: 10000010. 11001000000. 00000001 (dalam angka biner) Ø Cara penulisan lain agar mudah diinget adalah dengan bentuk 4 desimal yang dipisahkan dengan titik. misal untuk alamat dengan kombinasi biner seperti diatas dapat dituliskan sebagai berikut: 130. 200. 127. 254
IPv 6 Tidak seperti pada IPv 4 yang menggunakan notasi alamat sejumlah 32 bit, IPv 6 menggunakan 128 bit. v Sekarang kita liat notasi alamat IPv 6 adalah sebagai berikut: X: X: X: X v Dalam bentuk biner ditulis sebagai berikut: 1111111000: 001000110100: 1011111001000001: 1011110011011010: 0100000101: 0000000000000000: 00111010000 0 (dua blok diatas sebenarnya nyambung tapi agar tidak memakan tempat maka ditulis kebawah) v Lebih mudah diinget setiap simbol X digantikan dengan kombinasi 4 bilangan heksadesimal dipisahkan dengan simbol titik dua [: ]. untuk contoh diatas dapat ditulis sbb: FE 78: 2344: BE 43: BCDA: 4145: 0: 0: 3 A v Sistem pengalamatan IPv 6 dapat disederhanakan jika terdapat berturut-turut beberapa angka “ 0″. contohnya untuk notasi seperti diatas dapat ditulis: FE 78: 2344: BE 43: BCDA: 4145: 0: 0: 3 A ——> FE 78: 2344: BE 43: BCDA: 4145: : 3 A contoh lagi: 8088: 0: 0: 0: 4508: 4545 ——–>8088: : 4508: 4545
Perbandingan anatara IPv 4 dan IPv 6 � Tabel berikut menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP versi 6.
� Berikut adalah perbedaan antara IPv 4 dan IPv 6 menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo): v Fitur ü IPv 4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia. ü IPv 6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3. 4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv 4 secara permanen. v Routing ü IPv 4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch. ü IPv 6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv 6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar. v Mobilitas ü IPv 4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain. ü IPv 6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.
v Keamanan ü IPv 4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv 4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv 4. ü IPv 6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv 6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv 6. v Ukuran header ü IPv 4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi. ü IPv 6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv 4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi. v Header checksum ü IPv 4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay. ü IPv 6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai
v Fragmentasi ü IPv 4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan. ü IPv 6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung. v Configuration ü IPv 4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual. ü IPv 6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis. v Kualitas Layanan ü IPv 4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan. ü IPv 6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi
KESIMPULAN Berdasarkan materi di atas dapat kita simpulkan bahwa pengertian IPV 4 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protocol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32 -bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4. 294. 967. 296 host di seluruh dunia. Dan IPV 6 adalah singkatan dari “Internet Protocol Version 6", yaitu protokol generasi terbaru yang didesain oleh IETF (The Internet Engineering Task Force; www. ietf. org) untuk menggantikan protokol internet yang digunakan saat ini, yaitu IP Versi 4 (IPv 4). Dan berdasarkan dari pengertian di atas kita dapat simpulkan untuk perbedaan IPV 4 dan IPV 6, IPv 4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4. 294. 967. 296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv 4, namun pada dasarnya IPv 4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia. Dan IPv 6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3. 4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv 4 secara permanen. Jaringan Komputer Terminologi Pengalamatan IPV$ dan IPV 6