Investasi dalam aktiva tetap KEPUTUSAN INVESTASI Keputusan Investasi

  • Slides: 50
Download presentation
Investasi dalam aktiva tetap ( KEPUTUSAN INVESTASI)

Investasi dalam aktiva tetap ( KEPUTUSAN INVESTASI)

Keputusan Investasi 1. Pentingnya keputusan Investasi 2. Aliran kas (Cash Flow) 3. Metode Penilaian

Keputusan Investasi 1. Pentingnya keputusan Investasi 2. Aliran kas (Cash Flow) 3. Metode Penilaian Investasi 4. Hubungan NPV dan IRR 5. Investasi Penggantian 6. Pemilihan Investasi dengan umur berbeda 2

ad. 1. Pentingnya Keputusan Akuntansi Investasi perlu pertimbangan secara cermat dengan alasan: Jumlah dana

ad. 1. Pentingnya Keputusan Akuntansi Investasi perlu pertimbangan secara cermat dengan alasan: Jumlah dana yang relatif besar Jangka waktu keterikatan yang relatif lama yaitu lebih dari satu tahun resiko yang cukup tinggi, kesalahan dalam pengambilan keputusan akan berakibat dalan jangka waktu yang panjang. Penganggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva

Investasi dapat dikelompokkan dalan beberapa kategori a. Investasi pengantian b. Investasi penambahan Kapasitas /

Investasi dapat dikelompokkan dalan beberapa kategori a. Investasi pengantian b. Investasi penambahan Kapasitas / Ekspansi c. Investasi Penambahan jenis produk baru

Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan mengharapkan akan bisa ditutup oleh penerimaan dimasa yang akan

Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan mengharapkan akan bisa ditutup oleh penerimaan dimasa yang akan datang. Penerimaan tersebut berasal dari proyeksi keuntungan yang diperoleh atas investasi yang bersangkutan. 5

Perhatian Laba yang akan digunakan untuk menutup investasi bisa dalam 2 pengertian yaitu: 1.

Perhatian Laba yang akan digunakan untuk menutup investasi bisa dalam 2 pengertian yaitu: 1. Laba Akuntansi : laba yang terdapat dalam laporan R/L 2. Laba Tunai /laba ekonomi : laba yang berupa aliran kas/cash flow => Yang dipakai 6

Contoh : Aliran Cash Flow dengan asumsi: Keterangan Penjualan 1 900, 0 00 2

Contoh : Aliran Cash Flow dengan asumsi: Keterangan Penjualan 1 900, 0 00 2 3 4 5 6 Biaya Tunai : (360, 000, 0 Variabel 40 % 00) Selain (50, 000, 0 Penyust 00) (166, 6 Penyusutan 67) 323, 333, 3 EBIT 33 Penyusutan (80, 833, 3 33) 242, 500, 0 00 166, 6 67 Nilai Residu Modal Kerja 409, 166, 6 Pajak 25 % EAT 7

Ad. 2. Aliran kas (Cash Flow) Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan mengharapkan bisa ditutup

Ad. 2. Aliran kas (Cash Flow) Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan mengharapkan bisa ditutup oleh penerimaan di masa yang akan datang. Penerimaan tersebut berasal dari proyeksi keuntungan yang diperoleh atas investasi yang bersangkutan. Rumus =>cash flow = EAT + Depresiasi Jenis => a. Initial cf b. operasional cf c. Terminal cf 8

a. Initial Cash Flow v Aliran kas yang berhubungan dengan pengeluaran-pengeluaran kas untuk keperluan

a. Initial Cash Flow v Aliran kas yang berhubungan dengan pengeluaran-pengeluaran kas untuk keperluan investasi: v. Contoh : pembelian tanah, mesin dan pengeluaran lain untuk mendapatkan aktiva tetap tersebut v Termasuk dalam initial cash flow adalah kebutuhan dana yang akan digunakan untuk modal kerja yang dikeluarkan pada awal periode 9

b. Operational cash flow v Aliran kas yang akan dipergunakan untuk menutup investasi v

b. Operational cash flow v Aliran kas yang akan dipergunakan untuk menutup investasi v Biasanya diterima setiap tahun selama usia investasi dan berupa aliran kas bersih v Aliran kas bersih dihitung dari laba akuntansi dan kemudian ditambahkan ladi dengan penyusutan dan nilai residu pada akhir investasi (jika ada) yaitu => EAT + Penyusutan 10

Masalah dalam operational Cash Flow Masalah akan muncul jika sumber dana yang digunakan bersal

Masalah dalam operational Cash Flow Masalah akan muncul jika sumber dana yang digunakan bersal dari hutang Akibatnya EAT dan cash flownya juga berbeda antara dibelanjai dengan modal sendiri dan dibelanjai dari hutang. 11

c. Terminal cash flow Aliran kas yang diterima sebagai akibat habisnya umur ekonomis suatu

c. Terminal cash flow Aliran kas yang diterima sebagai akibat habisnya umur ekonomis suatu proyek investasi. a) Jika proyek investasi umur ekonomisnya telah habis biasanya ada penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap yang masih bisa digunakan yang disebut sebagai nilai residu b) Dan dana yang digunakan sebagai modal kerja kesimpulan: yang termasuk dalam terminal cash flow adalah nilai residu dan modal kerja 12

 Catatan: Nilai residu adalah taksiran nilai atau harga jual aktiva bila usia ekonomis

Catatan: Nilai residu adalah taksiran nilai atau harga jual aktiva bila usia ekonomis proyek tersebut habis Modal kerja adalah dana yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan sehari-hari. Modal kerja selalu berputar sehingga pada akhir umur proyek akan diperhitungkan kembali sebagai penerimaan kas. Terminal cash flow akan diterima pada akhir umur ekonomis, sehingga nantinya akan diperhitungkan sebagai cash flow di tahun terakhir umur proyek tersebut 0 1 2 3 4 ---------------------------------------------Initial CF operational Cash Flow OCF OCF + Terminal CF (OCF) 13

Ad. 3. METODE PENILAIAN INVESTASI A. PBP (Payback period) B. NPV (Net Present Value)

Ad. 3. METODE PENILAIAN INVESTASI A. PBP (Payback period) B. NPV (Net Present Value) C. IRR (Internal Rate of Return ) D. PI (Profitability Index) 14

A. Metode Payback Periode (PB) Untuk mengukur lamanya dana investasi yang ditanamkan kembali seperti

A. Metode Payback Periode (PB) Untuk mengukur lamanya dana investasi yang ditanamkan kembali seperti semula atau untuk mengetahui berapa lama semua investasi yang dikeluarkan dapat tertutup kembali. Jadi Pay back Periode adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas yang diterima Syarat kelayakan yaitu dengan membandingkan masa payback period dengan target lamanya kembalian investasi Dalam menghitung payback laba yang digunakan adalah laba tunai /cash flow 15

Cara menghitung payback jika cash flow yang dihasilkan sama tiap tahun => Investasi x

Cara menghitung payback jika cash flow yang dihasilkan sama tiap tahun => Investasi x 1 th Cash flow 1. 2. jika cash flownya tidak sama maka harus dicari tiap tahun Hasil: Jika Payback < target kembalian investasi maka proyek diterima Kelebihan : Metode sederhana Kelemahan : tidak memperhatikan nilai waktu uang dan mengabaikan penerimaan setelah tercapai payback 16

Contoh soal 1. Investasi yang menghasilkan cash flow yang sama setiap tahun Proyek membutuhkan

Contoh soal 1. Investasi yang menghasilkan cash flow yang sama setiap tahun Proyek membutuhkan investasi Rp 500. 000 dan tiap tahunnya menghasilkan cashflow yang sama yaitu sebesar Rp 200 juta maka Pay Back Periode adalah = 500 jt / 200 jt x 1 th = 2, 5 th 17

2. Investasi yang menghasilkan cash flow berbeda tiap tahun Suatu proyek membutuhkan investasi Rp

2. Investasi yang menghasilkan cash flow berbeda tiap tahun Suatu proyek membutuhkan investasi Rp 500. 000, dan menghasilkan cash flow (proceed / aliran kas masuk bersih) sbb : Tahun Proceeds 1 150 jt 2 200 jt 3 250 jt 4. 300 jt Jawab: Investasi cash flow 1 cash flow 2 cash flow 3 500 jt 150 jt 350 jt 200 jt 150 jt 250 jt Pay back periode = 2 tahun + 150/250 x 1 tahun 18 = 2 tahun 6 bulan

b. Metode Net Present Value (NPV) v Metode yang memeperhatikan Konsep time value of

b. Metode Net Present Value (NPV) v Metode yang memeperhatikan Konsep time value of money (nilai waktu uang) v dasar ==>karena investasi yang dikeluarkan pada waktu sekarang dan cash flow yang digunakan untuk menutup investasi tersebut diterima diwaktu yang akan datang 19

langkah : 1. Menghitung PV dari penerimaan atau cash flow dengan tingkat bunga tertentu

langkah : 1. Menghitung PV dari penerimaan atau cash flow dengan tingkat bunga tertentu 2. Jumlah semua PV dari penerimaan-penerimaan tersebut (Total PV Of Cash flow) 3. Bandingkan Total PV cash flow dengan PV dari Investasi 4. Jika PV cash flow > PV of Investasi akan menghasilkan Net PV yang positif 5. sehingga proyek diterima dan sebaliknya (NPV = jumlah PV cash flow – jumlah PV 6. Outlay => NPV positif maka proyek diterima dan bernilai positif jika NPV > 0 20

Contoh jika cash flownya sama setiap tahun Jumlah investasi = 45. 000 Proceeds tahunan

Contoh jika cash flownya sama setiap tahun Jumlah investasi = 45. 000 Proceeds tahunan selama 3 th berturut = 22. 500. 000 Discount rate = 10% Jawab: PV dari proceeds = 2, 487 x Rp. 22. 500 = 55. 958. 000 PV dari outlay ( jumlah Investasi) =45. 000 NPV ± 10. 958. 000 Table PV of annuity of 1 Tahun 10% 1 2 3 ………… 2, 487 Tabel annuity adalah tabel dari hasil penjumlahan proceeds 21

Contoh jika Cash flow yang dihasilkan per tahunnya berbeda Suatu proyek investasinya senilai Rp.

Contoh jika Cash flow yang dihasilkan per tahunnya berbeda Suatu proyek investasinya senilai Rp. 600. 000 dan menghasilkan cash flow selama 4 tahun masing-masing tahun 1. Rp. 150 juta, tahun 2 Rp. 200 juta tahun 3 Rp. 250 juta tahun 4 Rp. 300 juta. Bila diinginkan keuntungan sebesar 15% berapa NPV ? . Jawab: Perhitungan NPV, r =15% Th cash flow DF, 15% PV 1 150. 000 0, 870 130. 500. 000 2 200. 000 0, 756 151. 200. 000 3 250. 000 0, 658 164. 500. 000 4 300. 000 0, 572 171. 600. 000 PV of proceeds 617. 800. 000 PV of outlays 600. 000 22

Soal Latihan . Hitunglah NPV atas dasar discount rate 10% Investasi = 120. 000

Soal Latihan . Hitunglah NPV atas dasar discount rate 10% Investasi = 120. 000 cash flow th 1=60. 000, th 2= 50. 000 th 3=40. 000 th 4= 30. 000 th 5= 20. 000 th 6= 10. 000 Jawab: Th DF 10% Proceeds PV dari proceeds 1 0, 909 60. 000 54. 540 2 0, 826 50. 000 41. 300 3 0, 751 40. 000 30. 040 4 0, 683 30. 000 20. 490 5 0, 621 20. 000 12. 420 6 0, 564 10. 000 5. 640 PV dari proceeds 164. 430 PV dari outlays 120. 000 NPV + 44. 430 Dengan usul investasi 120. 000 dan rate of return yang kita inginkan 10%, menghasilkan PV Proceeds yang lebih besar dari PV outlay ( jmh investasinya) sehingga menghasilkan NPV (+) proyek diterima. 23

Cara lain : NPV = At . k = discount rate (1+K)t At =

Cara lain : NPV = At . k = discount rate (1+K)t At = cash flow pada periode t n = Periode yang terakhir dimana cash flow di harapkan atau = At. (1+ i)n NPV = -120. 000 + 60. 000 + 50. 000 + 40. 000 + 30. 000 + 20. 000 + 10. 000 (1. 10 )1 (1. 10)2 (1. 10)3 (1. 10)4 (1. 10)5 (1. 10)6 = -120. 000 + 60. 000 + 50. 000 + 40. 000 + 30. 000 + 20. 000 + 10. 000 0, 909 0, 826 0, 751 0, 683 0, 621 0, 564 = - 120. 000 + 54. 540 + 41. 300 + 30. 040 + 20. 490 + 12. 420 + 5. 640 = -120. 000 + 164. 430 = Rp 44. 430

Masalah- masalah dalam penyelesaian soal Investasi A. Harga perolehan Aktiva a. Jika aktiva diketahui

Masalah- masalah dalam penyelesaian soal Investasi A. Harga perolehan Aktiva a. Jika aktiva diketahui sudah berupa nilai aktiva bersih berarti langsung diperhitungkan sebagai penetapan jumlah investasi b. Jika aktivanya masih ada pengeluaran lainnya maka pengeluaran tersebut sebagai penambah nilai investasi dari aktiva tsb sebab aktiva dinilai berdasarkan harga perolehan yaitu harga beli aktiva tersebut ditambah biaya -biaya lain yang berhubungan dengan pembelian aktiva misal biaya transpot, bongkar pasang dll

B. Penyusutan a. Metode penyusutan yang sering digunakan yaitu dengan metode garis lurus b.

B. Penyusutan a. Metode penyusutan yang sering digunakan yaitu dengan metode garis lurus b. Tujuan diadakan penyusutan sebenarnya adalah 1. untuk mendistribusikan atau mengalokasikan biaya pembelian aktiva yang bersangkutan agar pembelian aktiva tersebut disebarkan ke periode yang menikmati manfaat tersebut 2. Agar pengeluaran untuk pembelian aktiva tersebut tidak hanya dibebankan pada periode pembelian aktiva tsb dimana pada periode tersebut perusahaan belum menikmati manfaat aktiva yang dibeli

Penyusutan diperoleh dari Penyusutan = Harga Perolehan Aktiva – Nilai Residu n

Penyusutan diperoleh dari Penyusutan = Harga Perolehan Aktiva – Nilai Residu n

Jika Investasinya digunakan untuk 1. Modal Kerja 2. digunakan untuk pembelian aktiva maka yang

Jika Investasinya digunakan untuk 1. Modal Kerja 2. digunakan untuk pembelian aktiva maka yang diperhitungkan untuk biaya penyusutan yaitu hanya investasi yang digunakan untuk pembelian aktiva yang sifatnya jangka panjang jadi yang investasi untuk pembiayaan modal kerja tidak digunakan untuk perhitungan penyusutan karena Investasi periode waktunya jangka panjang sedangkan modal kerja jangka pendek

C. Cash Flow Dihitung dari 1. EAT + Penyusutan + Nilai Residu + Modal

C. Cash Flow Dihitung dari 1. EAT + Penyusutan + Nilai Residu + Modal kerja (jika ada) 2. Jika terdapat pembebanan bunga dan pajak maka Cash flow = EAT + penyusutan + bunga (1 –pajak) Perhatian: 1. 2. 3. 4. 5. Perhatikan antara EBIT, EBT dan EAT Perhatikan jumlah hasil penjualan sebagai sumber kas masuk /proceeds Perhatikan rincian biayanya apakah seluruhnya biaya tetap/ biaya variabel atau dengan % tase tertentu Perhatikan bahwa jumlah modal kerja tidak untuk menghitung penyusutan tapi ikut diperhitungkan dalam menghitung jmh investasi yang dikeluarkan. Perhatikan apakah penerimaannya berupa EBIT Atau EBT atau e. AT

Jika Investasinya berasal dari sebagian/ seluruh modal dari luar 1. Perhatikan masing-masing komposisi modal

Jika Investasinya berasal dari sebagian/ seluruh modal dari luar 1. Perhatikan masing-masing komposisi modal yang digunakan untuk investasi 2. Bunga atau biaya modal yang akan diberikan kepada pihak luar 3. Pajak yang akan dibebankan 4. Hutang yang membutuhkan penyesuaian pajak (hutang bank, hutang obligasi) dan yang tidak perlu disesuaikan pajaknya (Hutang saham) 5. Biaya modal rata-ratanya dari pinjaman (akan digunakan untuk menghitung tabel, jika menggunakan tabel) 6. Untuk menghitung biaya modal rata-ratanya, perhatikan soal apakah pajak sudah disesuikan atau belum (COC atau COC after taxs), jika sudah kita tidak perlu menyesuaikan pajaknya (untuk jenis hutang Obligasi dan hutang bank) dan kalau belum maka kita sesuiakan dulu)

 c. IRR (Internal Rate of Return) Konsep tingkat diskonto yang menyebabkan nilai bersih

c. IRR (Internal Rate of Return) Konsep tingkat diskonto yang menyebabkan nilai bersih saat ini atau NPV sama dengan nol atau Discount rate yang dapat menyamakan tingkat bunga untuk cash flow dengan tingkat bunga untuk investasi Langkah: diperlukan data NPV yang mempunyai 2 kutub yaitu kutub + dan kutub – 31

Rumus IRR = DR 1 + NPV 1 x ( DR 2 - DR

Rumus IRR = DR 1 + NPV 1 x ( DR 2 - DR 1) Total PV 1 – Total PV 2

Soal Latihan 33

Soal Latihan 33

Contoh 1 Suatu proyek investasinya senilai Rp. 600. 000 dan menghasilkan cash flow selama

Contoh 1 Suatu proyek investasinya senilai Rp. 600. 000 dan menghasilkan cash flow selama 4 tahun masing-masing tahun 1. Rp. 150 juta, tahun 2 Rp. 200 juta tahun 3 Rp. 250 juta tahun 4 Rp. 300 juta. Bila diinginkan keuntungan sebesar 15% berapa NPV ? . Jawab: Perhitungan NPV, r =15% Th cash flow DF, 15% PV 1 150. 000 0, 870 130. 500. 000 2 200. 000 0, 756 151. 200. 000 3 250. 000 0, 658 164. 500. 000 4 300. 000 0, 572 171. 600. 000 PV of proceeds 1 617. 800. 000 PV of outlays 600. 000 NPV 1 17. 800. 000 34

 Dari contoh soal diatas selanjutnya dicari NPV yang negative (-) dengan menaikkan tingkat

Dari contoh soal diatas selanjutnya dicari NPV yang negative (-) dengan menaikkan tingkat DR, misalnya bunga dinaikkan menjadi 20 % maka NPV sbb: Perhitungan NPV, r =20% Th cash flow DF, 20% 1 2 3 4 PV 150. 000 0, 833 124. 950. 000 200. 000 0, 694 138. 800. 000 250. 000 0, 579 144. 750. 000 300. 000 0, 482 144. 600. 000 PV of proceeds 553. 100. 000 PV of outlays 600. 000 NPV (46. 900. 000) 35

ada 2 cara untuk mencari IRR: 1. Cari denga rumus IRR = 15 %

ada 2 cara untuk mencari IRR: 1. Cari denga rumus IRR = 15 % + 17, 8 jt x (20%-15% ) 617. 800. 000 -553. 100. 000 = 15 % + 0, 2751 x 5 % = 15 % + (0, 01375 x 100) =15 % + 1, 375 % = 16, 375 % 36

2. Dengan membuat interpolasi Selisih DR Selisih PV of proceeds 20% 553. 100. 000

2. Dengan membuat interpolasi Selisih DR Selisih PV of proceeds 20% 553. 100. 000 15% 617. 800. 000 Selisih 5 % 64. 700. 000 IRR = 15 % + 17, 8 jt x 5 % = 16, 373 64. 700. 000

ad. 4 Profitabilitas (PI) 1. 2. 3. adalah metode yang menghitung perbandingan PV dari

ad. 4 Profitabilitas (PI) 1. 2. 3. adalah metode yang menghitung perbandingan PV dari cash flow dengan PV dari Investasi PV>1 maka investasi layak untuk dijalankan Sering digunakan untuk menghitung beberapa proyek dari beberapa alternative proyek PV of cash flow PI = ----------- PV dari Investasi Dari contoh diatas dengan bunga yang 15 % maka PI = 617. 800. 000 = 1, 2 600. 000 38

Manajemen Keuangan Contoh Kasus 39

Manajemen Keuangan Contoh Kasus 39

Contoh Kasus. 1 PT. Andika merencanakan sebuah proyek investasi yang diperkirakan menghabiskan dana sebesar

Contoh Kasus. 1 PT. Andika merencanakan sebuah proyek investasi yang diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp. 750. 00, -. Dana tersebut Rp. 100. 000 merupakan modal kerja dan sisanya modal tetap dengan nilai residu diperkirakan sebesar Rp. 150. 000, - dan mempunyai umur ekonomuis 5 tahun. Proyeksi penjualan selama usia ekonomis diperkirakan sebagai berikut: – Tahun 1 Rp. 400. 000, – Tahun 2 Rp. 450. 000, – Tahun 3 Rp. 500. 000, – Tahun 4 Rp. 550. 000, – Tahun 5 Rp. 600. 000, Struktur biaya pada proyek ini adalah biaya variabel 40% dan biaya tetap tunai selain penyusutan sebesar Rp. 20. 000, - pertahun. Pajak yang diperhitungkan 30% dan return yang diharapkan 18%. 40

Tabel 8. 3 Perhitungan laba setelah pajak dan cashflow (dalam rupiah) KETERANGAN Tahun 1

Tabel 8. 3 Perhitungan laba setelah pajak dan cashflow (dalam rupiah) KETERANGAN Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 PENJUALAN 400. 000 450. 000 500. 000 550. 000 600. 000 Biaya variabel Biaya tetap non penyusutan Biaya tetap penyusutan 160. 000 20. 000 100. 000 180. 000 20. 000 100. 000 220. 000 100. 000 240. 000 20. 000 100. 000 BIAYA TOTAL 280. 000 300. 000 320. 000 340. 000 360. 000 Laba sebelum pajak Pajak 30% 120. 000 36. 000 150. 000 45. 000 180. 000 54. 000 210. 000 63. 000 240. 000 72. 000 Laba setelah pajak (EAT) Penyusutan Nilai residu Modal kerja 84. 000 100. 000 - 105. 000 100. 000 - 126. 000 100. 000 - 147. 000 100. 000 - 168. 000 100. 000 150. 000 100. 000 Cashflow 184. 000 205. 000 226. 000 247. 000 518. 000 41

Payback period (PBP) Investasi Cashflow tahun 1 750. 000, 184. 000, 566. 000, 205.

Payback period (PBP) Investasi Cashflow tahun 1 750. 000, 184. 000, 566. 000, 205. 000, 361. 000, 226. 000, 135. 000, 247. 000, - Cashflow tahun 2 Cashflow tahun 3 Cashflow tahun 4 PBP = 3 tahun + 135. 000 247. 000 x 1 tahun = 3, 55 tahun Apabila target kembalian investasi =4 tahun, payback periodnya = 3, 55 tahun maka investasi ini layak sebab payback periodnya lebih kecil dibanding dengan target kembalian investasi. 42

Net present value Tabel 8. 4 Perhitungan Net Present Value r = 18% TAHUN

Net present value Tabel 8. 4 Perhitungan Net Present Value r = 18% TAHUN 1 2 3 4 5 CASHFLOW 184. 000, 205. 000, 226. 000, 247. 000, 518. 000, - DISCOUNT FACTOR R=18% 0, 847 0, 718 0, 609 0, 516 0, 437 Total Present Value of Cashflow Present Value of Investment NET PRESENT VALUE OF CASHFLOW 115. 848. 000, 147. 190. 000, 137. 634. 000, 127. 452. 000, 226. 366. 000, 794. 490. 000, 750. 000, 44. 490. 000, - Dengan menggunakan tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 18%, ternyata diperoleh NPV sebesar Rp. 44. 490. 000, -. Artinya dengan NPV positif Rp. 44. 490. 000, - maka proyek investasi ini layak untuk dilaksanakan. 43

Internal rate of return Tabel 8. 5 Perhitungan Net Present Value r = 18%

Internal rate of return Tabel 8. 5 Perhitungan Net Present Value r = 18% TAHUN 1 2 3 4 5 CASHFLOW 184. 000, 205. 000, 226. 000, 247. 000, 518. 000, - DISCOUNT FACTOR R=24% 0, 806 0, 650 0, 524 0, 423 0, 341 Total Present Value of Cashflow Present Value of Investment NET PRESENT VALUE OF CASHFLOW 148. 304. 000, 133. 250. 000, 118. 424. 000, 104. 481. 000, 176. 638. 000, 681. 097. 000, 750. 000, -69. 903. 000, - 44

Internal rate of return lanjutan. . . Dengan demikian: DR 1 = 18% TPV

Internal rate of return lanjutan. . . Dengan demikian: DR 1 = 18% TPV 1= Rp. 794. 490. 000, DR 2 = 24% TPV 2= Rp. 681. 097. 000, 44. 490. 000 NPV 1 = Rp. 44. 490. 000, - (24%-18%) 794. 490. 000 – 681. 097. 000 IRR = 18%+ x = 18 % + 2, 3 =20, 3% Dari contoh di atas, maka bila kita cari PI nya dengan discount rate sebesar 18% adalah: 794. 490. 000 PI = = 1, 06% 750. 000 45

Contoh Kasus. 2 Perusahaan Diana sedang mempertimbangkan sebuah proyek investasi yang membutuhkan dana berupa

Contoh Kasus. 2 Perusahaan Diana sedang mempertimbangkan sebuah proyek investasi yang membutuhkan dana berupa modal kerja Rp. 50. 000, - dan modal tetap Rp. 350. 000, -. Investasi ini mempunyai umur ekonomis 4 tahun dengan nilai residu Rp 70. 000 dan pendapatan yang diperoleh sebelum bunga dan pajak (EBIT) dalam setahun sebesar Rp. 75. 000, -. Pajak yang diperhitungkan sebesar 30% dan return yang diharapkan sebesar 16%. Apakah investasi ini layak? Dari contoh tersebut bisa dianalisis sebagai berikut: 46

. Total investasi = 50. 000 + 350. 000 = Rp. 400. 000, Penyusutan

. Total investasi = 50. 000 + 350. 000 = Rp. 400. 000, Penyusutan pertahun = (350. 000 -70. 000) 4 tahun = Rp. 70. 000, Menghitung cashflow per tahun EBIT 75. 000, Pajak 30% 22. 500. 000, EAT 52. 500. 000, Penyusutan 70. 000, Cashflow 122. 500. 000, 47

PB = 400. 000 x 1 tahun 122. 500. 000 = 3, 3 tahun

PB = 400. 000 x 1 tahun 122. 500. 000 = 3, 3 tahun Proyek ini layak sebab sebelum 4 tahun semua dana untuk investasi sudah dapat dikembalikan. 48

Metode Net Present Value Karena cashflow tiap tahun sama sebesar Rp. 122. 500. 000,

Metode Net Present Value Karena cashflow tiap tahun sama sebesar Rp. 122. 500. 000, -. Kecuali tahun ke empat ada tambahan nilai residu dan modal kerja, maka bisa dihitung dengan PV anuitet dengan r = 16% PV dari cashflow tahun 1 -4 PV dari Modal kerja &nilai residu Total PV of Cashflow Investasi Net Present Value = Rp. 122. 500. 000 x 2, 798 = Rp. 342. 755. 000, = Rp. 120. 000 x 0, 552 = Rp. 66. 240. 000, Rp. 408. 995. 000, Rp. 400. 000, Rp. 8. 995. 000, - Dengan demikian menurut metode NPV proyek ini layak, sebab NPV nya positif sebesar Rp. 8. 995. 000, - 49

Metode internal rate of return NPV pada discount rate 16% ditemukan positif Rp. 8.

Metode internal rate of return NPV pada discount rate 16% ditemukan positif Rp. 8. 995. 000, - dan perlu dicari NPV yang negative dengan menaikkan discount rate misalnya 20% PV dari cashflow tahun 1 -4 PV dari modal kerja & nilai residu Total PV of Cashflow Investasi Net Present Value = Rp. 122. 500. 000 x 2, 589 = Rp. 317. 152. 000, = Rp. 120. 000 x 0, 482 = Rp. 57. 480. 000, Rp. 374. 992. 000, Rp. 400. 000, (Rp. 25. 007. 500, -) Dengan r = 20% didapatkan NPV negative Rp. 25. 007. 500, -, dengan demikian IRR dapat bisa dihitung sebagai berikut: IRR=16% + 8. 995. 000 (408. 995. 000+374. 992. 000) x (20%-16%) = 17, 06% Dari perhitungan tersebut, karena IRR lebih besar sebanding dengan return yang duharapkan, maka proyek ini layak. 50