Industrial RelationLabour Relation Workplace Relation Triarko Nurlambang Universitas

  • Slides: 16
Download presentation
(Industrial Relation/Labour Relation/ Workplace Relation) Triarko Nurlambang Universitas Indonesia triarko@yahoo. com

(Industrial Relation/Labour Relation/ Workplace Relation) Triarko Nurlambang Universitas Indonesia [email protected] com

Situasi Ketenagakerjaan Nasional Perluasan lap kerja • Pengangguran & setengah pengang • pek ek

Situasi Ketenagakerjaan Nasional Perluasan lap kerja • Pengangguran & setengah pengang • pek ek informal * kemiskinan infra struktur iklim investasi Dikutip dari Tianggur Sinaga, 2005 Hub. Industrial

Situasi Ketenagakerjaan Nasional PEREKONOMIAN ERA GLOBALISASI • Pertumbuhan Ek. Relatif rendah • Daya saing

Situasi Ketenagakerjaan Nasional PEREKONOMIAN ERA GLOBALISASI • Pertumbuhan Ek. Relatif rendah • Daya saing rendah STANDAR K K INTERNASIONAL • Tkt pengangguran dan ½ pengangguran tinggi • Lapangan kerja terbatas • Proporsi pekerja Ek. Informal relatif tinggi KONDISI HUBUNGAN INDUSTRIAL DECENT WORK KEBIJAKAN KETENAGAKERJAAN KEBIJAKAN PENGUPAHAN 1. 2. 3. 4. Dikutip dari Tianggur Sinaga, 2005 KONDISI KETENAGAKERJAN Peningkatan Produktivitas Kerja Peningkatan Kesejahteraan Penciptaan Lapangan Kerja Produktif Peningkatan daya saing usaha • Posisi tawar pekerja dalam hubungan kerja rendah • Kualitas syarat-syarat kerja & perlindungan relatif rendah • Perubahan hubungan kerja

STATISTIK KETENAGAKERJAAN INDONESIA (2004) PENGANGGUR 10, 85 Juta ANGKATAN KERJA 105, 80 Juta SUKARELA

STATISTIK KETENAGAKERJAAN INDONESIA (2004) PENGANGGUR 10, 85 Juta ANGKATAN KERJA 105, 80 Juta SUKARELA 15, 32 juta BEKERJA 94, 95 Juta SETENGAH PENGANGGUR 29, 64 Juta TERPAKSA 14. 32 juta EK. FORMAL 28, 65 Juta Dikutip dari Tianggur Sinaga, 2005 EK. INFORMAL 66, 30 Juta

Hubungan Industrial • Hubungan antara manajemen perusahaan dan pekerja dalam satu organisasi • Perusahaan

Hubungan Industrial • Hubungan antara manajemen perusahaan dan pekerja dalam satu organisasi • Perusahaan yang dimaksud bisa juga merupakan organisasi non-profit (skala kecil ataupun besar) • Hubungan bisa pada tingkat individual (person to person relationship), tidak hanya kelompok yang diwakili oleh satu bentuk serikat buruh/pekerja

Model Dunlop (Model Klasik) Lingkugan 3 aktor • Pasar dan keterbatasan dana • Serikat

Model Dunlop (Model Klasik) Lingkugan 3 aktor • Pasar dan keterbatasan dana • Serikat pekerja • Kekuatan teknologi di masyarakat • Pemerintah • Distribusi kekuatan di masyarakat • Manajemen (terkait dengan ideologi atau tujuan yang sama) Hasil/outcomes Peraturan kerja

The Tripartite Gum Model (Pengembangan Model Dunlop) Lingkugan • Ekonomi • Politik • Hukum

The Tripartite Gum Model (Pengembangan Model Dunlop) Lingkugan • Ekonomi • Politik • Hukum • Sosial • Ekologi • Pasar Tenaga Kerja • Teknologi • Berbagi nilai (Shared Values) Partisipan Hasil/outcomes • Serikat pekerja • Hubungan damai • Manajemen • Pertumbuhan investasi • Pemerintah Mekanisme • Kerja tim • Collective Bargaining (tawar-menawar kolektif) • Dispute settlement (wadah sengketa) Proses • Tripartisme • Konsultasi • Kualitas kehidupan kerja • Tingkat kompetisi • Produktifitas • Saling percaya • Keadilan sosial

Skema Hubungan Tripartite Pemerintah Perlindungan tindakan legal Aktifitas Serikat Pekerja Aktifitas Manajemen Kesempatan kerja

Skema Hubungan Tripartite Pemerintah Perlindungan tindakan legal Aktifitas Serikat Pekerja Aktifitas Manajemen Kesempatan kerja Manajemen Serikat Pekerja Kinerja kerja yang efektif Kontrak Manajemen – Serikat Pekerja

Hubungan Pekerja dan Perusahaan/Pemilik dinilai baik jika: • • Sistem Kompensasinya adil Kondisi kerja

Hubungan Pekerja dan Perusahaan/Pemilik dinilai baik jika: • • Sistem Kompensasinya adil Kondisi kerja sehat dan aman Ada peluang untuk memanfaatkan kapabilitas seorang Ada peluang untuk mengembangkan diri, mengembangkan karir, dan keamanan kerja (job security) • Ada integrasi sosial dan identitas dalam organisasi • Ada kesesuaian antara peran kerja dan kehidupan pekerja lainnya • Ada keterlibatan dalam pengambilan keputusan bagi lingkungan/kehidupan kerjanya

Tahapan Pengembangan Hubungan yang Baik Tah ap 1 Karateristik Penolakan dan Blokade Tah ap

Tahapan Pengembangan Hubungan yang Baik Tah ap 1 Karateristik Penolakan dan Blokade Tah ap 2 Tipe Hubungan Antagonistik: Karateristik Kompetisi dan Konfrontasi Tah ap 3 Tipe Hubungan Adversarial Karateristik Pasif dan reaktif Tah ap 4 Tipe Hubungan Mutually tolerant: Karateristik Mudah diterima dan kerja tim Tah ap 5 Tipe Hubungan Kooperatif Karateristik Proaktif dan inovatif Tipe Hubungan Kreatif:

Saling percaya dan pengertian Pertemanan dan Persaudaraan yang kuat (tim kerja yang Bersikap positif

Saling percaya dan pengertian Pertemanan dan Persaudaraan yang kuat (tim kerja yang Bersikap positif dan senantiasa siap menghadapi setiap perubahan Dapat berdiskusi secara terbuka Jika perusahaan untung maka seluruh pekerja akan dapat bonus yang adil, dan manfaat lain yang berguna Seluruh pekerja bersemangat dan committed untuk mencari metode terbaik bagi perbaikan / peningkatan kinerja

Struktur dalam Memelihara Hubungan Industrial yang Baik • Peraturan Perundangan Ketenagakerjaan: UU no. 13

Struktur dalam Memelihara Hubungan Industrial yang Baik • Peraturan Perundangan Ketenagakerjaan: UU no. 13 tahun 2003 (Ketenagakerjaan), UU no. 21 tahun 2000 (Serikat Pekerja), UU no. 40 tahun 2004 (Sistem Jaminan Sosial Nasional) PER -24/MEN/VI/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dst • Pemerintah, Serikat Pekerja dan Perusahaan/Pemilik: Bentuk/pola kerjasama dan konsultasi; Tripartite body: Menakertrans – SPSI – APINDO • Nilai-nilai Nasional: Konsensus dan harmoni Pancasila

Bagaimana Mengatasi Hambatan Menuju Hubungan yang Baik? Komitmen Manajemen Kepemimpinan Serikat • Harus menjadi

Bagaimana Mengatasi Hambatan Menuju Hubungan yang Baik? Komitmen Manajemen Kepemimpinan Serikat • Harus menjadi prioritas tertinggi • Tugas utamanya menjaga dan membangun manajemen puncak/pimpinan (keteladanan sikap dan perilaku) tingkat kepercayaan serta kesepahaman • Komitmen (pernyataan formal) harus direalisasi (jangan “lip service”/ “Omdo-Omong Doank”) • Ikut menjaga kenyamanan kondisi kerja (kompensasi yang adil, kesehatan/keselamatan kerja, manfaat lainnya) • Good Corporate Governance harus dipahami dan dijalankan bersama • Ikut membina sikap dan perilaku positif pekerja Pentingnya Supervisi • Merupakan ‘garis depan’ kontak manajemen dengan setiap pekerja. • Bertanggung jawab dalam menjalankan kebijakan dan peraturan perusahaan • Perusahaan harus terus berupaya meningkatkan kapasitas supervisi, terutama dalam perannya sebagai perantara (middle-man)

Memimpin dan mensupervisi adalah ……. . … …jangan kunci potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerja/

Memimpin dan mensupervisi adalah ……. . … …jangan kunci potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerja/ prestasinya

Bagaimana Upaya Mencapai Hubungan yang Baik? Komisi Pengembangan Manajemen: Melibatkan Serikat Pekerja sebagai konsultan

Bagaimana Upaya Mencapai Hubungan yang Baik? Komisi Pengembangan Manajemen: Melibatkan Serikat Pekerja sebagai konsultan Komisi Pengendalian Kualitas: Memberdayakan partisipasi seluruh pekerja Komunikasi internal newsletter, milis email, dll sebagai skema alternatif pengembangan dan terobosan Komisi Penanganan Keluhan: Menyusun prosedur standar (termasuk pertemuan manajemen dan Serikat) Komisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Komisi Rekreasi

Tantangan Membangun Hubungan Industrial yang Baik Permasalan baru karena restrukturisasi dan privatisasi: Perubahan Teknologi:

Tantangan Membangun Hubungan Industrial yang Baik Permasalan baru karena restrukturisasi dan privatisasi: Perubahan Teknologi: Perlu terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Perubahan Profil Pekerja: Perubahan umur, peningkatan edukasi, semakin banyak pekerja wanita, dll Kompetisi yang Meningkat: Produktifitas perlu ditingkatkan sejalan dengan peningkatan upah/gaji Perlindungan Baru: Menghubungkan Hak Asasi Manusia dan Perdagangan Internasional