HUKUM ISLAM SEBUAH KONTEMPLASI KONTEKSTUAL AlIslam III STIE
HUKUM ISLAM SEBUAH KONTEMPLASI KONTEKSTUAL Al-Islam III STIE MUHAMMADIYAHfudh Slamet Mahfudh
PENDAHULUAN � Islam adalah agama terakhir dan telah dijamin kesempurnaan. � Kesempurnaannya disini mengacu pada aturan – aturan yang terkandung didalamnya, yakni yang telah mengatur kehidupan manusia dari seluruh aspeknya yang berpusat padat tauhid mutlak. � Bidang mu’amalah diajarkan secara global yang penerapannya diperlukan pemikiran – pemikiran sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan kehidupan masyarakat, dengan tetap berpedoman pada nilai – nilai transendental.
SUMBER AJARAN ISLAM • Sumber – sumber ajaran Islam adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. • Akal diperlukan untuk mendalami ajaran – ajaran al-Qur’an dan Sunnah, dan dalam beberapa hal untuk mengembangkan pemahaman dalam rangka melaksanakan kandungan ajarannya menuju tercapainya kemaslahatan hidup manusia di dunia dan akhirat.
PENGERTIAN HUKUM Hukum Islam “ ISLAM adalah seluruh ajaran Islam • “ yang mengatur tatacara hidup. • Dalam ilmu ushul fiqih hukum adalah “ titah Allajh yang berhubungan dengan perbuatan orang – orang mukallaf, yang berupa tuntunan untuk melakukan sesuatu, yang berarti perintah wajib dikerjakan, atau tuntutan untuk meninggalkan sesuatu, berarti larangan dan haram dikerjakan, atau ketetapan hukum itu berupa mubah ( fakultatif ), yang berarti boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan, maupun ketetapan hukum yang menjadikan dua hal berkaitan dan salah satu menjadi sebab atau syarat atau rintangan terhadap yang lain.
KATAGORI HUKUM ISLAM • Hukum Islam ada yang diperoleh melalui ketentuan nash Al-qur’an atau Sunnah, dan ada pula yang diperoleh ketentuannya melalui jalan ijtihad, dan ketentuan hukum yang diperoleh dengan ijtihad ada yang diperoleh dengan jalan qiyas, istishlah, istish hab atau pengukuhan terhadap adat istiadat ( urf ). • Nash al-Qur’an dan sunnah dalam menunjuk pada ketentuan hukum ada yangbersifat Tafsili ( terinci ) dan ada yang bersifat “mujmali” garis besar. , dan ada yang bersifat qot’I dan dzonni. hukum – hukum yang tidak disebutkan dalam nash al-qur’an dan hadits maka ditetapkan melalui jalan ijtihad dengan memalui jalan : 1. Qiyas 2. Istishlah 3. Istish hab 4. ‘Urf ( pengukuhan adat istiadat )
w. Nash – nash al-Qura’an dalam menunjukkan ketetapan hukum ada yang bersifat tafshili dan Mujmal serta ada yang bersifat qonth’I dan zhonni (yag memungkinkan dipahamkan lebih dari satu macam ). w. Penunjukan hukum yang bersifat tafshili bernilai qoth’I, sedang nash – nash yang bersifat mujmal ( hanya berupa kaidah – kaidah pokok ) memungkinkan penggunaan akal untuk melakukan rinciannya dan manjadi ruang gerak bagi ijtihad. w. Demikian pula ketentuan – ketentuan yang dibutuhkan kepastian hukumnya sedang nash al-Qur’an maupun hadits tidak ditemukan maka ijtihad harus dilakukan untuk mengambil instimbat hukum dengan memperhatikan ruh ( jiwa ) dan maqoshid ( tujuan )
RUH DAN TUJUAN SYARIAH dimaksud ruh syari’ah adalah menempatkan manusia sebagai makhluk ciptaan yang dalam menjalani hidup di dunia melakasanakan pengabdian kepa Allah SWT. w Yang w Tujuan syari’ah adalah mendidik pribadi agar menjadi menusia yang bermanfaat bagi masy. Arakatnya, menegakkan keadilan dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan.
w. Antara hukum dengan rialitas kemaslahatan hidup manusia sering tersjadi pertentangan atau dipertentangkan. Menhadapi persoalan tersebut diperlukan kecermatan dalam melihat segala persoalan tersebut, sehingga dapat dibedakan mana kemashlahatan yang bersifat hakiki dan mana mashlahat yang bersifat zhonni ( persangkaan ) demikian pula adakalanya kemashlahatan yeng bersifat semu atau verbal ( wahmiyyah ). w. Mashlahat yang terkandung dalam nash – nash al-Qur’an adalah mashlahat haiqiqiyah sedang mashlahat yang adiluar itu bersifat zhonni atau bahkan wahmiyyah. Dengan demikian hukum – hukum yang di nashkan di dalam al-Qur’an atau sunnah tidak dapat ditinggalkan dengan alasan adanya mashlahah yang terlihat diluar nash, yang dirasa bertentangan dengan maslahat yang terkandung di dalam nash.
HUKUM ISLAM Hukum Islam disyari’atkan Allah dengan tujuan utama untuk mewujudkan dan merealisasikan serta melindungi kemaslahatan umat manusia.
Berdasarkan hasil penelitian ulama, kemaslahatan manusia dapat diklasifikasikan menjadi tiga aspek, dharuriyat (primer), hajiyat (sekunder) dan tahsiniyat (pelengkap)
Untuk menjaga kemaslahatan-kemaslahatan tersebut, Islam menetapkan sejumlah aturan, baik berupa perintah atau larangan, disertai ancaman hukuman duniawi (di samping tentunya hukuman ukhrawi) manakala dilanggar. Perangkat aturan ini disebut dengan Hukum Pidana Islam (Fiqh Jinayat/at Tasyri’ al Jina’i).
ASPEK DHARURIYAT Islam memberikan perhatian lebih besar terhadap aspek dharuriyat yang terdiri dari : agama, jiwa, akal, keturunan/kehormatan dan harta.
1. A G A M A Allah menurunkan agama tauhid ini untuk mengangkat derajat dan martabat manusia ke tempat yang sangat tinggi dan mulia. Di akhirat kita dimasukkan ke dalam Surga dan di dunia kita akan diberikan kekuasaan. Dan Allah menurunkan agama tauhid ini untuk membebaskan manusia dari kerendahan dan kehinaan yang di akibatkan oleh perbuatan syirik.
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan mengukuhkan bagi mereka agama yang telah diridhai. Nya untuk mereka, dan Dia benar akan menukar(keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah. Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. ” (An-Nur: 55).
Syirik Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan Syirik adalah sarang khurofat/cerita bohong dan kebatilan Syirik adalah kedholiman yang paling besar Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka Syirik memecah belah umat
2. JIWA Unsur penting dalam Hukum Pidana Islam adalah perbuatan melanggar aturan (hukum). Dalam Hukum Pidana Positif lazim disebut delik atau tindak pidana yang dikenal dalam kitab-kitab fiqh sebagai jarimah atau jinayah dan ancaman hukumannya lazim disebut uqubah.
HUKUMAN / UQUBAH a. Qishas dan Diyat b. Hudud c. Ta’zir d. Kifarat
a. QISHAS dan DIYAT Secara etimologis, qishas adalah “al musawah wa at ta’addul”, artinya persamaan dan keseimbangan. Dengan demikian qishas adalah hukuman yang sama dan seimbang dengan kejahatan yang diperbuat pelaku tindak pidana.
Al Baqarah : 2 : 178
"Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, Maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. . (QS. Al Maidah : 5 : 45)
Sedangkan diyat adalah sejumlah harta tertentu yang harus diberikan oleh pelaku kejahatan terhadap jiwa atau tubuh kepada pihak korban (atau keluarganya) sebagai hukuman. Secara umum qishas dan diyat adalah jenis hukuman yang diancamkan kepada tindak pidana yang berupa kejahatan terhadap jiwa dan tubuh
Diyat diancamkan terhadap pembunuhan semi sengaja (syibh al ‘amd) dan karena alpa (al khatha’) serta pelukaan tak disengaja. Demikian juga terhadap pembunuhan disengaja tetapi keluarga korban tidak menuntut qishas.
“… maka barang siapa mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat …” (Baqarah : 2 : 178) (An Nisa: 4: 92)
92. Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja)[334], dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat[335] yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah[336]. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya[337], maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
3. A K A L Di antara perbuatan merusak akal adalah dengan mengkonsumsi minuman keras atau sebangsanya yang mengandung bahan-bahan adiktif dan dapat membuat ketergantungan/ kecanduan.
nyabu
Hadd Syurb Yang dimaksud syurb ialah tindak pidana berupa meminum khamar (minuman memabukkan). Ancaman hukuman terhadap jarimah ini tidak ditegaskan dalam Qur’an. Dalam al Qur’an hanya terdapat larangan meminum khamar yang menunjukkan keharamannya, sebagaimana secara gradual dijelaskan dalam firman Allah : *Al Baqarah 2 : 219, An Nisa 4 : 43, Al Maidah : 5 : 90, An Nahl : 16 : 67
43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub[301], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.
1. 90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuataan itu agar kamu mendapat keberuntungan
Hukuman : Mengenai hukuman yang diancamkan untuk tindak pidana ini dijelaskan dalam sebuah hadis : “Nabi pernah menjatuhkan hukuman dera kepada (orang yang meminum) khamar dengan pelepah kurma dan sandal. Abubakar (pun) pernah menjatuhkan hukuman dera empat puluh kali dera”. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Anas bin Malik) Imam Syafi’i berpendapat untuk peminum khamar hukumannya empat puluh kali dera, dan ini pun bukan merupakan hukuman jenis hadd, melainkan termasuk klasifikasi ta’zir.
Menurut Ali bin Abi Thalib yang disetujui oleh sahabat besar Rasul juga Khalifah Umar bin Khattab, bahwa peminum didera delapan puluh kali dera, karena jika ia minum, ia menjadi mabuk, bila sudah mabuk ia berbicara ngawur dan profokatif (memfitnah), sedangkan hukuman bagi yang memfitnah (menuduh sekenanya tanpa saksi/qadzaf) adalah delapan puluh kali dera.
AL HADIS Suatu ketika nanti, ummatku mengkonsumsi khamr ( sehingga mabuk/ teler), dan mereka memberi nama khamer dengan nama yang lain. (Al Hadis) Nama lain bagi khamer : arak obat (AO), anggur, wisky, minuman beralkohol lain. NARKOBA, seperti di bawah ini :
NARKOTIKA - ZAT YG BERASAL DARI TANAMAN - BAIK SINTETIS MAUPUN SEMI SINTETIS - DPT MENYEBABKAN / PERUBAHAN KESADARAN - HILANGNYA RASA NYERI - MENIMBULKAN HILANGNYA RASA KESADARAN PSIKOTROPIKA - ZAT OBAT - BAIK ALAMIAH ATAU SINTETIS (NON NARKOTIKA) - BERSIFAT PSIKOAKTIF - PENGARUHI PD SUSUNAN SYARAF - SEBABKAN PERUBAHAN PD AKTIFITAS MENTAL BAHAN ADIKTIF / BERBAHAYA LAINNYA - ZAT / BAHAN KIMIA YG BERBAHAYA - BENTUK TUNGGAL MAUPUN CAMPURAN - DPT MEMBAHAYAKAN KESEHATAN & LINGK HIDUP - MEMPUNYAI SIFAT TERATOGANIK, METAGONIK, KORASIF dan HALUSINASI
NARKOTIKA JENIS HEROIN DIKENAL DG NAMA PUTAU / PTW HEROIN * * * GANJA DIKENAL DGN NAMA MARIYUANA, GELEK, CIMENG, BUDHA STICK, MARIJANE • • GANJA HASHISH PUNYA BENTUK YG BERMACAM 2, BAHAN ADA JUGA YG BUBUK EFEK KARAKTERISTIK * * MRPKN NARKOBA YG SANGAT CEPAT TIMBULKAN KETERGANTUNGAN. MRPKN SERBUK PUTIH DG RASA PAHIT. DLM PASARAN WARNANYA, BISA PUTIH, COKLAT / DADU. CARA PENGGUNAAN DPT DISUNTIKAN, DIHIRUP DAN DIMAKAN. * PALING SERING MENIMBULKAN KEMATIAN AKIBAT OVER DOSIS. * MENIMBULKAN RASA NGANTUK, LESU, PENAMPILAN DUNGU JALAN MENGAMBANG * GEJALA PUTUS ZAT : RASA TDK NYAMAN PD PERUT, KRAM OTOT, NYERI TULANG, GEJALA SEPERTI FLU. MENIMBULKAN KETERGANTUNGAN PSIKIS, TERUTAMA BAGI MEREKA YG TELAH RUTIN MENGGUNAKAN. BENTUK : DAUN KERING, CAIRAN YG LENGKAT, MINYAK • MEMPUNAYI EFEK 10 X LEBIH BESAR DARI MARIHUANA DIAMBIL DARI DAUN 2 DAN PUCUK 2 BUNGA DARI TANAMAN CANNABIS SATIVA, CANNABIS INDICA. • MENURUNKAN KETERAMPILAN MOTORIK, BINGUNG, KEHILANGAN KONSENTRASI, PENURUNAN MOTIVASI. KOMPLIKASI KESEHATAN PD DAERAH PERNAFASAN, SISTEM PEREDARAN DARAH DAN KANKER. * MENGANDUNG ZAT REZIN AKTIF YANG TERKANDUNG DALAM TANAMAN CANNABIS, DIMANA ZAT TERSEBUT MENIMBULKAN EFEK PSYCOLOGIS.
JENIS OBAT PENENANG (OBAT TIDUR, PIL KOPLO, BK VALIUM, ‘SEMU‘ LEXOTAN, DLL). ECSTASY (DIKENAL DGN NAMA INEX, XTC, HUGE DRUG, YUPIE DRUG, ESSENCE, CLARITY, BUTTERFLY, BLACK HEART) KARAKTERISTIK * * BENTUK BERUPA TABLET. DIGUNAKAN DENGAN CARA DITELAN SCR LANGSUNG * BICARA JADI PELO, MEMPERLAMBAT RESPON FISIK, MENTAL DAN EMOSI PENGKATAN RASA PERCAYA DIRI. * DLM DOSIS TINGGI AKAN TIMBULKAN PERASAAN CEMAS, SENSITIF, MARAH. * PENGGUNAAN CAMPURAN DGN ALKOHOL AKAN MENGHASILKAN KEMATIAN. * GEJALA PUTUS ZAT BERSIFAT LAMA DAN SERIUS. • BENTUKNYA BERUPA TABLET WARNA – WARNI. CARA PENGGUNAAN DITELAN SCR LANGSUNG • PENINGKATAN DETAK JANTUNG & TEKANAN DARAH, RASA • ECSTASY METHAMPHETAMINE (SHABU ATAU UBAS) SHABU EFEK * * BENTUK BERUPA SERBUK KRISTAL, CAIRAN. CARA PENGGUNAAN DIHISAP DGN BANTUAN ALAT (BONG) “SENANG“ YG BERLEBIHAN, HILANGNYA PERCAYA DIRI • STLH EFEK DIATAS, BIASANYA AKAN TERJADI PERASAAN LELAH, CEMAS & DEPRESI YG DPT BERLANGSUNG BBRP HARI. • KEMATIAN DILAPORKAN TERJADI, BAIK KRN DEHIDRASI ATAUPUN TERLALU BANYAK CAIRAN TUBUH YG KELUAR. * * * TIMBULKAN PERASAAN MELAYANG YG BERANGSUR 2 MEMBANGKITKAN KEGELISAHAN LUAR BIASA. BERAT BADAN MENYUSUT, HALUSINASI (TDK SEJALAN ANTARA PIKIRAN DGN KHAYALAN ), CURIGA BERLEBIHAN, SENSITIF, DEPRESI. AKTIVITAS TUBUH DIPERCEPAT BERLEBIHAN. PENGGUNAAN SHABU YG LAMA AKAN MERUSAK TUBUH, BAHKAN KEMATIAN KRN OVER DOSIS
Biji Heroin
Pil Ekstasi
Ganja
Heroin Putih
Heroin
Heroin Powder
Kokain
Shabu
KAITAN HUKUM DENGAN REALITAS SOSIAL • Tidak dapat diingkari akan adanya kaitan hukum – hukum nash dengan realitas sosial, pada saat nash diturunkan atau dinyatakan, baik itu al-Qur’an maupun as-Sunnah. • Ada beberapa ketentuan dalam nash – nash hukum yang dipertanyakan illat hukumnya berkaitan dengan realitas sosial di tempat dan saat nash – nash hukum diturunkan, dan illat hukumnya kemudian hari dijadikan dasar dalam menentukan apakah kendungan nash – nash hukum itu berlaku lokal dan temporal atau berlaku universal. Misal tentang aurat wanita, zhihar.
BEBERAPA METODE IJTIHAD : METODE IJTIHAD 1. Qiyas 2. Istishlah 3. Istish hab 4. ‘Urf ( pengukuhan adat istiadat )
1. QIYAS Qiyas ( analog ), menyamakan hukum sesuatu yang tidak disebutkan didalam nash dengan suatu yang hukumnya secara tegas telah disebutkan didalam nash karena adanya persamaan illat atau kausanya. Misal, Zakat perikanan darat di qiyaskandengan zakat tanaman, dengan adanya persamaan illat menanam benih atau bibit. Sehinggan nishobnya senilai nishob tanaman ( 7, 5 Kw ). Dan zakatnyapun sekadar zakat tanaman ( 5% ), ijtihad ini disebut” ijtihad qiyasi “
2. ISTISHLAHI Ijtihad istishlahi, hal –hal yang tidak disebutkan dalam nash dan tidak memiliki persamaan dengan nash, tetapi merupakan hal yang sangat diperlukan ( dihajatkan ) bagi kehidupan masyarakat. Misal; Undang-undang mewajibkan pencatatan peristiwa nikah, mperoleh guna memperoleh jaminan hukum mengenai hak-hak suami dan istri dalam perkawinan. 2.
3. ISTIHSANI � 3. Ijtihad istihsani, jika sesuatu hal ditentukan hukumnya didalam nash, teteapi karena sesuatu kasus, yaitu bila ketetuan hukum tersebut dipertahankan akan berakibat bertentangan dengan ketentuan lain yang lebih umum, maka ketentuan khusus itu dapat ditinggalkan, guna memenuhi ketentuan yang lebih umum. � Misal : pembebasan tanah milik perorangtuan untuk kepentingan umum dengan tetap memegang prinsip keadilan dengan mberikan ganti untung pada pemilik tanah tersebut.
4. ISTSH HAB �Ijtihad istish-hab adalah jika sesuatu hal yang tidak disebutkan sama sekali didalam nash, tidak pula merupakan tuntutan kepentingan masyarakat luas. Ijtijhad istishhabi adalah memberlakukan hukum yang ada karena tidak terlihat ada kepada ketentuan hukum lain, kaidah fiqih menyebutkan bahwa pada dasarnya hukum asal segala bentuk muamalah hukumnya mubah.
5. Ijtihad saad adz-dzari’. ( menutup pintu terjatu dalam larangan ), hal-hal yang mubah hukumnya dapat menjadi haram untuk menutup pintu terjatuh dalam larangan. � Misal; Q. S. al-Maidah 5, memperbolehkan lelaki , muslim mnikahi perempuan ahli kitab, tetapi jika perkawinan tersebut mengakibatkan lemahnya keagamaannya maka dengan jalan Ijtihd saad adz-dzaro’i, perkawinan tersebut dapat dilarang dan hukumnya haram. �
IJTIHAD MUTLAQ DIPERLUKAN • • • Nash – nash Al-qur’an dan sunnah terbatas hanya hingga Rasulullah wafat, Masyarakat yang hidup sepeninggal beliau deliau berkembang secara dinamis sesuai kebtuhan manusia. Persoalan kehidupan yang dihadapi maskin meluas dan makin kompleks yang tidak mungkin perkembangan persoalan tersebut terpecahkan dengan dua sumber pokok tersebut, maka disinalah letak penting dan mutlaknya ijtihad. Ijtihada dapat dilakukan secara kelompok ( jam’I ) dan dapat pula dilakukan secara perorangan ( fardli ). Namun mencari jalan pemecahan dengan jalan ijtihad jam’I lebih memantapkan hasil yang dicapai Umat islam seluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya dituntut untuk senantiasa melakukan jihad intelektual dalam mengahadpi berbagai persoalan yang tengah dan akan berlangsung, sebab kalau tidak demikian umat islam akan tertinggal dan ditinggal oleh peradaban. Namun yang perlu dicatat bahwa jihad intelektual harus tetap mengacu pada nilai – nilai terdalam ( ruh ) Al-Qur’an dan sunnah. Karena kalau tidak, bukannya kemaslahatan yang akan dicapai tetapi kesasatan yang diraih.
DIMENSI MORAL DALAM HUKUM ISLAM
Dimensi Moral dalam Hukum Islam � Akhlak atau moral adalah sebuah terminologi kehidupan yang berbicara tentang nilai baik dan buruk. Nilai baik dan buruk dapat menyangkut sikap terhadap Allah dan Rasulnya, diri pribadi, keluarga, masyarakat dan dapat pula kepada alam. � Manusia sebagai makhluk Allah harus mau dan mampu mengaplikasikan nilai – nilai yang telah digariskan oleh Allah dan Rasulnya, kapan dimanapun berada.
Akidah dan Akhlak mendasari Hukum Islam
Akidah dan Akhlak mendasari Hukum Islam � Da lam menjalani hidup didunia manusia sebagai kh alifah dan hamba Allah wajib menghormati dan mentaati pedoman – pedoman yang telah diberikan oleh Allah dan Rasulnya sebagai perwujudan moralitas luhur manusia kepada Allah dan Rasulnya. � Dan yang perlu kita fahami bersama bahwa ” Tauhid ” tidak saja terbatas pada keyakinan yang mengatur hubungan manusia dengan penciptanya, melainkan mencakup hubungan horizontal dengan seluruh umat manusia dan seluruh makhluk Allah, dan hubungan ini semuanya harus sesuai dengan kehendak dan maunya Allah SWT.
Akidah dan Akhlak mendasari Hukum Islam � Kehendak Allah ini, memberikan visi kepada manusia Tauhid untuk membentuk suatu masyarakat yang mengejar nilai - nilai utama dan mengusahakan tegaknya keadilan sosial. Yang pada gilirannya visi ini memberikan dorongan dan inspirasi pada manusia tauhid untuk mengubah dunia dan sekelilingnya sesuai dengan kehendak Allah, dengan misi menegakkan kebenaran dan keadilan, merealisasikan nilai-nilai keutamaan, dan memberantas kerusakan dimuka bumi.
HUKUM YANG TERPISAH DARI AKHLAK � Dalam perkembangan sejarah hukum Islam tercatat adanya pemikiran yang bersifat formalistik. Jiwa hukum dikesampingkan dan bahkan tidak diperhatikan, sehingga tidak jarang menimbulkan helah ( dalil ) hukum yang dimaksudkan agar dapat melaksanakan hukum yang sebenarnya tidak diterima. � Helah hukum bertujuan melarikan diri dari ketentuan hukum yang sudah jelas. Dan perbuatan sebut tergolong perbuatan yang tercela.
HUKUM ISLAM DAN MORALITAS � Ketentuan hukum Islam sarat dengan pembinaan moral yang luhur, baik individual maupun moralitas kolektif ( kelompok, masyarakat ) � Dalam hukum pidana Islam, mis; 1. Ketentuan hukum bagi orang yang melakukan zina, diancam dengan pidana cambuk 100 kali. Didepan orang banyak ( umum ). (Q. S. 24: 2 ) 2. Memakan riba dilarang karena merupakan perbuatan dzalim. 3. Pedagang dilarang mengurangi timbangan.
Beberapa Pesan Moral Al-Qur’an 1. Agar orang tidak mengutamakan hukum jahiliyah daripada hukum Allah, karena hukum Allah adalah yang terbaik sesuai dengan fitrah manusia diantara hukum yang ada. ü Q. S. 5 : 50
Q. S. 5 : 50 50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yakin ?
Beberapa Pesan Moral Al-Qur’an 2. Memutuskan perkara hendaknya mengikuti ketentuan wahyu, tidak mengikuti hawa nafsu kebanyakan orang
Q. S. 5 : 48
Lanjutan…. � 48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, [421]. Maksudnya: Al Quran adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya. [422]. Maksudnya: umat Nabi Muhammad s. a. w. dan umat-umat yang sebelumnya
Beberapa Pesan Moral Al-Qur’an 3. Setiap Muslim akan mengatakan mendengar dan taat ( sami’na wa atho’na ), manakala diajak kembali berhukum kepada Allah dan Rasulnya.
Q. S. 24 : 51 51. Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka[1045] ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung
Beberapa Pesan Moral Al-Qur’an 4. Setiap Muslim akan menyelasaikan perkara diantara mereka dengan hukum Allah dan Rasulnya; terhadap hukum Allah dan Rasulnya mereka bersikap menerima dengan rela dan penuh penyerahan
Q. S. 4 : 65 65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
Beberapa Pesan Moral Al-Qur’an 5. Setiap mukmin baik laki – laki maupun perempuan tidak patut menentukan pilihan lain, jika ketentuan Allah dan Rasulnya telah ditetapkan.
Q. S. 33 : 36 36. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
Beberapa Pesan Moral Al-Qur’an 6. Menetapkan hukum atas dasaar keinginan kebanyakan manusia akan memalingkan perhatian dari hukum Allah
Q. S. 5 : 49 49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.
Beberapa Pesan Moral Al-Qur’an 7. Hukum Allah , hukun Rasul dan ketetapan ulul amri ( yang tidak berlawanan dengan hukum Allah dan Rasulnya ), wajib ditaati ;
Q. S. 4 : 59 59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
KESIMPULAN 1. 2. Islam adalah agama yang sempurna dan integral , dan diharapkan berujung pada realisasi kehidupan yang rahmatan lil’alamin. Bidang moralil tas menduduki tempat yang cukup tinggi dalam ajaran islam. Dalam arti luas, seluruh aspek ajaran islam dapat dinilai sebagai ajaran akhlak. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rasullah bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak yangmulia.
Lanjutan… 3. 4. Hukum Allah dan Rasulnya adalah hukum terbaik diantara hukum – hukum yang ada di dunia, karena sesuai dengan fitrah manusia. Umatmanusia akan sejahterta dan bahagia jika dapat menerima kehadiran hukum Allah dan rasulnya dengan penuh rasa ikhlas.
Lanjutan… 5. ü ü Nilai moral dalam aturan – aturan Allah dan Rasul-Nya tercermn dalam: beberapa ketentuan hukum Islam mendidik manusia bermoral luhur seprti dalam ketentuan hukum utang – piutang. Beberapa ketentuan hukum Islam mempertahankan tegaknya moral yang luhur dan mencegah dekadensi moral, baik secara individu maupun kolektif, seperti ketentuan hukum pidana zina.
Lanjutan… c. Ketaatan orang mukmin kepada ketentuan – ketentuan hukum Islam dengan memperhatika n jiwanya, tidak sekedar formalitas. kecenderungan – kecenderungan untuk menyalahi ketentuan – ketentuan hukum islam jika diikuti akan mengakibatkan kesengsaraan bagi hidup manusia itu sendiri.
Tugas Mahasiswa �Asuransi Jiwa Dalam Pandangan Islam, �Masturbasi Dalam pandangan Islam �Aborsi dalam pandangan Islam �Kawin silang �poligami dalam pandangan Islam �Kedudukan Harta dalam Islam �Pemerataan pendapatan dalam konsep Islam.
dialog �Firdaus. Ulil amri dapat pemerintah maupun pimpi organisasi. cakan �Kholil F. diundang hajatan didalamnya ada dimaulid. �Orang tua harus tetap kontrol
- Slides: 91