Hipotesis adalah pernyataan spesifik yang bersifat prediksi dari
• Hipotesis adalah pernyataan spesifik yang bersifat prediksi dari hubungan antara dua atau lebih variabel • Mendeskripsikan secara kongkrit apa yang ingin dicapai/diharapkan terjadi dalam penelitian.
• Merupakan: jawaban sementara atas pertanyaan dalam rumusan masalah. • Disusun sesuai denga teori, bukti, dan fakta. • Harus dapat diuji (testable). • Meyangkut variabel yang diteliti.
Apakah semua penelitian ilmiah perlu membuat hipotesa ? • Ya, jika berkenaan dengan verifikasi suatu teori atau masalah • Tidak, jika penelitian masih bersifat eksploratif dan deskriptif
• Memberikan batasan serta memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian • Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan kaitan antarfakta, yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti • Alat yang sederhana untuk memfokuskan fakta yang bercerai-berai kedalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh • Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antarfakta
Jenis Hipotesis • Hipotesis Deskriptif • Hipotesis Statistik: – Hipotesis Alternatif – Hipotesis Null (Null Hypotheses) – Hipotesis Berarah (One-Tailed Hypotheses) – Hipotesis Tidak Berarah (Two-Tailed Hypotheses)
• Jawaban sementara yang disusun dalam bentuk kalimat biasa. • Harus didujung oleh argumentasi yang kuat berdasarkan teori, konsep, hukum, dan lain-lain yang relevan. • Tidak berdasarkan trial and error. Contoh: Diduga petis kepala udang dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan itik Mojosari jantan.
• Hipotesis yang diformulasikan secara stattistik dan menggunakan simbol-simbol tertentu. • Simbol yang digunakan antara lain: H 0 dan H 1 (alternatif) Hipotesa Nul (Null Hypothesis) • Hipotesa yang mendeskripsikan keluaran selain dari hipotesa alternatif • Biasanya mendeskripsikan tidak ada hubungan/pengaruh antara variabel yang diuji • Dinyatakan dengan H 0
• Hipotesa Alternatif (Alternative Hypothesis) – Hipotesa yang mendukung prediksi – Diterima jika hasil penelitian mendukung hipotesa – Dinyatakan dengan H 1
Contoh H 0 dan H 1: H 0 : Petis kepala udang dalam pakan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan itik Mojosari jantan. H 1 : petis kepala udang dalam pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan itik Mojosari jantan.
Atau: Contoh H 0 dan H 1: H 0 : Petis kepala udang dalam pakan menurunkan pertumbuhan itik Mojosari Jantan. H 1 : Petis kepala udang dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan itik Mojosari jantan.
Hipotesis Berarah (One-Tailed Hypotheses): • Secara spesifik mendeskripsikan hipotesis yang berarah (direction) • Hipotesa Nul tidak ada perbedaan antar variabel dan diprediksikan kearah berlawanan Contoh: H 0 : Petis kepala udang dalam pakan tidak dapat meningkatkan pertumbuhan itik Mojosari jantan. H 1 : Petis kepala udang dalam pakan meningkatkan pertumbuhan itik Mojosari jantan.
Hipotesis Tdk Berarah (Two-Tailed Hypotheses): • Prediksi yang tidak berarah • Hipotesa Nul adalah tidak ada perbedaan/pengaruh/hubungan antar variabel Contoh: H 0 : Petis kepala udang dalam pakan tidak berpengaruh pada pertumbuhan itik Mojosari jantan. H 1 : Petis kepala udang dalam pakan berpengaruh pada pertumbuhan itik Mojosari jantan.
Buatlah Tugas Proposal II yang berisi : • II. Tinjauan Pustaka • Hipotesis Ketentuan: § Sesuaikan dengan Judul, Latar belakang, Perumusan Masalah dan Tujuan penelitian dari Tugas Proposal I (Minggu lalu) § Kertas, penulisan, dan lain-lain (lihat SILABUS) § Dikerjakan secara kelompok (sesuai Tugas Proposal I). § Dikumpulkan minggu depan.
- Slides: 14