Hidrocarbon Singgih Surya Dharma XA33 Peta Konsep Hidrocarbon
Hidrocarbon Singgih Surya Dharma XA/33
Peta Konsep Hidrocarbon Senyawa hidrocarbon Sifat Carbon Alkana Rantai terbuka Rantai tertutup Alkena Alkuna Penamaan senyawa
Senyawa hidrocarbon terdiri atas unsur Hidrogen dan Carbon Berikut merupakan sifat Carbon : a. memiliki elektron valensi 4 b. Mampu membentuk berbagai macam senyawa contohnya : CO 2 c. Posisi atom Carbon pada posisi HIDROCARBON
Posisi Carbon pada senyawa hidrocarbon ada 4 macam : • Primer = atom C hanya mengikat 1 atom C lainnya • Sekunder = atom C hanya mengikat 2 atom C lainnya • Tersier = atom C yang mengikat 3 atom C lainnya • Kuartener = atom C yang mengikat 4 atom C lainnya
Contoh nya : Rantai rangkaian hidrocarbon secara garis besar dibagi menjadi 2 berdasarkan bentuknya yakni : • Tertutup • Terbuka/Lurus
Rangkaian tertutup : 1. alisiklik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar / tertutup (cincin). 2. aromatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin) yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selang-seling
Pada bentuk terbuka terbagi atas : 1. Alkana = hidrokarbon jenuh = mengandung ikatan tunggal contoh : 2. Alkena = hidrokarbon tidak jenuh = mengandung ikatan rangkap 2 contoh : 3. Alkuna = hidrokarbon tidak jenuh = mengandung ikatan rangkap 3 contoh :
Harus di INGAT Kita mulai dengan penamaan senyawa alkana : Akhiran dari senyawa alkana harus diakhiri dengan nama –ana Contoh : nama senyawa disamping? Jawab : Metana = c hanya 1 dan merupakan Alkana dikarnakan hanya memiliki ikatan Tunggal (alkana)
Alkena : penamaan senyawa alkena harus diakhiri dengan nama –ena Contoh : nama senyawa di samping? Jawab : Etena : memiliki 2 atom C dan memiliki ikatan rangkap 2 (alkena)
Alkuna : Akhiran dari senyawa alkana harus diakhiri dengan –una Contoh : nama senyawa di samping? Jawab : Butuna : memiliki 4 atom C dan memiliki ikatan rangkap 3 (alkuna)
Tata nama senyawa bercabang Terdiri atas : Rantai induk dan Rantai cabang 1. Rantai induk : rantai terpanjang dalam suatu senyawa 2. Rantai cabang : rantai yang menempel pada rantai induk
Penamaan rantai cabang : adanya gugus alkil pada senyawa hidrocarbon yakni pelepasan atom H untuk mencapai Kestabilan (oktet) Ini merupakan pencabangan Nama berubah berdasarkan muatan C Contoh CH 4 menjadi CH 3 Namanya akan menjadi Metil Ditambah akhiran –il
Rumus senyawa alkana : Cn. H 2 n+2 Rumus senyawa alkena : Cn. H 2 n Rumus senyawa alkuna : Cn. H 2 n-2
soal : Tentukan : 1. Nama senyawa alkana 2. Nama senyawa hidrocarbon 3. Jumlah C primer , sekunder , tersier , kuartener. Jawab : 1. Cn. H 2 n+2 = C 8 H 18 2. digunakan penomoran = 2, 4 -dimetil heksana 3. tentukan C yang sesuai dengan ikatan atom C yang lain
Penjelasan nomor 2 Penomoran dilakukan agar mengetahui letak rantai cabang Penomoran rantai induk dimulai dari rantai cabang yang terdekat (lihat dinomor 2) Jika penomoran dimulai dari kiri , maka rantai cabang terdekat berada pada nomor 3(nomor 4 pada gambar) Setelah penomoran mari dilihat rantai cabangnya Ada pada nomor 2 dan 4 , dengan rantai cabang yang identik sama maka : 2, 4 -dimetil heksana
Dislide sebelumnya merupakan penentuan nama senyawa alkana Ini penentuan nama senyawa alkena Contoh Tentukan : 1. Nama senyawa alkena 2. Nama senyawa hidrocarbon n
Penjelasan : Pada senyawa alkena dan alkuna , penomoran akan diprioritaskan kepada ikatan rangkapnya , seperti pada gambar. Jadi : 1. Cn. H 2 n = C 5 H 10 2. 3 -metil-1 -butena
Apa maksudnya? CH 3 senyawa alkena yang memiliki 4 atom C (rantai induk) Rantai cabang dinomor 3 1 merupakan nomor sebelum rangkap 2 Itu merupakan penomoran dari alkena dan alkuna. Pembuktian lagi untuk alkuna dislide berikutnya.
Tentukan : 1. Nama senyawa alkena 2. Nama senyawa hidrocarbon Jawab : 1. Cn. H 2 n-2 = C 6 H 10 Lanjut di slide berikutnya
Ini penomoran nya Jadi namanya = 4 -metil-2 -pentuna Penjelasan nya sama seperti penjelasan di alkena tadi. rantai cabang dinomor 4 2 merupakan nomor sebelum rangkap 3
Isomer adalah : perubahan struktur unsur dalam hidrocarbon , namun tidak mengubah rumus molekul nya Meta- , propa- = tidak ada isomernya. Contoh : CH 3 -CH 2 -CH 3 ini merupakan normal butana (nbutana) Isomer nya adalah : CH 3 Rumus molekul nya tetap C 4 H 10 Namun nama senyawa hidrocarbonnya berbeda N-butana dan 2 -metil-propana
SELESAI TERIMA KASIH
- Slides: 22