Grid Attractor Point Grid attractor point merupakan sebuah
Grid Attractor Point Grid attractor point merupakan sebuah system yang menggunakan vector dan jarak sebagai poin utama. Attractor sendiri adalah point yang bekerja sebagai magnet dan geometri dalam bentuk apapun dapat digunakan sebagai attractor. Attractor dapat mempengaruhi beberapa parameter disekitarnya termasuk skala, rotasi, warna , dan posisi. Parameter tersebut yang diubah berdasarkan hubungan dengan attractor geometri. Afifah Bintang Aprilia Gita Siswantari M. Farid F Wisnu C P 16/399788/TK/44802 16/394837/TK/44129 16/399809/TK/44823 16/399825/TK/44839
1 Grid Untuk langkah pertama yaitu membuat square grid, berikut langkahnya: 1. Gunakan komponen Square untuk mendapatkan persegi yang memiliki grid di dalamnya. Masukan sumbu XZ sebagai input plane, tentukan jumlah cell pada koordinat X dan Y dan tentukan ukuran tiap cell nya pada input size dengan menggunakan Number Slider. 2. Buat permukaan menggunakan komponen Boundary Surface. Hubungkan output Cells pada komponen Square dengan input Edges pada komponen Boundary Surface.
2 Attractor Point Untuk langkah kedua yaitu membuat attractor berdasarkan surface grid, berikut langkah-langkahnya: point 1. Cari titik tengah dari setiap cell menggunakan component Area 2. Satukan semua cell menjadi 1 brep menggunakan Brep Joint. Untuk mebuat data surface menjadi individual diperlukan command Flatten sebelum melakukan input ke Brep Joint. 3. Untuk menentukan letak titik atraktor dalam koordinat U dan V dapat menggunakan MD Slider 4. Gunakan Evaluate Surface untuk mengevaluasi permukaan pada koordinat U dan V. 5. Buatlah vector antara 2 titik tengah tiap cell dan point yang didapat setelah evaluate surface menggunakan Vector 2 Pt. Vector ini digunakan untuk mengetahui jarak antara 2 point. 6. Gunakan komponen Bounds untuk menentukan batasan minimum dan maksimum dari data jarak yang telah ditemukan. 7. Kemudian gunakan komponen Construct Domain untuk membentuk domain numerik. 8. Untuk memetakan ulang data jarak kedalam sebuah domain, gunakan komponen Remap Numbers (Re. Map). 9. Hubungkan output komponen Bounds sebagai input source, output length Vector 2 Pt dihubungkan sebagai input Value dan output Contstruct Domain sebagai input
3 Surface Untuk langkah ketiga yaitu membuat surface grid untuk di extrude, berikut langkah-langkahnya: 1. Geser permukaan awal ke arah sumbu Y dengan cara mengubungkan output Boundary surfaces sebagai input komponen Move dan beri Factor Y sebesar 0. 55 dengan komponen Number Slider. 2. Kecilkan setiap cell permukaan dengan menggunakan komponen Scale lalu. Setelah mendapatkan permukaan yang telah dikecilkan, geser seluruh permukaan ke arah sumbu Y menggunakan komponen Move. Output geometry pada komponen Scale sebagai input geometri pada komponen Move.
4 Surface Untuk langkah keempat yaitu menggabungkan setiap surface agar menjadi satu objek, berikut langkah-langkahnya: 1. Hasil geometry dari langkah sebelumnya dipisahkan menggunakan komponen Deconstruct Brep untuk mendapatkan tiap sisinya. Output geomerty digunakan sebagai input Brep. 2. Hubungkan seluruh sisi geometry dengan geometry lain menggunakan Ruled Surface untuk menciptakan permukaan yang berasak daru kurva-kurva diantara keduanya. Output Edges digunakan sebagai input Curve. 3. Langkah terakhir, gabungkan seluruh permukaan yang tercipta dengan menggunakan Brep Join
Summary
- Slides: 6