Globalisasi dan MNC Globalisasi sebagai produk perkembangan ilmu
Globalisasi dan MNC
• Globalisasi sebagai produk perkembangan ilmu dan pengetahuan, daya inovasi, dan teknologi semakin mengecilkan arti tapal batas politik dan geografi. • Dengan menipisnya batasan tersebut, para pemain bisnis global selalu berusaha mencari pasar potensial.
• Tidak ada definisi yang baku atau standar mengenai globalisasi, tetapi secara sederhana globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai suatu proses dimana semakin banyak negara yang terlibat dalam kegiatan ekonomi dunia. • Jadi, jika pada periode sejak perang dunia kedua berakhir hingga tahun 1970 -an ekonomi dunia didominasi oleh ekonomi Amerika Serikat (AS), peran dari ekonomi Uni Eropa, Jepang dan negara-negara yang tergolong dalam newly industrialized countries (NICs), seperti Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Cina jauh lebih kuat sebagai motor penggerak perekonomian dunia.
Semakin mengglobalnya suatu negara di dalam perekonomian dunia dapat dilihat, misalnya dari peningkatan perdagangan internasionalnya (ekspor dan impor) yang tercerminkan antara lain pada peningkatan pangsa ekspornya di pasar global
• proses globalisasi dari sisi ekonomi adalah suatu perubahan di dalam perekonomian dunia, yang bersifat mendasar atau struktural dan akan berlangsung terus dalam laju yang semakin pesat, mengikuti kemajuan teknologi yang juga prosesnya semakin cepat. • Perkembangan ini telah meningkatkan kadar hubungan saling ketergantungan dan juga mempertajam persaingan antar negara, tidak hanya dalam perdagangan internasional tetapi juga dalam kegiatan investasi, finansial dan produksi. • Globalisasi ekonomi ditandai dengan semakin menipisnya batas kegiatan ekonomi atau pasar secara nasional atau regional, tetapi semakin mengglobal menjadi “satu” proses yang melibatkan banyak negara. • Dalam tingkat globalisasi yang optimal arus produk dan faktor produksi lintas negara atau regional akan selancar lintas kota di suatu negara atau desa di dalam suatu kecamatan
• Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. • Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. • Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. • Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik
• Kebaikan globalisasi ekonomi Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk langsung) Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.
• Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV, radio, media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama.
• Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.
Kebaikan globalisasi ekonomi • Produksi global dapat ditingkatkan • Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara • Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
• Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domesti
Keburukan globalisasi ekonomi • Menghambat pertumbuhan sektor industri • Produksi global dapat ditingkatkan • Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik • Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
Multinasional Corporation (MNC) atau perusahaan multinasional merupakan hal yang lazim didengar di era globalisasi ini. MNC adalah suatu perusahaan yang beraktivitas di luar negara asal (home country) dengan saham yang dimiliki oleh beberapa negara dan aktivitas berada pada negara tujuan (host country)
• MNC adalah perusahaan yang kegiatan bisnisnya bersifat internasional dan lokasi produksinya terletak di beberapa negara. • Cabang di luar negeri tidak hanya dimiliki oleh perusahaan induk tetapi juga operasi atau kegiatan cabang tersebut dikontrol dan diawasi perusahaan induk.
• Kehadiran MNC bagi host country memiliki sisi positif dan sisi negatif bagi perkembangan dan kemajuan perekonomian. • Sisi positif tersebut seperti tawaran pendapatan dari pajak masuk dan ketersediaan lapangan kerja baru
Sisi negatif menurut Carbaugh: 1. Pada sektor lapangan kerja, beberapa posisi pimpinan perusahaan ataupun pimpinan pada per sub bidang masih dipegang oleh para pekerja yang berasal dari home country, sedangkan masyarakat lokal hanya dijadikan buruh dengan upah yang rendah. 2. Pada masalah transfer teknologi, dimana dengan transfer teknologi dikhawatirkan adanya pencurian ide oleh masyarakat lokal, atau dengan adanya transfer teknologi tersebut produk lokal kalah saing disebabkan tidak dapat menerapkan teknologi yang sama. Masalah kedaulatan negara, dimana MNC seringkali dituduh melunturkan kedaulatan nasional negara tujuan secara ekonomi, dengan jalan menghindari pajak yang ketat 3.
• • Negara negara berkembang mengundang MNC untuk melakukan foreign direct investment (FDI) dengan cara berlomba memberikan kemudahan dan kelonggaran aturan hukum seringan mungkin dengan alasan untuk memacu pertumbuhan ekonominya Foreign direct investment (FDI) atau investasi langsung di luar negeri dapat dipahami sebagai membeli atau mendirikan aset yang berwujud tangible asset di negara lain • Muncul posisi yang tidak seimbang di antara MNC dan negara penerima investasi. Negara penerima bukan hanya tidak mampu mencegah timbulnya pelanggaran hokum oleh MNC tetapi justru turut serta melegalkan praktek • praktek pelanggaran hak-hak buruh, perusakan lingkungan, dan pelanggaran hak konsumen yang dilakukan MNC.
• Foreign Direct Investment atau yang kita kenal dengan sebutan FDI adalah sebuah proses atau cara dalam melakukan investasi ke luar negeri. • FDI adalah dimana perusahaan multinasional membangun anak perusahaan mereka di negara lain, yang menjadi tujuan ekspor untuk mempermudah kegiatan ekspor-impor dan juga menghemat biaya.
Ada beberapa kondisi mengapa sebuah perusahaan multinasional melakukan FDI ke negara tujuan ekspor adalah sebagai berikut: 1. Menghemat biaya transportasi 2. Adanya hambatan dari pemerintah negara tujuan ekspor 3. Harapan untuk mempekerjaan penduduk lokal 4. memperluas perusahaannya di negara lain. Oleh karena itu tidak hanya terjadi pemindahan sumber daya, tetapi juga terjadi pemberlakuan control terhadap perusahaan di luar negeri.
• FDI (Foreign Direct Investment) adalah satu bukti bahwa perekenomian sudah makin mengglobal. • Hal ini dimulai pada saat sebuah perusahaan multinasional dari satu negara menanamkan modalnya dalam jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain. • Dengan cara ini perusahaan yang ada di negara asal (Home Country) dapat mengontrol perusahaan yang ada di negara tujuan investasi (Host Country) baik sebagian atau seluruhnya.
Investasi Asing Langsung Horisontal FDI horizontal • adalah investasi dalam industri yang sama di luar negeri sebagai perusahaan beroperasi di di rumah. • kita perlu memahami mengapa perusahaan pergi ke kesulitan mendapatkan atau mendirikan operasi di luar negeri, ketika alternatif ekspor dan perizinan yang tersedia. • FDI mahal dan berisiko dibandingkan dengan ekspor atau lisensi. FDI mahal karena perusahaan harus menanggung biaya mendirikan fasilitas produksi di negara asing atau memperoleh sebuah perusahaan asing. • FDI berisiko karena masalah yang terkait dengan melakukan bisnis dalam budaya lain di mana "aturan permainan" mungkin sangat berbeda. • ada kemungkinan besar bahwa suatu perusahaan dalam suatu kebudayaan asing akan membuat kesalahan mahal karena ketidaktahuan.
• FDI horizontal adalah FDI yang memproduksi barang dengan jenis yang sama di beberapa negara. FDI jenis ini memotivasi untuk mencari pasar baru. Keuntungannya antara lain adalah efisiensi dalam biaya transportasi, karena tempat operasi dipandang lebih dekat dengan pasar dan konsumen.
Investasi Asing Langsung Vertikal FDI vertikal • memiliki dua bentuk yaitu, pertama FDI vertikal mundur di dalam industri luar negeri yang menyediakan input untuk proses produksi dalam negeri perusahaan. • (misalnya ekstraksi minyak, pertambangan bauksit, tambang timah, tembaga). Tujuannya adalah untuk memberikan masukan ke dalam operasi hilir suatu perusahaan (misalnya penyuling
• Bentuk kedua, FDI vertikal ke depan di mana industri di luar negeri menjual output dari proses produksi dalam negeri perusahaan. FDI vertikal ke depan kurang baik daripada FDI vertikal mundur. Misalnya, ketika volkswagen memasuki pasar AS, mengakuisisi sejumlah besar dealer daripada mendistribusikan mobil melalui independen dealer.
• FDI vertical adalah keterkaitan FDI dengan hubungan geografis lintas negara. perusahaan akan melakukan kegiatan produksi di negara yang memiliki biaya tenaga kerja yang murah atau rendah, sumber bahan baku yang melimpah, kemudian hasil dari kegiatan produksi yang dilakukan di negara tersebut akan disalurkan kembali ke negara induk.
Dampak Positif • 1. Adanya transfer teknologi dan keahlian manajerial • 2. Pengetahuan teknologi produksi yang baru serta akses ke jaringan internasional • 3. Sebagai sumber dana untuk pembangunan, terutama bagi negara berkembang • 4. Kenaikan produksi dan pendapatan nasional negara sasaran • 5. Sebagai sumber pembiyaan jangka panjang dan pembentukan modal • 6. Foreign-direct investment tidak akan memberatkan balance of payment disebabkan tidak adanya kewajiban membayar utang dan bunga • 7. Mendorong pembangunan regional dan sekroral • 8. Meningkatkan jiwa kewirausahaan dan persaingan sehat dalam negeri • 9. Membuka lapangan pekerjaan
Dampak negatif • 1. Munculnya dominasi industrial, yang berpotensi mematikan industri dalam ngeri yang kalah dalam segi modal • 2. Ketergantungan teknologi • 3. Perubahan budaya • 4. Berpotensi mengganggu perencanaan perekonomian • 5. Dapat terjadi intervensi terhadap home government oleh MNC
• FDI sering dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membeli perusahaan yang sudah ada atau membangun sendiri fasilitas baru. • Bentuknya antara lain dengan melakukan merger, takeovers, atau melalui aliansi antar perusahaan dengan perusahaan negara tujuan. • FDI ini merupakan strategi MNC untuk mempermanenkan usahanya di negara lain, dengan begitu maka diharapkan akan memperoleh efisiensi yang lebih tinggi.
Terdapat empat pola hubungan antara negara dan MNC, yaitu: • Kerjasama antara negara dan MNC terjalin karena adanya kesepakatan di mana kedua pihak tersebut saling tertarik dengan manfaat yang dihasilkan dari kerjasama tersebut. • Dilihat dari pandangan negara, kerjasama dengan MNC akan meningkatkan pendapatan negara dengan dikenakannya pajak kepada MNC. • Dilihat dari pandangan MNC adalah perusahaan yang akan dibangun dalam suatu negara telah diprediksikan akan mendapat sambutan baik masyarakat sehingga akan mendapat nilai jual yang akan sangat menguntungkan.
• Interdependensi . Merupakan hubungan saling ketergantungan antara negara dengan MNC, Kelebihan dari kerjasama interdependensi adalah masing-masing pihak akan saling memberikan informasi demi tercapainya tujuan bersama. Kelemahannya adalah MNC sebagai pemilik kekuatan terbesar akan mendominasi negara dan memaksa negara untuk selalu memprioritaskan dirinya.
Independence. Hubungan kerjasama negara dan MNC ini bersifat otonom atau bebas. Dalam kerjasama ini negara tidak akan melakukan intervensi terhadap kebijakan ataupun permasalahan yang terjadi di dalam suatu perusahaan. MNC dipersilahkan untuk mengelola dan mengembangkan dirinya sendiri sedangkan negara hanya memfasilitasi dan menerima keuntungan yang berasal dari pajak perusahaan.
• Konfrontasi. Tidak semua kerjasama negara dan MNC menghasilkan hal yang positif. Kerjasama negara dan MNC juga dapat menghasilkan konflik
- Slides: 32