Fisioterapi NICU Oleh Drs Slamet Sumarno M Fis

  • Slides: 60
Download presentation
Fisioterapi NICU Oleh: Drs. Slamet Sumarno. M. Fis.

Fisioterapi NICU Oleh: Drs. Slamet Sumarno. M. Fis.

I. PENDAHULUAN. • Sejarah ICU. • 1863 Florence Nightingale, inggris ada Recavery Room (pemulihan

I. PENDAHULUAN. • Sejarah ICU. • 1863 Florence Nightingale, inggris ada Recavery Room (pemulihan setelah operasi). • 1920 Di Jerman ada ICU yg telah diorganisasi dengan baik untuk pasien pasca bedah. • 1953 Di Denmark mendirikan ICU untuk kritikel care (wabah polio). • 1963 Dr. William Mosenthal ICCU post MCI. USA. • Jenis intensive care unit (ICU), critical care unit or intensive treatment unit. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 3

 • • • • Type ICU. Neonatal intensive care unit (NICU) Special Care

• • • • Type ICU. Neonatal intensive care unit (NICU) Special Care Baby unit (SCBU) Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Psychiatric Intensive Care Unit (PICU) Coronary Care Unit (CCU) for heart disease Mobile Intensive Care Unit (MICU) Surgical Intensive Care Unit (SICU) Cardiac Surgery Intensive Care Unit (CSICU) Neuroscience Critical Care Unit (NCCU) Overnight Intensive Recovery (OIR) Neuro Intensive Care Unit (NICU) Burn Wounds Intensive Care Unit Trauma Intensive care Unit (TICU) Shock Trauma Intensive care Unit (STICU) s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 4

Pengertian: ICU : Perawatan maksimal, sebaik mungkin pada pasien dengan memaksimalkan Ilmu dan teknologi

Pengertian: ICU : Perawatan maksimal, sebaik mungkin pada pasien dengan memaksimalkan Ilmu dan teknologi yang ada. Pasien/ Klien kritis / gawat: Pasien yg mengalami proses penyakit mendadak (akut) bila tidak dilakukan tindakan cepat dan tepat akan mengakibatkan kematian, cacat atau tidak kemampuan Gerak dan fungsi ICU: Tempat perawatan klien kritis/ gawat atau yg mempunyai resiku tinggi terjadi kegawatan, dengan penyakit yg reversible dengan penerapan: Terapi agresif, tehnologi tinggi, monitoring invasive / non invasive dan penggunaan potensial yang ada. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 5

Pasien Rawat ICU. • Pasien ICU: bervariasi keadaan klinisnya tetapi mengalami disfungsi organ 1

Pasien Rawat ICU. • Pasien ICU: bervariasi keadaan klinisnya tetapi mengalami disfungsi organ 1 or lebih. • Rujukan dari ruangan / UGD dng kriteria jelas untuk keluar masuk ICU. Jenis: • 1). Prioritas tinggi: Kritis, unstabil, reversible, perlu ICU, bukan untuk pasien terminal. • 2). Prioritas rendah: Potensi ICU, ireversible tapi perlu kegawatan dan keluarga siap menerima beban perawatan. • Untuk semua umur. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 6

Contoh kondisi rawat ICU. • Memerlukan ionotropik, untuk mempertahankan tekanan darah dan perfusi jaringan.

Contoh kondisi rawat ICU. • Memerlukan ionotropik, untuk mempertahankan tekanan darah dan perfusi jaringan. • Tekanan diastolik > 120 dng edema paru, hipertensi ensepalopati. • Gagal nafas: Pa. O 2 <50 mm. Hg dng Fi. O 2 >0, 4 RR > 35/min. • Koma apapun penyebabnya (GCS < 12). • AMI. • Aretmia jantung yg mengancam jiwanya. • Trauma ganda. • Pasca bedah operasi besar. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 7

Staff ICU. • Dr. Penanggung jawab ICU (spesialis ICU, anaestesi) bila ada dng beberapa

Staff ICU. • Dr. Penanggung jawab ICU (spesialis ICU, anaestesi) bila ada dng beberapa konsultan. • Perawat ICU. • Ahli gizi. • Fisioterapi ICU bila ada. • Petugas pendukung: Penanggung jawab pasien ICU dan tindakan medik serta kunsuler. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 8

Tugas perawat. 1. Identifiksasi masalah keperawatan 24 jam. 2. Kardiovas: BP, HR, EKG, Fi

Tugas perawat. 1. Identifiksasi masalah keperawatan 24 jam. 2. Kardiovas: BP, HR, EKG, Fi 02, CVP bila ada. 3. Respirasi: Setting Ventilator, BGA, RX, lab. 4. Ginjal: Jumlah urin tiap 24 jam, elektrolit. 5. Pencernaan: Ass fisik, cairan lambung, intake oral, muntah/diare BAB. 6. Tanda-tanda infeksi: suhu, obat. 7. Nutresi pasien. 8. Hasil lab abnormal. 9. ETT, slang terpasang. Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes s. sumarno jakarta. 9

Tugas rutin perawat antara lain: 1. Merubah posisi tiap 2 jam. 2. Membersihkan mulut

Tugas rutin perawat antara lain: 1. Merubah posisi tiap 2 jam. 2. Membersihkan mulut dan badan. 3. Chest Fisioterapi 1 kali tiap tugas atau bila diperlukan. 4. Mencatat hasil observasi dan pemeriksaan. 5. Komunikasi dengan team dan kekuarganya. 6. Diskusi team. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 10

Struktur Organisasi ICU. • Closed, open atau semi open : disesuaikan kemampuan SDM. Semua

Struktur Organisasi ICU. • Closed, open atau semi open : disesuaikan kemampuan SDM. Semua mempunyai kekurangan dan kelebihan. • Utamanya penaggung jawab ICU, perawat ICU dan staf lainnya. • Level. I. RS tipe C. sering disebut High dependency Unit (HDU), lebih banyak manual. • Level. II. RS tipe B. Semi elektrik. • Level III. RS tipe A. Modern, s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 11

Tugas fisioterapi. • Melakukan proses pengelolaan fisioterapi. • Menstabilkan pernafasan dan sirkulasi. efisiensi energi

Tugas fisioterapi. • Melakukan proses pengelolaan fisioterapi. • Menstabilkan pernafasan dan sirkulasi. efisiensi energi pengaturan posisi, bantuan nafas, membersihkan jalan nafas, bantuan sirkulasi. • Menjegah timbulnya gangguan gerak dan fungsi tubuh. • Memelihara, meningkatkan dan mengembalikan gangguan gerak dan fungsi tubuh. • Komunikasi dengan tim dlm mendapatkan informasi. • Diskusi dengan tim untuk pemecahan masalah. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 12

Filosofi Fisioterapi ICU. • Profesi fisioterapi memandang manusia sebagai makluk biopsikososial spiritual yang bergerak

Filosofi Fisioterapi ICU. • Profesi fisioterapi memandang manusia sebagai makluk biopsikososial spiritual yang bergerak mulai dari sel sampai tubuh untuk memenuhi kebutuhannya. • Kepenuhan gerak dan fungsi tubuh sebagai esensi dasar untuk hidup sehat dan sejahtera, adalah hak asasi manusia. • Manusia mempunyai gerak aktual, gerak potensial dan gerak optimal untuk dikembangkan walaupun dalam coma. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 13

Asumsi dasar fisioterapi. • 1. Gerak : elemen esensial kehidupan. • Gerak: integritas /koordinasi

Asumsi dasar fisioterapi. • 1. Gerak : elemen esensial kehidupan. • Gerak: integritas /koordinasi dari sel, organ /tubuh. • Fisioterapi bertanggungjawab pada gerak fungsional untuk memenuhi kebutuhan hidup. • Fisioterapi berbekal sintesis ilmu dan teknologi terapan yang sesuai/berimbang. • Pelayanan fisioterapi: mandiri / tim untuk mengatasi masalah gerak fungsional. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 14

Asumsi Dasar 2. Individu : Biopsikososial spiritual dan lingk. 3. Interaksi: kerja sama: Fts,

Asumsi Dasar 2. Individu : Biopsikososial spiritual dan lingk. 3. Interaksi: kerja sama: Fts, tem, clien, keluarga dan institusi dan masy. 4. Sehat: gerak aktual, potensial dan optimal (wellnes). 5. Upaya Fisioterapi : mencegah, memelihara, meningkatkan, mengobati dan memulihkan: pathofisiologis problem, functional limitation, disability, impairment dan handycaps. 6. Prinsip-Prinsip Etika Fisioterapi secara umum: empati /berkebajikan, tidak merugikan, menghormati otonomi pasien dan adil. Fisioterapis dalam menjalankan upaya kesehatan dibekali oleh kemampuan, ketrampilan, sumpah dan etika. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 15

Asumsi Dasar 7. Otonomi Profesional Fisioterapi. Merupakan kebebasan fisioterapi dalam membuat keputusan-keputusan profesi sesuai

Asumsi Dasar 7. Otonomi Profesional Fisioterapi. Merupakan kebebasan fisioterapi dalam membuat keputusan-keputusan profesi sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya. 8. Fisioterapi Sebagai Profesi : Memenuhi ciri Profesi : berkompeten sbg fts, sumpah profesi, etika profesi, standar praktik, standar pelayanan Fisioterapi, Pedoman pelayanan fisioterapi, standar pendidikan dan legislasi fisioterapi. 9. Fisioterapi Sebagai Ilmu fisioterapi adalah sintesa ilmu biofisika, kesehatan dan ilmu-ilmu lain yang mempunyai hubungan dengan upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan serta pemulihan gangguan gerak dan fungsi individu serta kelompok. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 16

II. Dampak klien ICU Lingkungan ICU tidak bersahabat, mengancam jiwa klien sehingga tidak menyenangkan

II. Dampak klien ICU Lingkungan ICU tidak bersahabat, mengancam jiwa klien sehingga tidak menyenangkan klien, keluarga dan tem ICU. 1. Stress ICU. a. Klien kritis. b. Peralatan janggih dan multi sitem. c. Lingkungan menakutkan dan sirius. d. Klien: tak sadar, Immobilisasi, nyeri, gelisah kurang tidur dan waspada (intensif). e. Terisolasi. f. Tak berdaya dan gangguan komunikasi dll. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 17

2. Reaksi klien. • 1. 2. 3. 4. Kompleknya masalah dipengaruhi oleh: Pengalaman klien

2. Reaksi klien. • 1. 2. 3. 4. Kompleknya masalah dipengaruhi oleh: Pengalaman klien dan keluarga. Pengetahuan klien dan keluarga. Berat ringan nya penyakit dan trauma. Suport sistem (budaya, kelurga dan lingk). 5. Sensitifitas terhadap perubahan klien. • Secara umum dapat diukur tapi tidak seluruh reaksi ada dan nyata. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 18

Reaksi klien Menyangkal. • Reaksi klien ICU pertama menyangkal adanya kecemasan dirinya. • Tanda-tandanya:

Reaksi klien Menyangkal. • Reaksi klien ICU pertama menyangkal adanya kecemasan dirinya. • Tanda-tandanya: tidak sensitif terhadap perubahan yg terjadi pada dirinya, sebagai usaha menutupi kecemasan dirinya. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 19

Anger/ Marah. • Tidak yakin kompetensi tenaga kesehatan. • Trauma kegagalan yang lalu. •

Anger/ Marah. • Tidak yakin kompetensi tenaga kesehatan. • Trauma kegagalan yang lalu. • Tindakan yang berulang-ulang yang mencemukan. • Kurang trampilnya petugas. • Bosan terhadap segala tindakan. • Munculnya kecacatan tubuh. • Takut menghadapi kematian. Biarkan mengekpresikan kemarahan dengan asensif. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 20

Anxiety / Cemas. • Gelisah merupakan reaksi umum situasi yg penuh ketegangan, kecemasan mulai

Anxiety / Cemas. • Gelisah merupakan reaksi umum situasi yg penuh ketegangan, kecemasan mulai dari ringan sampai berat (panik). • Masuk ICU berarti menganjam dirinya. • Tanda-tanda. 1. Bertanya berulang-ulang. 2. Berbicara terputus-putus, tidak fokus. 3. Humor tidak pas, konyol. 4. Menarik diri, membatasi bicara (apatis). 5. Depresi perlu dukungan moril. Tindakan Fisioterapi: a. Jelaskan tujuan dan manfaat fisioterapi, b. Berikan kesempatan untuk berpendapat dan dengarkan dengan empati, c. Diskusikan dengan tem. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 21

Bersikap pasif. • Klien pasrah. • Mengijinkan apa saja yang dilakukan tem. • Tidak

Bersikap pasif. • Klien pasrah. • Mengijinkan apa saja yang dilakukan tem. • Tidak pernah tanya keadaannya dan pengobatannya. • Untuk mengatasi klien boleh membuat keputusan tindakan tem atau berpartisipasi dalan tindakan tem. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 22

Regresi : • Bereaksi terhadap Kemunduran keadaannya. • Kliem sebetulnya mampu sendiri tetapi minta

Regresi : • Bereaksi terhadap Kemunduran keadaannya. • Kliem sebetulnya mampu sendiri tetapi minta dibantu. • Perlu penjelasan kepada keluarga keadaan ini hanya sementara dan harus disuport untuk kembali kekemampunnya sendiri, sehingga keluarga perlu dilibatkan. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 23

Penyebab stress Keluarga klien ICU. • Terpisah dengan klein. • Takut klien cacat/ meninggalkan

Penyebab stress Keluarga klien ICU. • Terpisah dengan klein. • Takut klien cacat/ meninggalkan dirinya. • Kurang informasi ke keluarga atas perkembangan klien. • Tarif ICU yang mahal. • Kemampuan Biaya terbatas. • Lingkungan ICU / aturan yang tidak cocok dengan kemauan keluarga. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 24

Edukasi keluarga klien. Masalah. a. Keluarga mengkonsentrasikan semua tenaga yang ada. b. Mengorkankan segalanya

Edukasi keluarga klien. Masalah. a. Keluarga mengkonsentrasikan semua tenaga yang ada. b. Mengorkankan segalanya demi klien. c. Keluarga kurang tidur dan kurang makan menimbulkan lelah dan sakit. 1. Edukasi pengetahuan meliputi: a. Keadaan klien. b. Prognasa c. Rencana tindakan, alasan dan resikunya. d. Berikan jawaban samapi mengert dan jujur. Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes s. sumarno jakarta. 25

2. Edukasi emosi. a. Yakinkan bahwa pasien mendapat pengobatan terbaik. b. Komunikasikan bila ada

2. Edukasi emosi. a. Yakinkan bahwa pasien mendapat pengobatan terbaik. b. Komunikasikan bila ada perubahan klien, walaupun keluarga di ruamah. c. Infomasi teratur sekali sehari tentang perkembangan klien. d. Ijinkan kelurga melihat tindakan fisioterapis. . s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 26

Penguasaan fisioterapi. 1. Pengetahuan dan teknologi a. Kuasai masalah klien (Assesesment dengan baik dan

Penguasaan fisioterapi. 1. Pengetahuan dan teknologi a. Kuasai masalah klien (Assesesment dengan baik dan benar. b. Diskusikan diagnosa fisioterapi dengan tim sebelum memberikan informasi, edukasi dan intervensi. c. Rencanakan dengan baik dan tepat bagaimanan penjelasannya. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 27

2. Prognosa. • Tetapkan tujuan jangka pendek/panjang. • Prognosa jelek ijinkan setiap tindakan fisioterapi

2. Prognosa. • Tetapkan tujuan jangka pendek/panjang. • Prognosa jelek ijinkan setiap tindakan fisioterapi ada keluarganya. 3. Penjelasan tujuan dilakukan tindakan fisioterapi, bagaimana bila tidak dilakukan tindakan fisioterapi. 4. Berikan kesempatan keluarga bertanya. 5. Jelaskan tentang alat yang anda gunakan. 6. Ingat satu kali penjelasan belum cukup. 7. Gunakan istilah sederhana. 8. Berikan jawaban dengan jujur tetapi ada yang dibatasi agar menerima. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 28

Prosedur pelaporan fisioterapi pasien ICU • Tujuan: 1. Mengetahui keadaan aktual klien. 2. Memberikan

Prosedur pelaporan fisioterapi pasien ICU • Tujuan: 1. Mengetahui keadaan aktual klien. 2. Memberikan informasi pengaruh intervensi fisioterapi, shg dapat direncanakan intervensi selanjutnya. 3. Mendukumentasikan keadaan aktual / Potensial dan hasil intervensi. 4. Memberikan landasan kebijakan, hukum dll. 5. Dibuat secara sistematis. 6. Berdasarkan prinsip: clear, Complete dan Correct. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 29

Kapan harus dilaporkan. Setiap intervensi fisioterapi (rutin). Setiap ada perubahan kondisi dan masalah. Dalam

Kapan harus dilaporkan. Setiap intervensi fisioterapi (rutin). Setiap ada perubahan kondisi dan masalah. Dalam diskusi tim. Selama pelaksanaan fisioterapi. Jam. Hari. Tgl s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 30

Apa yang harus dilaporkan 1. Hal-hal yang ditemukan positif ada dalam Assesment fisioterapi. 2.

Apa yang harus dilaporkan 1. Hal-hal yang ditemukan positif ada dalam Assesment fisioterapi. 2. Alat bantu yang digunakan. 3. Segala catatan monitor. 4. Catatan-catan medis dan perawat yang relevan dengan intervensi fisioterapi. 5. Masalah / problem fisioterapi. 6. Diagnosa fisioterapi. 7. Rencana intervensi fisioterapi. 8. Masalah yang muncul saat dan setelah intervensi fisioterapi. 9. Vital sign setelah intervensi dan setelah rest 2 min. 10. Hal-hal yang dianggap penting. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 31

Urutan laporan. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Urutan laporan. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Identifikasi klien: Nama/ umur/ sek, Diagnosa medis, tgl/ hari/ jam pemeriksaan, fisioterapis. Keluhan utama. Tanda-tanda Vital sign. Alat-alat bantu yg digunakan. Rencana tindakan medis. Hasil pemeriksaan gerak dan fungsi. Sistem pernafasan: kebersihan jalan nafas, Pola nafas, dominan pernafasan. Sistem sirkulasi; pucat, edema dll Sistem syaraf: Glasgow coma scale (GCS). Sistem urogenetal: seni, cairan, elektrolit. Sisten saluran pencernakan: nutresi, BAB. Sistem Hematologi: Hb, Agd, Thrombosit dll Sistem Indokrin: Gula darah. Tanda-tanda infeksi: eritema, presure, hematoma dll Respon kognetif, psikososial dan keluarga. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 32

Hambatan fisioterapi ICU. 1. Klien susah komunikasi bahkan tak sadar, emosi, juga keluarganya. 2.

Hambatan fisioterapi ICU. 1. Klien susah komunikasi bahkan tak sadar, emosi, juga keluarganya. 2. Banyak alat bantu. 3. Masalah multi sistem. 4. Harus menjaga nasokomial. 5. Aturan yang pasti. 6. Diskusi masalah (Kerja sama tim). 7. Tanggung jawab bersama. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 33

Problem fisioterapi ICU. 1. Aerobic Capacity / Endurance 2. Anthropometric Characteristic 3. Arousal, Attention,

Problem fisioterapi ICU. 1. Aerobic Capacity / Endurance 2. Anthropometric Characteristic 3. Arousal, Attention, Cognition 4. Assistive and adaptive device 5. Circulation 6. Cranial and Peripheral Nerve Integrity 7. Environmental, home, work bariers 8. Ergonomics and body mechanic 9. Gait, locomotion and balance 10. Integumentary s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 34

11. 12. 13. 14. Joint Integrity and mobility Motor Function Muscle performance Neuro Development

11. 12. 13. 14. Joint Integrity and mobility Motor Function Muscle performance Neuro Development / sensory Integration. 15. Orthotic, Protective, Suportive devices 16. Pain 17. Posture s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 35

18. Prosthetic Requirement 19. Range of Motion ( including Musle length) 20. Reflex Integrity

18. Prosthetic Requirement 19. Range of Motion ( including Musle length) 20. Reflex Integrity 21. ADL and IADL 22. Sensory Integrity 23. Ventilation / Respiration/Gas Exchange 24. Work, Community, Leisure Integration. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 36

III. Alat-alat di ICU Yg harus dipahami. 1. Monitoring. a. Bed side monitoring (ECG,

III. Alat-alat di ICU Yg harus dipahami. 1. Monitoring. a. Bed side monitoring (ECG, HR, BP, RR). b. ECG recorder 12 lead. c. Pulse Oximeter. d. Temperatur kontinyu. e. BP invasive dan non invasive. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 37

2. Respiratory therapy. a. b. c. d. e. Ventilator (konvensional dan modern). Humidifer /

2. Respiratory therapy. a. b. c. d. e. Ventilator (konvensional dan modern). Humidifer / nebulizer. Oksigen therapy (nasal dan masker). Ambu bag, air viva atau jackson rees. Set Intubasi. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 38

3. Cardiovaskular. 4. LABORATORIUM a. b. c. d. a. Blood gas analyser. b. Gula

3. Cardiovaskular. 4. LABORATORIUM a. b. c. d. a. Blood gas analyser. b. Gula darah c. Elektrolit DC shock. Infus pump. Syringe pump. Pace maker transvena. 5. Radiologi. X Ray. Lain-lain. Bronchoscopy …………… s. sumarno. 6. Hardware. Standart infus, Trolley dressing. Lampu tindakan, Set bedah minor. Sterilisator portable, Suction, Satri, Kasur anti dekubitus Sumber listrik, generator. Sumber oksigen, mebeler. Intercome, tempat cuci tangan dll Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 39

PENGERTIAN • NICU. • NEONATUS INTENSIVE CARE UNIT. • INDIKASI NICU.

PENGERTIAN • NICU. • NEONATUS INTENSIVE CARE UNIT. • INDIKASI NICU.

Tujuan Pemberian Fisioterapi • Mencegah posisi yang salah • Mencegah terjadinya kontraktur • Memperbaiki

Tujuan Pemberian Fisioterapi • Mencegah posisi yang salah • Mencegah terjadinya kontraktur • Memperbaiki tonus otot • Meningkatkan pola flexor • Meningkatkan visual & auditory reaction • Pendidikan orang tua

White and Field et al 1986 Fisioterapi dini dengan multi stimulasi Pertambahan berat badan

White and Field et al 1986 Fisioterapi dini dengan multi stimulasi Pertambahan berat badan Respon bayi lebih baik dan aktif Masa perawatan lebih pendek

TATA LAKSANA FISIOTERAPI Sumber gangguan perkembangan bayi • Reproductive casualities • Care taking casualities

TATA LAKSANA FISIOTERAPI Sumber gangguan perkembangan bayi • Reproductive casualities • Care taking casualities

Tujuan fisioterapi • • Improve muscle tone Increase flexor patterns Increase midline orientation Facilitate

Tujuan fisioterapi • • Improve muscle tone Increase flexor patterns Increase midline orientation Facilitate of the head righting reations Promote state organisation Improve visual and auditory reactions Normalize sensorymotor exprience

Tujuan fisioterapi • Provide approriate remediation of orthopedic complications • Provide parental education •

Tujuan fisioterapi • Provide approriate remediation of orthopedic complications • Provide parental education • Assist with the trasition to the home enviroment • Provide contuinuing assesment to monitor neuromotor changes

Tehnik Fisioterapi NDT NEONATUS DEVELOPMENT TREATMENT (SI) SENSORY INTEGRASI • Sebelum kondisi medis stabil

Tehnik Fisioterapi NDT NEONATUS DEVELOPMENT TREATMENT (SI) SENSORY INTEGRASI • Sebelum kondisi medis stabil 1. 2. • Chest Fisioterapi Pengaturan posisi Setelah kondisi medis stabil 1. 2. 3. 4. 5. Pengaturan posisi Latihan gerak Massage Metoda Hammock Metoda Kangguru

NDT Inhibisi dan fasilitasi SENSORY INTEGRASI Stimulasi input sensory vestibular, tactile, proprioceptive

NDT Inhibisi dan fasilitasi SENSORY INTEGRASI Stimulasi input sensory vestibular, tactile, proprioceptive

Metoda • Pengaturan Posisi • Latihan Gerak • Massage • Metoda Hammock • Metoda

Metoda • Pengaturan Posisi • Latihan Gerak • Massage • Metoda Hammock • Metoda Kangguru • Feeding • Parent Education • Staff training

Pengaturan Posisi • Posisi telentang • Menurunkan hyperextension dari neck dan trunk, elevasi dari

Pengaturan Posisi • Posisi telentang • Menurunkan hyperextension dari neck dan trunk, elevasi dari shoulder, retraction scapula dan extension dari lower extremitas • Posisi miring, fasilitasi rotasi bahu dan panggul, scapular protraction, mid line posisi, memperbaiki hand –eye coordiantion

Posisi tengkurap • Memperkenalkan weight bearing dan weight shifting • Menyeimbangkan tactile stimulasi •

Posisi tengkurap • Memperkenalkan weight bearing dan weight shifting • Menyeimbangkan tactile stimulasi • Menstimulasi head righting reaction

Massage Selama masih dalam incubator 1. 2. 3. Menjalin ikatan dengan bayi Sentuhan yang

Massage Selama masih dalam incubator 1. 2. 3. Menjalin ikatan dengan bayi Sentuhan yang lembut Amati reaksi yang timbul

Setelah Bebas dari Incubator

Setelah Bebas dari Incubator

Hal hal yang harus diperhatikan • Posisi bayi dan orang tua • Ruangan yang

Hal hal yang harus diperhatikan • Posisi bayi dan orang tua • Ruangan yang hangat , bebas bising • Dimulai dari usapan ringan, pada bagian tubuh yang nyaman • Mempergunakan 2 atau 3 jari • Usapan pada kepala , lengan , punggung, kaki serta wajah • Amati reaksi bayi

Hal hal yang harus diperhatikan • Hentikan massage jika melihat tanda 2 yang tidak

Hal hal yang harus diperhatikan • Hentikan massage jika melihat tanda 2 yang tidak diinginkan • Berikan stimulasi secara bertahap • Waktu massage sekitar 10 menit • Berikan pelukan , dan ayunan sekitar 5 menit • Pergunakan bahan pelicin yang natural

Metoda Hammock • Menstimulasi pola flexor • Memperkenalkan pola keseimbangan • Menstimulasi vestibular sensory

Metoda Hammock • Menstimulasi pola flexor • Memperkenalkan pola keseimbangan • Menstimulasi vestibular sensory

Metoda Kangguru • Parent bonding, love, warmth & breat feeding • Menperbaiki dan mentimulasi

Metoda Kangguru • Parent bonding, love, warmth & breat feeding • Menperbaiki dan mentimulasi breast feeding • Mengikut sertakan orang tua

Parent Education • Orang tua harus menjadi parisipasi yang aktif • Membuka open comunication

Parent Education • Orang tua harus menjadi parisipasi yang aktif • Membuka open comunication • Terapis mengajarkan bagaiman menghandel bayi dirumah • Instruksi tertulis untuk dirumah

Staff training • Perawat dll, harus mengerti proses dan waktu untuk terapi bayi •

Staff training • Perawat dll, harus mengerti proses dan waktu untuk terapi bayi • Bekerja sama antar tenaga medis, orang tua untuk mendapatkan hasil yang efektif

s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 59

s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 59

References 1. William Mosenthal dr. A simple idea from a special surgeon. Dartmouth Medicine.

References 1. William Mosenthal dr. A simple idea from a special surgeon. Dartmouth Medicine. Retrieved on 2007 2. Kahn JM, Goss CH, Heagerty PJ, Kramer AA, O'Brien CR, Rubenfeld GD. (2006). “ 3. Hospital volume and the outcomes of mechanical ventilation. ". New England Journal of Medicine 355 (1): 41 -50. Retrieved on 2006 -08 -02. 4. Retrieved from "http: //en. wikipedia. org/wiki/Intensive_care_unit" 5. Categories: Intensive care medicine | Hospital departments 6. Enrico Clini a , Nicolino Ambrosino b, Early physiotherapy in the respiratory intensive. Fondazione Villa Pineta, Pavullo, Italy 2004. 7. Balachandran. So. Shivbalan*S. Thangavelu Chest Physiotherapy in Pediatric Practice. INDIAN PEDIATRICS jurnal 559 VOLUME 42 JUNE 17, 2005 8. …………. . A to z in ICU, Intensive Care at Nepean Hospital, Nepean ICU 2004. s. sumarno Pelatihan fisioterapi ICU Bapelkes jakarta. 60