EVALUASI o TIM Pelatihan dan Pengembangan o Pendidikan
EVALUASI o TIM Pelatihan dan Pengembangan o Pendidikan (P 3) o Kopertis VII. Jawa Timur
Merencanakan dan mempraktikkan penilaian hasil pembelajaran (tes)
o o o Membedakan penilaian ranah koqnitif, afektif, dan psikomotorik Menjelaskan jenis-jenis penilaian tes dan non tes Menentukan jenis penilaian dari setiap indikator ketercapaian Menyusun kisi-kisi tes Menyusun instrumen penilaian tes (berbagai bentuk pilihan ganda, uraian, dan sebagainya) Menyusun pedoman penskoran
Proses Belajar Pembelajaran PENILAIAN MAHASISWA BELAJAR HASIL BELAJAR TES / UJIAN LULUS TIDAK LULUS
PELAKSANAAN PENGEMBANGAN Dosen RENC. PEMB. PROSES DAN HASIL BELAJAR sumber Mhs belajar PTK METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN SCL EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARA KURIKULUM PERENCANAAN
LULUS KOMPETEN
KOMPETENSI PEND KESEHATAN o o o Penguasaan ilmu kesehatannya Terampil menangani berbagai kasus Mampu berkomunikasi serta berempati pada penderita/keluarga/masyarakat dengan tujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat. 7
KEMAMPUAN AWAL (Entry behavior) KEBUTUHAN KEMAMPUAN KOGNITIF PSIKOMOTOR AFEKTIF KEMAMPUAN AKHIR (Kompetensi) PERENCANAAN PEMBELAJARAN
EVALUASI HASIL BELAJAR Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa tujuan telah tercapai? Dosen melaksanakan evaluasi hasil belajar
Evaluasi pembelajaran Evaluasi Hasil Belajar o Disebut juga evaluasi substantif, tes, atau pengukuran hasil belajar. Evaluasi Proses pembelajaran o Dikenal sebagai evaluasi diagnostik atau evaluasi manajerial. Evaluasi pembelajaran sebagai proses sirkuler tidak hanya berfungsi untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa, tetapi juga berfungsi untuk senantiasa meningkatkan mutu pembelajaran.
EVALUASI o o Proses bukan sekedar mengukur tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan. Usaha untuk memperoleh informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses hasil belajar, pertumbuhan serta perkembangan sikap dan perilaku mahasiswa. 12
Pengukuran Pemberian angka pada suatu karakteristik yang dimiliki seseorang dengan menggunakan alat.
PENGUKURAN Pemberian angka kepada suatu atribut karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal atau objek tertentu menurut aturan/formulasi yang jelas
CONTOH o o untuk mengukur tinggi atau berat seseorang, kita lebih mudah memahaminya karena aturannya telah diketahui secara umum tetapi untuk mengukur pendengaran, penglihatan, atau kepekaan seseorang jauh lebih kompleks dan itu tidak semua orang dapat memahaminya
PENGUKURAN 1. 2. 3. Penentuan angka atau skala tertentu Penentuan angka tersebut didasarkan atas suatu aturan atau formula tertentu. Pengukuran menggunakan angka atau skala tertentu
Untuk dapat melakukan penilaian, dilakukan suatu pengukuran terlebih dahulu
PENILAIAN Suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik dengan menggunakan instrument tes atau non tes
PENGUKURAN EVALUAS I ALAT UKUR KRITERIA PENILAIAN MEMBERIKAN ANGKA PADA PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN, HASILNYA KUANTITATIF DAN BELUM MEMBERIKAN MAKNA TES -- NON TES PEMBANDING UNTUK MENETAPKAN KUALITAS BISA DITETAPKAN SEBELUM DAN SESUDAH PENGUKURAN KUALITAS SEBAGAI HASIL PEMBANDINGAN HASIL PENGUKURAN DENGAN KRITERIA TERTENTU
TES PENGUKURAN PENILAIAN Mencari informasi kemampuan Pemberian angka formula tertentu (nominal/skala) Pengambilan keputusan; Pemberian nilai/ kualitas sesuatu Pasien tes jantung tekanan darah 100 – 190 gawat, masuk ICCU
EVALUASI HASIL BELAJAR Tes, Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi Tes : alat pengumpul data yang dirancang secara khusus atau alat ukur Pengukuran : Penetapan angka dengan cara sistematik untuk menyatakan keadaan objek/individu Penilaian: - Penafsiran atau pendeskripsian hasil pengukuran untuk menunjukkan tinggi rendahnya kemampuan peserta didik - Menafsirkan hasil pengukuran Evaluasi : proses pemberian pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan
PROSES EVALUASI PENGUKURAN -------- PENILAIAN KESALAHAN: Observasi Alat ukur Proses pengukuran Pengaruh pekerjaan-pekerjaan yang mendahului Kecenderungan menilai lebih rendah atau tinggi Pengaruh kesan-kesan luar Pengaruh “hallo effect” 23
PRINSIP-PRINSIP o o o Validitas Reliabilitas Terfokus pada kompetensi Keseluruhan Objektivitas Mendidik
EVALUASI HASIL BELAJAR Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pembelajaran secara keseluruhan
Informasi tentang tingkat keberhasilan pembelajaran dapat diungkap apabila alat evaluasi (instrumen) yang digunakan sesuai dan dapat mengukur setiap tujuan. Alat ukur (instrumen) yang tidak relevan dapat mengakibatkan hasil pengukuran tidak tepat bahkan salah sama sekali.
Hasil Belajar memiliki 3 domain: o Domain kognitif (kecerdasan bahasa dan logika-matematika) o Domain afektif (kecerdasan emosi) o Domain psikomotor (kecerdasan kinestetik, visual-spasial dan musikal)
KOMPETENSI Sikap (afektif) A 5 Menjadikan pola hidup A 4 Mengatur diri A 3 Menghargai A 2 Menanggapi A 1 Menerima Ketrampilan (skill) Knowledge (kognitif) P 5 Naturalness C 6 Menciptakan P 4 Perangkaian C 5 Evaluasi P 3 Ketepatan C 4 Analisis P 2 Penggunaan C 3 Penerapan P 1 Peniruan C 2 Pemahaman (softskill)? C 1 Ingatan
BAGAIMANA CARA PENILAIANNYA : • PENILAIAN KEMAMPUAN KOGNITIF Ujian tulis ? • PENILAIAN KEMAMPUAN PSIKOMOTOR Praktikum ? • PENILAIAN KEMAMPUAN AFEKTIF Pengamatan ?
Cognitive Domain (ranah kognitif) Meliputi aspek intelektual: pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berfikir. Affective Domain (ranah afektif) Meliputi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Psychomotor Domain (ranah psikomotor) Meliputi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, dan mengoperasikan mesin.
KULIAH DAN TUTORIAL KOMPETEN G U T AS I S A E R P SE NT M E S R A IN T A BU L E M D E M MO ?
Penilaian dalam KBK o o o Pendekatan penilaian : PAP Pelaksanaan: Periodik dan berkelanjutan. Pelaporan: terbuka Assesor: ada penilai lain selain dosen Teknik penilaian: Menggunakan berbagai penilaian. Alat penilaian: Menggunakan berbagai alat penilaian. 33
PENDEKATAN PENILAIAN ACUAN NORMA (PAN) Berdasar nilai kelompok PENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP) Berdasarkan kriteria yang terukur/terskala
Penilaian Acuan Norma (PAN) Pemberian nilai mengacu pada perolehan kelompok Cara: o Nilai tertinggi diberi skor 100 skor standar atau o Menganggap kemampuan siswa berdistribusi normal o A Rata-rata + 1, 5 SD AB Rata-rata + 1 SD B Rata-rata + 0, 5 SD BC Rata-rata – 0, 5 SD D Rata-rata – 1 SD E Rata-rata – 1, 5 SD
Penilaian Acuan Patokan (PAP) o Pemberian nilai mengacu pada skor standar untuk menggambarkan kemampuan akademik yang sesungguhnya Standar Skor Nilai >81 A 71 – 80 AB 66 – 70 B 61 – 65 BC 56 – 60 C 41 – 55 D <40 E
Contoh Penilaian PAN dan PAP A >88, 6 Rata-rata+1, 5 SD AB 81, 5 -88, 5 Rata-rata+1 SD 88, 6 81, 5 Nilai Mata Kuliah: X 70 72 73 70 71 75 75 73 72 75 B 74, 5 -81, 4 Rata-rata+0, 05 SD 74, 5 80 80 85 80 75 BC 67, 4 -74, 4 Rata-rata 45 40 50 52 45 56 60 56 65 78 78 81 80 95 90 C 67, 4 60, 3 -67, 3 Rata-rata – 0, 5 SD 60. 3 D 53, 3 -60, 2 Rata-rata – 1 SD E <53, 2 53, 3 Rata-rata – 1, 5 SD 3, 89
Contoh Penilaian PAP No. Nama T 1 T 2 TGS UAS Ntes Attitude Nrata Nilai 10. 10 85 63=30%”*85+ (70%/3)*(10+6 5+66) 75 66=30%* 75+70%* 63 B 70% 30% 4 Jono 85 66 Bobot Item 70% 30% Bobot total 49% 21%
Perbandingan PAN dan PAP PAN Positif 1. 2. 3. Negatif 1. PAP Bermanfaat untuk seleksi mahasiswa Diagnosis kekuatan/kelemahan mhs di kelas Mengetahui kemampuan awal mhs dalam kelas bantuan (remedial) Lebih menggambarkan kemampuan akademik Nilai kurang menggambarkan kemampuan akademik yang sesungguhnya Menentukan patokan yang wajar sulit
JENIS PENILAIAN 40
CONTOH : KD o Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis, transport aktif, endositosis, eksositosis) 42
Indikator 1. 2. 3. 4. Membandingkan mekanisme difusi dan osmosis Menjelaskan pengaruh larutan dengan potensial air yang berbeda terhadap sel Membandingkan mekanisme transport pasif dan transpor aktif Membandingkan mekanisme endositosis dan eksositosis 43
Indikator 5. 6. Menyelidiki pengaruh konsentrasi garam terhadap jumlah sel terplasmolisis Melakukan pengamatan sel dengan menggunakan mikroskop 44
Indikator 1. 2. 3. 4. Membandingkan mekanisme difusi dan osmosis (tes) Menjelaskan pengaruh larutan dengan potensial air yang berbeda terhadap sel (tes) Membandingkan mekanisme transport pasif dan transpor aktif (tes) Membandingkan mekanisme endositosis dan eksositosis (tes) 45
Indikator 5. 6. Menyelidiki pengaruh konsentrasi garam terhadap jumlah sel terplasmolisis (Asesmen Kinerja) Melakukan pengamatan sel dengan menggunakan mikroskop (Asesmen Kinerja) 46
PEKERTI : TES AA : NON TES (PENILAIAN ALTERNATIF)
APAKAH TES ITU? o Tes adalah sejumlah pertanyaan yang harus dijawab, pernyataan-pernyataan yang harus dipilih/ditanggapi, atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh peserta tes dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek tertentu dari peserta tes. 48
BENTUK TES TULIS 49
Pilihan ganda (Multiple choise ) o o Soal pilihan ganda adalah soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Setiap soal terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distracter)
Kaidah penulisan o o o Soal harus sesuai dengan indikator Pilihan jawaban harus homogen dan logis dari segi materi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar, hindari menggunakan pilihan jawaban semua benar atau semua salah Menggunakan bahasa baku Menggunakan bahasa komunikatif, lugas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda
Efektivitas pengecoh (Distracter) o o Efektivitas pengecoh dilakukan dengan menghitung peserta tes yang memilih tiap alternatif jawaban pada masing-masing item. Kriteria pengecoh yang baik apabila pengecoh tersebut dipilih paling sedikit 5% dari peserta tes.
Membandingkan mekanisme difusi dan osmosis o Jika setetes sirup berwarna merah ditambahkan ke gelas kimia yang berisi sirup tanpa warna, maka warna akan. . A. B. C. D. bergerak dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi membentuk sebuah ikatan polar mulai berdifusi tetap berada di dasar gelas kimia 53
Membandingkan mekanisme difusi dan osmosis o Proses difusi dapat dipercepat dengan cara. . A. B. C. D. menurunkan tekanan menurunkan pergerakan partikel meningkatkan temperatur meningkatkan jumlah partikel 54
Indikator o Peserta didik dapat memprediksikan keadaan populasi dalam ekosistem kolam setelah jangka waktu yang lama, berdasarkan deskripsi yang diberikan
Contoh soal o Pak Ahmad membuka usaha perikanan darat yang dilakukan di sebuah kolam. Di dalam ekosistem kolam tersebut terdapat berbagai macam ikan (seperti bawal, gabus, gurame, nila), katak, serangga, bangau, ular, teratai, eceng gondok, dan gang berada di dekat sawah yang sering disemprot dengan insektisida. Secara terus menerus sisa-sisa insektisida ini terbawa aliran air dan masuk ke dalam kolam.
Pertanyaan 1. Manakah diantara hewan-hewan berikut yang paling terpengaruh oleh insektisida? a. b. c. d. 2. ikan ular katak serangga Apakah yang akan terjadi dengan populasi dalam ekosistem kolam pak Ahmad dalam jangka waktu yang lama? a. b. c. d. Populasi ikan akan langsung mati karena mereka memakan insektisida Populasi eceng gondok akan meledak karena insektisida merupakan pupuk bagi tumbuhan tersebut Populasi ikan akan berkurang karena mereka memangsa plankton yang mengandung insektisida Semua populasi yang terdapat dalam kolam akan mati.
Cara mengolah skor Dengan rumus denda W S=R - ---0 -1 S = skor yang diperoleh R = jawaban betul W= jawaban salah O = banyaknya option 1 = bilangan tetap Contoh; Peserta didik menjawab betul 17 soal dari 20 soal. Soal bentuk pilihan ganda ini dengan menggunakan option 4 3 Skor = 17 - ------- = 16 4– 1 • Tanpa denda S=R
Soal dengan dua pilihan jawaban (True-false) o Bentuk soal ini menuntut peserta tes untuk memilih dua kemungkinan jawaban yaitu benar dan salah atau ya dan tidak
Kaidah o o o Hindari penggunaan kata terpenting, selalu, tidak pernah, hanya sebagian besar dan kata lainnya yang sejenis, karena dapat membingungkan peserta tes! Jumlah rumusan pernyataan butir soal hendaknya relatif sama. Hindari pernyataan negatif! contoh: (B – S) Haji bukan rukun Islam Hindari penggunaan kata yang dapat menimbulkan penafsiran ganda! contoh: (B – S) Banyak anak sekolah yang terlibat tawuran Hindari pengambilan kalimat langsung dari buku teks, hal ini cenderung membuat peserta tes untuk menghafal daripada memahami dan menguasai konsep
Contoh soal o Mana diantara bentuk soal di bawah ini yang tepat! B S Gunung Kelud terletak di Propinsi Jawa Timur B S Gunung Kelud letaknya bukan di Propinsi Jawa Timur
Cara mengolah skor o o Dengan denda S=R–W S = skor yang diperoleh R = jawaban benar W= jawaban salah Tanpa denda S=R
Bentuk Soal Menjodohkan (Matching ) o o Soal bentuk menjodohkan adalah bentuk soal yang terdiri atas dua kelompok pernyataan. Lajur sebelah kiri merupakan soal atau pernyataan, sedangkan lajur sebelah kanan merupakan jawaban atau respon.
Kaidah penulisan soal o o o Tulislah seluruh pernyataan soal disebelah kiri! Tulislah seluruh pernyataan jawaban disebelah kanan! Beri petunjuk yang baik berdasarkan pencocokan! Buat semua jawaban masuk akal! Jawaban harus pendek Pernyataan jawaban harus lebih banyak daripada pernyataan soal
Contoh Pasangkan pertanyaan di lajur kiri dengan jawaban di sebelah kanan 1. 2. Transmigrasi. . . Imigrasi. . . . . a. b. c. Pindahnya penduduk antar pulau di dalam satu negara Pindahnya penduduk dari desa ke kota Pindahnya penduduk ke negara lain
Cara Mengolah Skor o o S=R Skor dihitung berdasarkan jawaban yang benar
Soal melengkapi (Completion) o Soal melengkapi adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan jawaban atau melengkapi tes berupa kata, frase, angka atau symbol.
Kaidah Penulisan o o Dalam membuat pertanyaan jangan terlalu banyak kata yang dihilangkan Jawaban yang diinginkan benar-benar dibatasi Jika pernyataan memerlukan jawaban berupa angka, nyatakan dalam satuan-satuan tertentu Jangan mengambil langsung dari buku teks
Cara menskor o. S =R
Contoh 1. 2. Piso Surit dan Sengko adalah lagu-lagu daerah dari propinsi ………………. . Air akan membeku pada suhu …………. . . . derajat fahrenheit
Bentuk Tes Jawaban Singkat o Soal bentuk jawaban singkat adalah soal yang jawabannya ditandai dengan adanya tempat kosong yang disediakan bagi pembuat tes untuk menuliskan jawabannya sesuai dengan petunjuk.
Kaidah Penulisan o o o Soal harus sesuai dengan indikator Jawaban yang benar hanya satu Rumusan kalimat soal harus komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak menggunakan bahasa lokal
Tes subjektif o o Bentuk Soal Uraian (Essay) Soal bentuk uraian adalah soal yang jawabannya menuntut peserta didik untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bantuk uraian tulis.
o o soal uraian terikat, yaitu soal atau pertanyaan yang menuntut jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. Soal uraian bebas, yaitu soal yang menuntut jawaban berupa pengertian/konsep menurut pendapat setiap peserta tes sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif
Kaidah penuliasan soal uraian o o o o mengacu pada kompetensi Pertanyaan harus menggunakan kata tanya yang menuntut jawaban terurai, seperti mengapa, jelaskan, bandingkan, hubungkan, buktikan dan hitunglah Petunjuk harus jelas sehingga peserta didik mudah mengerjakannya Dilengkapi dengan pedoman penskoran Hal-hal yang menyertai soal, seperti tabel, bambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya harus disajikan dengan jelas Bahasa harus komunikatif Rumusan kata-kata tidak boleh menimbulkan penafsiran ganda Menggunakan bahasa baku
Contoh: o o Soal uraian terikat Kompetensi dasar : memahami bangun segitiga Masalah Intan mengatakan, “Saya dapat menggambar sebuah segitiga dengan dua sudutnya siku. ”Setujukah kamu dengan pendapat Intan? Jelaskan alasanmu!”
Rubrik dan Contoh Jawaban Level 0 1 2 Diskripsi dan Contoh Jawaban Peserta Didik Bukan jawaban yang sesuai. Tidak menggunakan bahasa geometri. “Saya setuju dengan Intan karena ia dapat mengerjakannya” Jawaban salah, tetapi beberapa alasan dicoba dikemukakan. “Ya, karena semua segitiga memiliki sudut siku-siku dan lawannya. ” “Ya, kita dapat membuat yang satu di atas dan yang satu di bawah. ” Sebagian dijawab benar tetapi penalarannya salah: “Tidak, karena semua segitiga memiliki segitiga siku-siku. ” Jawaban benar, tetapi penalarannya tidak lengkap atau tidak jelas. “Tidak, karena kita hanya dapat menempatkan satu segitiga siku-siku pada sebuah segitiga” “Tidak, ini mungkin persegi atau persegi panjang. ” 3 Jawaban benar, tetapi penalarannya baik. Penjelasannya lebih lengkap dari level 2, tetapi mengandalkan pada pengetahuan konkret atau visual daripada pengetahuan abstrak. “ Karena jika kita menempatkan 2 sudut siku-siku secara bersama, kita memiliki 3 sisi, dan sisi-sisi tersebut tidak tertutup. ” “Tidak, karena jika kita menggambarkan 2 sudut siku-siku dan mencoba menghubungkannya, kita akan mendapatkan persegi atau persegi panjang, dua sudut siku-siku selalu memiliki 3 sisi. ” 4 Jawaban yang sempurna. Peserta didik menggunakan pengetahuan dari segitiga dan sudut. “Segitiga memiliki tiga sudut dan jumlahnya 180, jika ada dua segitiga siku-siku, maka besarnya 180, tetapi ini hanya dua sudut. ” “Bagaimana mungkin kita memiliki dua sudut siku-siku yang berarti sama dengan 180 karena kita hanya memiliki 2/3 dari segitiga yang kita kerjakan? ” “Kita akan memiliki dua sisi paralel”
Soal uraian bebas o o o Kompetensi dasar: Beriman kepada Allah dan memahami sifat-Nya Setiap orang Islam wajib beriman kepada Allah. Mengapa setiap muslim berkewajiban beriman kepada Allah? Apakah bisa dikatakan sebagai orang yang beriman bila selalu menyakiti saudaranya?
Memberi skor pada tes essay o o o Metode analisis (analytical method), yaitu proses pemberian nilai berdasarkan analisis yang disesuai dengan jawaban yang telah disediakan berdasarkan tingkat kebenarannya Metode sorter (sorting method), yaitu proses pemberian nilai berdasarkan klasifikasi jawaban dari semua peserta didik (baik sekali, baik, sedang, kurang dan kurang sekali) Untuk menjaga reliabilitas dari bentuk tes ini maka yang perlu diperhatikan adalah n n n menyiapkan jawaban, palam mengkoreksi jawaban, jangan melihat identitas dari peserta tes, periksa jawaban per item. Dengan cara ini, reliabilitas skor dapat dipertahankan.
Pedoman Penskoran soal uraian Prinsip penetapan penskoran: o o Buatlah jawaban dari soal yang anda buat. Tentukan total nilai dari jawaban tersebut. Tentukan langkah penyelesaian soal dan beri skor untuk setiap langkah, jika soal bersifat matematis. Jika jawaban soal adalah tes uraian, cari kata kunci dalam jawaban dan beri skor untuk setiap kata kunci.
Soal: Jelaskan tatacara memberi bantuan prnapasan kepada seorang pasien yang mengalami gangguan pernapasan? Pedoman penskoran: Komponen Penilaian 1. Tanda-tanda/gejala gangguan pernapasan 2. Alat bantu pernapasan yang diperlukan 3. Langkah-langkah pemberian pertolongan 4. Cara memasang alat bantu pernapasan 5. ………………. . Jumlah skor 4 4 9 4 4 25
Kelengkapan atau komponen tes n n Lembar soal, yaitu lembaran yang memuat butir-butir soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar jawaban, yaitu lembaran yang disediakan untuk mengerjakan tes Kunci jawaban yang berisi jawaban-jawaban yang dikehendaki. Pedoman penilaian atau pedoman skoring yang berisi keterangan rincian skor atau angka yang diberikan kepada peserta didik yang telah mengerjakan soal tes.
83
LANGKAH o o o Penentapan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik. Rencana pemberian tugas, quiz, dan ulangan harian dalam satu semester. Proses penilaian yang meliputi pemilihan dan pengembangan teknik penilaian, sistem pencatatan, dan pengelolaan. Proses analisis yang mencakup kegiatan analisis terhadap hasil penilaian. Pencatatan dan pelaporan, yaitu pengelolaan sistem penilaian dan pembuatan laporan. 84
MENENTUKAN TUJUAN PENILAIAN MEMPERHATIKAN STANDAR KOMPETENSINYA MENENTUKAN KD-NYA (KD 1 + KD 2 + KD 3 DLL) TES NON TES MENENTUKAN MATERI PENTING/ PENDUKUNG KD TEPAT DIUJIKAN SECARA TERTULIS/LISAN? TEPAT BENTUK OBJEKTIF (PG, ISIAN, DLL) • PENGAMATAN/ OBSERVASI (SIKAP, PORTFOLIO, LIFE SKILLS) • -TES SIKAP • -DLL TIDAK TEPAT BENTUK URAIAN TES PERBUATAN • -KINERJA (PERFORMANCE) • -PENUGASAN (PROJECT) • -HASIL KARYA (PRODUCT) • -DLL IKUTI KAIDAH PENULISAN SOAL DAN SUSUNLAH PEDOMAN PENSKORANNYA 85
Contoh Perencanaan penilaian No KD/INDIKATOR Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis, transport aktif, endositosis, eksositosis) 1. Membandingkan mekanisme difusi dan osmosis. 2. Menjelaskan pengaruh larutan dengan potensial air yang berbeda terhadap sel. 3. Membandingkan mekanisme transport pasif dan transpor aktif. 4. Membandingkan mekanisme endositosis dan eksositosis 5. Menyelidiki pengaruh konsentrasi garam terhadap jumlah sel terplasmolisis 6. Melakukan pengamatan sel dengan menggunakan mikroskop POKOK BAHASAN/SUB POKOK BAHASAN Teknik Bentuk Contoh Instumen Tes Tes Tulis LP 1: Butir 2, 3, 8, 11 LP 1: Butir 1, 4, 13, 14, 15, 16 LP 1: Butir 5, 6, 10, 3 Tes Tulis Transport Membran 1. Transport pasif 2. Transport aktif 3. Difusi 4. Osmosis 5. Eksositosis 6. Endositosis LP 1: Butir 7, 9, 12 Non tes Asesmen Kinerja Proses LP 2 Non Tes Assesmen Kinerja Psikomotor LP 3
Teknik Penilaian Tes tertulis Bentuk Instrumen 1. Tes pilihan: pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan dll. 2. Tes isian: isian singkat dan uraian Tes lisan Tes praktik (tes kinerja) Daftar pertanyaan 1. Tes identifikasi 2. Tes simulasi 3. Tes uji petik kinerja Penugasan individual atau kelompok Penilaian portofolio 1. Pekerjaan rumah 2. Projek Lembar penilaian portofolio Jurnal Penilaian diri Penilaian antarteman Buku cacatan jurnal Kuesioner/lembar penilaian diri Lembar penilaian antarteman 87
Pengembangan sistem ujian: Bersifat hierarkis, secara berurutan Soal Ujian Indikator Soal Ujian KOMPETENSI Indikator: karakteristik, ciri-ciri, perbuatan, atau respons yang ditunjukkan atau dilakukan mhs berkaitan dg kemampuan dasar
Kisi-kisi soal No Kompetensi Dasar&indikator Pokok Bahasan&sub pokok bahasan Jumlah soal proses berpikir maksimal C 1 C 2 C 3 C 4 C 5 Jumlah Butir Soal % C 6 89
Latihan 1. Buatlah kisi-kisi soal untuk soal obyektif dan uraian sesuai dengan SK, KD, dan Indikator yang telah saudara tetapkan untuk satu matakuliah yang telah saudara ampu.
Format Tugas Kisi-kisi soal No 1. KD/INDIKATOR POKOK BAHASAN/SUB POKOK BAHASAN Mengidentifikasi kehidupan SEL sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme 1. 2. 3. Menjelaskan tentang sel 1. tubuh 2. Menjelaskan ultra 3. struktur sel Mengklasifikasikan jenis sel Introduksi sel Ultra struktur sel Jenis-jenis sel Mengidentifikasi sel 1. sebagai unit fungsional 2. terkecil dari organisme Menjelaskan proses transport membrane sel Fungsi spesifik sel Transport trans membrane Menjelaskan reproduksi 1. sel 2. Mengenal genetika sel 3. Menjelaskan proses homeostasis di dalam sel Reproduksi sel Genetika sel Homeostasis sel Jumlah soal proses berpikir maksimal C 1 C 2 C 3 C 4 C 5 Jumlah Soal C 6 %
Latihan 2. Berdasarkan kisi-kisi tersebut buatlah soal obyektif (3 soal) dan essay (3 soal) beserta pedoman penskorannya
- Slides: 92