Epidemiologi Penyakit Menular dan Non Menular Fitria Dewi













































- Slides: 45
Epidemiologi Penyakit Menular dan Non Menular Fitria Dewi Puspita Anggraini Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro 2020 Fitriadewi@dsn. dinus. ac. id
Topik Bahasan 01 02 Pendahuluan Penyakit Epidemik dan Endemik; Penyakit Menular dan Non Menular Penyakit Perilaku 03 Rantai Infeksi 04 Investigasi dan Pengendalian
Topik Bahasan 05 Konsep Pemberantasan 06 Metode Pemberantasan Penyakit Menular dan Non Menular Dasar dan 07 Komponen Kegiatan Penunjang Pemberantasan Penyakit
Section Break
Penyakit Epidemik & Endemik Epidemik Kasus Penyakit yang timbul sebagai kasus baru pada suatu populasi tertentu dalam suatu periode waktu tertentu, dengan laju yang melebihi batas jumlah normal Suatu kejadian penyakit yang terjadi secara menetap, tidak cepat hilang, jumlah orang yang terinfeksi secara luar biasa dalam masyarakat pada suatu tempat/populasi tertentu Endemis Kasus Primer Seseorang yang telah didiagnosis penyakit yang dideritanya, jadi bukan sekedar terinfeksi Epidemik yang terjadi dalam daerah yang sangat luas dan biasanya mencakup proporsi populasi yang banyak Pandemik Kasus pertama yang menjadi sumber penyebaran penyakit menular yang terjadi dalam komunitas Kasus pertama yang diperoleh atau mendapatkan perhatian dalam laporan kejadian penyakit/wabah Kasus Indeks
Section Break
Epidemiologi Penyakit Menular (PM) Penyakit menular ditandai dengan adanya agen atau penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah ke orang lain Adalah penyakit yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung Suatu penyakit dpat menular dari satu orang ke orang lain ditentukan oleh 3 faktor, yakni: agen (penyebab penyakit), host (induk semang/penjamu) dan route of transmission (jalannya penularan)
Host adalah orang atau binatang yang masih sehat yang memberikan tempat yang cocok bagi suatu agent yang infeksius untuk tumbuh dan memperbanyak diri dalam kondisi yang alamiah. Beberapa istilah yang harus dikenali yaitu Inkubasi adalah waktu antara masuknya agent infeksius dan munculnya gejala penyakit. Imunisasi adalah perlindungan terhadap individu yang rentan terhadap penyakit menular dengan memberikan agent infeksius yang hidup yang telah dimodifikasi. Pejamu (Host) Penyebab penyakit khususnya penyakit menular adalah agent infeksi. Infeksi adalah masuk dan berkembangnya sebuah agent yang infeksius di dalam host. Infeksi tidak sama dengan penyakit, karena kadang infeksi tidak menghasilkan penyakit secara klinik. Patogenitas agent adalah kemampuan menghasilkan penyakit, diukur menurut rasio jumlah orang yang menderita penyakit terhadap jumlah orang yang terpapar. Virulensi adalah ukuran tingkat keganasan penyakit dari yang rendah sampai tinggi. Infektivitas adalah kemampuan agent menginvasi/ memproduksi infeksi dari host. Agent Infeksi (Etiologi/Penyebab Infeksi)
Klasifikasi Agen Golongan Virus Arbovirus, adenovirus, hantavirus, coronavirus, hemophilus influenza Golongan Ricketsia Salmonella typhi, salmonella paratyphi Golongan Bakteri E. coli, mycobacterium tuberculosis, streptokokus, staphylokokus Golongan Protozoa plasmodium Golongan Jamur Histoplasmosis capsulatum Golongan Cacing Ascaris (cacing gelang), cacing kremi, cacing pita, cacing tambang
Persyaratan Kehidupan Agen Bergerak atau berpindah dari induk semang Berkembang Biak Mencapai induk semang baru Menginfeksi induk semang baru tersebut
Reservoar adalah habitat atau tempat di mana bibit penyakit mampu hidup dan berkembang biak. Reservoar dapat berupa manusia, binatang, atau benda-benda mati.
Reservoar di Dalam Manusia Artinya kelompok penyakit menular dijumpai lebih sering pada manusia. Penyakit ini pada umumnya berpindah dari manusia ke manusia dan hanya menimbulkan penyakit pada manusia saja. Contoh penyakit: campak (measles), cacar air (smallpox), typhus, meningitis, gonorrhea dan sifilis. Manusia sebagai reservoar dapat menjadi kasus yang aktif dan carrier
Reservoar pada Binatang Penyakit menular yang mengenai manusia dapat berasal dari binatang terutama yang termasuk dalam kelompok penyakit zoonosis yaitu penyakit pada binatang vertebrata yang dapat menular pada manusia
Reservoar pada Binatang Penyakit trichinosis reservoar utamanya babi Penyakit pes, reservoar utamanya tikus Penyakit hidatosis reservoar utamanya anjing Penyakit rabies, reservoar utamanya anjing Simple Power. Point Penyakit bovine tuberculosis reservoar utamanya sapi Penyakit bracellosis reservoar utamanya kambing Penyakit leptospirosis reservoar utamanya tikus
Benda Mati sebagai Reservoar Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada benda-benda mati pada dasarnya adalah saprofit hidup dalam tanah. Pada umumnya bibit penyakit ini berkembang biak pada lingkungan yang cocok untuknya. Oleh karena itu, bila terjadi perubahan temperatur dan kelembaban dari kondisi dimana ia dapat hidup, maka ia akan berkembang biak dan siap infektif
Contoh Reservoar pada Benda Mati
Sumber Infeksi dan Penyebaran Penyakit Upaya memutus rantai penularan Pengetahuan tentang jalan masuk agen penting dalam epidemiologi karena dapat memutus perjalanan agen masuk ke dalam tubuh manusia Sumber Infeksi Semua benda termasuk orang/binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada seseorang. Reservor juga berperan sebagai sumber penyakit Portal of Entry Kepentingan Identifikasi / Diagnosis Untuk menularkan penyakit, agen memulai aksinya dengan memasuki pintu masuk tertentu pada calon penderita baru Portal of Entry Jika agen ingin berpindah ke penderita baru lagi, harus keluar melalui pintu tertentu Pengetahuan tentang jalan keluar agen bermanfaat dalam menemukan agen untuk kepentingan identifikasi / diagnosis penyakit
Route Penularan Infeksi (infection) Kontak Langsung Umumnya terjadi pada masyarakat yang hidup di lingkungan padat penduduknya Contoh: gatal-gatal, panu, kadas Penularan ini terjadi melalui perantaraan tangan, makanan/minuman Contoh: kolera, thypus Merupakan infeksi yang diperoleh melalui plasenta dari ibu penderita penyakit sewaktu mengandung Penetrasi pada Kulit Inhalasi (Inhalation) Definisi Route penularan adalah mekanisme di mana agen/penyebab penyakit ditularkan dari satu orang ke orang lain Penularan melalui udara/pernafasan, disebut juga dengan airborne disease/airborne infection Contoh: TBC Infeksi melalui Plasenta Penularan ditularkan langsung agen sebagai organisme penyebab penyakit Contoh: penetrasi pada kulit misalnya cacing tambang
Lingkungan (Environment) Lingkungan juga berperan penting dalam penyebaran penyakit Fisik (alam), misalnya tanah, udara, dan air Biologik, yang dapat berupa flora dan fauna Fisik dan atau sosial, berupa kumpulan manusia atau masyarakat.
Section Break
Epidemiologi Penyakit Tidak Menular (PTM) Penyakit Kronik Adalah penyakit yang tidak dapat berpindah dari satu orang ke orang yang lain Dipakai untuk penyakit tidak menular karena kelangsungannya biasanya bersifat kronik (menahun) atau lama New Communicable Disease Penyakit dianggap dapat menular melalui gaya hidup (life style), tetapi tidak membutuhkan rantai penularan tertentu Penyakit Non Infeksi Penyebab penyakit tidak menular biasanya bukan oleh mikroorganisme. Penyakit Degenerative Kejadian penyakit tidak menular berkaitan dengan proses degenerasi atau penuaan, sehingga banyak ditemukan pada usia lanjut
Perbandingan Karakteristik Penyakit Menular dan Tidak Menular Penyakit Menular (PM) Penyakit Tidak Menular (PTM) 1. Banyak ditemui di negara berkembang 1. Banyak ditemui di negara industri/maju 2. Rantai penularan jelas 2. Tidak ada rantai penularan 3. Masa berlangsung umum akut 3. Masa berlangsung umumnya kronik 4. Etiologi penyebab penyakit jelas 4. Etiologi penyebab penyakit tidak jelas 5. Bersifat single-causa 5. Bersifat multi-causa 6. Diagnosis mudah dilakukan 6. Diagnosis sulit dilakukan 7. Lebih mudah dicari penyebabnya 7. Agak sulit mencari penyebabnya 8. Biaya pengobatan relatif murah 8. Biaya pengobatan cenderung mahal 9. Jelas muncul di permukaan 9. Ada iceberg phenomen 10. Morbiditas dan mortalitasnya cenderung menurun 10. Morbiditas dan mortalitasnya cenderung meningkat
Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular Risk factor adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan faktor resiko pada penyakit tidak menular, sebagai pembeda dengan istilah etiologi pada penyakit menular Contoh: merokok, alkohol, diet, gaya hidup, obesitas, radiasi, sexual behavoiur, obat-obatan, stres.
Section Break
Rantai Infeksi Setiap penyakit pasti timbul melalui proses kejadian yang umumnya relatif tetap. Suatu proses pasti melalui langkah tertentu, dapat pendek tetapi juga dapat panjang. Rantai infeksi terjadi sebagai akibat dari interaksi agent, proses transmisi dan host. Efeknya bervariasi dari infeksi yang tidak tampak sampai penyakit parah serta kematian.
Section Break
Investigasi& Pengendalian Epidemiologi Penyakit Tujuan: mengidentifikasi penyebab dan cara mengendalikan penyakit Penyebaran data dan follow up Penelitian pendahuluan Identifikasi kasus Penerapan langkah pengendalian Pengumpulan data Analisis Data
Manajemen Pengendalian Manajemen epidemi adalah penanganan kasus-kasus, mencegah penyebaran lebih lanjut dan pemantauan terhadap efek yang timbul akibat langkah pengendalian Langsung ke sumber infeksi/ penyebaran untuk melindungi orang-orang yang terpapar Memindahkan sumber infeksi, contohnya penarikan makanan yang terkontaminasi
KONSEP PEMBERANTASAN • Pemberantasan penyakit merupakan pioner pertama dari usaha kesehatan masyarakat secara menyeluruh yang terus berkembang sampai saat ini. • Dengan tujuan secara langsung maupun tidak untuk menunjang keberhasilan program pemberantasan penyakit. • Dalam pemberantasan bukan hanya penyakit menular yang menjadi perhatian namun penyakit tidak menular pun perlu mendapat perhatian, karena frekuensinya makin tinggi dan banyak menimbulkan penderitaan pula. • Pengetahuan mengenai pemberantasan dibedakan menjadi 2, yakni dasar-dasar pemberantasan penyakit dan program pemberantasan penyakit.
Pada prinsipnya, penanganan penyakit di masyarakat dapat di kategorikan menjadi 2 tingkat yaitu kontrol dan eradikasi. Tujuan umum pemberantasan penyakit adalah: 1. Mengurangi/mengeliminasi jlh penderita sehingga penularan penyakit menjadi berkurang pula. 2. Melindungi penduduk yang sehat supaya tetap sehat.
Berdasarkan harapan dan kenyataan timbullah konsep “kontrol” (pemberantasan), dan “eradikasi” (pembasmian). Pemberantasan mengarah pada penurunan angka penyakit, sedangkan pembasmian bertujuan menghilangkan penyakit sama sekali. Keduanya dipertahankan oleh karena: 1. Kekacauan konsep dari definisi eradikasi. 2. Alasan-alasan yang menyangkut sosial biologik. 3. Alasan-alasan yang berhubungan dengan segi administrasi, dan perencanaan kesehatan.
KONSEP PEMBERANTASAN Konsep Payne Konsep Rusia Lebih mengarah pada praktisi kesehatan masyarakat, dengan prinsip: Eradikasi reduksi sampai tingkat yang sesuai kepentingan kesehatan masyarakat, yaitu frekuensi penyakit sangat rendah, dan transmisi sangat lambat Konsep ini campuran dari ilmiah maupun praktisi kesehatan masyarakat dengan prinsip: Eradikasi seperti yang dimaksud pada konsep rusia disebut dengan nama “eliminasi”. Jadi dalam penanganan penyakit terdapat 3 tingkat yaitu; kontrol eliminasi, dan eradikasi Konsep Cockburn Konsep Andrews-Langmuir Lebih ditujukan kepada praktisi kesehatan masyarakat dengan prinsip: 1. Kontrol (pemberantasan penyakit) reduksi prevalensi penyakit tertentu sampai batas yang relatif rendah. 2. Eradikasi (pembasmian penyakit) reduksi penyakit tertentu sampai batas tidak adanya transmisi/penularan pada daerah tertentu Konsep ini lebih mengarah ke ilmu pengetahuan, dengan prinsip: Eradikasi reduksi, sampai agent penyakit hilang sama sekali
Tujuan Khusus Pemberantasan Penyakit Menangani lingkungan supaya tidak membantu menjadi tempat penularan penyakit. Menurunkan jumlah penderita yang ada di masyarakat sampai pada tingkat serendah mungkin Mencegah timbulnya penyakit tidak menular sampai tingkat serendah mungkin Menurunkan jumlah carrier dan sumber bukan manusia ketingkat yang serendahnya Menggerakkan masyarakat supaya turut serta mencegah dan memberantas penyakit Meningkatkan daya tahan dan kekebalan masyarakat, khususnya terhadap penyakit menular Memonitor tingkat penyakit dan penularannya sepanjang waktu Menurunkan jumlah vektor dan vehikel sampai tingkat yang menyudutkan penular
RUANG LINGKUP PEMBERANTASAN PENYAKIT Materi • Penyakit Menular (baik penyakit yang sudah diprogramkan atau belum) • Penyakit Tidak Menular • Penyakit yang biasanya lebih diperhatikan adalah penyakit yang banyak menimbulkan kerugian karena: Angka kematian sangat tinggi, menimbulkan kecacatan yang cukup berat, frekuensinya Masalah dimasyarakat sangat tinggi, dan mempunyai kecenderungan (trend) yang meningkat. • Meliputi kegiatan terhadap penderita, orang sehat, lingkungan, perantara penyakit, monitoring, dan administrasi. Kegiatan Waktu • Meliputi kegiatan jangka panjang yaitu terhadap penyakit-penyakit yang sudah bersifat endemik, dan ditangani oleh program pemberantasan, dan kegiatan yang relatif berjangka pendek yaitu ditujukan pada penyakit epidemi/wabah/KLB • Khusus untuk deteksi penderita dan pengobatan biasanya menggunakan metode yang lebih sederhana dibanding kegiatan klinik/medik, tetapi masih efektif dan efisien. Selain itu kegiatan langsung ke masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya sekelompok penderita. Hal ini perlu diperhatikan, karena Metode disinilah letak perbedaannya dengan pelayanan klinis dan kedokteran sosial
KLASIFIKASI PEMBERANTASAN PENYAKIT Berdasarkan menular tidaknya penyakit 1. Pemberantasan penyakit menular, baik penularan secara langsung maupun tidak 2. Pemberantasan penyakit tidak menular, termasuk didalamnya kecelakaan dan keracunan, dll Berdasarkan waktu perjalanan penyakit secara alamiah 1. Pemberantasan penyakit akut 2. Pemberantasan penyakit kronis Berdasarkan Cara Penularannya 1. Pemberantasan penyakit yang ditularkan lewat udara 2. Pemberantasan penyakit yang ditularkan lewat serangga 3. Pemberantasan penyakit yang ditularkan melalui kontak 4. Pemberantasan penyakit menular melalui parentral (darah)
KLASIFIKASI PEMBERANTASAN PENYAKIT Berdasarkan cara penularannya (modifikasi oleh DEPKES RI) 1. Pemberantasan penyakit yang ditularkan langsung 2. Pemberantasan penyakit yang ditularkan binatang 3. Pemberantasan penyakit yang di tularkan melalui makanan Berdasarkan kelompok jenis penyebabnya 1. Pemberantasan penyakit virus 2. Pemeberantasan penyakit jamur Berdasarkan Jenis Organ yang diserang agent penyakit 1. Pemberantasan penyakit traktus respiratorius 2. Pemberantasan penyakit kelamin
Ilmu Penyakit Umum Ilmu Preklinik Ilmu Sosial Ilmu pendukung pemberantasan penyakit Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu Administrasi Epidemiologi
METODE PENDEKATAN PEMBERANTASAN PENYAKIT Pendekatan program pemberantasan penyakit • Konsep program pada permasalahan penyakit yang selalu ada. • Ciri khas: • Menutup rantai transmisi/proses kejadian penyakit merupakan sasaran utama. • Mengobati penderita dan kontak adalah sasaran berikutnya. Pendekatan penanggulangan wabah/KLB • Dalam waktu singkat, penanganan cepat untuk memutuskan transmisi dari sumber, menghindari perluasan dan penambahan jumlah yang sakit. • Ciri khas: • Menangani penderita dan kontak justru yang utama. • Memutuskan rantai transmisi/kejadian yang kemudian
PRINSIP PEMBERANTASAN PENYAKIT Secara program (berulang) Secara proyek (sekali jalan) • Umumnya dilakukan pada: penyakit endemik, rentang waktu cukup lama, dan perlu pentahapan yang ketat. • Umumnya dilakukan pada: penyakit epidemik (wabah), rentang waktu relatif singkat, dan umumnya tanpa pentahapan yang ketat
KOMPONEN PEMBERANTASAN PENYAKIT KOMPONEN TIAP PROGRAM : jenis tindakan dalam program : banyak tindakannya bervariasi per penyakit RUANG LINGKUP TINDAKAN 1. Jenisnya banyak, meliputi segi penderita, host, perantara, lingkungan, surveilans, administrasi, dsb. Misalnya kapal terjangkit penyakit, karantina dapat ditahan. 2. Tindakan standar (DEPKES), agar: Seragam, mudah di evaluasi, efektif dan efisien, tindakan mudah dilaksanakan, tindakan tidak terlalu mahal.
JENIS-JENIS KOMPONEN UTAMA Penderita Lingkungan dan Agent Contact Person Surveilans Transmitter Administratif Tindakan Tambahan
PENDERITA Tindakan: case finding (passive case finding & active case finding) Prosedur: 1. Gunakan kriteria standar 2. Lakukan terhadap yang dicurigai 3. Nyatakan case bila sesuai kriteria, suspect case bila meragukan dapat dilakukan pemeriksaan ulang. 4. Prinsipnya hampir sama dengan praktik klinis namun disederhanakan. 5. Yang perlu diingat spesimen ditangani dengan baik. case holding Prosedur: menangani penderita sampai akhir, pengobatan penderita dan tindakan lain. Jenis pengobatan yaitu; 1. simptomatic (presumptive) treatment jenis pengobatan ini hanya mengurangi gejala 2. radikal treatment menyembuhkan Prosedur: 1. Ambulatory treatment berobat jalan (bila tidak membehayakan lingkungannya) 2. Centralized treatment di center tertentu (bila keadaan memaksa atau untuk isolasi) 3. Hospitalization isolasi rawat inap (untuk perawatan yang intensif) 4. Isolasi penderita (dipisahkan dari lingkungan) 5. Edukasi penderita
Contact Person Tindakan: 1. Contact tracing memerlukan kontak sekitar penderita Prosedurnya : sama seperti kontak Dilakukan tindakan ini hanya untuk penyakit menular. 2. Pengobatan kontak pengobatan yang dilakukan bagi yang belum sakit. Disebut juga pengobatan profilaksis, dengan tujuan mencegah penularan. Prosedurnya: seperti pada penderita tetapi waktunya lebih pendek Khusus veneral disease : kontak harus diobati seperti penderita. 3. Edukasi kontak penyuluhan untuk mencegah penyakit (tanda dan cara penularan, tindakan menghindari infeksi, tindakan yang dilakukan bila tahu orang sakit serupa (lapor), meningkatkan kondisi dan kebiasaan yang baik dan tindakan lain yang di perlukan. 4. Segregasi memisahkan kontak dari sumber penyakit. Biasanya terhadap golongan anak sehingga penularan bisa dicegah 5. Imunisasi 6. Proteksi menggunakan pelindung supaya tidak terpapar oleh agent penyakit yang digunakan oleh orang sehat (host)
Transmitter Tindakan terhadap perantara: 1. Vector control pemberantasan terhadap vektor (serangga) untuk memutuskan rantai tranmisi. 2. Pestisida (insectici. Ide) jenisnya banyak, merupakan racun, pembasmian dengan insecticide/pestisida itu efektif, cepat tetapi mahal. Dapat digunakan terutama pada saat wabah. Cara : spraying, fogging, fumigation, feeding. Saat penggunakan pestisida yang perlu diingat yaitu petugas harus menggunakan proteksi, masyarakat dikondisikan, hewan ternak disingkirkan, pembuangan residu insektisida tidak boleh sembarangan. 3. Environmental VC Pemberantasan dengan perbaikan sanitasi, cenderung murah, efektif tetapi membutuhkan waktu yang lama. Cara ini dapat digunakan sepanjang masa. 4. Mechanical VC Populasi di tekan dengan tindakan mekanikal. Cara ini dapat murah sampai dengan mahal, kurang efektif dan membutuhkan waktu yang lama. Caranya: trapping (perangkap), sucking (alat hisap), dipukul dll. 5. Biological VC Populasi dikurangi dengan tindakan tertentu, sesuai biologiknya. Cenderung murah, kurang efektif dan membutuhkan waktu yang lama. Contoh tindakan: menyebarkan serangga jantan, menyebarkan predator, dll 6. Pencegahan dengan metode lain penggunaan repellant, obat nyamuk, hewan piaraan sebagai tameng