Efek Samping Psikotropika dan Penatalaksanaan Dr Amel Yanis

















- Slides: 17
Efek Samping Psikotropika dan Penatalaksanaan Dr. Amel Yanis Sp. KJ (K)
Efek Samping Psikotropika • Obat-obat psikotropika bekerja pada sistem neurotransmiter. • Selain efek yg diharapkan (efek terapi) juga bisa muncul efek yg tidak diharapkan (efek samping). • Efek merugikan yg mungkin timbul berdasarkan jenis neurotransmiter yg dipengaruhi adalah:
Penghambat reseptor asetilkholine muskarinik • • Pandangan kabur Konstipasi Salivasi menurun Keringat menurun Ejakulasi retrograd Eksaserbasi asma Delirium
Lanjutan penghambat asetilkholine Muskarinik • Hipertermia • Gangguan daya ingat • Glaukoma sudut sempit • Fotofobia • Takikardi sinus • Retensi urine
Antidopaminergik • Disfungsi endokrine (Hiperprolaktinemia, gangguan menstruasi) • Gangguan gerakan (Akhatisia, distonia, parkinsonisme, tardive diskinesia)
Anti adrenergik (terutama α) • Pusing • Hipotensi postural • Takikardi refleks Antihistaminergik • Hipotensi • Sedasi • Penambahan berat badan
Sistem Neurotransmiter multipel • Agranulositosis • Reaksi alergi • Anoreksia • Kelainan konduksi jantung • Mual dan muntah • Kejang
Efek merugikan yg paling sering Gangguan Gerakan (berhubungan dg antagonis reseptor dopamin) Jenis gangguan gerakan tsb adalah: • Parkinsonisme (tremor, rigiditas, bradikinesia) • Distonia • Akhatisia • Tardive diskinesia
• Parkinsonisme, ditandai oleh: *Tremor (paling jelas waktu istirahat) *Rigiditas *Bradikinesia • Penatalaksanaan: *Turunkan dosis neuroleptik * Obat antiparkinsonisme (antikholinergik/antihistamin) *Ganti obat neuroleptik
• Distonia Akut -Adalah kontraksi otot yg singkat atau lama -Gerakan atau postur tubuh abnormal (krisis okulogirik, prostrusio lidah, torticolis, trismus, distonia laring-faring) • Penatalaksanaan Harus dilakukan segera Antikholinergik atau Antihistaminergik
• Akathisia akut Ditandai oleh perasaan subyektif atau tanda obyektif kegelisahan atau keduanya. Rasa cemas, tidak mampu untuk santai, gugup, bolakbalik, duduk-berdiri berulang-ulang. • Penatalaksanaan Turunkan dosis neuroleptik antagonis reseptor adrenergik beta atau antikholinergik dan benzodiazepin Ganti neuroleptik
• Tardive Dyskinesia Adalah ggn gerakan involunter dan koreoatetoid yg timbul lambat. Pemakaian neuroleptik lama Paling sering mengenai daerah orofasial, jari-jari dan ibu jari kaki.
• Lanjutan Tardive Dyskinesia Ggn yg serius gerakan koreoatetoid ditemukan pada kepala, leher dan panggul. Ggn yg lbh serius mungkin terjadi iregularitas bernafas dan menelan, menyebabkan aerofagia, bersendawa dan ngorok.
• Penatalaksanaan Pengobatan belum memuaskan. Bisa dilakukan menukar obat dg satu antipsikotik baru yg kurang berhubungan dg terjadinya tardive dyskinesia, mis: Clozapine, Risperidone, Remoxipride)
• Sindrom Neuroleptik Maligna Adalah suatu komplikasi yg membahayakan dari terapi antipsikotik, dapat terjadi kapan saja selama perjalanan terapi. Gejalanya adalah: Ggn gerakan (tremor, rigiditas muskular, distonia, akinesia, mutisme, agitasi) Perubahan tingkat kesadaran Ggn otonom (demam tinggi, berkeringat banyak, inkontinensia, tekanan darah dan denyut jantung meningkat)
• Penatalaksanaan Terapi medis suportif Medikasi Dantrolene (Dantrium), Bromocriptine (Parlodel), Amantadine.
TERIMAKASIH