Earth Moving Produksi Proses Kerja Pemindahan Tanah Pekerjaan

  • Slides: 65
Download presentation
Earth Moving & Produksi

Earth Moving & Produksi

 • Proses Kerja Pemindahan Tanah • • Pekerjaan pemindahan tanah adalah memindahkan •

• Proses Kerja Pemindahan Tanah • • Pekerjaan pemindahan tanah adalah memindahkan • material (tanah) dari suatu tempat ke tempat lainnya Proses pelaksanaan pekerjaan dapat berbeda • beda, karena ada faktor: • • • Sifat-sifat fisik material/tanah Jarak angkut / pemindahan Tujuan akhir pekerjaan Keadaan situasi / kondisi lapangan (topografi) Tuntutan kualitas Skala proyek (besar kecilnya proyek)

 • Tahapan pemindahan tanah · Land clearing · Pengupasan top soil (lapisan atas)

• Tahapan pemindahan tanah · Land clearing · Pengupasan top soil (lapisan atas) atau • stripping · Penggalian (excavating) · Hauling · Dumping

 • Stripping • Pekerjaan konstruksi (bangunan, jalan, dll) top • soil harus dibuang

• Stripping • Pekerjaan konstruksi (bangunan, jalan, dll) top • soil harus dibuang karena berakibat kurang stabil • terhadap hasil suatu pekerjaan pemindahan tanah. Pertanian/Perkebunan top soil penting cermat • dan hati-hati meminimalisir kerusakan dan • kehilangan tanah humus Pekerjaan mining (nikel, timah, batubara) • menyisihkan/menyimpan top soil suatu tempat • setelah selesai mendapatkan hasil tambang • reklamasi (back felling) reboasasi Kegiatan untuk mengupas top soil: Stripping • •

 • Excavating · Excavating adalah suatu kegiatan penggalian • material (tanah) yang akan

• Excavating · Excavating adalah suatu kegiatan penggalian • material (tanah) yang akan digunakan atau akan • dibuang · Excavating dipengaruhi oleh kondisi: • u Bila tanah biasa (normal) 5 langsung dilakukan • penumpukan stock atau langsung dimuat (loading) • u Bila kondisi tanah keras 5 penggaruan (ripping) terlebih • dahulu, kemudian dilakukan stock pilling dan pemuatan • (loading) • u Bila terlalu keras dimana pekerjaan ripping tidak ekonomis • (tidak mampu) 5 peledakan (blasting) guna • memecahbelahkan material terlebih dahulu sebelum stock • pilling kemudian dilakukan loading

 • Hauling · Pengangkutan material (tanah) oleh alat angkut • dilakukan dengan menggunakan

• Hauling · Pengangkutan material (tanah) oleh alat angkut • dilakukan dengan menggunakan dump truck, motor • scraper atau whell loader (load and carry) atau bisa • juga dengan bulldozer jika jarak angkut kurang dari • 100 meter. · Pada hauling yang menggunakan dump truck • biasanya pada hauling road mesti dilakukan road • maintenance yang biasanya dikerjakan oleh motor • grader, bulldozer, maupun compactor dan dibantu • oleh truck water sprayer.

 • Dumping • • Dumping adalah suatu kegiatan pembuangan • material (tanah) dari

• Dumping • • Dumping adalah suatu kegiatan pembuangan • material (tanah) dari alat angkut yang • biasanya diteruskan dengan tujuan pekerjaan • sbb: • U Pekerjaan konstruksi: Dumping diteruskan • dengan spreading, grading dan compacting. Alat • untuk meratakan dari dumping (spreading) S • bulldozer, kemudian perataan lebih halus • (grading) S motor grader, selanjutnya pemadatan • (compacting) S compactor

 • Dumping (1) · Pekerjaan Pertambangan (Semen) • u Dumpingnya menuju stone crusher

• Dumping (1) · Pekerjaan Pertambangan (Semen) • u Dumpingnya menuju stone crusher kemudiangkut • (hauling) melewati belt conveyor untk seterusnya dikirim • ke pabrik (handling production) · Pekerjaan Pertambangan (Batubara) • u Dumping tanah tutup (overbourden), dibuang ke disposal • dan diratakan oleh bulldozer. Demikian pula • overbourden untuk nikel maupun timah hampir sama • dengan overbourden untuk tambang batubara

 • Ikhtisar Sistem • Kerja Moving • Earth

• Ikhtisar Sistem • Kerja Moving • Earth

 • Alat Berat pada Pekerjaan Pemindahan Tanah Jenis Pekerjaan Jenis Alat Jenis Attachment

• Alat Berat pada Pekerjaan Pemindahan Tanah Jenis Pekerjaan Jenis Alat Jenis Attachment Pengupasan Top Soil (Stripping) Bulldozer Angle Blade, Straight Blade Pemotongan / Penggalian Bulldozer, Excavator, Scraper, Grader, Dragline Clampshell, Power Shovel, Trencher, Ditcher Angle Blade, Shear Blade Penggaruan (Ripping) Penumpukan (Stock Pilling) Bulldozer, Dozer Shovel, Whell Loader Ripper Angle Blade, Straight Blade Pemuatan (Loading) Dozer Shovel, Whell Loader, Excavator, Power Shovel, Motor Scraper Pengangkutan (Hauling) Dump Truck, Motor Scraper, Whell Loader Penyebaran (Spreading) atau Grading Bulldozer Motor Grader Angle Blade, Straight Blade

 • Taksiran Produktivitas Alat untuk • Pekerjaan Earth Moving • • Berbagai jenis

• Taksiran Produktivitas Alat untuk • Pekerjaan Earth Moving • • Berbagai jenis peralatan untuk pekerjaan • pemindahan tanah (earth moving) secara • mekanis bagi ditinjau dari segi: Kelas “horse power” • 1 Fungsi dan kegunaan • 1 Manfaat khusus peralatan • 5 Cara perhitungan taksiran beraneka ragam • 1

 • Taksiran Produktivitas Alat • • Cara perhitungan taksiran produktivitas alat beraneka ragam

• Taksiran Produktivitas Alat • • Cara perhitungan taksiran produktivitas alat beraneka ragam • tergantung fungsi dan kegunaan alat Namun demikian pada dasarnya sama: • Produksi per Satuan Waktu = • Produksi per Trip x Trip per Satuan Waktu x Faktor Koreksi • Dalam hal ini pembahasan cara perhitungan dibatasi pada alat • alat: Bulldozer: Dozing & Ripping Dozer Shovel / Wheel Loader Excavator Dump Truck • •

 • • Taksiran Produktivitas Bulldozer • (Dozing) · Untuk pekerjaan dozing, taksiran produksi

• • Taksiran Produktivitas Bulldozer • (Dozing) · Untuk pekerjaan dozing, taksiran produksi bulldozer dihitung • dengan menggunakan rumus sebagai berikut: • KB x 60 x FK • (m 3/jam) • TP = • J J • + + Z • F R · Keterangan: • u KB : Kapasitas blade (m 3) • u FK : Faktor koreksi • u J : Jarak dorong (meter) • u F : Kecepatan maju (meter/menit) • u R : Kecepatan mundur (meter/menit) • u Z : Waktu tetap (menit)

 • Dozing (1) • • Kapasitas blade umumnya sudah dicantumkan oleh • pabrik

• Dozing (1) • • Kapasitas blade umumnya sudah dicantumkan oleh • pabrik pembuat alat dalam handbook atau brosur • brosur teknis atau dapat pula dihitung secara • empiris: • V = L x H 2 • Keterangan: • V : volume blade (m 3) • L : Panjang blade (meter) • H : Tinggi blade (meter)

 • • Display Perhitungan Volume Blade secara • Empiri s

• • Display Perhitungan Volume Blade secara • Empiri s

 • • Dozing (2) • • Sedangkan waktu tetap (Z) tergantung dari •

• • Dozing (2) • • Sedangkan waktu tetap (Z) tergantung dari • jenis transmisi dan jumlah tangkai transmisi • yang digunakan. Contoh pada produk • KOMATSU: No 1 2 Jenis Transmisi Direct Drive Single Lever Double Lever Torque Flow Z (menit) 0, 10 0, 20 0, 05

 • Dozing (3) • Sebuah bulldozer E memiliki data-data teknis sebagai berikut: •

• Dozing (3) • Sebuah bulldozer E memiliki data-data teknis sebagai berikut: • • • • Horse power : 155/1800 rpm Berat operasi : 17 ton Lebar blade : 3, 5 meter Tinggi blade : 0, 6 meter Lebar traktor : 3 meter Kecepatan maju : 3, 2 km/jam Kecepatan mundur : 4 km/jam Apabila bulldozer tersebut digunakan menggusur tanah dengan jarak • dorong rata-rata 40 meter, berapakah produksi per jam nya jika • diketahui: • • • Waktu tetap : 0, 10 menit Faktor ketersediaan mesin : 0, 9 Efisiensi waktu : 0, 83 Efisiensi kerja : 0, 75 Efisiensi operator : 0, 8 Blade faktor : 0, 85

 • Dozing (4) • • Jawab: FK = 0, 9 x 0, 83

• Dozing (4) • • Jawab: FK = 0, 9 x 0, 83 x 0, 75 x 0, 85 = 0, 38 • U TP = KB x 60 x FK • J J • U • + + Z • F R • = (3, 5 x 0, 62) x 60 x 0, 38 • 40 40 • + + 0, 10 • 53, 33 66, 66 • = 19, 81 m 3/jam

 • Taksiran Produktivitas Bulldozer • (Ripping) · Untuk keperluan estimasi taksiran produksi •

• Taksiran Produktivitas Bulldozer • (Ripping) · Untuk keperluan estimasi taksiran produksi • hasil ripping disarankan mendapatkan hasil • test seismic wave velocity karena • produktivitas ripping dipengaruhi oleh jenis • ripper · Cara perhitungan taksiran produksi ripping • oleh bulldozer dibedakan atas: Multi shank ripper • U Giant ripper • U

 • Taksiran Produksi Ripping dengan Multi • Shank Ripper · Taksiran produksi ripping

• Taksiran Produksi Ripping dengan Multi • Shank Ripper · Taksiran produksi ripping secara manual dengan • LK x P x J x 60 x FK • (m 3/jam) • multi shank • TP =ripper JJ : • F R • + + Z · Keterang an: • u TP : Taksiran produksi ripping (m 3/jam) • u LK : Lebar kerja (meter) P : Kedalaman penetrasi (meter) • u J : Jarak ripping (meter) • u FK : Faktor koreksi • u F : Kecepatan maju (m/menit) • u R : Kecapatan mundur (m/menit) • u Z : Waktu tetap (menit) • u

 • Contoh Soal Multi Shank Ripper • Sebuah bulldozer 300 HP digunakan untuk

• Contoh Soal Multi Shank Ripper • Sebuah bulldozer 300 HP digunakan untuk pekerjaan ripping. • Jarak ripping rata-rata 30 meter Data-data teknis bulldozer dan • ripper adalah sebagai berikut: Lebar kerja : 3, 2 meter Kedalaman penetrasi : 0, 3 meter Kecepatan maju : 2, 5 km/jam Kecepatan mundur : 3 km/jam Waktu tetap : 0, 10 menit Faktor ketersediaan mesin : 0, 9 Efesiensi waktu : 0, 83 Efisiensi kerja : 0, 8 Efisiensi operator : 0, 85 Konversi material bank-gembur : 1, 2 Berapakah produktivitas ripping dari bulldozer tersebut? • • •

 • Display Multi Shank Ripper

• Display Multi Shank Ripper

 • • Jawaban Soal • • FK = 0, 9 x 0, 83

• • Jawaban Soal • • FK = 0, 9 x 0, 83 x 0, 85 = 0, 5 • LK x P x J x 60 x FK • (m 3/jam) • TP = • J J • + + Z • F R • 3, 2 x 0, 3 x 30 x 60 x 0, 5 • (m 3/jam) • TP = 30 30 • + + 0, 10 • 41, 66 50 • TP = 608, 45 m 3/jam (bank condition) • = 608, 45 x 1, 2 • = 730, 14 m 3/jam (loose condition) • = 730 m 3/jam • Jadi produktivitas ripping dari bulldozer tersebut sebesar 730 m 3/jam

 • • Taksiran Produksi Ripping dengan Giant • Ripper • . • P

• • Taksiran Produksi Ripping dengan Giant • Ripper • . • P 2 x Jripping x 60 x FK Formula taksiran produksi secara manual: • (m 3/jam) • TP = • J J • + + Z • F R • u TP : Taksiran produksi ripping (m 3/jam) • u P : Kedalaman penetrasi (meter) • u J : Jarak ripping (meter) • u FK : Faktor koreksi • u F : Kecepatan maju (m/menit) • u R : Kecepatan mundur (m/menit) • u Z : Waktu tetap (menit)

 • • Display Giant Ripper

• • Display Giant Ripper

 • • Taksiran Produksi Gabungan Ripping • Dozing · Pada prakteknya pekerjaan ripping

• • Taksiran Produksi Gabungan Ripping • Dozing · Pada prakteknya pekerjaan ripping merupakan pekerjaan • bantu terhadap dozing. · Setelah material bersangkutan diripping pasti selanjutnya • didozing · Ripping tidak berdiri sendiri melainkan selalu berpasangan • dengan dozing TP =taksiran TD x produksi TR (m 3/jam) · ripping-dozing: Formula untuk mengetahui gabungan TD + TR · Keterangan: • u TD : Taksiran produksi dozing (m 3/jam) • u TR : Taksiran produksi ripping (m 3/jam)

 • Contoh Soal · Sebuah bulldozer digunakan untuk pekerjaan ripping • dozing. Bila

• Contoh Soal · Sebuah bulldozer digunakan untuk pekerjaan ripping • dozing. Bila produksi dozing sebesar 20 (m 3/jam) dan • produksi ripping sebesar 703 (m 3/jam), berapakah • produksi gabungan ripping-dozing? • TP = TD x TR • (m 3/jam) • TD + TR 3 TP = 20 x 703 (m /jam) 20 + 703 • TP = 19, 46 m 3/jam · Jadi taksiran produksi gabungan ripping-dozing sebesar • 19, 46 m 3/jam

 • Taksiran Produktivitas Shovel / • Wheel Loader · Loader, umumnya digunakan untuk

• Taksiran Produktivitas Shovel / • Wheel Loader · Loader, umumnya digunakan untuk memuat • (loading) material ke atas dump truck dan alat • angkut lainnya yang sering digunakan di proyek • konstruksi dan mining. · Oleh karena itu dalam perhitungan taksiran • produktivitas diarahkan pada pekerjaan pemuatan • (loading) · Khusus untuk wheel loader, disamping digunakan • untuk loading, juga dapat digunakan untuk • pengangkutan jarak dekat (100 meter) · Pekerjaan ini populer dikenal sebagai load and carry • method

 • Display Load and Carry Method

• Display Load and Carry Method

 • Load and Carry Method • Langkah-langkah dalam load and carry • method

• Load and Carry Method • Langkah-langkah dalam load and carry • method adalah sebagai berikut: • • • Loading Return to carry Hauling Return from dumping Returning to loading

 • • Taksiran Produksi Loading • • Dalam pekerjaan pemuatan (loading) dikenal •

• • Taksiran Produksi Loading • • Dalam pekerjaan pemuatan (loading) dikenal • 3 (tiga) metode, yaitu: Cross Loading ( I Shape Loading) • u V Shape Loading • u Step Loading / Pass Loading • u – –

 • • Cross Loading ( I Shape Loading) – • • Taksiran produktivitas

• • Cross Loading ( I Shape Loading) – • • Taksiran produktivitas produksi loading dengan • Cross Loading ( I Shape Loading) dapat dihitung • dengan menggunakan: – • • TP = KB x 60 x FK • (m 3/jam) • CT • TP = KB x 60 x FK • (m 3/jam) • ( + ) n + Z • J J • F R

 • Cross Loading (1) • Keterangan: • • • TP : Taksiran produksi

• Cross Loading (1) • Keterangan: • • • TP : Taksiran produksi (m 3/jam) FK : Faktor koreksi • - Availability mesin • - Skill operator • - Efisiensi kerja J : Jarak angkut (meter) F : Kecepatan maju (meter/menit) R : Kecepatan mundur (meter/menit) n : n = 1 (cross loading method) • n = 2 (V shape loading method) Z : Waktu tetap / pindah perseneling CT : Cycle time – • •

 • Display Cross Loading Method

• Display Cross Loading Method

 • • V Shape Loading – • • Taksiran produktivitas produksi loading dengan

• • V Shape Loading – • • Taksiran produktivitas produksi loading dengan V • Shape Loading sama dengan Cross Loading ( I • Shape Loading) dengan formula (lihat nilai n): • • TP = KB x 60 x FK • (m 3/jam) • CT • TP = KB x 60 x FK • (m 3/jam) • ( + ) n + Z • J J • F R – –

 • Display V Shape Loading Method –

• Display V Shape Loading Method –

 • • Step Loading / Pass Loading · Taksiran produktivitas produksi dengan Step

• • Step Loading / Pass Loading · Taksiran produktivitas produksi dengan Step Loading / • Pass Loading berformula sama dengan V Shape • Loading dan Cross Loading ( I Shape Loading) : – – • • TP = KB x 60 x FK • (m 3/jam) • CT • TP = KB x 60 x FK • (m 3/jam) • ( + ) n + Z • • J J • F R · Perhatikan pada nilai Z (waktu tetap) pada masing • masing metode pada tabel berikut:

 • • Display Step Loading / Pass Loading • Method

• • Display Step Loading / Pass Loading • Method

 • • Waktu Tetap (Z) berdasarkan Metode • Pemuatan dan Jenis Transmisi Waktu

• • Waktu Tetap (Z) berdasarkan Metode • Pemuatan dan Jenis Transmisi Waktu Tetap (menit) V-Shave Loading Cross Loading Direct Drive 0, 25 0, 35 Hydroshift Torque Flow 0, 20 0, 30 Load and Carry 0, 35

 • Contoh Soal · Sebuah Shovel (Torque Flow) yang mempunyai • bucket 1,

• Contoh Soal · Sebuah Shovel (Torque Flow) yang mempunyai • bucket 1, 8 m 3 digunakan untuk mengisi dump truck, • dengan menggunakan V Shape Loading Method. • Jika diketahui: – • u Jarak muat : 5 meter • u Kecepatan maju : 3 km/jam • u Kecepatan mundur : 3, 5 km/jam • u Faktor ketersediaan mesin : 0, 9 • u Efisiensi waktu : 0, 83 • u Efisiensi kerja : 0, 8 • u Efisiensi operator : 0, 85 • u Bucket faktor : 0, 8 · Tentukan produktivitas dari shovel tersebut!

 • • Jawaban Soal: · FK = 0, 9 x 0, 83 x

• • Jawaban Soal: · FK = 0, 9 x 0, 83 x 0, 85 x 0, 8 = 0, 4 • TP = • KB ( + ) xn +60 Z x FK • J J • F R • TP = • 1, 8 x 60 x 0, 4 • 5 5 • ( + ) 2 + 0, 2 • 50 58, 33 • (m 3/jam) · TP = 116 m 3/jam • Jadi produktivitas shovel tersebut sebesar 116 m 3/jam

 • • Taksiran Produksi Load and Carry · Taksiran produksi load and carry

• • Taksiran Produksi Load and Carry · Taksiran produksi load and carry dapat • dihitung empiris dengan formula: • TP = KB x 60 x FK • (m 3/jam) • ( + ) n + Z • J J • F 1 F 2 · Sama dengan metode sebelumnya, untuk FI adalah • kecepatan muat (m/detik) dan F 2 adalah kecepatan • kosong (m/detik). · Untuk Z = loading time + Turning time + Dumping time

 • Taksiran Produksi Dump Truck · Dasar operasinya dump truck meliputi: • loading,

• Taksiran Produksi Dump Truck · Dasar operasinya dump truck meliputi: • loading, hauling, dumping, returning. · Bila dirinci lebih lanjut meliputi: start loading, • akhir loading, hauling, tiba disposal, mulai • dumping, akhir dumping, returning (loading • road), tiba di loading road area

 • Display operasi Dump Truck (1)

• Display operasi Dump Truck (1)

 • Display operasi Dump Truck (2)

• Display operasi Dump Truck (2)

 • Taksiran Produksi Dump Truck • . Formula taksiran produksi Dump Truck: TP

• Taksiran Produksi Dump Truck • . Formula taksiran produksi Dump Truck: TP = C x 60 x FK CT (m 3/jam) • C x 60 x FK • TP = LT + HT + RT + t 1 +t 2 • TP = • (m 3/jam) • C x 60 x FK JJ • ( n x ct ) + + + t 1 + t 2 v 1 v 2 • • • (m 3/jam)

 • Taksiran Produksi Dump Truck (1) • • Keterangan: • u TP :

• Taksiran Produksi Dump Truck (1) • • Keterangan: • u TP : Taksiran produksi (m 3/jam) • u C : Kapasitas vessel Lcm atau ton • Bila menggunakan pay load PL = ton, maka harus • dikalikan berat jenis material BD = ton/m 3 • u FK : Faktor koreksi, dipengaruhi oleh: • - machine availability • - skill operator • - efisiensi waktu • u CT : Cycle time per rit dari dump truck • u n : Jumlah rit pemuatan/loading truck • u ct : Cycle time per rit shovel • u J : Jarak angkut dump truck • u V 1 : Kecepatan angkut • u V 2 : Kecepatan kembali • u t 1 : Waktu dumping • u t 2 : Waktu atur posisi muat

 • Taksiran Produksi Dump Truck (1) • • Untuk memperoleh nilai dari Kapasitas

• Taksiran Produksi Dump Truck (1) • • Untuk memperoleh nilai dari Kapasitas Vessel ( C ) • dalam satuan m 3, bisa dilakukan dengan melihat • pada leaflet atau data spesifikasi masing-masing • tipe alat, atau ditentukan dengan menggunakan • rumus sebagai berikut: • C = n x KB x BF • dimana: • n : Jumlah rit pengisian • KB : Kapasitas bucket shovel • BF : Bucket factor

 • Taksiran Produksi Dump Truck (2) · Sedangkan nilai n ditentukan dengan •

• Taksiran Produksi Dump Truck (2) · Sedangkan nilai n ditentukan dengan • formula: • n = • C • KB x BF · dimana: C : Kapasitas vessel • u KB : Kapasitas Bucket • u BF : Bucket factor • u

 • Taksiran Produksi Dump Truck (3) · Biasanya nilai n di sini dibulatkan

• Taksiran Produksi Dump Truck (3) · Biasanya nilai n di sini dibulatkan ke atas atau ke • bawah, tergantung kemampuan dump truck / shovel • yang digunakan serta jenis material yang ditangani. · Penentuan nilai Cycle time (CT) dalam satuan menit • dapat dihitung dengan menggunakan formula: • CT = LT + HT + RT + t 1 + t 2 · Dimana: • u LT : Waktu loading = (n x ct) dalam satuan menit • u HT : Waktu hauling = J/v 1 dalam satuan menit • u RT : Waktu returning = J/v 2 dalam satuan menit • u t 1 : Waktu dumping (menit) • u t 2 : Waktu akan muat (menit)

 • Taksiran Produksi Dump Truck (4) • • Sedangkan waktu buang (dumping) dan

• Taksiran Produksi Dump Truck (4) • • Sedangkan waktu buang (dumping) dan • persiapan loading dipengaruhi oleh kondisi • operasional, lihat tabel: Kondisi operasi Waktu dumping Waktu Siap (menit) Loading (menit) Baik 0, 50 0, 70 0, 10 0, 20 Sedang 1, 00 1, 30 0, 25 0, 35 Buruk 1, 50 2, 00 0, 40 0, 50 – – –

 • Contoh Soal: • Sebuah dump truck memiliki kapasitas vessel 5 m 3

• Contoh Soal: • Sebuah dump truck memiliki kapasitas vessel 5 m 3 • digunakan mengangkut tanah biasa dengan jarak • angkut 2 km. Jika diketahui: • u Kecepatan angkut : 40 km/jam • u Kecepatan kembali : 30 km/jam • u Dengan alat pemuat wheel loader yang mempunyai • kapasitas bucket 1, 8 m 3. • u Cycle time : 0, 4 menit • u Dengan kondisi operasi : sedang • u Machine availability factor : 0, 9 • u Efisiensi waktu : 0, 83 • u Efisiensi operator : 0, 85 • u Efisiensi kerja : 0, 8 • u Bucket factor : 0, 85 • Hitung produktivitas dari dump truck tersebut!

 • Jawaban Soal: TP = C x 60 x FK CT (m 3/jam)

• Jawaban Soal: TP = C x 60 x FK CT (m 3/jam) • • Mencari nilai Kapasitas Vessel • C = n x KB x BF • C • n = KB x BF • 5 • n = 1, 8 x 0, 85 • n = 3, 26 ~ 3 kali • Jadi : C = 3 x 1, 8 x 0, 85 = 4, 59 m 3

 • • Jawaban Soal (1) • • Mencari nilai dump truck Cycle time

• • Jawaban Soal (1) • • Mencari nilai dump truck Cycle time • CT = LT + HT + RT + t 1 + t 2 • J J • CT = ( n x ct ) + + + t 1 + t 2 • v 1 v 2 • 2000 • CT = 3 x 0, 4 + + + 1, 2 + 0, 3 • 6666, 66 500 • CT = 1, 2 + 3 + 4 + 1, 2 + 0, 3 = 9, 7 menit

 • • Jawaban Soal (2) • • Mencari Faktor koreksi (total) • FK

• • Jawaban Soal (2) • • Mencari Faktor koreksi (total) • FK = 0, 83 x 0, 85 x 0, 8 x 0, 9 = 0, 5 • TP = = 14, 2 m 3/jam • 4, 59 x 60 x 0, 5 • 9, 7 • Jadi produktivitas dump truck tersebut • sebesar 14, 2 m 3/jam

 • Taksiran Produksi Excavator · Produktivitas excavator dapat dihitung dengan • formula: •

• Taksiran Produksi Excavator · Produktivitas excavator dapat dihitung dengan • formula: • KBx 3 BF x 3600 x FK • TP = (m /jam) • CT · Dimana: • u TP : Taksiran produksi (m 3/jam) • u KB : Kapasitas bucket (m 3) • u BF : Bucket factor • u FK : Faktor koreksi (total) • u CT : Cycle time (detik)

 • • Taksiran Produksi Excavator (1) • • Untuk menentukan besarnya nilai efisiensi

• • Taksiran Produksi Excavator (1) • • Untuk menentukan besarnya nilai efisiensi kerja • yang sangat dipengaruhi kondisi operasional • peralatan, dapat dilihat pada tabel: Kondisi operasi Baik Normal Sedang Kurang Baik Buruk – Efisiensi kerja 0, 83 0, 75 0, 67 0, 58

 • • Taksiran Produksi Excavator (2) · Sedangkan besarnya nilai faktor koreksi (total)

• • Taksiran Produksi Excavator (2) · Sedangkan besarnya nilai faktor koreksi (total) = FK • dipengaruhi oleh: • u Skill operator • u Machine availability • u Efisiensi kerja • u Faktor lain yang mempengaruhi produktivitas alat • u Faktor konversi kedalaman galian jika menggali di bawah • landasan excavator · Selanjutnya nilai bucket factor = BF dapat lihat pada • tabel berikut.

 • • Taksiran Produksi Excavator (3) • . Tabel Nilai bucket factor (BF)

• • Taksiran Produksi Excavator (3) • . Tabel Nilai bucket factor (BF) Back Hoe dan Loading Shovel Kondisi Operasi / Penggalian Bucket Factor Back Hoe Mudah Sedang Agak Sulit Tanah Clay, agak lunak Tanah asli kering, berpasir Tanah asli berpasir & berkerikil Tanah keras bekas ledakan 1, 20 1, 10 1, 00 0, 80 – – 1, 10 1, 00 0, 80 0, 70 Loading Shovel Mudah Sedang Agak Sulit Tanah Clay, agak lunak (biasa) Tanah gembur campur kerikil Batu keras bekas ledakan ringan Batu keras bekas ledakan 1, 10 1, 00 0, 95 0, 90 – – 1, 00 0, 95 0, 90 0, 85

 • • Taksiran Produksi Excavator (4) • • Sedangkan konversi faktor yang meliputi

• • Taksiran Produksi Excavator (4) • • Sedangkan konversi faktor yang meliputi kedalaman • dan kondisi penggalian yang dilakukan dengan Back • Hoe ditunjukkan tabel: Kedalaman Galian < 40% 40 75% > 75% – Kondisi Penggalian * Mudah 0, 7 Normal 0, 9 Agak Sulit 1, 1 Sulit Sekali 1, 4 0, 8 0, 9 1, 0 1, 1 1, 3 1, 5 1, 6 1, 8 • * Dikalikan dengan Cycle Time • Penentuan nilai Cycle Time untuk Loading Shovel sbb. :

 • Taksiran Produksi Excavator (5) • Standart Cycle Time untuk Loading Shovel Model

• Taksiran Produksi Excavator (5) • Standart Cycle Time untuk Loading Shovel Model PC 400 PC 650 PC 1000 PC 1600 Waktu (detik) 16 20 18 22 20 24 27 - 31 – – –

 • • Taksiran Produksi Excavator (6) • ■ Standart Cycle Time untuk Back

• • Taksiran Produksi Excavator (6) • ■ Standart Cycle Time untuk Back Hoe (1) Waktu (detik) Range Model PC 60 PW 60 PC 80 PC 100 PW 100 PC 120 PC 150 PW 150 PC 180 PC 200 PC 210 Waktu (detik) Swing Angle 45 10 10 11 11 13 13 - 90 90 - 180 13 13 14 14 13 13 14 14 16 16 14 17 17 – – – – – – 16 16 17 17 19 19 20 Range Model PW 210 PC 220 PC 240 PC 280 PC 300 PC 360 PC 400 PC 650 PC 1000 PC 1600 Swing Angle 45 14 14 15 15 15 16 16 18 22 24 - 90 90 - 180 17 17 18 18 18 19 19 21 25 27 17 20 18 21 19 22 21 24 25 28 27 30 – – – – –

 • Contoh Soal • • Sebuah proyek irigasi, diantaranya saudara diminta • untuk

• Contoh Soal • • Sebuah proyek irigasi, diantaranya saudara diminta • untuk mengerjakan galian parit dengan • menggunakan excavator PC 200 -5 Back Hoe, • dengan bucket capacity 30% dari maximum • diggingnya. Kondisi galian sedang, normal atau • tanah biasa, volume galian 2000 m 3. Jika diketahui • machine availability factor 90%, faktor skill operator • 85%, faktor efisiensi waktu 85% dan sudut swing • operator 60 15 detik. Tentukan berapa lama • waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan galian • tersebut. –

 • Jawaban Soal (1) · Volume galian = 2000 m 3 (bank condition)

• Jawaban Soal (1) · Volume galian = 2000 m 3 (bank condition) • = 2000 x 1, 25 • = 2500 m 3 (loose condition) · Faktor Koreksi: FK = 0, 9 x 0, 85 x 0, 75 • = 0, 49

 • Jawaban Soal (2) • • KB x 3 BF x 3600 x

• Jawaban Soal (2) • • KB x 3 BF x 3600 x FK • TP = (m /jam) • CT x 0, 9 • = • 0, 8 x 1, 1 x 3600 x 0, 49 • 15 x 0, 9 • = • 1552, 32 • 13, 5 • = 114, 98 m 3/jam • 2500 • Jadi waktu yang diperlukan = = 21, 74 jam • 114, 98