DOSIS MAKSIMUM DAN KOMBINASI OBAT FARMASETIK DASAR R
DOSIS MAKSIMUM DAN KOMBINASI OBAT FARMASETIK DASAR
R/ Atropin sulfas 2, 5 mg Belladona Extractum 100 mg Lactosum qs m. f caps No X s t d d caps I Pro : Tn Amir DM Atropin sulfas = 1 mg / 3 mg DM Belladona extract = 20 mg / 80 mg
Perhitungan dosis maksimal Atropin sulfas : Sekali minum 1 / 10 x 2, 5 mg = 0, 25 mg < 1 mg tidak over Seharinya 3 x 0, 25 mg = 0, 75 mg < 3 mg tidak over Perhitungan dosis maksimal Extrak Belladona : Sekali minum 1 / 10 x 100 mg = 10 mg < 20 mg tidak over Seharinya 3 x 10 mg = 30 mg < 80 mg tidak over Karena Atropin sulfas dan Ektrak belladonna mempunyai khasiat yang sama, sehingga DMnya merupakan kombinasi yang searah, maka DMnya juga harus dihitung dosis rangkapnya sehari, dengan rumus sebagai berikut :
Jadi untuk sekali minum : tidak over Untuk Sehari : tidak over
PR R/ Atropin sulfas 0, 5 mg Belladona Extractum 1 mg Lactosum qs m. f caps No X s t d d caps I Pro : Amir 20 kg DM Atropin sulfas = 1 mg / 3 mg DM Belladona extract = 20 mg / 80 mg
BEBERAPA CATAN DALAM MEMPERHITUNGAKN DOSIS ANAK � � � Berdasarkan perbandingan umur anak dengan umur orang dewasa seringkali tidak tepat, karena anak dengan umur yang sama dapat memberikan variasi berat badan atau Luas permukaan tubuh yang berarti. Berdasarkan perbandingan berat badan anak dan dewasa, tidak akan dapat diperlakukan untuk semua jenis obat, terutama obat 0 obat yang bagi anak sensitive (narkotika), berarti dosisnya lebih rendah dan sebaliknya untuk obat-obat yang lebih tahan (Atropin, Belladona, Phenobarbital). Berdasarkan perbandingan LPT anak dengan LPT dewasa: kecuali untuk neonatus dan bayi dapat dipakai untuk kebanyakan obat, karena sebagian obat didistribusikan sekurangnya dalam cairan ekstraseluler. Problem yang seringkali terjadi adalah bagaimana menghitung LPT anak secara akurat.
KOMBINASI OBAT Keberhasilan suatu pengobatan ditentukan bagaimana dokter menulis resep yang baik dan rasional, ketepatan apoteker memberikan obat dan kepatuhan penderita meminum obatnya. Terkadang dalam suatu pengobatan, khususnya pada penyakit dengan gejala yang sangat kompleks, tidak dapat ditangani hanya dengan pemberian satu jenis obat. Oleh karena itu, dokter sering memberikan suatu pengobatan dengan menggunakan beberapa obat atau dengan kombinasi obat.
Kombinasi obat bukan hanya dilakukan oleh dokter, industri farmasi pun melakukan hal yang sama, sehingga suatu obat dalam formula kombinasi biasanya mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut : • Obat pokok (Remedia cardinale) • Obat yang membantu kerja obat pokok (Remedia adjuvansia) • Obat yang memperbaiki penampilan/ kerja obat pokok (Remedia corrigensia) • Bahan tambahan lain (Remedia constituent).
Suatu resep yang mengandung kombinasi obat maupun yang tidak, haruslah berdasarkan pada pengobatan yang rasional. Hal ini berarti langkah -langkah pengobatan haruslah berpedomen pada peresepan yang rasional yang dikenal dengan istilah 5 T yaitu; Tepat indikasi Tepat Obat Tepat dosis dan cara pemberian Tepat bentuk sediaan yang dipilih Tepat penderita
Menurut American Medical Associstion (AMA), pemberian kombinasi obat oleh dokter agar dapat terjaga kerasionalannya, perlu memperhatikan hal-hal seperti dibawah ini ; 1. Mengandung tidak lebih dari 3 komponen aktif dari golongan farmakologi yang berbeda atau tidak mengandung lebih dari satu komponen aktif dalam setiap golongan farmakologi. 2. Setiap komponen aktif terdapat dosis yang efektif dan aman serta mempunyai efek terapi dalam mengobati penyakit. 3. Kombinasi obat dapat diberikan untuk menangani gejala yang kompleks. 4. Kombinasi obat mempunyai nilai terapeutik untuk mengatasi gejala sesuai tipe dan tingkat keparahan. 5. Interaksi obat yang merugikan antara komponen obat sudah diperhitungkan.
1. Kombinasi obat dapat diberikan untuk menangani gejala yang kompleks. 2. Kombinasi obat mempunyai nilai terapeutik untuk mengatasi gejala sesuai tipe dan tingkat keparahan. 3. Interaksi obat yang merugikan antara komponen obat sudah diperhitungkan.
Selain efek yang dapat ditimbulkan karena kombinasi obat yaitu timbulnya interaksi obat, yang dapat berakibat diatas. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi obat adalah : 1. Faktor Fisika Kimia Faktor fisika kimia yaitu adanya ketidak bercampuran yang dapat terjadi (Incompatibility) baik itu dari segi farmaseutika, 1. Faktor Farmakodinamik Faktor farmakodinamik yaitu mengenai aksi fisiologi dan biokimia obat serta mekanisme kerja obat. 1. Mekanisme Farmakologi Sedangkan berdasarkan mekanisme farmakologi maka akan timbul beberapa interaksi yaitu : a. interaksi obat dengan reseptor b. Interaksi metabolit dan reseptor. c. Interaksi enzim dan obat.
- Slides: 12