Distribusi Pendapatan dan Pemerataan pembangunan 1 KonsepKonsep Distribusi
Distribusi Pendapatan dan Pemerataan pembangunan 1
Konsep-Konsep Distribusi Pendapatan n Distribusi pendapatan nasional mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya 2
Tolok Ukur 1. Gini Coefficient Nilai gini berada pada interval 0 – 1. Bila rasio gini = 0, berarti kemerataan sempurna, bila rasio gini = 1, berarti ketidakmerataan sempurna. 3
2. Indeks Williamson IW = 4
Yi = PDRB per kapita di daerah (kec/kab) i Y = PDRB per kapita rata-rata di seluruh daerah ( Kab/ Provinsi ) fi = jml penduduk di daerah i n = jml penduduk di seluruh daerah Jika IW, 0 – 0, 34 berarti kesenjangan rendah, 0, 35 – 0, 80 kesenjangan sedang, > 0, 80 kesenjangan tinggi 5
3. Kurva Lorenz. Jika Kurva Lorenz semakin jauh dari garis diagonal , maka distribusi pendapatan semakin tidak merata. 6
4. Indeks Theil I ( y ) = ∑( yj /Y ) x log [( yj / Y ) / ( xj / X) ] yj = PDRB per kapita daerah j Y = Rata-rata PDRB per kapita seluruh daerah xj = jumlah penduduk daerah j X = jumlah penduduk seluruh daerah n Angka indeks yang semakin kecil atau mendekati 0 menunjukkan ketimpangan semakin kecil 7
n n Simon Kuznets Hipotesis U terbalik (inverted U curve) dari Simon Kuznets: pada masa awal- awal pembangunan, distribusi pendapatan makin tidak merata, setelah mencapai suatu tingkat pembangunan tertentu distribusi pendapatan merata dan ketimpangan menurun, 8
5. Bank Dunia. n Ketimpangan Tinggi jika 40 % penduduk berpenghasilan terendah menerima kurang dari 12 % bagian pendapatan. n Ketimpangn Sedang jika 40 % penduduk berpenghasilan terendah menerima 12 – 17 % bagian pendapatan n Ketmpangan Rendah jika 40 % penduduk berpenghasilan terendah menerima lebih dari 17 % bagian pendapatan. 9
Kemiskinan n Konsep : absolut dan relatif Absolut : Derajat kemiskinan di bawah, dimana kebutuhan – kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi Relatif : suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan. 10
Ukuran-Ukuran Kemiskinan 1. Head Count Index Menghitung persentase orang yang ada di bawah garis kemiskinan dalam kelompok masyarakat tertentu. H=q/n q = orang miskin n = jumlah penduduk 11
2. n Sen Poverty Index S = H [ I + ( 1 – I ) Gini ] H = Poverty headcount ratio I = jumlah rata – rata defisit pendapatan dari orang miskin sebagai suatu persentase dari garis kemiskinan Poverty Gap Index : mengukur besarnya pendapatan orang miskin terhadap garis kemiskinan. 12
Penyebab Kemiskinan: n n Adanya perbedaan kepemilikan sumber daya Akibat perbedaan kualitas SDM Perbedaan akses dalam modal Mobilitas tenaga kerja yang tidak lancar 13
Alternatif Solusi n n Mendasarkan mobilisasi tenaga kerja yang masih belum didayagunakan Menitikberatkan pada transfer sumber daya ke industri melalui mekanisme pasar Pembangunan sektor pertanian terutama melalui mekanisasi pertanian Model pertumbuhan berbasis teknologi ( Rural Led Development ) 14
Strategi Penanggulan Kemiskinan n n P 2 KP ( Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan ) BLT ( Bantuan Langsung Tunai ) PAKET ( Penanggulangan Kemiskinan Terpadu ) PNPM 15
Dampak serius kemiskinan n Kualitas pertumbuhan yang merosot mengakibatkan: n n n Angka kemiskinan meningkat. Angka pengangguran juga logikanya akan meningkat, kecuali makin banyak angkatan kerja yang secara sukarela tak mencari pekerjaan. Angka kriminalitas dan kekerasan juga meningkat. Tetap menggelembungnya sektor informal dan/kakilima. Ketimpangan memburuk: n n n Desa-Kota Antar kelompok pendapatan Antar kelompok fungsional 16
Number (million) and % of poverty Tahun Jumlah Persen 1996 34. 01 17. 47 1998 49. 50 24. 23 1999 47. 97 23. 43 2000 38. 70 19. 14 2001 37. 90 18. 41 2002 38. 40 18. 20 2003 37. 30 17. 42 2004 36. 10 16. 66 2005 35. 10 15. 97 2006 39. 05 17. 75 2007 37. 17 16. 58 2008 34, 96 15, 42 2009 32, 53 14, 15 2010 31, 02 13, 33 2011 28, 89 12, 36 17
Keterangan n n Penduduk miskin absolut dan yang nyaris miskin masih relatif sangat besar. Jumlahnya besar dan sangat rentan terhadap gejolak harga, terutama kenaikan harga pangan. Kenaikan harga BBM mulai 1 Oktober 2005 yang keterlaluan mengakibatkan jumlah orang miskin melonjak, sebagiannya dikompensasikan dengan BLT. Penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas sektor pertanian, dan pembangunan infrastruktur, terutama di pedesaan, menjadi kunci peningkatan kesejahteraan rakyat. Krisis di Amerika pada tahun 2008 sempat mengakibatkan beberapa industri mengalami kerugian pada beberapa perusahaan dan terjadi pemutusan hubungan kerja terutama industri tekstil. 18
Rampung. n Selesai n Paripurno n The end n 19
- Slides: 19