DIKLAT AHSP ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIKLAT AHSP ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT MS 7: ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN (AHSP) dan RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) (Per. Men PUPR NO. 28/PRT/M/2016 Tentang Pedoman AHSP Bidang PU)
Hasil Belajar: Setelah mengikuti semua kegiatan pembelajaran dalam mata pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengetahui tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan menyusun Rencana Anggaran Biaya, sehingga dapat meningkatkan pelaksanaan Estimasi Biaya Konstruksi
Indikator Hasil Belajar: Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan diharapkan mampu: • Mengetahui tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Umum; • Mengetahui tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) bidang Sumber Daya Air; • Mengetahui tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) bidang Bina Marga; • Mengetahui tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP )bidang Cipta Karta dan Perumahan Rakyat.
• Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) secara Umum • Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang SDA • Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang BM • Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang CK
II. ANALISIS HSP SECARA UMUM Gambar 2. 1 - Struktur Analisis Harga Satuan Pekerjaan (HSP)
AHSP yang bersifat Umum Volume – I: U M 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Geoteknik Perencanaan Pekerjaan Hidrologi Pekerjaan Tanah Pekerjaan Pasangan Konstruksi Pekerjaan Beton dan O & P Pekerjaan Pemancangan Pekerjaan Dewatering Pekerjaan Pintu Air dan Peralatan Hidromekanik Pekerjaan Lain-lain
III. AHSP - SDA 1) Bagan Alir AHSP – SDA 2) AHSP Konstruksi - Bendung Irigasi Pengaman Sungai Bendungan Pengaman Pantai Pengendali Muara Rawa Airtanah dan Air Baku 3) AHSP O & P
3. 1 Konseptualisasi AHSP a) Status Koefisien vs Metode Kerja Koefisien/given: (Normatif) - Tenaga kerja Acuan Kinerja SDM terampil/bersertifikat - Bahan Faktor susut/hilang dan kualitas bahan Manual dan/atau Semi Mekanis Kinerja peralatan dan biaya OP/sewa - Peralatan Formulasi/Rumus: (informatif) Mekanis - Alat berat (Biaya operasi dan produktifitas alat) Koefisien AHSP berlaku di Seluruh INDONESIA (HSP dapat berbeda karena Harga Satuan Dasarnya) 3
b) Bagan Alir AHSP-SDA Biaya O & P PAHSP Supl. P 5 Mekanis Produktivitas Alat Sub Pasal 5. 3. 2. 4. 2. 2 Tabel II. 2, II. 3 dan II. 4 Koef. HSD-OP Sub Pasal 5. 2. 2 Koef. AHSP-SDA Manual/Semi Mekanis Ambil form AHSP Sesuai jenis dan Kondisi pekerjaan HSD Lokasi pekerjaan HSP
Lampiran A. 10 (Informatif) Contoh Harga Satuan Dasar: Kota Bandung
TM. 01 Contoh Pekerjaan Galian Tanah Di Situ/Waduk a) Angkutan Material/ Dredging di Waduk/Situ
TM. 02 Contoh Pekerjaan Galian Tanah di Sungai/Saluran dengan Excavator (di Darat) yang diangkut oleh DT b) Contoh AHSP Penggalian Tanah di Sungai dengan Excavator di Darat yang diangkut oleh DT
Mekanis (informatif) 3. 5 Contoh Analisis Biaya O&P Alat
Mekanis
Mekanis
Mekanis
3. 9 CONTOH – CONTOH HPP atau HPS 1) Volume – II: Bendung HPS – Bendung Tetap 2) Volume – V: Bendungan HPS – Bendungan Tipe Urugan 3) Volume – VI: Pengaman Pantai HPS – Pemecah Gelombang
Contoh Desain Bendung 4
Contoh HPP/HPS Bendung Tetap 4
Contoh Tubuh Bendungan Urugan Tanah 4
Contoh HPP/HPS Tubuh Bendungan Urugan Tanah 4
Contoh HPP/HPS Pemecah Gelombang
AHSP PEKERJAAN O&P BIDANG SUMBER DAYA AIR 1) 2) 3) 4) Babadan Rumput Pelumasan Pintu Air Perbaikan Komponen Infrastruktur dll.
1) Pembabadan Rumput 1 h: 2, 5 v 1 v: 1 v tegak 1 v: 2, 5 h 1 v: 10 h • • Secara umum, dapat menggunakan kondisi medan gebalan rumput Ada pendetailan berbagai kemiringan gebalan rumput
Pembabadan Rumput
2) Contoh AHSP-O&P Pelumasan Pintu Air
3) Pintu Sorong Baja dengan Roda Gigi
4) Contoh – Contoh Pekerjaan Pada Berbagai Jenis Kegiatan KONTRAKTUAL SWAKELOLA Beli langsung=0 Penunjukan L≠ 0 Form AHSP; …. diisi semua A – Tenaga Kerja B – Bahan C – Peralatan D – Jumlah (A+B+C) E – Overhead & Profit F – Jumlah (D+E)…. . . HSP Form AHSP; …. diisi sesuai kebutuhan A – Tenaga Kerja B – Bahan C – Peralatan D – Jumlah (A+B+C) E – Overhead & Profit F – Jumlah (D+E)…. HSP 3
5) Contoh Penggunaan Koefisien AHSP untuk Pekerjaan Swakelola A. Secara Umum 1. Contoh Galian Tanah Biasa Kedalaman 1 m Pekerjaan galian tanah 100 m 3 B. Secara PNBP/BLU 3
IV. PERHITUNGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN (Bidang Bina Marga) Komponen untuk menyusun harga satuan pekerjaan (HSP) diperlukan data HSD upah, HSD alat dan HSD bahan. Langkah-langkah analisis HSP adalah sbb: 1) Asumsi: Tetapkan penggunanaan alat secara manual atau mekanis, dan faktor yang mempengaruhi analisis produktifitas. 2) Urutkan pekerjaan atau metode kerja Urutkan pekerjaan yang akan dilakukan, baik menggunanaan alat secara manual atau mekanis, sesuai dengan informasi dalam asumsi tersebut. 3) Pemakaian bahan, alat, dan tenaga kerja a) Koefisien bahan Tetapkan koefisien bahan yang digunakan b) Koefisien alat (a)Tetapkanjenisalat, kapasitasalatatauvolumeyangmampudiproduksialat(Cp atau V), dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi (misal faktor bucket, faktor efisiensi alat, dan faktor lainnya)Alat bantu (bila diperlukan). (b) Hitung waktu siklus (Ts). (c) Hitung kapasitas produksi alat per jam (Qi). (d) Hitung koefisien alat (dalam satuan jam/ satuan pengukuran). (e)
c) Koefisien tenaga kerja Tetapkan tas (a) alat produksi yang paling utama, (b) Hitung produksi alat per hari (Qt), (c) Tetapkan kebutuhan jenis tenaga kerja (Li) dan jumlah tenaga kerja (satuan orang) untuk pekerjaan tersebut. (d) Hitung koefisien tenaga kerja setiap jenis tenaga kerja (dalam satuan jam/satuan pengukuran) 4) Perekaman analisis harga satuan (a) peralatan (C), masing-masing lengkap dengan satuan, koefisien dan harga satuan. (b) bahan (B), dan jumlah harga alat (C) yang digunakan. (c) Total harga pekerjaan adalah (D) = A + B + C (d) Biaya overhead dan keuntungan, contoh maks. 15% (e) Hitung harga satuan pekerjaan F = D + E.
Tabel 4. 2 Contoh Pengisian Formulir Perekaman Harga Satuan Pekerjaan Galian Tanah Biasa = 22. 500 m 3 x 93. 578, 87 = Rp 2. 105. 524. 575, 00
V. PERHITUNGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN (Bidang Cipta Karya) Pralkiraan biaya pekerjaan untuk sektor Cipta karya pada dasarnya sangat mudah tinggal mengalikan antara volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan. HSP ini sangat tergantung spesifikasi teknis yang ditetapkan, misal mutu beton A, fc’ = 20 MPa. Seperti halnya analisis sebelumnya HSP terbagi dalam tiga kelompok yaitu tenaga kerja, bahan/material dan alat. Pada sektor Cipta karya ini kemungkinan biaya alat tidak ada, kecuali dilaksanakan secara mekanis. Jadi selain tiga komponen tersebut dalam pembuatan AHSP disebut sebagai biaya langsung. Selain itu ada biaya tidak langsung berupa overhead dan keuntungan, yang besarnya
Tabel 5. 3. 3. Pengecatan 1 m 2 bidang kayu baru ( 1 lapis plamuur, 1 lapis cat dasar, 2 lapis cat penutup) Memasang Genteng Plentong : 240 m 2 x Rp 42. 757 = Rp 10. 261. 680, oo
Tabel 5. 3. 2 Pemasangan 1 m 2 atap genteng palentong kecil Memasang Genteng Plentong : 240 m 2 x Rp 81. 155, 50 = Rp 19. 477. 320, oo
Latihan 1) Coba sebutkan jenis-jenis pekerjaan dari masing-masing sektor minimal 10 jenis untuk SDA, Bina Marga dan Cipta Karya. 2) Untuk sektor SDA, BM dan CK berbeda karakteristik pekerjaannya, coba jelaskan apa perbedaannya sehingga masing-masing sektor ini menjadi berbeda-beda metode pelaksanaan pekerjaannya. 3) Apa-apa saja yang harus dibiayai oleh biaya tidak langsung (keuntungan dan overhead) dengan maksimum 15% yang dimasukan dalam masing-masing HSP, apa konsekuensinya dengan lahirnya kebijakan ini ? 4) Apa manfaat atau kegunaan AHSP setelah diterbitkan sebagai Peraturan Menteri PU ? 5) Metode apa yang digunakan untuk menghitung AHSP
Rangkuman a) Penyajian mata pekerjaan yang dapat dicantumkan dalam Perhitungan HPS adalah hanya mata pekerjaan utamanya saja. Misal untuk pekerjaan galian tanah terdapat biaya untuk perkuatan dinding galian tanah, maka HSP dihitung dari biaya total galian tanahnya termasuk biaya untuk perkuatan dinding galian tanah dibagi volume pekerjaannya. b) Perhitungan harga perkiraan sendiri (HPS) adalah merupakan jumlah hasil kali masing-masing mata pekerjaan dengan HSP-nya, yang kemudian ditambah PPN 10%. c) AHSP dapat untuk kegiatan Konstruksi saja, Perencanaan, Desain dan O&P. d) Perhitungan AHSP pada umumnya berdasarkan analisis biaya operasi dan produktivitas tenaga kerja/peralatan serta biaya bahan/material jadi ataupun olahan. e) Penentuan AHSP seyogianya dapat dilakukan yang mengacu 4
VI. PENUTUP 6. 1 Simpulan AHSP Sumber Daya Air (SDA) sangat tergantung dari kebutuhan mutu yang disesuaikan dengan spesifikasi teknis pekerjaan, metode kerja, kondisi lokasi pekerjaan dan berbagai aspek lainnya seperti K 3 serta penanganan dampak lingkungan yang harus dicapai. AHSPSDA ini merupakan acuan untuk menghitung HSP yang meliputi: biaya upah tenaga kerja dan/atau harga bahan/material ataupun peralatan sebagai koefisien kebutuhan tenaga kerja, bahan dan peralatan untuk satuan volume pekerjaan. AHSP-SDA telah mempertimbangkan berbagai karakteristik pekerjaan SDA yang pada umumnya berhubungan dengan air (underwater dan underground), keterbatasan aksesibilitas ke lokasi pekerjaan, standar mutu yang khusus (tahan asam, tahan air limbah, tahan air laut), waktu pelaksanaan pekerjaan terkait dengan musim ataupun kondisi air di sungai (banjir), di laut (pasang atau surut) serta ketersediaan bahan yang kurang berkualitas dan juga penggunaan
Sifat pekerjaan untuk pekerjaan jalan dan jembatan pada umumnya dilaksanakan secara mekanis. Beberapa bagian pekerjaan yang volumenya relatif sedikit, atau yang sulit dijangkau oleh peralatan berat dilakukan secara manual dengan peralatan kecil dan tenaga manusia. Dalam penerapannya, perhitungan harga satuan pekerjaan harus disesuaikan dengan spesifikasi teknis yang digunakan, asumsi yang secara teknis mendukung proses analisis, penggunaan alat secara mekanis atau manual, peraturan-peraturan dan ketentuan- ketentuan yang berlaku, serta pertimbangan teknis (engineering judgment) terhadap situasi dan kondisi lapangan setempat. Perhitungan biaya pekerjaan untuk sektor Cipta karya hanya tinggal mengalikan antara kuantitas atau koefisien dengan harga satuan pekerjaan (HSP). HSP ini sangat tergantung spesifikasi teknis yang ditentukan, misalnya menghitung beton bertulang untuk kolom, untuk balok dan untuk slab lantai, berbeda spesifikasi betonnya.
PENUTUP 6. 2 Tindak Lanjut Dengan dipahaminya modul MS 7: Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), para peserta diklat: a) Dapat mengikuti diklat Cost Estimating Lanjutan b) Untuk meningkatkan pemahaman tentang AHSP dan RAB di dalam Per. Men PUPR No. 28/PRT/M/2017 Tentang Pedoman AHSP Bidang PU, peserta diklat dapat mengulang baca masing-masing modulnya atau mempelajari E-Learning video secara off-line dan terus berlatih analisis produktivitas untuk menghitung koefisien dengan bantuan file Pengolah Angka PAHSP-SDA_ver_2. 1 a_2017. xls (Bidang SDA) atau PAHS versi 3. 2 (Bidang BM). c) Para peserta diklat yang telah mengikuti pelatihan Cost Estimating agar dapat melaporkan ilmu pengetahuan ini kepada atasan atau mengajarkan dapat juga mempelajari bersama dengan rekan kerja sebagai pengetahuan utama/penunjang yang diharapkan dapat
Pertajam Strategi, Ciptakan Inovasi Hasil Litbang yang Lebih Cepat, Lebih Mudah dan Lebih Murah Motto: Meningkatkan Keandalan Mutu Infrastruktur SDA http//: www. pusair-pu. go. id E-mail: pusat@pusair-pu. go. id sptsda@gmail. com PUSAT LITBANG SUMBER DAYA AIR Jl. Ir. H. Juanda no. 193 Bandung E-mail: pusair@pusair-pu. go. id
- Slides: 41