Diagram fasa Oleh Arum Dwi Agustin Farida Noor















- Slides: 15
Diagram fasa Oleh: Arum Dwi Agustin Farida Noor Arifah
• Fasa (P) = bagian homogen dari suatu sistem yang memiliki sifat fisik dan kimia yang seragam. • Diagram fasa adalah representasi tentang fasa -fasa dalam suatu material pada variasi temperatur, tekanan dan atau komposisi.
• Jumlah komponen (C) = bilangan terkecil yang menyatakan jumlah konstituen kimia (spesies kimia) independen yang berada di dalam sistem – Sistem air mengandung spesies H 2 O, (H 2 O)2, (H 2 O)3, . . . , (H 2 O)n. Berapa nilai C ? – Di dalam sistem mengandung spesies PCl 5, PCl 3 dan Cl 2. Berapa nilai C?
• Jumlah komponen= bilangan terkecil yang menyatakan jumlah konstituen kimia independen yang berada di dalam sistem 1. C = C’ – r C=? 2. C = juml komponen C’= juml konsituen kimia r = juml kesetimbangan
Derajat kebebesan • Merupakan juml faktor variabel spt T, p dan n, yang memerlukan harga tertentu utk mendefinisikan kondisi sistem dalam kesetimbangan. • F=C–P+2 dimana : C : jumlah komponen P : jumlah fasa F : derajat kebebasan
Sistem 1 komponen Tm = titik lebur Tb = titik didih Bila ditarik garis horizontal (P tetap): . T sistem < Tm maka zat hanya berbentuk padat • T = Tm maka zat mulai berubah menjadi cair • Tm < Tb , zat hanya berbentuk cair • T = Tb zat mulai berubah menjadi gas • T > Tb zat hanya berbentuk gas
Sistem 1 komponen P=1 → F = 2, yaitu p dan T P=2 → F = 1, yaitu p atau T P=3 → F = 0, invarian
Sistem 1 Komponen s l g pada saat p = 67 atm, maka: padat pada T < -60 °C cair pada T < 25 °C gas pada T > 25 °C Fasa dapat berbeda jika p yang digunakan juga berbeda. Pada saat p= 5, 11 atm dan T = -56, 6 °C, zat dapat ditemukan berbentuk s, l dan g s 611 l g
Sistem 2 komponen • Bila 2 cairan murni A dan B dicampurkan, ada tiga kemungkinan: 1. saling melarutkan pada semua perbandingan 2. tidak saling melarutkan 3. saling melarutkan sebagian
Sistem 2 Komponen T lebur A > T lebur B a didinginkan sampai b A dan B larut pada berbagai rasio Hubungan T vs fraksi mol untuk larutan ideal c
-xmp menggambarkan B yang terlarut pada A mbtk lar padat -ynq menggambarkan A yang terlarut pada B mbtk lar padat
Sistem 2 Komponen 1 fasa Komposisi f T 2 B + liq h’ menggambarkan fasa cair yang ada pada campuran B + liq saat T 2 Komposisi h’ adalah h xyz adalah T tertinggi fasa padat sbg fs (komposisi) cyd adalah T terendah fasa cair sbg fs (komposisi) 2 fasa y adalah titik eutetik, terdapat A, B, dan liq Kurva sistem eutetik sederhana
Binary System with Compounds Ada 2 titik eutetik
Sistem 3 Komponen Titik A = 100 % A Titik B = 100 % B Titik C = 100 % C Titik P mempunyai komposisi: A = 30 % B = 45 % C = 25 % Penentuan komposisi cara lain -buat garis PO dan PQ -CO menggambarkan % B -BQ menggambarkan % C -OQ menggambarkan % A
sistem 3 komponen CH 3 COOH dan CHCI 3 larut dlm segala rasio CH 3 COOH dan H 2 O larut dlm segala rasio CHCI 3 dan H 2 O hanya larut sebagian Bila as asetat dilarutkan dlm sistem CHCI 3 dan H 2 O Maka as asetat lebih senang larut dlm lapisan yang kaya H 2 O (garis a’ –b’ condong ke kanan)