Definisi alQuran AlQuran adalah isim masdar yang mempunyai

  • Slides: 34
Download presentation

Definisi al-Qur’an ● Al-Qur’an adalah isim masdar yang mempunyai makna yang sama dengan Qira’ah.

Definisi al-Qur’an ● Al-Qur’an adalah isim masdar yang mempunyai makna yang sama dengan Qira’ah. ﻗﺮﺃ – ﻳﻘﺮﺃ – ﻗﺮﺍﺀﺓ – ﻗﺮآﻦ ( ( )ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ 18) ( ﺍ ﺍ ﺍ آ 17) ﺍ آ ● Secara umum, ada 5 pendapat tentang makna dan asal usul kata al-Qur’an: – Al-Lihyani (w. 355 H) dan sebagian besar ulama: merupakan isim mashdar yang semakna dengan qira’ah, dengan wazan fu’lanan, spt pada kata syakara syukranan, dan ghafara ghufranan. Artinya adalah: berkumpul atau menjadi satu, karena lafal dalam al-Qur’an terkumpul menjadi satu dalam mushaf. Atau berarti bacaan. – Az-Zajjaj (w. 311 H): merupakan isim sifat dari al-Qar’u yang artinya berkumpul ﻗﺮﺃﺖ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻮﺽ ﺃﻲ ﺟﻤﻌﺘﻪ – Abu Musa al-Asy’ari (w. 324 H): isim musytaq dari al-Qarnu yang artinya mengumpulkan – ﻗﺮﻧﺖ ﺍﻟﺸﻴﺀ ﺑﺎﻟﺸﻴﺀ ﺇﺫﺍ ﺿﻤﻤﺖ ﺃﺤﺪﻫﻤﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻵﺨﺮ – Al-Fara’ (w. 207 H): isim musytaq dari al-Qara’in, jamak qarinah yang berarti bukti – Imam Syafi’I (w. 204 H): Isim murtajal, bukan diambil dari kata lain. Yaitu nama dari Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.

Definisi al-Qur’an • Pendapat pertama lebih kuat, seperti yang terlihat dari pemaikaian kata “

Definisi al-Qur’an • Pendapat pertama lebih kuat, seperti yang terlihat dari pemaikaian kata “ ”ﻗﺮآﻨﻪ dalam surat al Qiyamah diatas • Jadi, al-Qur’an bentuknya mashdar, tapi artinya maf’ul (yang dibaca, bacaan) • Nama lain al-Qur’an: al-Furqon (pembeda), al-Kitab, adz. Dzikr, at-Tanzil (Ali Imran: 4, al-Baqarah: 2, , al-Haqqah: 43) • Beberapa ulama terlalu banyak memberikan nama al-Qur’an, spt Az-Zarkasyi yang memberikan 55 nama • Kemungkinan dia tidak membedakan antara nama dengan sifat. Contoh sifat: ﺭﺣﻤﺔ ، ﻛﺮﻳﻢ ، ﻫﺪﻯ ، ﻣﺒﺎﺭﻙ

Definisi al-Qur’an ● ● ● Ada beberapa pendapat dalam mendefinisikan al-Qur’an secara istilah, ada

Definisi al-Qur’an ● ● ● Ada beberapa pendapat dalam mendefinisikan al-Qur’an secara istilah, ada yang mendefinisikan dengan definisi yang pendek, ada yang panjang. ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﻟﻤﺘﻌﺒﺪ ﺑﺘﻼﻭﺗﻪ ، ﺍﻟﻤﻨﻘﻮﻝ ﺇﻟﻴﻨﺎ ﺑﺎﻟﺘﻮﺍﺗﺮ ، ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﻌﺠﺰ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﻤﻜﺘﻮﺏ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺼﺎﺣﻒ Pendefinisian itu mencakup identitas al-Qur’an yang mencakup unsur-unsur: – – – ● ● Kalam Allah I’jaz (mu’jiz, mukjizat) Wahyu kepaka Nabi Muhammada Tertulis dalam mushaf Diriwayatkan secara mutawatir Membacanya menjadi ibadah Al-Qur’an tidak pernah berubah sepanjang zaman karena Allah berjanji untuk menjaganya Al-Qur’an mengandung ajaran yang membawa kepada kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat

1. Hadits Qudsi • Qudsi secara bahasa berarti: suci, karena hadits Qudsi dinisbatkan kepada

1. Hadits Qudsi • Qudsi secara bahasa berarti: suci, karena hadits Qudsi dinisbatkan kepada Dzat Yang Maha Suci yaitu Allah SWT • Secara istilah: “Ucapan yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad saw dan dinisbatkan kepada Allah subhanahu wata’ala. ” • Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa lafaz/redaksi ucapan tersebut adalah dari Nabi Muhammad, sedangkan isi/contentnya dari Allah subhanahu wata’ala • Berbeda dengan al-Qur’an yang redaksi dan contentnya dari Allah swt

Perbedaan Hadits Qudsi dan Al-Qur’an • Lafaz/Redaksi al-Qur’an dari Allah, sedangkan lafaz/Redaksi Hadits Qudsi

Perbedaan Hadits Qudsi dan Al-Qur’an • Lafaz/Redaksi al-Qur’an dari Allah, sedangkan lafaz/Redaksi Hadits Qudsi dari Nabi, walaupun contentnya dari Allah • Semua ayat al-Qur’an adalah mutawatir, sedangkan Hadits Qudsi tidak demikian • Al-Qur’an bebas dari kesalahan periwayatan, berbeda dengan Hadits Qudsi • Al-Qur’an dipakai sebagai bacaan sholat, sedangkan Hadits Qudsi tidak demikian • Membaca al-Qur’an diberikan pahala setiap hurufnya, sedangkan Hadits Qudsi tidak demikian • Al-Qur’an dibagi menjadi Juz, Surat, dan ayat, sedangkan Hadits Qudsi tidak demikian • Al-Qur’an adalah mukjizat sampai hari kiamat, sedangkan Hadits Qudsi tidak demikian • Tidak boleh melakukan “ar-Riwayah bil ma’na” (meriwayatkan dengan makna) terhadap al-Qur’an, sedangkan dalam Hadits Qudsi diperbolehkan.

 • Jumlah hadits Qudsi tidaklah sebanyak Hadits Marfu’. Jumlahnya hanya sekitar 200 -an

• Jumlah hadits Qudsi tidaklah sebanyak Hadits Marfu’. Jumlahnya hanya sekitar 200 -an saja. • Diantara kitab yang khusus mengumpulkan hadits Qudsi adalah: ﺍﻹﺗﺤﺎﻓﺎﺕ ﺍﻟ ﻧﻴﺔ ﺑﺎﻷﺤﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﻘﺪﺳﻴﺔ Karya Zainuddin al-Munawi (1030 H) • Secara umum, ada dua cara periwayatan hadits qudsi untuk membedakannya dengan hadits Nabi Muhammad (Marfu’): 1. Dengan menggunakan lafaz: “. . . ” : ﻓﻴﻤﺎ ﻳﺮﻭﻳﻪ ﻋﻦ ﺭﺑﻪ ، ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ 2. Dengan menggunakan lafaz: “. . . ” : ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ / ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ، ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

2. Hadits Marfu’ • Marfu’: merupakan Isim Maf’ul dari “Rafa’a” yang berarti : mengangkat.

2. Hadits Marfu’ • Marfu’: merupakan Isim Maf’ul dari “Rafa’a” yang berarti : mengangkat. Marfu’: Diangkat – – –ﻭ • Penggunaan kata “diangkat” untuk menunjukkan bahwa hadits tersebut dinisbahkan kepada orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi yaitu Nabi Muhammad • Secara istilah: “Segala sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad berupa ucapan, perbuatan, ketetapan ataupun sifat. ”

2. Hadits Marfu’ • Sesuai dengan definisi, maka Hadits Marfu’ dibagi menjadi: – –

2. Hadits Marfu’ • Sesuai dengan definisi, maka Hadits Marfu’ dibagi menjadi: – – – Marfu’ Qouli (berupa ucapan) Marfu’ Fi’li (berupa perbuatan) Marfu’ Taqriri (berupa ketetapan) Marfu’ Washfi khuluqi (berupa informasi ttg akhlak Nabi) Marfu’ Washfi khilqi (berupa sifat jasmani)

3. Hadits Mauquf • Mauquf merupakan isim maf’ul dari wa-qo-fa, yang berarti berhenti; mauquf:

3. Hadits Mauquf • Mauquf merupakan isim maf’ul dari wa-qo-fa, yang berarti berhenti; mauquf: dihentikan • Secara istilah: “Segala sesuatu yang di nisbahkan kepada shahabat baik berupa ucapan, perbuatan maupun ketetapan. ” • Kadang “mauquf” juga digunakan untuk sesuatu yang dinisbahkan kepada selain shahabat, akan tetapi dengan menyebut nama orang tersebut secara khusus, contoh: ﻫﺬﺍ ﺣﺪﻳﺚ ﻭﻗﻔﻪ ﻓﻼﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ

Contoh-contoh Hadits Mauquf 1. Mauquf fi’li (perbuatan shahabat) ( ﺍ ﺍ ﻯ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ

Contoh-contoh Hadits Mauquf 1. Mauquf fi’li (perbuatan shahabat) ( ﺍ ﺍ ﻯ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ : ﻳ ﺍ ﺍ

Kriteria Hadits Mauquf yang dianggap sebagai Marfu’ • Ada beberapa kriteria yang membuat hadits

Kriteria Hadits Mauquf yang dianggap sebagai Marfu’ • Ada beberapa kriteria yang membuat hadits mauquf dianggap mempunyai kedudukan sebagai hadits marfu’. Kriteria tsb adalah: • Perkataan seorang sahabat dalam permasalahan yang tidak boleh ada unsur ijtihad didalamnya (spt masalah ghaib), dan dia tidak diketahui sering menggunakan Taurat sebagai rujukan. • Perbuatan seorang sahabat dalam masalah yang tidak boleh berijtihad didalamnya, seperti Shalat Kusuf Ali yang disetiap rakaat beliau melakukan lebih dari dua ruku’. • Perkataan, perbuatan dan persetujuan seorang sahabat apabila disandarkan kepada Nabi SAW, seperti dengan mengatakan: “Pada masa Nabi”, atau “Kami dahulu” dst. Seperti perkataan Jabir: Kami dahulu melakukan azl padahal al-Qur’an masih turun. • Kalau ada lafaz dari sahabat: ( ﺃﻤﺮﻧﺎ ﺑﻜﺬﺍ ﺃﻮ ﻧﻬﻴﻨﺎ ﺑﻜﺬﺍ ﺃﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ) ﻛﺬﺍ Kami diperintah demikian, kami dilarang, Termasuk sunnah… • Kalau ada perawi yang menyabutkan lafaz ( ﺃﻮ ، ﺃﻮ ﻳﻨﻤﻴﻪ ، ﻳﺮﻓﻌﻪ ) ﻳﺒﻠﻎ ﺑﻪ ﺃﻮ ﺭﻭﺍﻳﺔ setelah menyebutkan nama seorang sahabat.

Definisi Nuzul al-Qur’an • Nuzul adalah bentuk masdar dari kata – – ﺯﻭﻝ yang

Definisi Nuzul al-Qur’an • Nuzul adalah bentuk masdar dari kata – – ﺯﻭﻝ yang berarti turun • Jadi, Nuzul al-Qur’an berarti: Proses turunnya al-Qur’an. • Secara konotatif, nuzul mempunyai dua makna: – Bermakna inzal, dari kata – – ﺍﻝ yang berarti menurunkan sekaligus – Bermakna tanzil, dari kata ﺗﻨﺰﻳﻞ - – yang berarti: menurunkan secara berangsung-angsur. • Kedua makna tersebut relevan dengan al-Qur’an, yaitu ada proses dimana al-Qur’an diturunkan sekaligus, dan juga diturunkans secara berangsur.

Kaifiyat (cara) diturunkannya al-Qur’an ● Ada 4 pendapat mengenai cara dan proses diturunkannya al-Qur’an:

Kaifiyat (cara) diturunkannya al-Qur’an ● Ada 4 pendapat mengenai cara dan proses diturunkannya al-Qur’an: – Al-Qur’an diturunkan ke langit dunia pada malam Lailatul Qodr sekaligus (lengkap), kemudian diturunkan secara berangsur-angsur selama masa kenabian Nabi Muhammad. – Al-Qur’an diturunkan ke langit dunia setiap Lailatul Qodr selama masa kenabian Nabi Muhammad, sampai menjadi sempurna. – Al-Qur’an diturunkan pertama kali di malam Lailatul Qodr, kemudian diturunkan secara berangsur-angsur selama masa kenabian Nabi Muhammad. – Al-Qur’an diturunkan dalam tiga fase: Fase pertama diturunkan ke Lauh al-Mahfudz, Fase kedua diturunkan ke Bait al-Izzah (langit dunia), dan Fase ketiga diturunkan secara berangsur-angsur ● ● ● Menurut Dr. Subhi as-Shalih, kita tidak bisa memastikan bagaimana proses turunnya al-Qur’an karena hal itu merupakan sesuatu yang ghaib. Memang benar, terdapat beberapa ayat yang memberikan isyarat bagaimana diturunkannya al-Qur’an, akan tetapi kita tidak bisa memastikan mana yang terlebih dahulu dari proses tersebut: ( ( )ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﺮﻭﺝ 22) ( ﻱ ﻭ 21) آ ﻳ (1 : ﺇﻧﺎ ﺃﻨﺰﻟﻨﺎﻩ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ )ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻘﺪﺭ (185 : )ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ. . . ﺍ ﺍﻱ ﻳ ﺍآ ﻯ ﻟ ﺍ ﺍ ﺍﻯ ﺍﺍ

Kaifiyat (cara) diturunkannya al-Qur’an ● ● Ada beberapa cara wahyu diturunkan kepada para Nabi,

Kaifiyat (cara) diturunkannya al-Qur’an ● ● Ada beberapa cara wahyu diturunkan kepada para Nabi, termasuk Nabi Muhammad Saw yaitu: (51 : ( )ﺍﻟﺸﻮﺭﻯ 51) ﺍ ﺍ ﺍﻟ ﺍ ﺍ ﻭﺍ ﻭ ﺍ ﺍ ﻳ (164 : ﺍ ﺍﻟ ﻭﻯ ﻳﺍ )ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ (77 : ﺍ ﺍ ﺍ ﻭﺍ ﻳ ﺍ ﺍ ﻳ )ﻫﻮﺩ 1. Berupa pengetahuan/keberanaran yang dimasukkan ke dalam hati seorang Rasul, tanpa perantara malaikat, seperi mimpi-mimpi yang benar oleh para Rasul 2. Perkataan Allah dari belakang tabir, seperti kisah Nabi Musa 3. Melalui perantara malaikat Jibril ● Sedangkan cara wahyu turun kepada Nabi Muhammad adalah sebagai berikut: 1. Melalui mimpi yang benar: – ( ﺍ ﺍ ﻯ ﺍ ﺍﻟ )ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ ، ﺍ ﻭ ﺍﻟﻠ ﻯ ﺍﻟﻠ ﺍ ﺍﻟ ﺍ – (27 : ﺍﻟ ﻭ ﺍﻟ ﺍ ﺍﺍ ﺍ ﺍﻟ آﻳ ﻳ ﻭ ﻳ ﺍ ﺍﻭ ﺍ ﻭﺍ ﻭ ﺍ ﻳﺍ )ﺍﻟﻔﺘﺢ 2. Jibril menghembuskan wahyu ke dalam jiwa Nabi Muhammad:

Kaifiyat (cara) diturunkannya al-Qur’an ، ﺍﻟﺒﺰﺍﺭ ، ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ، )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ. . .

Kaifiyat (cara) diturunkannya al-Qur’an ، ﺍﻟﺒﺰﺍﺭ ، ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ، )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ. . . ﺍ ﻭﺍ ﺍﻟ ﻭﺍ ﻱ ﺍﻟ ، ﺍ ، » ﺍ ﻭ ﺍﺍﻳ ﻳ ﻱ ﻱ ﺍ ﻭ ﻯ ﺍ ( ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ 3. Wahyu datang kepada Nabi Muhammad bagaikan gemerincing suara lonceng ﻱ ﺍ ﻭ ، ﺍﺍ ﻳﻱ ﻱ ﻭ ﺍﻟ ، ﻱ ، ، " ﺍﺍ ﻳﻱ ﻱ ﺍ : ﻳ ﺍ ؟ ﺍ : ﺍﺍ ﺍ ﻭ ﺍﻟﻠ ﻯ ﺍﻟﻠ ، ﺍ 4. Jibril datang dan menjelma menjadi manusia 5. Malaikat datang dalam bentuknya yang asli ( ( )ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻨﺠﻢ 14) ( ﺍﻯ 13) آ ﻯ 6. Allah berbicara tanpa perantara malaikat Jibril seperti pada malam Mi’raj. 7. Allah menyampaikan pengetahuan dalam jiwa Nabi Muhammad.

al-Qur’an diturunkan secara bertahap • Allah menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur, tidak

al-Qur’an diturunkan secara bertahap • Allah menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur, tidak sekaligus: (106 : آﺍ ﺍ ﻯ ﺍﻟ ﺍ ﻯ ﺍ ﻳﺍ )ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ ()ﻳ ﺍﺍ ﺍ ﻳ ﺍﺍﻳ 2 : ﺍﻟﺴﺠﺪﺓ • • • Kata “tanzil al-Kitab” diulang dalam beberapa surat, diantaranya Az-Mumar: 2, Ghafir: 2, al-Jatsiyat: 2, al-Ahqaf: 2. Pemilihan kata “tanzil” dan bukan “Inzal” menunjukkan bahwa al-Qur’an diturunkan secara bertahap, karena wazan: “” dalam “ ”ﻧ ﻝ menunjukkan: “ ”ﻟﻠﺘﻜﺜﻴﺮ sehingga menunjukkan arti berulang-ulang. Hal ini berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan secara sekaligus, spt ditunjukkan dalam ayat: (32 : ﺍ ﺍ ﻳﺍ )ﺍﻟﻔﺮﻗﺎﻥ ﺍ ﺍﻳ ﻭﺍ ﺍ ﺍآ ﺍ

al-Qur’an diturunkan secara bertahap • • • Ayat yang pertama kali turun adalah Surat

al-Qur’an diturunkan secara bertahap • • • Ayat yang pertama kali turun adalah Surat al-Alaq 1 -5 di gua Hira. Ayat yang terakhir kali turun adalah ayat 3 dari Surat al-Maidah Ada juga yang berpendapat bahwa ayat yang terakhir turun adalah ayat 281 dari Surat al-Baqarah Ada yang mengganbungkan dua pendapat tersebut dengan mengatakan bahwan pernyataan resmi telah sempurnanya agama dan berhentinya wahyu adalah pada ayat 3 Surat al-Maidah, akan tetapi setelah itu masih ada ayat yang turun yaitu ayat 281 dari Surat al-Baqarah Jumhur Ulama berpendapat bahwa al-Qur’an diturunan selama kurang lebih 23 tahun, dibagi menjadi 2 periode: – Periode Makkah, yaitu periode sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, selama 12 tahun, 5 bulan, 13 hari, sejak 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi, samapai permulaan Rabi’ul Awal tahun 54 dari kelahiran Nabi Muhammad. – Periode Madinah, yaitu periode setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, selama 9 tahun, 9 bulan, 9 hari, dari permulaan Rabi’ul awwal tahun 54 dari kelahiran Nabi Muhammad, sampai 9 Dzulhijjah tahun 63.

al-Qur’an diturunkan secara bertahap Hikmah diturunkannya al-Qur’an secara berangsur-angsur adalah: 1. Meneguhkan hati Nabi

al-Qur’an diturunkan secara bertahap Hikmah diturunkannya al-Qur’an secara berangsur-angsur adalah: 1. Meneguhkan hati Nabi Muhammad: (32 : ﺍ ﺍﻳ ﻭﺍ ﺍ ﺍآ ﺍ ﺍ ﺍ ﻳﺍ )ﺍﻟﻔﺮﻗﺎﻥ ( ( )ﺍﻷﻨﻌﺎﻡ 34) ﻭﺍ ﻯ ﺍ ﻭﺍ ﻭﻭﺍ ﻯ ﺍ ﺍ ﺍﻟ ﺍ ﺍﻳ (33) ﺍﻱ ﻭﻭ ﺍ ﻭ ﺍﻟ ﺍﻳ آﺍ ﺍﻟ ﻭ 2. Sebagai mu’jizat dalam menhadapi tantangan orang-orang yang mendustakan Nabi dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan mereka (33 : ﺍ ﻭ ﺍ ﺍ ﺍ ﻳﺍ )ﺍﻟﻔﺮﻗﺎﻥ (85 : ﻭ ﺍﻟ ﻭ ﻱ ﺍ ﻭﻳ ﺍ ﺍ ﻳﺍ )ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ ( )ﺍﻟﺮﻭﻡ. . . ( ﻱ ﻳ 3) ﻭ ( ﻱ ﻯ ﺍ 2) ﺍﻟ ﻭ