Dan bagi orangorang yang menerima mematuhi seruan Tuhannya
Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. 42: 38)
Definisi Syuro Secara Sempit Syura adalah Ketentuan yang harus ditetapkan sebagai hasil keputusan jama’ah Secara Umum syura Advis (pemberian pendapat) dan Musyawarah (Tukar Pendapat) Secara Universal syura Eksistensi jama’ah, hak dan tanggung jawab yang diambil dari Solidaritas antar individu sebagai bagian darinya dan merupakan kehendak individu. Saling tukar fikiran, saling menasehati dan berdiskusi secara terbuka.
Tujuan syari’at dalam syura 1. Melenyapkan penyelewengan dalam memilih penguasa dan mengontrolnya 2. Melakukan langkah-langkah positif dari penyelewengan yang terjadi dalam kekuasaan 3. Menegakan keseimbangan secara proposional, memelihara dan memuliakan dari segala yang patut dihormati sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an
Prinsip Syura dalam As-Sunnah Amaliyah Rasulullah senantiasa mengajak para sahabat untuk bermusyawarah dan mewajibkan syura dalam membuat sistem sosial dan politik atas dasar kaidah yang telah ditetapkan dalam Al. Qur’an dan As. Sunnah qauliyah Terdapat banyak hadits yang mengharuskan tukar pendapat dan syura • “Tidaklah bermusyawarah suatu kaum melainkan akan menunjuki kepada perkara yang paling benar. ” • “Bermusyawarahlah dengan ahli pendapat lalu ikuti mereka. ”
Unsur Fundamental dalam Syura 1. 2. 3. 4. Keikutsertaan individu dalam jama’ah Kebebasan mengeluarkan pendapat Bersifat adil dalam menetapkan syura Mengutamakan pendapat dari sudut dimensi masing-masing individu 5. Ketetapan keluar manakala suara sudah mencapai bulat
Kenapa harus syuro v Distribusi dan pertukaran informasi dengan cepat v Memerlukan DM dan tidak ada waktu untuk mengerjakan fungsi organisasinya v Informasi semua orang sama v Memerlukan prespektif berbeda, brainstorming dari persoalan v Pemecahan masalah, kerjasama,
Syuro tidak efektif, v v jika…. . . v v v Rutin tanpa agenda (goal) Tidak ada yang spesifik (objectif) NATO, TATO, tidak ada Keputusan Pihak ketiga yang mengaburkan Tidak ada mekanisme syuro Manajemen konflik yang lemah Dinamika kelompok yang kurang Individu yang mendominasi
Persiapan Syuro 1. Tujuan dan sasaran 2. Pilihlah peserta 3. Buatlah agenda 4. Pilihlah tempat 5. Organisirlah ruangan dan perlengkapannya 6. Bagikanlah agenda dengan waktu yang cukup
Agenda yang efektif 1. Tujuan jelas 2. Susuan acara 3. Komitmen wak 4. Pelaksanaan untuk tujuan
Memilih tempat v Jarak v Waktu v Ongkos Sasarannya. . ?
Pedoman Umum 1. Membuka Syuro Menyambut para peserta dengan hangat Meninjau kembali agenda Menangani keadaan darurat Membuat sasaran menjadi dapat dilihat 2. Menjaelaskan setiap agenda 3. Menjelaskan perannya 4 Menetapkan peraturan dasaranya
1. Perserta rewel 1. Kenali dan sebut namanya 2. Buat ringkasan--terimakasih 3. Segera alihkan kepeserta lain
2. Peserta terlambat Hentikan tatap wajahnya Lanjutkan dan jangan diulangi
3. Peserta pendiam 1. Berikan terus kesempat 2. Motivasi, motiv
4. Peserta menghalangi ide/perubahan Jangan di abaikan Gunakn teknik lampu
5. Suka bercanda Biarkanlah jika dosisnya kecil Overdosis, ungkapkan perasaan
6. Peserta Agresif 1. Hentikan secepatnya 2. Istirahatlah (untuk minum kopi), dan bicaralah secara pribadi
Kesimpulan v. Kebebasan Berfikir (winwin-empathy) v. Berlaku Adil v. Itmi’nan terhadap keputusan (Collaborative)
- Slides: 20