CPT II Supplemental Restraint System Pengertian Apakah SRS
























































- Slides: 56
CPT II (Supplemental Restraint System)
Pengertian Apakah SRS Airbag itu? Zona dapat Zona pelindung penumpang dibenturkan Zona dapat dibenturkan (1/1) Teknologi dan Rekayasa
Kelengkapan SRS SAFETY BELT (Sabuk Pengaman) penumpang CIAS (Crash Impact Absorbing Structure) body Menghantam interior pada kecepatan yang sama seperti jatuh dari gedung lantai 3 (tabrakan pada 50 km/j) Kendaraan tanpa airbag (penumpang tidak memakai sabuk keselamatan) Crush Beads Lebih dari 0. 1 detik untuk benar-benar berhenti (tabrakan pada 50 km/j) Ada gerakan ekstrim penumpang Safety Belt menahan (tabrakan pada 50 km/j) Kendaraan dengan airbag (penumpang memakai sabuk keselamatan) Teknologi dan Rekayasa
Cara Kerja SRS Propellant grain Initiator Gas dibangkitkan dan kantung mengembang Tabrakan Penguat Airbag sensor Menjadi aktif dan mengapikan initiator Mengurangi benturan penumpang Teknologi dan Rekayasa
Fungsi SRS Dalam kondisi keamanan kritis karena benturan SRS Airbag akan mengembang melindungi pengemudi dan penumpang (2/5) Teknologi dan Rekayasa
Garis Besar Pengoperasian 3. SRS airbag tidak mengembang (pengemudi, penumpang) Tabrakan dari belakang Tabrakan dari samping Kendaraan terguling Menghantam gundukan, Tepian trotoar dan material kerasl Jatuh ke dalam atau melompati lubang yang dalam (3/5) Landing hard or vehicle falling Teknologi dan Rekayasa
Garis Besar Pengoperasian 4. SRS airbag akan mengembang (samping, tirai pelindung) (1) Airbag samping + airbag tirai pelindung (depan) Tabrakan dari samping (2) Airbag samping + airbag tirai pelindung (depan + belakang) Tabrakan dari samping atau quarter back (4/5) Teknologi dan Rekayasa
Garis Besar Pengoperasian 5. SRS airbag tidak mengembang (samping, tirai pelindung) Tabrakan dari belakang Tabrakan dari depan Kendaraan terguling (5/5) Teknologi dan Rekayasa
Garis Besar Tipe • Inflator (u/ pengemudi dan penumpang depan) • Seat belt pretensioner (LH dan RH) Diagram sistem Airbag Sensor depan Tabrakan Benturan Seat position airbag sensor (Pengemudi) Rakitan airbag sensor pusat (Rakitan airbag sensor) Airbag sensor samping (Airbag Sensor samping dan tirai pelindung) Switch gesper sabuk keselamatan pengemudi Airbag Sensor tirai pelindung Tabrakan Inflator (untuk samping kiri dan tirai pelindung kiri) Inflator (untuk samping kanan dan tirai pelindung kanan) Inflator (untuk tirai pelindung kiri) Inflator (untuk tirai pelindung kanan) Benturan Hanya tirai pelindung airbag (depan + belakang) saja (1/1) Teknologi dan Rekayasa
Garis Besar Peringatan 1. Sabuk pengaman anak-anak Move seat fully back (1/4) Teknologi dan Rekayasa
Garis Besar Peringatan 2. Eumah airbag (airbag depan) 3. Sekeliling pintu (airbag samping dan tirai) (2/4) Teknologi dan Rekayasa
Garis Besar Peringatan 4. Tempat duduk penumpang (airbag depan) (3/4) Teknologi dan Rekayasa
Garis Besar Caution 5. Pintu (airbag samping dan airbag tirai) (4/4) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E 12. Lampu peringatan SRS 4. Rakitan airbag penumpang depan Lokasi Kompones 7. Rakitan airbag tirai pelindung 5. Kabel spiral 1. Airbag sensor depan 3. Rakitan airbag pengemudi 13. DLC 3 2. Rakitan airbag sensor pusat 10. Airbag sensor tirai pelindung 9. Airbag sensor smaping 8. Seat belt pretensioner 6. Rakitan airbag samping 11. Seat position airbag sensor (1/1) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E 1. Inflator dan kantung Konstruksi dam (1) Untuk pengemudi (di pad roda kemudi) Pengoperasian Part Fungsional Inflator tipe single-stage Filter Initiator Enhancer Propellant grain Ke kantung : Perambatan api : Aliran gas nitrogen Inflator tipe dual-stage Propellant pertama Propellant ke 2 Propellant pertama Filter Ke kantung Enhancer Initiator pertama Initiator ke 2 : Perambatan api : Aliran gas nitrogen ke 1 : Aliran gas nitrogen ke 2 (1/16) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E (2) Untuk penumpang depan (di panel instrumen) Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Inflator tipw single-stage Initiator Projectile Propellant grain Closure disk Action piston Gas argon Bertekanan tinggi Primer Enhancer : Perambatan api : Aliran gas argon Ke kantung Lubang pelepas gas Inflator tipe dual-stage Initiator "B" Panas pengapian Propellant wafer Initiator "A" (2/16) Orifice Filter Enhancer Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E (3) Untuk airbag samping Propellant grain Initiator Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Gas bertekanan tinggi Pressure bulkhead Lubang pelepas Ke kantung gas Rapture disc (3/16) : Perambatan api : Aliran gas bertekanan tinggi Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E (4) Rakitan airbag tirai pelindung Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Gas bertekanan tinggi Paku Igniter Lubang luar Diffuser Bracket Klem Break washer Airbag tirai pelindung Gas bertekanan tinggi Lubang luar Ke airbag tirai pelindung Generator gas (4/16) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional 2. Rakitan sensor airbag pusat (rakitan sensor airbag) Rakitan airbag sensor pusat (Airbag depan dan sirkuit seat belt pretensioner) Lampu peringatan Sumber daya cadangan Safing sensor Airbag sensor depan Kabel spiral CPU monitor Memori Diagnostic circuit dan ignition control circuit Deceleration sensor Inflator untuk pengemudi Inflator untuk penumpang depan Seat belt Pretensioner pengemudi Seat belt pretensioner penumpang depan Drive circuit (5/16) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Rakitan airbag sensor pusat (Airbag samping dan sirkuit airbag tirai pelindung) Lampu peringatan Sumber daya cadangan Airbag sensor samping (Airbag sensor samping dan tirai pelindung) dengan safing sensor Airbag sensor tirai Pelindung dengan safing sensor Inflator untuk airbag samping (RH) CPU monitor Memory Diagnostic circuit dan IG control circuit Inflator untuk airbag samping (LH) Inflator untuk airbag tirai (RH) Inflator Drive circuit untuk airbag tirai (LH) (5/16) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E (3) Deceleration sensor (4) Safing sensor (5) Back-up power source Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional (6) Memory circuit (6/16) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E Konstruksi dam 3. Sensor airbag depan 4. Sensor airbag samping (sensor airbag samping dan tirai)/ sensor airbag tirai Pengoperasian Part Fungsional Depan Deceleration sensor Safing sensor Rakitan sirkuit (7/16) Tanpa safing sensor Dengan safing sensor Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E 5. Sensor pintu samping Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Shaft Rotor Stationary contact point Kondisi normal Movable contact point Kondisi aktif (8/16) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E 6. Seat position airbag sensor Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Seat rail Seat position airbag sensor Cut-off plate (9/16) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E 7. Sensor deteksi penumpang Depan Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Bantalan tempat duduk Sensor deteksi penumpang Spacer Electrode sheet Lubang Electrode sheet Penumpangt ON OFF (10/16) Bagian menyilang of A-A Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E 8. Lampu peringatan SRS 9. Kabel spiral Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Kabel Cancel cam (11/16) Kotak Keonektor ke initiator Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E 10. Konektor Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Curtain shield airbag sensor (RH) Curtain shield airbag assembly (RH) (initiator) Side airbag sensor (side dan curtain shield airbag sensor) Seat belt pretensioner (RH) Airbag sensor depan (RH) Side airbag assembly (RH) (initiator) Center airbag sensor assembly (airbag sensor assembly) Airbag sensor depan(LH) Side airbag sensor (side dan curtain shield airbag sensor) Rakitan airbag penumpang depan (initiator) J/B Spiral cable subassembly Lampu peringatan SRS (meter kombinasi) Rakitan airbag depan untuk pengemudi (initiator) Rakitan airbag samping (LH) (initiator) Curtain shield airbag sensor (LH) Seat belt pretensioner (LH) Seat position airbag sensor Curtain shield airbag assembly (LH) (initiator) Tipe Konektor Aplikasi 2, 4, 6, 8, 1 Mekanisme 0, 12, 13, 1 terminal twin 4, 15, 16, 1 -lock 7, 23, 24 Mekanisme pencegah airbag active 2, 4, 18, 20 , 22, 24, 26 , 28 (12/16) Mekanisme pemeriksaan Teknologi dan Rekayasa 1, 2, 3, 4 hubungan
SRS Airbag Tipe E (1) Mekanisme terminal twin-lock : Spacer Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Rumah Female connector Male connector (13/16) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E (2) Mekanisme pencegahan aktifasi airbag : Konstruksi dam (3) Mekanisme pengecekan hubungan listrik : Pengoperasian Part Fungsional Konektor terhubung Spring plate pendek Konektor dilepas Spring plate pendek Dalam kontak Terminal Initiator Sirkuit tertutup Spring plate pendek Terminal untuk diagnosis Half connection Pemutusan deteksi pin (14/16) Rakitan airbag sensor pusat Pemutusan deteksi pin Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E (4) Mekanisme connector twin-lock : Konstruksi dam Pengoperasian Part Fungsional Secondary lock Rusuk Primary lock tidak selesai (Secondary lock dicegah) Primary lock selesai (Secondary lock diijinkan) Mengunci Twin-lock selesai (15/16) Mengunci Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E (5) Mekanisme pencegahan hubungan setengah : Konstruksi dam (6) Mekanisme connector lock : Pengoperasian Part Fungsional Spring Stopper Slider Locking arm Locking part Stopper Rebounded by slider (Spring) (16/16) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E Pengoperasian Sistem 1. Pertimbangan pengapian dan kondisi-kondisi (1) Tabrakan depan Rakitan airbag sensor pusat Safing sensor ON Deceleration sensor ON DAN Airbag mengembang Sinyal dari airbag Sensor depan (REFERENSI) Tipe sensor tiga : Airbag sensor depan (LH) ON Airbag sensor depan (RH) ON Deceleration sensor ON Safing sensor ON OR DAN Airbag mengembang Rakitan airbag sensor pusat (1/2) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E Pengoperasian Sistem (2) Tabrakan samping depan (3) Tabrakan samping belakang Rakitan airbag sensor pusat Safing sensor ON DAN Deceleration sensor ON Side and curtain shield airbag inflating Side airbag sensor (REFERENSI) Kendaraan dengan sensor pintu samping : Rakitan airbag sensor pusat Safing sensor ON Side door sensor ON Deceleration sensor ON AND Side and curtain shield airbag inflating OR Side airbag sensor Rakitan airbag sensor pusat Sinyal untuk mengapikan Airbag samping Safing sensor ON Deceleration sensor ON Curtain shield airbag sensor DAN ATAU Curtain shield airbag inflating (2/2) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E 1. Pemeriksaan primer 2. Pemeriksaan konstan Fungsi Self. Diagnostic (1/4) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E 3. Diagnostic code check Fungsi Self. Diagnostic (2/4) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E 4. Penghapusan diagnostic code Fungsi Self. Diagnostic (3/4) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E Fungsi Self(3) Penghapusan kode dengan menggunakan SST (service wire) (Untuk model menggunakan terminal AB dan TC) Diagnostic Untuk model menggunakan terminal AB dan TC Grounding AB terminal Grounding TC terminal Service wire (Start dengan TC terminal) Berkedip dalam 50 msec beberapa detik (4/4) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe E (3) Penghapusan kode menggunakan SST (service wire) Fungsi Self(Untuk model menggunakan terminal TC terminal saja) Diagnostic Untuk model menggunakan terminal TC terminal saja Service wire Lampu menyala Dalam 10 detik Diagnosis code output Lampu menyala Lepas termiral TC Lampu mati Hubungkan terminal TC dan CG Lampu mati Dalam 1 detik Hubungkan terminal TC dan CG Normal code output (4/4) Teknologi dan Rekayasa
SRS Airbag Tipe M Deskripsi Bag Sensor lock release bolt Inflator Sensor lock release rod Airbag sensor (1/1) Teknologi dan Rekayasa
Seat Belt Pretensioner Aapakah Seat Belt Pretensioner itu? (1/1) Teknologi dan Rekayasa
Seat Belt Pretensioner Konstruksi dan Pengoperasian 1. Deskripsi Inflator ELR lock dan mekanisme belt retraction Pretensioner Penarikan cepat sabuk keselamatan pada awal tabrakan. Pembatas Gaya Mengurangi gaya yang diberikan ke dada Saat beban sabuk mencapai nilai spesifikasi, ia tetap konstan. (1/6) Teknologi dan Rekayasa
Seat Belt Pretensioner Konstruksi dan Pengoperasian 2. Mekanisme pretensioner (1) Konstruksi Pemendekkan ke dalam Retractor shaft Sabuk keselamatan Inflator Drum Spring Drum Wire Drive plate Pretensioner shaft Cylinder Fixed end of the wire Piston Konstruksi Drum Pretensioner shaft Clearance setting Fixed end of the wire Terakit sepenuhnya (2/6) Teknologi dan Rekayasa
Seat Belt Pretensioner Konstruksi dan Pengoperasian (2) Pengoperasian Seat belt Drum Pretensioner shaft Share pin (putaran terbatas dari drive plate) Wire Clearance setting Piston Inflator Retractor shaft Kondisi normal (sebelum pengoperasian) Hubungan langsung drum dan pretensioner shaft Load Aliran gas bertekanan tinggi dari inflator Penarikan sabuk keselamatan Putaran ke arah lilitan sbauk Putaran sebagai unit Pergerakan piston Saat hubungan langsung drum dengan pretensioner shaft Saat beroperasi Saat melilitkan sabuk (3/6) Teknologi dan Rekayasa
Seat Belt Pretensioner Konstruksi dan Pengoperasian 3. Mekanisme pembatas daya Retractor shaft Spool Force limiter plate Sabuk keselamatan Sebelum pengoperasian Saat diputar 360° Akhir kondisi pengoperasian (4/6) Teknologi dan Rekayasa
Seat Belt Pretensioner Konstruksi dan Pengoperasian 4. Gas generator Propellant grain Initiator (5/6) Teknologi dan Rekayasa
Seat Belt Pretensioner REFERENSI: 1. Komponen seat belt pretensioner tipe M Konstruksi dan Pengoperasian Contoh : Safety device active (locked sensor) Sensor lock release lever Sensor lock button Obeng berkepala rata, atau Alat yang setara (6/6) Teknologi dan Rekayasa
Perhatian 2. Perhatian untuk Penanganan Airbag dan Seat Belt Pretensioner Negative ( - ) terminal cable (1/4) Teknologi dan Rekayasa
Perhatian 3. SRS airbag dan seat belt pretensioner Contoh : BENAR Perhatian untuk Penanganan Airbag dan Seat Belt Pretensioner SALAH (2/4) Teknologi dan Rekayasa
Perhatian 6. Kabel spiral (di dalam switch kombinasi) Perhatian untuk Penanganan Airbag dan Seat Belt Pretensioner Mark (3/4) Teknologi dan Rekayasa
Perhatian 7. Airbag sensor depan LH : Perhatian untuk Penanganan Airbag dan Seat Belt Pretensioner RH : (4/4) Teknologi dan Rekayasa
Pembuangan SRS Airbag dan Seat Belt Pretensioner 1. Deskripsi 2. Perhatian untuk Pengembangan Airbag/Seat Belt Pretensioner (1/1) Teknologi dan Rekayasa
Pembuangan SRS Airbag dan Seat Belt Pretensioner Saat Menyekrap Kendaraan Kembangkan airbag dandseat belt pretensioner dengan memberikan listrik ke initiator menggunakan SST (alat pengembang airbag). Contoh : Baterai 10 m (33 ft) atau lebih (1/1) Teknologi dan Rekayasa (1/2)
Pembuangan SRS Airbag dan Seat Belt Pretensioner Contoh : Saat Menyekrap Kendaraan 6 m (20 ft) 400 mm (15. 75 in. ) Baut Dimensi baut: Panjang 35 mm (1. 38 in. ) Bolt Jarak ulir 1. 0 mm (0. 038 in. ) Diam. 6. 0 mm (0. 236 in. ) sensor lock plate Klip Kertas 2. 5 mm atau lebih (2/2) Teknologi dan Rekayasa
Pembuangan SRS Airbag dan Seat Belt Pretensioner Contoh : Saat Membuang Hanya SRS Airbag/Seat Belt Pretensioner Saja PERINGATAN Battery Pad roda kemudi (dengan airbag) Disc wheel Jnagan menggunakan wire harness bila diameter luar stripped wire harness lebih kecil daripada 1. 3 mm (area permukaan: 1. 25 mm 2). Bila hal ini Tidak diamati, ada resiko putusnya harness Saat airbag mengembang. Diameter wire harness SST 10 m (33 ft) atau lebih Ban (3 atau lebih) Stripped wire harness section Ban (5 atau lebih) (1/1) Teknologi dan Rekayasa
Pembuangan SRS Airbag dan Seat Belt Pretensioner Pembuangan SRS Airbag/Seat Belt Pretensioner (1/1) Teknologi dan Rekayasa
Thank’s for Attension Teknologi dan Rekayasa