BUDAYA LOKAL Om awighnam astu Om Swastyastu BAB
BUDAYA LOKAL Om awighnam astu Om Swastyastu
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Pengertian. Kata budaya lokal , terdiri dari dua kata yg Satu budaya dan lokal. Dalam Kamus Besar Bhs Indonesia dikatakan Bahwa “budaya n 1 pikiran ; akal budi: hasil…; 2 adat istiadat; menyelidiki bahasa dan…; 3 sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju): jiwa yang --;
4. sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah; --global budaya yang salah satu atau sejumlah unsurnya memiliki kemiripan atau serupa antara satu wilayah budaya (biasanya mengacu pada batas wilayah kedaulatan negara) dan wilayah budaya lain; -- malu 1 sikap bawahan yang kurang berani mengatakan keadaan yang sebenarnya terhasap atasan; 2 sikap pegawai (karyawan dsb) yang merasa malu jika berbuat tidak terpuji atau tidak senonoh;
Penjelasan yang lain ada menyebutkan bahwa adapun perbedaan utama /pokok ialah bahwa manusia itu dikaruniai Tuhan dengan kecerdasn otak atau akal. Dari akal ini sessungguhnya seca ra mutlak membedakannya dari binatang , dan yg memberikan kepadanya untuk menduduki - tempat tertinggi di antara sesama mahluk ( men jadi summo primat atau primmat yg tertinggi ). . ( R Soekmono, 1973; 7 ).
Bandingkanlah pendapat di atas dengan apa tertera dalam buku Kamus Istilah Agama Hindu sbb : Buddhi ( s ) -> budh = sadar , mengetahui ), in teligensi , kecerdasan , bagian dari citta ( alam pi kiran ) yang menimbang dan menentukan apa yang ditangkap oleh indriya melalui manah (Tim Penyusun ; 2005 ; 22 ).
Segala ciptaaan manusia sesungguhnya hasil usahanya untuk mengubah dan memberi bentuk baru terhadap pemberian Tuhan sesuai kebutuhan ; itulah yg disebut kebudayaan. Dua bagian kebudayaan : 1. Segi kebendaan, meliputi segala benda buatan menusia sbg perwujudan dari akalnya. Hasil-hasilnya dapat diraba. 2. segi kerohanian, terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yg tersusun teratur. Keduanya tak dapat diraba, hanya penjelmaannya saja dapat dipahami dari keagamaan , kesenian, kemasyarakatan dsb.
Ada beberapa definisi tentang kebudayaan sbb : Koentjaraningrat kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yg dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Edward B. Tylor Kebudayaan adalah suatu pengertian yg me nyeluruh dan kompleks yg mencakup dalam pe ngetahuan ( knowledge ) , kepercayaan , seni , hukun , moral , adat dan kebiasaan – kebiasaan lainnya yg dimiliki seseorang sbg anggota suatu masyarakat.
1. 2. Unsur unsur Kebudayaan. Menurut C. Kluckholn unsur-unsur kebudayaan ( cultural universal ) , yg bisa didapat di semua masyarakat di dunia meliputi sbb : 1. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup ( teknologi ). 2. Sisten mata pencaharian hidup. 3. Sistem kwmasyaratan 4. Bahasa 5. Kesenian 6. Sistem pengetahuan 7. Sistem religi atau kerohanian.
Unsur-unsuryang universal itu disebut sebagai isi kebudayaan manusia pd umumnya. Dengan demikian maka dapat dikata kan bahwa budaya meliputi beberapa aspek buatan manusia yg dibutuhkan untuk memudahkan cara hidupnya. Dalam ilmu sejarah para ahli berpendapat bahwa perkembangan umat manusia mulai saat adanya manusia sekitar 2. 000 th yg lalu sampai sekarang terbagi 2 bagian
yaitu : * masa sebelum manusia mengenal huruf * masa sesudah manusia mengenal huruf Demikian dalam sejarah kebudayaan , atas kedua masa ini di berbagai tempat di dunia , dalam berbagai kebudayaan amat berbeda-beda. Contoh Kebudayaan Mesir , adalah kebudaya tertua yg mengenal tulisan 4. 000 th SM. Kebudayaan Minoa terdapat di pulau Kreta mengenal tulisan 3. 000 th SM
BAB II. AGAMA, ADAT DAN BUDAYA 2. 1. Adat dan Budaya Pola pembinaan agama di Bali sesungguhnya sudah bagus yaitu melalui tatanan desa adat (Perda 06 Th. 1986) ; sekarang (Perda 03 Th. 2001) disebut dengan Desa Pakraman , dg nilai budaya yg disebut Trihita Karana , tiada yg menyamaikeberadaannya di Indonesia , bahkan di dunia sekalipun. Nilai budaya Trihita Karana ini meliputi pengaturan secara harmonis tiga aspek/unsur alam , yaitu 1). unsur parhyangan, 2). unsur pawongan , dan 3). Unsur palemahan
Pengaturan hubungan ketiga aspek/unsur alam ini diatur secara harmonis dalam dua bentuk atau model hubungan yaitu : 1). Model hubungan vertikal , antara aspek nomor satu ( parhyangan dengan aspek unsur yang kedua (pawongan/manusia dan palemahan/wilayah, lingkungan) 2). Model Hubungan Horisontal, antara aspek Pawongan/antara manusia dan antara manusia dengan wilayah/lingkungannya.
Menyimak makna nilai budaya tsb , sesungguhnya ada jiwa yg menghidupkan dibaliknya yg bersifat sangat suci yakni
Agama digambarkan sebagai pohon cempaka Adat digambarkan sebagai tanah tempat tanaman cempaka Budaya digambarkan sebagai bunga cempaka
Agamalah yang bisa menjadi sumber roh kehidupan manusia. Pariwisata di Bali menjadi terkenal sesungguhnya karena dijiwai oleh agama Hindu. Karena agama maka bermacam-macam seni bermacam hasil budaya di Bali tidak pernah surut, tidak terhitung ragamnya , sebagai hasil dari budaya orang Bali tidak ada duanya di dunia : seni tari, tabuh, ukir, jejahitan, dsb. Oleh karena itu sudah sepatutnya setiap manusia Bali menghidupkan jiwa agama dalam setiap kegiatan / aktivitas kerja, setiap kegiatan apapun dimanapun dan kapan pun. Dengan demikian maka bagi seorang Bali akan hidup penuh religius , penuh kedamaian , dengan kesejahtraan lahir batin dan berkea - dilan. Inilahciri-ciri orang Bali taat agama , ber guru kepada dharma dan satya ( kejujuran ).
setiap kegiatan apapun dimanapun dan kapan pun. Dengan demikian maka bagi seorang Bali akan hidup penuh religius , penuh kedamaian , dengan kesejahtraan lahir batin dan berkea - dilan. Inilahciri-ciri orang Bali taat agama , ber guru kepada dharma dan satya ( kejujuran ). Walaupun adat itu sangat penting dipertahankan akan tetapi jangan sampai mengalahkan kewenangan agama atau dengan kata lain menghilangkan substansi agama sehgg seolah-olah dalam kegiatan keagamaan itu adalah bersumber dari nilai adat.
Dalam mengemban umat dan masyarakat terpenting menjaga kerukunan , persatuan dan kesatuan di masyarakat adat , mengentisipasi terjadinya perpecahan di desa, prajuru sangat menentukan , memerlukan kearifan dengan mengedepankan nilai budaya Paras-paros, nilai agama Tattwam Asi, nilai adat jelek-jelek bareng , melah-melah bareng-bareng , pade dwenang anak dwe sareng-sareng.
Sesungguhnyalah desa pakraman merupakan unit kesatuan sosial kemasyaratan yg bersifat otonum dalam arti punya kewenangan mengatur dirinya sendiri dalam mewujudkan cita-citanya yaitu sesuai dengan tujuan agama Hindu : tata tentram kerta raharja gemah ripah loh jinawi ( moksatham jagadhita ya ca itidharma). Tujuan tsk bisa terwujud apabila ada persatuan di desa, lalu melakukan pembangunan disegala bidang ; termasuk bidang agama dan budaya
Gambaran pohon cempaka di atas maksudnya: Ø Apabila ingin mendapatkan dolar dari dunia pariwisata maka juallah budaya(bunga)jangan menjual agama(pohon) jangan menjual nilai adat(tanah). Ø Norma agama sangat perlu dibumikan kepada umatnya ; desa adat sangat perlu dijaga kelestariannya bagaikan pohon cempaka juallah bunganya jangan dicabut pohonnya, jangan dibiarkan tanahnya, gemburkanlah, pupuk dan siramlah setiap saat.
Sekaa teruna sangat menentukan masa depan terhadap kelestarian adat Bali ; budaya Bali.
Melestarikan adat dan budaya mesti mengacu kepada norma-norma yang ada yakni norma agama, norma adat, (sima, dresta, paswara, ilikita, purana dan tutur)
Ingat umat Hindu di Bali sesungguhnya berpatokan kepada alam, hampir seluruh tata nilai disimbulkan dalam unsur alam, karena itu sebagai kata kunci kekuatan adat & budaya bisa lestari sampai kapanpun.
Apabila adat itu tidak sesuai lagi dengan perkembangan, maka adat bisa disesuaikan (diubah); hanya perlu kehati-hatian, tidak bersifat revolusi ; harus bertahap dan persuasif. Tanah ; air ; tanaman / tumbuhan ; hewan/ binatang ; termasuk benda mati bebatuan suara burung , suara gemericik air terjun ; semua sumber alami yang patut dipelihra.
SKHEMA I
Keterangan : Wilayah persentuhan antara agama dan adat seperti ada Tri Mandala, yaitu : Uttama Mandala : Wilayah kesucian , stana Ida Bhatara (Tuhan). Madya Mandala : wilayah yang mendukung pelaksanaan yajna secara langsung. Nista Mandala : daerah yang dipergunakan kegiatan-kegiatan di luar yajna. Wilayah persentuhan antara agama dengan budaya seperti ada tari (sakral), ada banten, model bangunan pelinggih, ukiran-ukiran, dsb.
Wilayah persentuhan antara adat dan budaya seperti mejenukan, pakaian adat, adat tri -wangsa, Griya, nama-nama urut kelahiran di Bali (Gede, Made, Nyoman), bahasa sor singgih, dll. Wilayah persentuhan antara agama, adat, dan budaya seperti upacara Panca Yajna dengan tata cara pelaksanaannya ; kalau ada krama meninggal , maka barang bawaan anggota banjar tempatnya memakai penarek , isinya beras satu kg , uang rp. 5. 000, -. Bahkan ada desa tertentu diawigkan.
2. 2. Agama Hindu dibangun dari unsur-unsur Tattwa ; Susila /etika dan Upacara. Agama Hindu mempunyai kepercayaan yg di sebut Panca Sradha atau lima keimanan. Agama Hindu mempunyi sumber pokok aja – etika / susila yg disebut dg Trikaya Parisudha
Agama Hindu mempunyai cara persembahan kepada Tuhan yg disebut dg Panca Yajna , unsur inilah yg banyak sekali menginpirasi munculnya budaya lokal di Bali apabila di bandingkan dg budaya lokal yang ada di daerah di luar Bali pada umumnya. Upacara – upakara yg dibuat dalam menunjang kegiatan keagamaan di Bali sangat banyak , baik jenisnya, modelnya , macamnya , gayanya , maknanya simboliknya hampir tidak ada bandingnya dengan budaya yang diluar bali. Inilah yang membedakan budaya bali yang tiada duanya di Dunia.
dak pernah berulah membuat onar secara ma sal kepada bangsa dan negara , itu karena budaya yg bernafaskan agama Hindu dg Trikaya Parisudhanya itu, tattwam asi itu, dan konsep ajaran lainnya yg menuntut kepada u matnya untuk hidup damai, rukun, tentram , sejahtra , ( menyama braya pekedek-pekenyung , paras-paros, salung sabayantaka, jelek-jelek bareng-bareng , melah-melah ba-
reng-bareng , dadi ajak keteben-keluan ). Teta pi ingat kita akui juga secara obyektif orang Ba li juga banyak kelemahan karena adat juga yg sudah usang patut juga disesuaikan dg per kembangan teknologi dan tuntutan jaman , a danya biaya upacara beratus-ratus juta, warga desa yg jauh gara-gara bekerja dipemerintahan kesepekang , kenorayang karena jarang pu lang kampung ikut mesidikara dll.
Dalam agama sudah ada pedoman, jangan sam pai menggariskan ketentuan adat itu melangg gar konsep-konsep nilai agama , seperti kehadi ran mereka dapat dikonfersi ke nilai yajna, nilai punia, dan lain-lain. Dalam hal ini seorang warga desa pasti punya rasa keterpanggilan dalam kehidupan desanya. Pengaruh ajaran agama bisa dilihat sbb :
Tattwa fungsinya: sumber sastra dalam beragama agar pemahaman & pelaksanaan agama menjadi segar dan tidak keliru. Etika (susila): menjadikan manusia mulia, berharkat-martabat, hidup penuh dengan kerukunan dan kedamaian. Upacara: menjadikan manusia lebih sempurna, meniti kesejahtraan hidup dan kesucian.
ADAT Adat di Bali bertumpu pd konsep T. H. K 1 ). Parhyangan : pura yang ada di setiap desa pakraman. 2 ). Pawongan : seluruh kerama desa di desa pakraman. 3 ). Palemahan : wilayah ( wewidangan ) desa pakrman. Prajuru desa pakraman sangat sentral dalam
merevitalisasi desa pakraman , dalam penguatan dan pemberdayaan desa ; artinya pemim pin di desa berupaya jangan sampai masyarkat nya pecah berkelompok-klompok karena apabi la itu terjadi maka siapapun yg akan menjadi pemimpin nanti sulit benar memperbaikinya. Justru yg perlu digalang oleh pemimpin desa adalah persatuan dg menggunakan /memam faatkan nilai-nilai budaya adiluhung, yg sumber
rohnya adalah dari nilai hukum adi kodrati ( Tuhan ). Nilai adi kodrati dimaksud adalah Sruti /wahya Tuhan ( kitab suci Veda ). Ini berarti sumber nilai budaya di Bali adalah agama Hindu , tidak disangsikan lagi setiap hasil karya manusia Bali selalu berasaskan nilai agama Hindu yg kitab sucinya Veda itu. Ambilah contoh budaya kuliner di Bali
ada resep yang ada di lontar Dharma Caruban, di sana ada ribuan resep masakan Bali , ini sa – lah satu budaya lokal dibidang masakan /resep makanan Bali , ini tidak akan pernah dijumpai di daerah lain kecuali dipelajari oleh orang diluar Bali itu. Ajaran di lontar Dharma Caruban tsb apabila didalami mengandung nilai filosofi seperti bumbu ( basa gde ) atau basa raajang, terdiri dari bungkilan/umbi-umbian, wangen / anget-anget bisa menetralisir kolestrol lemak.
Seluruh desa adat di Bali memiliki budaya nge lawar daging babi yg konon mengandung ko lestrol jahat , akan tetapi masyarakat Bali tidak menjadi rekor penderita kolestrol sampai seka rang dari sejak beribu-ribu tahun silam.
Pakaian adat Bali memiliki banyak ragam varian dalam pakaian adat. Untuk perempuan remaja menggunakan pusung gonjer, dan untuk perempuan atau wanita Dewasa menggunakan pusung “Tagel”. Kemudian menggunakan sessetang atau kain songket. , Kain wastra, sabuk prada (stagen) untuk membelit pinggul dan dada, selendang songket dari bahu kebawah. Kain tapih atau sinjang. Pakaian Adat Bali Perempuan terdiri dari: kamen, kebaya, selendang (senteng). Pakaian aadat Bali untuk laki-laki: Udeng (ikat kepala), Kamen, Umpal, saput, dan baju.
- Slides: 38