BIOLOGI UMUM JARINGAN HEWAN DISUSUN OLEH 1 Muhammad

  • Slides: 21
Download presentation
BIOLOGI UMUM JARINGAN HEWAN DISUSUN OLEH: 1. Muhammad A’tourrohman (1708016026) 2. Riza Eka Nabila

BIOLOGI UMUM JARINGAN HEWAN DISUSUN OLEH: 1. Muhammad A’tourrohman (1708016026) 2. Riza Eka Nabila ( 1708016022) 3. NURUL Sholeha Dewi (1708016019) 4. Salsabiela Pertiwi ( 1708016017) 5. Muhammad Akmal Surur (1708016008) 6. Nur faizah (1708016011) 7. Afinatur Rohmah (1708016029) 8. Dwi Indah Nurbaeti (1708016003) Dosen Pengampu : Kusrinah, M. Si

Kumpulan Sel sejenis yang memiliki struktur dan fungsi yang sama untuk membentuk suatu organ

Kumpulan Sel sejenis yang memiliki struktur dan fungsi yang sama untuk membentuk suatu organ JARINGAN HEWAN JARINGAN TUMBUHAN

PIPIH EPITEL KUBUS Selindris OTOT LURIK JARINGAN HEWAN POLOS JANTUNG UNIPOLAR SARAF BIPOLAR MULTIPOLAR

PIPIH EPITEL KUBUS Selindris OTOT LURIK JARINGAN HEWAN POLOS JANTUNG UNIPOLAR SARAF BIPOLAR MULTIPOLAR IKAT PADAT LONGGAR

JARINGAN EPITEL Jaringan Epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh, baik permukaan luar maupun

JARINGAN EPITEL Jaringan Epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh, baik permukaan luar maupun dalam. Fungsi 1. melindungi jaringan yang ada di dalamnya 2. Mengangkut zat antar jaringan 3. Sekresi berbagai enzim

JENIS JARINGAN EPITEL 1. EPITELIUM v Jaringan epitelium yang melapisi permukaan luar tubuh. v

JENIS JARINGAN EPITEL 1. EPITELIUM v Jaringan epitelium yang melapisi permukaan luar tubuh. v Berasal dari lapisan Ekoderma 2. Mesotelium v v Jaringan epitel yang membatasi rongga tubuh Berasal dari lapisan Mesoderma 3. Endotelium v Jaringan epitel yang membatasi organ tubuh v Berasal dari lapisan Endorderma.

MACAM JARINGAN EPITEL 1. Jaringan epitel pipih selapis v Fungsi : Difusi, Osmosis, Filtasi,

MACAM JARINGAN EPITEL 1. Jaringan epitel pipih selapis v Fungsi : Difusi, Osmosis, Filtasi, Sekesi. v Lokasi : Pembulu limfa, pembulu darah, selaput jantung, dan paru-paru. 2. Jaringan kubus selapis v Fungsi : Sekresi dan pelindung v Lokasi : Ovarium, Nefron ginjal, lensa mata, dan kelenja tiroid

MACAM JARINGAN EPITEL 3. Jaingan epitel silindris selapis v Fungsi: penyerapan nutrisi dan sekresi

MACAM JARINGAN EPITEL 3. Jaingan epitel silindris selapis v Fungsi: penyerapan nutrisi dan sekresi v Lokasi: Kantung empedu, lambung, jonjot usus, kelenjar pencernaan, Usus 4. Jaingan epitel silindris berlapis v Fungsi: Sekresi dan pelindung. v Lokasi: Laring, Faring, Trakea, kelenjar ludah

MACAM JARINGAN EPITEL 5. Jaringan epitel transisi v Fungsi: Pelindung v Lokasi: Ureter, uretra,

MACAM JARINGAN EPITEL 5. Jaringan epitel transisi v Fungsi: Pelindung v Lokasi: Ureter, uretra, saluran pernapasan, kantung kemih. 6. Jaringan epitel kelenjar v Fungsi: sekresi hormon, dan enzim. v Lokasi: kelenjar endokrin, dan kelenjar eksokrin.

JARINGAN IKAT Dibentuk dari lapisan mesoderma v Fungsi : a) menyokong dan memperkuat jaringan

JARINGAN IKAT Dibentuk dari lapisan mesoderma v Fungsi : a) menyokong dan memperkuat jaringan lain. b) melindungi ogan tubuh. c) menyimpan energi. d) membentuk struktur tubuh. e) menyusun sistem sikulasi. IKAT PADA T IKAT LONGGA R

JARINGAN IKAT PADAT Ø Tersusun dari sel fibrosa. Ø Matriksnya Ø Bersifat berupa serat

JARINGAN IKAT PADAT Ø Tersusun dari sel fibrosa. Ø Matriksnya Ø Bersifat berupa serat kolagen putih. padat dan tidak elastis. Ø Berfungsi proteksi. sebagai penyokong, penghubung,

JARINGAN IKAT PADAT Terdapat pada : 1. Fasia yaitu jaringan ikat bentuk lembaran yang

JARINGAN IKAT PADAT Terdapat pada : 1. Fasia yaitu jaringan ikat bentuk lembaran yang menyelimuti otot. 2. Tendon yaitu ujung otot yang melekat pada tulang. 3. Ligamen yaitu jaringan ikat bentuk tali yang menghubungkan antar tulang.

JARINGAN IKAT LONGGAR • Tersusun dari sel fibrosit, sel plasma, makrofag, leukosit. • Matriksnya

JARINGAN IKAT LONGGAR • Tersusun dari sel fibrosit, sel plasma, makrofag, leukosit. • Matriksnya berupa serat kolagen yang longgar. • Berfungsi penyokong, penghubung dan memberi bentuk. Letak – Lapisan mukosa saluran pencernaan – pembuluh darah, – Mesentrium (selaput perut untuk mengikat organ dalam rongga perut) – Akson – Jaringan di bawah kulit

JARINGAN OTOT Jaringan otot berfungsi sebagai alat gerak aktif di dukung oleh adanya miofibril

JARINGAN OTOT Jaringan otot berfungsi sebagai alat gerak aktif di dukung oleh adanya miofibril yang menyebabkan otot dapat berkontraksi dan berelaksasi. Secara embrional, jaringan otot berasal dari lapisan mesoderm.

OTOT LURIK TIPE OTOT POLOS OTOT JANTUNG Ciri: bebentuk inti selendris, memiliki 1 inti

OTOT LURIK TIPE OTOT POLOS OTOT JANTUNG Ciri: bebentuk inti selendris, memiliki 1 inti yang terletak di tepi, terdapat garis terang gelap (lurik) Fungsi: melakukan gerak sadar, reaksi cepat, mudah lelah Letak : melekat pada rangka Ciri: bebentuk gelendong, memiliki 1 inti yang terletak di tengah, Fungsi: melakukan gerak tak sadar, dalam waktu lama Letak : lambung, usus, pembuluh darah, hati, ginjal Ciri: bebentuk gelendong, memiliki 1 inti yang terletak di tepi, terdapat garis terang gelap (lurik) Fungsi: melakukan gerak tak sadar, ritmik, terus menerus Letak : Jantung

JARINGAN SARAF • Jaringan saraf sel-sel saraf (NEURON) • Neuron tersusun atas: – Dendrit

JARINGAN SARAF • Jaringan saraf sel-sel saraf (NEURON) • Neuron tersusun atas: – Dendrit • Penjuluran ke luar badan sel • Fungsi : menerima dari luar sel & membawanya ke badan sel – Badan Sel • Bagian neuron yang mengandung inti, mitokondria & organel lainnya • Fungsi : menerima impuls dari Dendrit dan meneruskan ke Akson – Akson • Penjuluran ke luar badan sel • Fungsi : menerima & membawa impuls dari badan sel

NEURON FUNGSINYA Neuron Motorik (efferen) Neuron Sensorik (afferen) Menerima rangsang dari reseptor dan mengirimnya

NEURON FUNGSINYA Neuron Motorik (efferen) Neuron Sensorik (afferen) Menerima rangsang dari reseptor dan mengirimnya ke pusat saraf Menerima perintah dari pusat saraf dan mengirimnya ke Efektor Neuron asosiasi/konektor Penghubung antara neuron sensorik dengan neuron motorik

Ada beberapa pembagian kerja sistem saraf dalam penghantaran impuls, yaitu: Sel reseptor : saraf

Ada beberapa pembagian kerja sistem saraf dalam penghantaran impuls, yaitu: Sel reseptor : saraf yang menerima rangsang biasanya berupa alat indra Sel efektor : sel saraf yang menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain.

GERAK REFLEKS Gerak Refleks terjadi apabila rangsangan yang diterima sel saraf sensorik disampaikan oleh

GERAK REFLEKS Gerak Refleks terjadi apabila rangsangan yang diterima sel saraf sensorik disampaikan oleh neuron perantara. Rangsangan oleh neuron perantara langsung diteruskan ke sel saraf motorik tanpa melalui dan diterjemahkan oleh otak. RANGSANG RESEPTOR SEL SENSORIK SARAF PERANTARA EFEKTOR

GERAK BIASA Gerak biasa terjadi apabila rangsangan yang diterima sel saraf sensorik kemudain diteruskan

GERAK BIASA Gerak biasa terjadi apabila rangsangan yang diterima sel saraf sensorik kemudain diteruskan ke otak. Dari otak kemudian diterjemakhan perintah ke sel saraf motorik untuk melakukan gerakan. Gerakan ini di ketahui atau dapat dikontrol oleh otak. RANGSANG RESEPTOR S. SENSORIK OTAK S. MOTORIK EFEKTOR

http: //juliussecret. blogspot. co. id/2013/04/cara-kerja-sel-saraf. html (diakses tanggal 3 Oktober 2017 pukul 19. 46)

http: //juliussecret. blogspot. co. id/2013/04/cara-kerja-sel-saraf. html (diakses tanggal 3 Oktober 2017 pukul 19. 46) Camble jilid 2

SEKIAN. . THANKS FOR YOUR ATTENTION

SEKIAN. . THANKS FOR YOUR ATTENTION