Binar Panunggal FITRI DIAN NILA SARI SKM M
Binar Panunggal FITRI DIAN NILA SARI, SKM, M. KES
Vitamin ? § Vitamin : vita = vital (penting) § Senyawa yang dibutuhkan dalam jumlah kecil (pertumbuhan , reproduksi, kesehatan) namun sangat penting untuk kesehatan tubuh § Tidak dapat digunakan sebagai sumber energi § Defisiensi vitamin dapat menyebabkan gangguan fisiologis
VITAMIN LARUT LEMAK • Molekul ini tidak dapat disintesis oleh tubuh dalam jumlah yang cukup sehingga diperlukan sumber dari makanan • Dapat diserap secara efisien bila terdapat penyerapan lemak yang normal • Diangkut ke hati melalui sistem limfe dan disimpan di berbagai jaringan tubuh • Terdiri dari : A, D, E, K
Karakteristik § Diidentifikasi pada tahun 1913 § Merupakan vitamin larut lemak yang pertama kali ditemukan § Merupakan kristal alkohol berwarna kuning dan larut dalam lemak § Preformed (bentuk aktif) : retinol = hewani § Provitamin (paling aktif) : β-karoten = nabati § Dalam makanan, vitamin A biasanya terdapat dalam bentuk ester retinil § Di dalam tubuh, vitamin A berfungsi dalam beberapa bentuk ikatan kimia aktif, yaitu retinol (bentuk alkohol), retinal (aldehida), dan asam retinoat (bentuk asam). § Vitamin A tahan terhadap panas cahaya dan alkali, tetapi tidak tahan terhadap asam dan oksidasi § Proses memasak normal tidak merusak retinol atau karotenoid. Wortel harus dimasak untuk memudahkan pencernaan sehingga dapat menyediakan lebih banyak karoten untuk diserap
Absorbsi § Membutuhkan empedu dan enzim pankreas § Didalam sel-sel mukosa usus halus, ester retinil dihidrolisis oleh enzim-enzim pankreas esterase menjadi retinol § Betakaroten di dalam sitoplasma sel mukosa usus halus dipecah menjadi retinol § Hati berperan sebagai tempat penyimpanan vitamin A utama dalam tubuh § Dalam keadaan normal, cadangan vitamin A dalam hati dapat bertahan hingga enam bulan § Bila tubuh mengalami kekurangan konsumsi vitamin A, asam retinoat diabsorpsi tanpa perubahan
§ Tubuh memerlukan vitamin A dimobilisasi dari hati dalam bentuk retinol yang diangkut oleh Retinol Binding – Protein (RBP) yang disintesis di dalam hati § Didalam sel mata retinol berfungsi sebagai retinal dan didalam sel epitel sebagai asam retinoat § Karotenoid ini diangkut didalam darah oleh berbagai lipoprotein
Sumber § Tumbuh-tumbuhan: bibit gandum, padi, minyak kacang, minyak jagung, minyak biji kapas, kecambah § Hewan: daging, mentega, susu, telur § Karoten : Sayuran dan buah-buahan berwarna hijau, oranye, kuning, dan merah § Sumber vitamin A yang baik berasal dari hati binatang
Angka Kecukupan Gizi § Anak : < 1 tahun : 375 – 400 RE > 1 – 10 tahun : 400 – 500 RE § Remaja : > 10 – 18 tahun = 600 RE § Dewasa & Lansia : 500 – 600 RE § Ibu hamil : + 300 RE § Ibu menyusui : + 350 RE
N U F I S G Penglihatan
§ Retinal berpartisipasi dalam sintesa rhodopsin (pigmen yang menyimpan senyawa vitamin A) Berperan dalam adaptasi cahaya terang dan gelap Normal AMD (age-related macular degeneration ) Katarak
Antioksidan § Senyawa (vitamin dan mineral) yang berfungsi melawan oksidasi § Oksidasi = oksigen yang mengandung molekul (radikal bebas) dapat menyebabkan kerusakan sel bahkan DNA § Radikal bebas (produk dari tubuh, makanan, lingkungan) = mencuri elektron dari molekul lain untuk menstabilkan diri, molekul yang dicuri menjadi radikal bebas dan menyerang molekul lain § Beta karoten berperan dalam antioksidan § Likopen (ditemukan pada tomat)
Pertumbuhan § Pertumbuhan tulang § Aktivitas dalam tulang rawan epifase yang menjadi suatu siklus pertumbuhan normal, degenerasi pertumbuhan tulang yang normal Reproduksi • Defisiensi vitamin A menyebabkan spermatogenesis berhenti pada tingkat spermatid • Defisiensi vitamin A dapat mengganggu perkembangan janin • Suplementasi tinggi vitamin A dapat meningkatkan pertumbuhan anak 0, 10 cm/4 bl (<24 bl) & 0, 22 cm/4 bl (>24 bl) (Hadi et al, 2000)
Sistem Imun § Meningkatkan sel darah putih § Meningkatkan respon antibodi terhadap antigen § Memiliki aktivasi anti virus § Asam retinoat : mempertahankan struktur normal dan fungsi jaringan epitel dan mukosa yang ada paru-paru, trakea kulit, rongga mulut, sal. pencernaan (garis pertahanan pertama)
Absorbsi dan Transport § Membutuhkan empedu dan enzim pankreas § Diserap di usus halus. § 80 -90 % ester retinil diserap & hanya 40 -60 % karotenoid yang diserap. § Setelah melintasi usus, bersama dengan lemak kemudian diserap masuk ke limfa, kemudian dibawa ke aliran darah dan dibawa ke hati. § Cadangan vitamin A dlm hati dpt bertahan hingga 6 bulan (kondisi normal). § Bila tubuh butuh, retinol dilepaskan ke dalam aliran darah sbg retinol yg terikat dengan protein pengikat retinol (RBP). § Retinol kmd diangkut ke membran sel & terikat dgn Cellular RBP (CRBP) dan RBP kmd dilepaskan. § Di dalam sel mata, vitamin A berfungsi sebagai retinal dan di dalam sel epitel berfungsi sbg asam retinoat
DEFISIENSI VITAMIN A
Buta senja = Rabun Senja = Rabun Ayam= XN § Tanda-tanda : § Buta senja terjadi akibat gangguan pada sel batang retina. § Pada keadaan ringan, sel batang retina sulit beradaptasi di ruang yang remang-remang setelah lama berada di cahaya terang § Penglihatan menurun pada senja hari, dimana penderita tak dapat melihat di lingkungan yang kurang cahaya, sehingga disebut buta senja.
Xerosis konjungtiva = XIA § Tanda-tanda : § Selaput lendir bola mata tampak kurang mengkilat atau terlihat sedikit kering, berkeriput, dan berpigmentasi dengan permukaan kasar dan kusam. § Orang tua sering mengeluh mata anak tampak kering atau berubah warna kecoklatan.
Xerosis konjungtiva dan bercak bitot = X 1 B. § Tanda-tanda : § Tanda-tanda xerosis kojungtiva (X 1 A) ditambah bercak bitot yaitu bercak putih seperti busa sabun atau keju terutama di daerah celah mata sisi luar. § Bercak ini merupakan penumpukan keratin dan sel epitel yang merupakan tanda khas pada penderita xeroftalmia, sehingga dipakai sebagai kriteria penentuan prevalensi kurang vitamin A dalam masyarakat.
§ Dalam keadaan berat : § Tampak kekeringan meliputi seluruh permukaan konjungtiva. § Konjungtiva tampak menebal, berlipat-lipat dan berkerut. § Orang tua mengeluh mata anaknya tampak bersisik
Xerosis kornea = X 2 § Tanda-tanda : § Kekeringan pada konjungtiva berlanjut sampai kornea. § Kornea tampak suram dan kering dengan permukaan tampak kasar. § Keadaan umum anak biasanya buruk (gizi buruk dan menderita, penyakit infeksi dan sistemik lain)
Keratomalasia dan ulcus kornea = X 3 A, X 3 B § Tanda-tanda : § Kornea melunak seperti bubur dan dapat terjadi ulkus. § Tahap X 3 A : bila kelainan mengenai kurang dari 1/3 permukaan kornea. § Tahap X 3 B : Bila kelainan mengenai semua atau lebih dari 1/3 permukaan kornea. § Keadaan umum penderita sangat buruk. § Pada tahap ini dapat terjadi perforasi kornea (kornea pecah)
§ Keratomalasia dan tukak kornea dapat berakhir dengan perforasi dan prolaps jaringan isi bola mata dan membentuk cacat tetap yang dapat menyebabkan kebutaan. § Keadaan umum yang cepat memburuk dapat mengakibatkan keratomalasia dan ulkus kornea tanpa harus melalui tahap-tahap awal xeroftalmia.
Xeroftalmia scar (XS) = sikatriks (jaringan parut) kornea § Kornea mata tampak menjadi putih atau bola mata tampak mengecil. Bila luka pada kornea telah sembuh akan meninggalkan bekas berupa sikatrik atau jaringan parut. § Penderita menjadi buta yang sudah tidak dapat disembuhkan walaupun dengan operasi cangkok kornea.
Xeroftalmia Fundus (XF) § Dengan opthalmoscope pada fundus tampak gambar seperti cendol
§ Pada saat terjadi infeksi paru-paru terjadi penurunan absorbsi vitamin A sebanyak 74% § Penurunan absorbsi vitamin A juga terjadi pada infeksi gastrointestinal (bakteri dan virus) § Anak yang mengalami diare pertumbuhannya sedikit lebih lambat daripada anak yang tidak mengalami diare (0, 20 cm/4 bl) (Hadi et al) § Follicular hyperkeratosis (sisik atau kasar)
Vitamin D
Karakteristik § Collum, Hesz, Sherman = penemu vitamin D tahun 1921 § Percobaan minyak ikan (cod liver oil) untuk mengatasi rakhitis ditemukan vitamin D § Banyak negara memfortifikasi vitamin D dalam susu untuk pencegahan riketsia § Vitamin D relatif stabil dalam makanan § Vitamin D merupakan prohormon = harus diubah dahulu menjadi hormon = kalsitriol § Dapat dibentuk sendiri oleh tubuh, yaitu dengan penyinaran UV (dari lampu atau matahari) pada kulit § Kebutuhan vitamin D: Anak-anak: 400 – 800 IU/hr (1 IU = aktivitas 0, 025 μg kristal murni vitamin D 3) § Jenis vitamin D : ergosterol, ergokalsiferol, kolekalsoferol.
M E T A B O L I S M E
Absorbsi § Vitamin D dari makanan diserap dari usus halus bersama lemak makanan dengan bantuan cairan empedu diangkut ke hati § Di dalam hati, vitamin D diubah menjadi calcidiol(bentuk tidak aktif yang beredar dalam darah) § Kemudian ginjal mengambil calcidiol dan mengubahnya menjadi bentuk vitamin D aktif (kalsitriol) § Absorbsi vitamin D kurang maksimal bila kandungan kalsium dalam makanan rendah § Vitamin D 3 (kolekalsiferol) dibentuk di dalam kulit oleh sinar ultraviolet dari 7 -dehidrokolesterol § Bentuk paling aktif dari vitamin D adalah kalsitriol atau 1, 25 dehidrosikolekalsiferol yang dibuat oleh ginjal
Sumber vitamin D § Makanan hewani merupakan sumber utama vitamin D dalam bentuk kolekalsiferol, yaitu kuning telur, hati, krim, mentega dan minyak hati ikan. § Cow’s milk and breastfeed not good source of good vitamin D
Fungsi § Vitamin D, vitamin A and vitamin C, pharathyroid and calcitonin hormone, protein kolagen, calcium, phosphorus, magnesium dan fluor play a role in bone formation § Membantu pengerasan tulang dengan cara mengatur agar kalsium dan fosfor tersedia didalam darah untuk diendapkan pada proses pengerasan tulang § Memperbesar penyerapan kalsium dan fosfor dari usus
Defisiensi § Ricketsia § Osteomalacia : dewasa § Kekurangan vitamin D juga menyebabkan kaki membengkok, ujung-ujung tulang panjang membesar, tulang rusuk membengkok, pembesaran kepala karena penutupan fontanel terlambat, gigi terlambat keluar, bentuk gigi teratur dan mudan rusak. § Toxic berlebihan akan menyebabkan keracunan. Gejalanya adalah kelebihan absorbsi vitamin D yang pada akhirnya menyebabkan kalsifikasi berlebihan pada tulang dan jaringan tubuh seperti ginjal, paru-paru dan organ tubuh lain.
Vitamin E
Sifat kimia • Berasal dari bahasa Yunani: tokos = melahirkan, phero = membawa, ol = alkohol § Tidak berbau dan berwarna § Vitamin E sintetik biasanya berwarna kuning muda hingga kecoklatan § Larut dalam lemak dan dalam sebagian besar pelarut organik § Bertindak sebagai anti oksidan § Agak tahan panas dan asam § Tidak tahan alkali, sinar ultraviolet dan oksigen § Rusak bila bersentuhan dengan minyak tengik, timah dan besi § Tidak hilang karena pemasakan dengan air
Absorbsi § Absorbsi vitamin E berkisar antara 20 -30% § Disimpan sebagian besar di jaringan lemak dan selebihnya di hati § 20 -80 % tokoferol diabsorbsi di bagian atas usus halus dalam bentuk misel yang pembentukannya bergantung pada garam empedu dan lipase pankreas § Absorbsi tokoferol dibantu oleh trigliserida rantai sedang dan dihambat oleh asam lemak tak jenuh ganda § Tranportasi dari mukosa usus halus ke dalam sistem limfe dilakukan oleh kilomikron untuk dibawa ke hati § Dari hati bentuk alfa tokoferol diangkut oleh VLDL masuk dalam plasma, sedangkan sebagian besar gama tokoferol dikeluarkan melalui empedu § Tokoferol di dalam plasma kemudian diterima oleh reseptor selsel perifer LDL dan masuk ke membran sel § Tokoferol menumpuk di bagian-bagian sel dimana produksi radikal bebas paling banyak terbentuk, yaitu di mitokondria dan Retikulum Endoplasma.
Sumber § Wheat germ (28% protein, lebih tinggi dari daging) § Minyak tumbuh-tumbuhan, terutama minyak kecambah, gandum dan biji-bijian (biji bunga matahari) § Minyak kelapa dan zaitun (sedikit) § sayuran dan buah-buahan (paling baik) § daging, unggas, ikan, dan kacang-kacangan (terbatas)
Fungsi § Antioksidan § Vitamin E berada di dalam lapisan fosfolipida membran sel yang memegang peranan biologik utama dalam melindungi asam lemak tak jenuh ganda dan komponen membran sel lain dari oksidasi radikal bebas. § Melindungi kulit dari sinar ultraviolet § Melindungi kerusakan sel akibat radikal bebas § Membiarkan sel untuk berinteraksi secara efektif § Membantu melawan kanker prostat dan penyakit Alzheimer
Kecukupan § Newborn to 6 months: 6 IU § Infants 6 months - 1 year: 9 IU § Children 1 - 3 years: 9 IU § Children 4 - 8 years: 10. 5 IU § Children 9 - 13 years: 16. 5 IU § Adolescents 14 - 18 years: 22. 5 IU § Older than 18 years: 22. 5 IU § Pregnant females: 22. 5 IU § Breast-feeding females: 28. 5 IU
Defisiensi dan Hipervitaminosis § DEFISIENSI § Gangguan absorbsi lemak seperti pada cystic fibrosis dan gangguan transpor lipida seperti pada beta lipoproteinemia. § Sindroma neurologik sehingga terjadi fungsi tidak normal pada sumsum tulang belakang dan retina : kehilangan koordinasi dan refleks otot, serta gangguan penglihatan dan bicara. • Gangguan reproduksi • Gangguan eritrosit (mudah terhemolisis) § HIPERVITAMINOSIS § Secara berlebihan dapat menimbulkan keracunan • Vitamin E relatif non toksik pada manusia pada dosis yg sangat besar mengakibatkan mata kabur dan pusing § Dosis tinggi juga dapat meningkatkan efek obat antikoagulan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah.
Vitamin K
Sifat kimia • Disebut vitamin koagulasi • Ada 3 macam: a. Vitamin K 1 = Filoquinon pd minyak tumbuhan daun berwarna hijau b. Vitamin K 2 = Menaquinon (misal: Farnoquinon) pd jaringan hewan dapat disintesa bakteri usus c. Vitamin K 3 = Menadion vitamin K yang diproduksi sintetis dan larut air § Cukup tahan terhadap panas, tidak rusak oleh cara memasak biasa § Tidak tahan terhadap alkali dan cahaya.
Absorbsi § 50 -80% vitamin K diabsobsi di usus halus dibantu oleh pankreas dan garam empedu § Bersama kilomikron ditransportasikan melalui sistem limfe ke hati § Dari hati vitamin K, diangkut terutama melalui lipoprotein VLDL di dalam plasma ke sel-sel tubuh § Dalam keadaan normal sebanyak 30 -40 % vitamin K yang diabsorbsi dikeluarkan melalui empedu § 15 % melalui urin sebagai metabolit larut air.
Sumber § Hati, sayuran hijau, kol, brokoli, susu, daging, telur, serealia, buah-buahan, dan sayuran lainnya. § Flora bakteri dalam usus halus (jejenum dan ileum).
Fungsi § Untuk memelihara kadar normal dari faktor pembekuan darah (yakni faktor II, VII, IX, X yang disintesa di hati dalam bentuk prekursor yang inaktif) Pengaktifan faktor tersebut perlu vitamin K § Sebagai komponen koenzim dalam proses fosforilasi oksidasi
Defisiensi Vitamin K & Hipervitaminosis K § Defisiensi : a. Darah tidak dapat menggumpal b. Kekurangan vitamin K terjadi bila gangguan absorbsi lemak (bila produksi empedu kurang atau pada diare) § Hipervitaminosis : a. Kelebihan vitamin K hanya bisa terjadi apabila vitamin K diberikan dalam bentuk berlebihan berupa vitamin K sintetik menadiol b. Gejala kelebihan vitamin K adalah hemolisis sel darah merah, sakit kuning dan kerusakan pada otak.
THANK YOU
- Slides: 52