Berasal dari bahasa Yunani Psyche jiwa nafas hidup

  • Slides: 83
Download presentation

Berasal dari bahasa Yunani Psyche : jiwa / nafas hidup Logos : ilmu Psikologi

Berasal dari bahasa Yunani Psyche : jiwa / nafas hidup Logos : ilmu Psikologi Ilmu jiwa Ilmu yang mempelajari perilaku manusia

Psikologi umum Psikologi khusus • mengkaji perilaku pada umumnya, mis : pola pikir, emosi,

Psikologi umum Psikologi khusus • mengkaji perilaku pada umumnya, mis : pola pikir, emosi, perilaku, interaksi sosial individu tersebut • Mengkaji perilaku manusia dalam situasi khusus

 Psikologi perkembangan : mengkaji perilaku individu dalam proses perkembnagan, mulai dari masa konsepsi

Psikologi perkembangan : mengkaji perilaku individu dalam proses perkembnagan, mulai dari masa konsepsi sampai akhir hayat Psikologi kepribadian : mengkaji perilaku manusia dilihat dari aspek-aspek kepribadiannya Psikologi klinis : mengkaji perilaku manusia yang memerlukan penyembuhan Psikologi industri dan organisasi : mengkaji perilaku manusia dalam dunia kerja

 Psikologi sosial : mengkaji perilaku individu ditinjau dari interaksinya dengan lingkungan sosial

Psikologi sosial : mengkaji perilaku individu ditinjau dari interaksinya dengan lingkungan sosial

 Dimulai sejak lahir Merupakan pengalaman untuk memahami sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui sehingga

Dimulai sejak lahir Merupakan pengalaman untuk memahami sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui sehingga terjadi proses pembelajaran

 Informal : diperoleh dari kehidupan sehari : keluarga, teman, perpustakaan, televisi Formal :

Informal : diperoleh dari kehidupan sehari : keluarga, teman, perpustakaan, televisi Formal : diperoleh dari sekolah Non formal : diperoleh dari kegiatan di luar sekolah seperti kursus, pramuka

 Ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam situasi pendidikan B. F. Skinner :

Ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam situasi pendidikan B. F. Skinner : cabang psikologi yang membahas tentang belajar mengajar Crow & Crow : penerapan prinsip-prinsip ilmiah tentang reaksi tingkah laku manusia yang mempengaruhi proses belajar-mengajar

 Menurut Fudaryanto : Tinjauan mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak Dasar dan potensi anak

Menurut Fudaryanto : Tinjauan mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak Dasar dan potensi anak Proses dan teori belajar Evaluasi potensi dan hasil belajar Memahami kesehatan fisik dan mental siswa

 Untuk Untuk memahami karakteristik perkembangan anak memahami hakikat belajar siswa di kelas memahami

Untuk Untuk memahami karakteristik perkembangan anak memahami hakikat belajar siswa di kelas memahami adanya perbedaan individual memahami metode belajar yang efektif memahami problem anak-anak

 Memberi pengetahuan kesehatan mental Membantu penyusuunan kurikulum pendidikan berdasarkan pada tingkatan perkembangan anak

Memberi pengetahuan kesehatan mental Membantu penyusuunan kurikulum pendidikan berdasarkan pada tingkatan perkembangan anak Membantu pengembangan sikap-sikap yang baik

 Berasal dari bahasa Latin “Intelligere” : menghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Eduard

Berasal dari bahasa Latin “Intelligere” : menghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Eduard Claparede dan William Stern : kemampuan individu untuk menyesuaikan diri terehadap situasi dan kondisi baru Kemampuan atau kecepatan seseorang dalam berpikir , menganalisis sesuatu secara cermat dan tepat

 Mainstream Science On Intelligence (MSI) : inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang sangat

Mainstream Science On Intelligence (MSI) : inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang sangat umum yang melibatkan kemampuan akal, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami ide-ide yang kompleks, cepat belajar, dan belajar dari pengalaman American Psychological Association : inteligensi adalah perbedaan individu dalam memahami sesuatu (ide, masalah) Donald stener : inteligensi adalah suatu kemampuan untuk menerapkan pengetahuan yang sudah ada untuk memecahkan masalah Leis Hedison Terman : kesanggupan untuk belajar secara abstrak. Menurut Terman ada dua macam kemampuan, yaitu abstract ability dan concrete ability. Seorang dikatakan intelligent bila mampu berpikir abstrak dengan baik

 Jean Piaget menyebutkan 4 tahapan perkembangan kognitif Tahap sensori motorik (0 -2): sentuhan-sentuhan

Jean Piaget menyebutkan 4 tahapan perkembangan kognitif Tahap sensori motorik (0 -2): sentuhan-sentuhan Tahap pra operasional (2 -7) : egosentris Tahap operasionak konkret )(7 -11: kecenderungan berpikir konkret Tahap op[erasional formal (11 ke atas) : kecenderungan berpikir abstrak

 Hereditas Lingkungan

Hereditas Lingkungan

 Charles Spearman : dua faktor General Ability (g) : kemampuan yang mendasari kemampuan

Charles Spearman : dua faktor General Ability (g) : kemampuan yang mendasari kemampuan umum Special ability (s) : kemampuan dalam bidang tertentu

 Howard Gardner : Multiple intelligent Kecerdasan bahasa (linguistic intelligence) Kecerdasan logical-mathematics (logocak –

Howard Gardner : Multiple intelligent Kecerdasan bahasa (linguistic intelligence) Kecerdasan logical-mathematics (logocak – mathematics) Bodily – kinesthetic intelligence Musical intelligence Spatial intelliigence Intrapersonal intelligence Naturalistic inteligence

Kemampuan alamiah seorang individu yang merupakan potensi, di mana potensi tersebut masih perlu dikembangkan

Kemampuan alamiah seorang individu yang merupakan potensi, di mana potensi tersebut masih perlu dikembangkan atau dilatih agar dapat menjadi suatu ketrampilan khusus

 Bakat umum Bakat khusus

Bakat umum Bakat khusus

Bakat intelektual umum (gifted) Anak yang memiliki bakat umum = gifted children/ gifted kid

Bakat intelektual umum (gifted) Anak yang memiliki bakat umum = gifted children/ gifted kid (anak berbakat) Ciri-ciri anak Berbakat Memiliki tingkat inteligensi yang lebih tinggi dari anak-anak lainnya (cepat melakukan analisis, dalam berpikir sering meloncat dari urutan berpikir normal dari anak-anak seusianya Saat lahir, memiliki berat badan di atas berat badan normal Memiliki daya tahan tubuh yang lebih prima dari anak-anak lainnya Mampu berbicara dan berjalan lebih awal dari masa berbicara/berjalan anak normal

 Memiliki emosi yang stabil Memiliki tanggung jawab yang tinggi Mempunyai rasa humor yang

Memiliki emosi yang stabil Memiliki tanggung jawab yang tinggi Mempunyai rasa humor yang tinggi Mampu melewati kesulitan belajar lebih cepat dari teman sebayanya Mempunyai minat pada ketrampilan aritmatika sejak usia dini, melalui pemahaman, misalnya besar kecil atau banyak sedikitnya sesuatu, jarak tempuh, harga suatu barang. Rasa ingin tahu yang tinggi, diungkapkan melalui berbagai pertanyaan Memiliki daya ingat yang tinggi sehingga mampu menceritakan hal pada masa lalu secara rinci

 Sangat energik, terlihat dari selalu aktifnya anak, sibuk terlibat dengan berbagai hal di

Sangat energik, terlihat dari selalu aktifnya anak, sibuk terlibat dengan berbagai hal di lingkungannya Memiliki jadwal tidur yang lebih sedikit dari teman sebayanya Dalam berteman, anak berbakat lebih senang bermain dengan orang yang lebih tua, bahkan orang dewasa

 Akselerasi (percepatan) Ada 2 cara yang dapat dilakukan, yaitu : Skipping (meloncatkan anak

Akselerasi (percepatan) Ada 2 cara yang dapat dilakukan, yaitu : Skipping (meloncatkan anak pada kelas yang lebih tinggi) Telescoping grades (menyelesaikan bahan pelajaran dalam waktu yang singkat)

Pendidikan dalam kelompok khusus (special grouping segregation) Model A Model B Model C Model

Pendidikan dalam kelompok khusus (special grouping segregation) Model A Model B Model C Model D

 Salah satu potensi alamiah dalam diri anak yang harus dikembangkan secara optimal Suatu

Salah satu potensi alamiah dalam diri anak yang harus dikembangkan secara optimal Suatu ide atau pemikiran manusia yang bersifat inovatif, berdaya guna dan dapat dimengerti (Daviod Campbell) Suatu proses kemampuan memahami kesenjangan-kesenjangan atau hambatan dalam hidup, merumuskan hipotesis-hipotesis baru, mengkomunikasikan hasilnya, serta memodifikasi dan merumuskan hipotesis yang telah diajukan

 Faktor yang memmpengaruhi kreativitas : faktor penghambat dan pendukung kreativitas Faktor penghambat :

Faktor yang memmpengaruhi kreativitas : faktor penghambat dan pendukung kreativitas Faktor penghambat : Perasaan takut gagal, tidak berani mengambil resiko Orang tua yang memaksa anak untuk mensuaikan dengan imajinasi orang tua Orang tua yang terlalu melindungi anak Orang tua yang membanding-bandingkan anak Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial Kurang berani melakukan eksplorasi Stereotip peran seks atau jenis kelamin

 Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial Kurang berani melakukan eksplorasi Stereotip peran

Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial Kurang berani melakukan eksplorasi Stereotip peran seks atau jenis kelamin Tidak menghargai terhadap fantasi dan khayalan

 Memilikinrasa ingin tahu yang besar Tidak puas terhadap kemapanan Memiliki ketekunan yang tinggi

Memilikinrasa ingin tahu yang besar Tidak puas terhadap kemapanan Memiliki ketekunan yang tinggi Percaya diri Bebas dalam mengambil keputusan Memiliki inisiatif Senang mencari pengalaman baru/ senang berpetualang Cenderung kritis terhadap orang lain

 Peka Menyukai hal atau tugas-tugas yang majemuk Mandiri Tidak mudah bosan Berpikir divergen

Peka Menyukai hal atau tugas-tugas yang majemuk Mandiri Tidak mudah bosan Berpikir divergen

 Persiapan (preparation) : mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi sehiungga

Persiapan (preparation) : mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi sehiungga menghasilkan alternatif pemecahan masalah Inkubasi (incubation) : proses pemecahan masalah dierami/diendapkan di alam pra sadar sehingga individu seolah-olah melepaskan diri dari masalah sampai timbulnya inspirasi

 Iluminasi (Ilumination) : tahap timbulnya insight/ gagasan/inspirasi Verfikasi (verification) : Pemilihan satu alternatif

Iluminasi (Ilumination) : tahap timbulnya insight/ gagasan/inspirasi Verfikasi (verification) : Pemilihan satu alternatif dengan menevaluasi secara kritis dan konvergen masalah yang dihadapkan pada realita

 Berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (Kamus umum Bahasa Indonesia) HC Witherington : belajar

Berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (Kamus umum Bahasa Indonesia) HC Witherington : belajar merupakan perubahan dalam diri individu yang mencakup perubahan dalam pemahaman, kecakapan atau penguasaan ketrampilan/pola-pola baru, serta perubahan dalam perilaku Arthur J. Gates : perubahan tingkah laku melalui pengalaman dan latihan

 Ketika individu tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya Bayi yang baru lahir akan belajar

Ketika individu tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya Bayi yang baru lahir akan belajar menysuaikan diri dengan dunia baru Berada di ruangan gelap, maka akan belajar menyesuaikan diri untuk melihat di lingkungan yang gelap

 Waktu istirahat Pemahaman terhadap materi yang dipelajari : setiap individu berbeda kecepatan dalam

Waktu istirahat Pemahaman terhadap materi yang dipelajari : setiap individu berbeda kecepatan dalam memahami Motivasi

Teori Clasical conditioning : Ivan Pavlov Dinamakan juga teori refleks bersyarat Menggunakann anjing sebagai

Teori Clasical conditioning : Ivan Pavlov Dinamakan juga teori refleks bersyarat Menggunakann anjing sebagai hewan percobaan UCS UCR Makanan air liur (saliva) CS + UCS CR Bel + makanan air liur CS CR

 Hal yang berhubungan dengan teori classical conditioning : 1. Terjadi extinction / penghapusan

Hal yang berhubungan dengan teori classical conditioning : 1. Terjadi extinction / penghapusan perilaku bila UCS (makanan) tidak diberikan Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah :

 seorang anak yang ketika diminta tolong ibunya mendapatkan uang sebagai imbalan Siswa yang

seorang anak yang ketika diminta tolong ibunya mendapatkan uang sebagai imbalan Siswa yang tidak berani menyontek bila ada guru di kelas Seorang yang dapat belajar hanya ketika mendengarkan musik.

 2. Generalisasi Pengalaman masa lalu memberikan dampak bagi munculnya perilaku yang mirip dengan

2. Generalisasi Pengalaman masa lalu memberikan dampak bagi munculnya perilaku yang mirip dengan peristiwa saat ini Contoh :

Seorang pernah diserang / dirampok orang pada malam hari Akibatnya, menjadi beraktivitas hanya pada

Seorang pernah diserang / dirampok orang pada malam hari Akibatnya, menjadi beraktivitas hanya pada siang hari, tidak lagi pada malam hari Seorang pernah digigit anjing akan takut pada anjing lainnya walaupun anjing tersebut jinak atau dikurung Seorang pernah disakiti orang yang terdekat, akan tidak mau atau takut pada orang lain

 3. Diskriminasi (reaksi kebalikan dari generalisasi) Seorang pernah digigit anjing, hanya takut pada

3. Diskriminasi (reaksi kebalikan dari generalisasi) Seorang pernah digigit anjing, hanya takut pada anjing yang tidak dikurung.

 Teori belajar John B. Watson Teori stimulus - Respon Menurut Watson, proses belajar

Teori belajar John B. Watson Teori stimulus - Respon Menurut Watson, proses belajar didasarkan atas stimulus dan respon Stimulus adalah semua objek dilingkungan termasuk perubahan jaringan di dalam tubuh Respon adalah semua jawaban terhadap stimulus Teori S-R dari Watson : orang akan memberikan reaksi jika diberikan rangsangan John B. watson menerapkan teori behavioristik Pavlov dengan menekankan pada sisi emosional Percobaannya pada seorang anak perempuan bernama Albert

 Albert semula tidak takut pada tikus putih Kemudian tikus putih diberikan bersamaan dengan

Albert semula tidak takut pada tikus putih Kemudian tikus putih diberikan bersamaan dengan dibunyikannya gong yang mana suara gong tersebut membuat Albert takut. Gong tersebut dibunyikan setiap kali Albert memegang tikus Contoh kehidupan nyata : Setiap kali anak hendak memegang sesuatu dilarang ibunya. Lama kelamaan anak tidak lagi memegang apa yang dilarang oleh ibunya

 Edward Lee Thorndike Menekankan pada adanya trial and error learning Menekankan adanya tiga

Edward Lee Thorndike Menekankan pada adanya trial and error learning Menekankan adanya tiga hukum belajar Hukum kesiapan (law of readiness) Hukum latihan (law of exercise) Hukum efek (law of effect)

 Perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untulk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik,

Perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untulk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan bebeberapa langkah antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan mencapai tujuan yang ditetapkan Perencanaan pembelajaran Perlu untuk memperbaiki kualitas pembelajaran melalui desain pembelajaran

 Untuk merancang desain pembelajaran perlu untuk : Sesuai dengan tujuan Kemudahan dalam belajar

Untuk merancang desain pembelajaran perlu untuk : Sesuai dengan tujuan Kemudahan dalam belajar

 Mengajar berdasarkan pengalaman siswa Pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan bersifat praktis Belajar memperhatikan

Mengajar berdasarkan pengalaman siswa Pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan bersifat praktis Belajar memperhatikan perbedaan individual setiap siswa Kesiapan Tujuan pengajaran harus diketahui siswa Mengajar harus mengikuti prinsip psikologis tentang belajar, yaitu :

 Dari yang sederhana ke kompleks (rumit) Dari konkret kepada abstrak Umum – kompleks

Dari yang sederhana ke kompleks (rumit) Dari konkret kepada abstrak Umum – kompleks Fakta - abstrak

 Mengidentifikasi tujuan umum pengajaran Melaksanakan analisis pengajaran Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik

Mengidentifikasi tujuan umum pengajaran Melaksanakan analisis pengajaran Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa Merumuskan tujuan performansi Mengembangkan butir-butir tes acuan patokan Mengembangkan strategi pengajaran Mengembangkan dan memilih material pengajaran Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif Merevisi bahan pembelajaran Mendesain dan melaksankam evaluasi normatif

 Dalam merencanakan pembelajaran, guru membuat dua program, untuk satu semester dan untuk setiap

Dalam merencanakan pembelajaran, guru membuat dua program, untuk satu semester dan untuk setiap pertemuan Untuk satu semester, guru harus mmebuat : Tujuan atau kompetensi sesuai dengan kurikulum Pokok materi sesuai dengan yang akan diajarkan Alternatif metode yang digunakan Alternatif media dan sumber belajar yang digunakan Evaluasi pembelajaran

 Alokasi waktu yang tersedia Satuan pendidikan, kelas, semester, topikmbahasan Untuk setiap pertemuan: Tujuan

Alokasi waktu yang tersedia Satuan pendidikan, kelas, semester, topikmbahasan Untuk setiap pertemuan: Tujuan pembelajaran khusus/indikator Pokok materi yang akan disajikan Kegiatan pembelajaran Alternatif penggunaan media dan sumber belajar Alat evaluasi yang digunakan

 Pengelolaan kelas Penggunaan media dan sumber belajar Penggunaan metode pembelajaran Evaluasi dalam kegiatan

Pengelolaan kelas Penggunaan media dan sumber belajar Penggunaan metode pembelajaran Evaluasi dalam kegiatan pembelajaran

 Ketrampilan Ketrampilan kecil) Ketrampilan dasar membuka pelajaran dasar bertanya memmberi penguatan mengadakan variasi

Ketrampilan Ketrampilan kecil) Ketrampilan dasar membuka pelajaran dasar bertanya memmberi penguatan mengadakan variasi menjelaskan membimbing diskusi (kelompok mengelola kelas pembelajaran perseorangan menutup pembelajaran

 Kebutuhan Dorongan Harapan Motivasi terbagi dua : Motivasi internal Motivasi eksternal

Kebutuhan Dorongan Harapan Motivasi terbagi dua : Motivasi internal Motivasi eksternal

Teori Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow Fisiologis Rasa aman Cinta dan kasih sayang Harga diri

Teori Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow Fisiologis Rasa aman Cinta dan kasih sayang Harga diri Aktualisasi diri Kebutuhan-kebutuhan tersebut memotivasi individu untuk melakukan sesuatu

 Merupakan hambatan atau gangguan belajar pada anak yang dapat mempengaruhi hasil belajar Gejala

Merupakan hambatan atau gangguan belajar pada anak yang dapat mempengaruhi hasil belajar Gejala yang tampak pada anak yang kesulitan belajar adalah prestasi belajar yang rendah : Di bawah norma yang telah ditetapkan Dibandingkan teman-teman Dibandingkan prestasi belajar sebelumnya Lambat mengerjakan tugas dan tertinggal dari teman-temannya dari waktu yang disediakan

 Observasi Wawancara tes hasil belajar tes inteligensi Pemeriksaan kesehatan

Observasi Wawancara tes hasil belajar tes inteligensi Pemeriksaan kesehatan

 Mengidentifikasi siswa yang mengaklmai kesulitan belajar Melokalisasi letak kesulitan belajar Menentukan faktor penyebab

Mengidentifikasi siswa yang mengaklmai kesulitan belajar Melokalisasi letak kesulitan belajar Menentukan faktor penyebab kesulitan belajar Memperkirakan alternatif bantuan Menetapkan cara mengatasinya Tindak lanjut

 Disleksia Diskalkulia Disgrafia

Disleksia Diskalkulia Disgrafia

Berasal dari bahasa Yunani : “dys” dan “lexis” Dys : gangguan Lexis : bahasa

Berasal dari bahasa Yunani : “dys” dan “lexis” Dys : gangguan Lexis : bahasa atau kata-kata Anak yang mengalami kesulitan dalam membaca Bukan suatu penyakit, melainkan adalah suatu kondisi yang dibawa sejak lahir Memiliki tingkat inteligensi normal, dan ada pula yang di atas rata-rata

 • • • Sering disebut dengan sebutan malas dan bodoh, akan tetapi tidaklah

• • • Sering disebut dengan sebutan malas dan bodoh, akan tetapi tidaklah demikian sebab untuk dapat membaca mereka melakukannya dengan kerja keras Karakteristiknya : Kesulitan membaca Memahami bacaan Kesulitan membedakan huruf, seperti b, d, q, p, v, u, n, dll

 • • Misal membaca : Now = won Left = felt Palu -=

• • Misal membaca : Now = won Left = felt Palu -= lupa Sir = ris Abi = iba Tapi = tadi

 Perilaku : Menunjukkan sikap berpura-pura, acuh tak acuh, menentang, berdusta, dll Membolos Tidak

Perilaku : Menunjukkan sikap berpura-pura, acuh tak acuh, menentang, berdusta, dll Membolos Tidak mengerjakan tugas Menunjukkan gejala emosional yang berbeda : pemurung, mudah tersinggung, pemarah, kurang gembira

 Dalam berbahasa : Mengalami kesulitan dalam membaca dan mengeja Salah menulis dan meletakkan

Dalam berbahasa : Mengalami kesulitan dalam membaca dan mengeja Salah menulis dan meletakkan gambar Sulit menghafal alfabet Huruf terbalik-balik Tidak mengerti apa yang dibaca Menulis lama sekali

 Mengenakan tali sepatu Menyebutkan urutan nama hari atau bulan

Mengenakan tali sepatu Menyebutkan urutan nama hari atau bulan

 Kesulitan dalam kemampuan kalkulasi dalam matematis Sulit mengartikan angka ke dalam simbol, misal

Kesulitan dalam kemampuan kalkulasi dalam matematis Sulit mengartikan angka ke dalam simbol, misal Satu = 1 Sulit memahami urutan angka, mis : setelah 5 adalah 6 Sulit mengartikan nilai sebuah angka, mis : angka 6 apakah lebih besar dari angka 2

 Sulit mengenal urutan tanggal, bulan hari Menjumlahkan benda-benda Menyebutkan waktu Menentukan arah kiri

Sulit mengenal urutan tanggal, bulan hari Menjumlahkan benda-benda Menyebutkan waktu Menentukan arah kiri dan kanan Menghitung uang kembalian Bingung mengurut suatu peristiwa

 Sulit membedakan tanda-tanda +, -, x, : , <, > Sulit membedakan bangun

Sulit membedakan tanda-tanda +, -, x, : , <, > Sulit membedakan bangun geometri Sering salah membedalkan 17 dng 71, 2 dgn 5, 3 dng 8, 9 dng 6 Disorientasi waktu (masa sekarang dan lampau) Salah dalam mengingt dan menyebut nama orang

 Terdapat ketidakkonsistenan bentuk huruf dalam tulisannya. Saat menulis, penggunaan huruf besar dan huruf

Terdapat ketidakkonsistenan bentuk huruf dalam tulisannya. Saat menulis, penggunaan huruf besar dan huruf kecil masih tercampur. Ukuran dan bentuk huruf dalam tulisannya tidak proporsional. Anak tampak harus berusaha keras saat mengkomunikasikan suatu ide, pengetahuan, atau pemahamannya lewat tulisan. Sulit memegang bolpoin maupun pensil dengan mantap. Caranya memegang alat tulis seringkali terlalu dekat bahkan hampir menempel dengan kertas. Berbicara pada diri sendiri ketika sedang menulis, atau malah terlalu memperhatikan tangan yang dipakai untuk menulis. Cara menulis tidak konsisten, tidak mengikuti alur garis yang tepat dan proporsional (naik turun) Tetap mengalami kesulitan meskipun hanya diminta menyalin contoh tulisan yang sudah ada.

 Anak dapat takut memegang uang

Anak dapat takut memegang uang

 Sehat : fisik dan mental Sakit : fisik, mental, atau fisik dan mental

Sehat : fisik dan mental Sakit : fisik, mental, atau fisik dan mental Patogenesis Desease : biological term : penyakit fisik Illness : Psychological term : kesehatan mental Sickness : Social term

 Illness : Persepsi, perasaan, dll Illness behavior : tingkah laku mencari penyembuhan Sickness

Illness : Persepsi, perasaan, dll Illness behavior : tingkah laku mencari penyembuhan Sickness behavior : tanggung jawab yang mengalami gangguan Sickrole behavior : Tingkah laku agar keadaan lebih baik. Dalam artian seseorang yang menderita sakit melakukan peran sebagai seorang yang sakit Misal: istirahat

 Prevensi (comunity approach) : primer, sekunder Primer : pencegahan pada gangguan yang beresiko

Prevensi (comunity approach) : primer, sekunder Primer : pencegahan pada gangguan yang beresiko : pencegahan pada masy yang tinggal di pabrik Sekunder : pencegahan pada gangguan yang memerlukan penanganan segera : deteksi dini & penanganan segera. Misal : pada orang tua yang sering berkelahi, maka anak cenderung mengikuti, atau penanganan pada batuk rejan Kuratif (medical approach) : obat-obatan

Kondisi jasmani yang sehat Keadaan mental yang optimis Menggunakan waktu sebaik-baiknya Menggunakan catatan Menurut

Kondisi jasmani yang sehat Keadaan mental yang optimis Menggunakan waktu sebaik-baiknya Menggunakan catatan Menurut Herlina, cara belajar yang baik ada dua Mengenali dan memahami diri sendiri Melaksanakan tujuan belajar melalui cara : - mengelompokkan bahan yang akan dipelajari

- membagi waktu / membuat jadwal belajar - bersikap optimis/berpikir positif - segera memulai

- membagi waktu / membuat jadwal belajar - bersikap optimis/berpikir positif - segera memulai belajar/ tidak menunda - mempelajari buku secara efektif dengan membaca daftar isi dan membaca bagian mana yang penting dan ingin dipelajari - membuat pengelompokkan bahan yang akan dipelajari dan jangan menumpuk bahan pelajaran - membuat catatan atau rangkuman - mengerjakan soal-soal latihan - diskusi dengan orang lain - menjauhkan hal yang mengganggu konsentrasi belajar

 Membaca Mencatat poin-poin penting Mngingat dan menghafal Berpikir dan berimajinasi Bertanya dan berkonsultasi

Membaca Mencatat poin-poin penting Mngingat dan menghafal Berpikir dan berimajinasi Bertanya dan berkonsultasi Latihan dan mempraktekkan Menghayati pengalaman

 Pendidik Pembimbing

Pendidik Pembimbing

 • • • Empati Ramah Terbuka Jujur Memotivasi Unconditional positive regard : menghargai

• • • Empati Ramah Terbuka Jujur Memotivasi Unconditional positive regard : menghargai secara positif tanpa syarat , toleran/memaafkan apa pun keadaannya) Bersikap realistik : mampu menerima kenyataan Keatif Menguasai ilmu Berwawasan religius, psikologis, sosiologis. , dan budaya

 • • Baiklah, ibu percaya jika kamu lebih rajin lagi, tentu bisa Bagaimana

• • Baiklah, ibu percaya jika kamu lebih rajin lagi, tentu bisa Bagaimana kalau sehabis lonceng akhir kamu menemui ibu untuk berbincang-bincang tentang pelajaran? Ada apa sayang? Ada apa nak?

 • Jangan sekarang, ibu sibuk

• Jangan sekarang, ibu sibuk

 Subyek Analis data Agen perubahan

Subyek Analis data Agen perubahan