Bentuk bentuk Interaksi Sosial Materi Ilmu Pengetahuan Sosial
Bentuk bentuk Interaksi Sosial Materi Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII (Tujuh) By : MEITA NURSANTI, M. TPd SMPN 01 Mukomuko 071116
Diagram bentuk Interaksi Sosial Asosiatif a. Kerja sama; 1) Kerukunan; 2) Bargaining; 3) Kooptasi (cooptation); 4) Koalisi (coalition); 5) Joint venture; b. Akomodasi; 1) Koersi (coercion); 2) Kompromi (compromize); 3) Arbitrasi (arbitration); 4) Mediasi (mediation); 5) Konsiliasi (conciliation); 6) Toleransi (tolerance); 7) Stalemate; 8) Pengadilan/adjudication; c. Asimilasi; d. Akulturasi Disosiatif a. Persaingan b. Kontravensi c. Pertentangan/Perselisihan
Bentuk interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat Asosiatif Disosiatif
1. Proses asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat meningkatkan hubungan solidaritas antarindividu.
Jenis jenis proses Asosiatif a. Kerjasama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama
Ada beberapa bentuk kerjasama untuk menyelesaikan pekerjaan itu antara lain sebagai berikut : 1. Kerukunan hidup berdampingan secara damai dan melakukan kerjasama secara bersama. 2. Tawar-menawar (bargaining) bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
Ada beberapa bentuk kerjasama untuk menyelesaikan pekerjaan itu antara lain sebagai berikut : 3. Kooptasi kerjasama dalam bentuk mau menerima pendapat atau ide orang atau kelompok lain. 4. Koalisi bentuk kerjasama antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai kesamaan tujuan. 5. Joint venture bentuk kerjasama yang dilakukan oleh beberapa perusahaan.
b. Akomodasi (accomodation) � merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
Bentuk bentuk akomodasi 1) Paksaan (coercion) Paksaan merupakan bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya unsur paksaan. 2) Kompromi adalah bentuk akomodasi di mana pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
Bentuk bentuk akomodasi 3) Penengah (arbitration) Adanya penengah (arbitration) atau pihak ketiga merupakan suatu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapai penyelesaian. 4) Mediasi menyerupai penengah. Pada mediasi hadirnya pihak ketiga hanya sebagai penasihat belaka.
Bentuk bentuk akomodasi 5) Konsilisasi; suatu usaha mempertemukan keinginan dari pihak yang berselisih demi tercapainya suatu tujuan bersama. 6) Toleransi (tolerance); suatu bentuk yang dilandasi sikap saling menghormati kepentingan sesama sehingga perselisihan dapat dicegah atau tidak terjadi. Dalam hal ini, toleransi timbul karena adanya kesadaran masing individu yang tidak direncanakan.
Bentuk bentuk akomodasi 7) stalemate/terperangkap (skakmat) Terperangkap hingga tak dapat bergerak lagi adalah suatu bentuk akomodasi di mana dua pihak yang sedang berselisih yang mempunyai kekuatan seimbang berhenti pada suatu titik tertentu. 8) Keputusan pengadilan/ajudikasi adalah penyelesaian perselisihan melalui jalan pengadilan. Hal ini dilakukan karena kedua belah pihak mengalami kesulitan mencari jalan damai.
c. Asimilasi penyesuaian sifat-sifat asli yang dimiliki dengan sifat sekitar. d. Akulturasi keadaan diterimanya unsur budaya asing ke dalam kebudayaan sendiri. Diterimanya unsur budaya asing tersebut berjalan secara lambat dan disesuaikan dengan kebudayaan sendiri, sehingga kepribadian budaya sendiri tidak hilang.
2. Proses disosiatif � Proses ini terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang melakukan interaksi sosial yang mengarah pada konflik dan merenggangkan solidaritas kelompok.
Jenis-jenis proses Disosiatif a. Kompetisi/Persaingan; Persaingan suatu proses individu atau kelompok yang bersaing untuk mencari keuntungan melalui bidang kehidupan tertentu.
b. Kontravensi sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur kebudayaan suatu golongan tertentu. Kontravensi ini ditandai oleh gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau keraguan terhadap kepribadian seseorang.
c. Pertentangan/perselisihan (konflik) di mana individu atau kelompok menantang pihak lawan dengan ancaman dan atau kekerasan untuk mencapai suatu tujuan.
Arigatou ® Meita. IPS 73
- Slides: 18