BELAJAR biologi BARENGBARENG YUK UNTUK UN Menjelaskan objek

  • Slides: 102
Download presentation
BELAJAR biologi BARENG-BARENG YUK UNTUK UN

BELAJAR biologi BARENG-BARENG YUK UNTUK UN

Menjelaskan objek dan permasalahan Biologi • Biologi mempelajari kehidupan pada berbagai tingkatan organisasi, yaitu:

Menjelaskan objek dan permasalahan Biologi • Biologi mempelajari kehidupan pada berbagai tingkatan organisasi, yaitu: 1. Molekul DNA, Gen 2. Sel Bakteri, Saraf, dsb 3. Jaringan Kulit, Otot, Epitel, dsb 4. Organ Ginjal, Hati, Mata, Kulit 5. Sistem Organ Ekskresi, Respirasi, Sirkulasi, Imun, dsb 6. Individu Organisme 7. Populasi Kumpulan organisme sejenis 8. Komunitas Kumpulan berbagai organisme 9. Ekosistem Interaksi faktor biotik dengan abiotik 10. Biosfer Kumpulan ekosistem

Menjelaskan objek dan permasalahan Biologi • Biologi mencakup berbagai bidang yang merupakan cabang-cabang biologi.

Menjelaskan objek dan permasalahan Biologi • Biologi mencakup berbagai bidang yang merupakan cabang-cabang biologi. Contoh: 1. Genetika 2. Sitologi 3. Histologi 4. Morfologi 5. Anatomi 6. Fisiologi 7. Taksonomi 8. Ekologi 9. Evolusi 10. Mikrobiologi 11. Zoologi 12. Botani 13. Malakologi 14. Virologi 15. Bakteriologi 16. Mikologi 17. Entomologi 18. Ornitologi 19. Mamologi 20. Embriologi 21. Algologi 22. Biologi Kelautan 23. Bioteknologi 24. Helmintologi 25. Farmakologi 26. Klimatologi 27. Ginekologi

Contoh • Perambahan dan perusakan hutan di Papua, menyebabkan menurunnya jumlah spesies Paradisaea minor,

Contoh • Perambahan dan perusakan hutan di Papua, menyebabkan menurunnya jumlah spesies Paradisaea minor, permasalahan merupakan objek biologi di tingkat …. • Peristiwa tanah longsor dan banjir sering terjadi di beberapa daerah sebagai dampak kerusakan lingkungan. Permasalahan kerusakan lingkungan merupakan kajian biologi dibahas pada tingkat. . . • Virus Tungro merupakan hama tanaman padi yang perantaranya adalah Wereng Hijau. Secara Biologis hama-hama tersebut dipelajari dalam cabang ilmu …. • Mewabahnya penyakit kaki dan mulut pada hewan ternak di pulau Madura • Penularan penyakit dari hewan ke manusia akibat dari bakteri yang berevolusi akibat interaksi dekat antara hewan dengan manusia. • Menurunnya jumlah aneka primata akibat pengalihan fungsi hutan menjadi lahan kelapa sawit.

Contoh • Bencana banjir yang melanda Jakarta bulan Januari lalu akibat dari rusaknya lingkungan

Contoh • Bencana banjir yang melanda Jakarta bulan Januari lalu akibat dari rusaknya lingkungan di area Bopunjur (Bogor, Puncak, dan Cianjur) • Kebutuhan hormon Insulin yang tinggi sehingga dilakukan teknik transfer gen ke dalam plasmid bakteri E. coli • Pencemaran logam berat di perairan teluk Jakarta, hasil buangan limbah industri • Dari hasil pemeriksaan di laboratorium, darah Pak Amin teridentifikasi kadar glukosanya tinggi. • Mengembalikan fungsi hutan sebagai tempat menyimpan cadangan air melalui aktivitas reboisasi setelah terjadi kebakaran hebat • Iritasi kulit akibat terbakar sinar matahari saat berenang di laut • Perbanyakan tanaman anggrek dalam jumlah besar dengan menggunakan prinsip totipotensi, mengingat perbanyakan dengan biji relatif sulit

Ciri Jamur • Struktur dan Fungsi Tubuh – Organisme eukariotik – Dinding sel mengandung

Ciri Jamur • Struktur dan Fungsi Tubuh – Organisme eukariotik – Dinding sel mengandung kitin – Tidak punya khlorofil – Heterotrof • Saprofit, pengurai sampah organik • Parasit, merugikan organisme lain • Simbiosis, saling menguntungkan

Ciri Jamur • Tubuh jamur – Vegetatif: miselium dan hifa – Generatif: badan buah

Ciri Jamur • Tubuh jamur – Vegetatif: miselium dan hifa – Generatif: badan buah • Reproduksi: – Vegetatif: spora, membelah diri, fragmentasi, konidiospora – Generatif: konjugasi, askopora, basidiospora

Fungi (mikologi) multiselular berbentuk benang (hifa) dan bercabang (miselium) eukariotik, heterotrof dan ekstraselular 1.

Fungi (mikologi) multiselular berbentuk benang (hifa) dan bercabang (miselium) eukariotik, heterotrof dan ekstraselular 1. Ascomycotina, punya askus, hifa bersekat, Co: Penicilium, Aspergilus, Neurospora, Aspergillus, dan Saccharomyces. 2. Basidiomycotina, punya basidium, hifa bersekat, Co: Jamur besar-besar seperti payung/kipas seperti Auricularia, Ganoderma, Volvariella, kecuali jamur api (Ustilago) dan jamur karat (Puccinia) 3. Zygomycotina, punya zigospora, hifa senositik, yaitu hifa yang mengandung banyak inti dan tidak mempunyai sekat melintang Co: Rhizopus, Mucor 4. Deuteromycotina, ukuran mikroskopis, tidak punya reproduksi seksual (Fungi imperfectia), aseksualnya dengan blastospora (tunas). Co: Mallasezia, Tinea

Menjelaskan peran Virus bagi kehidupan manusia No Nama Virus Penyakit 1. Measles Virus Luka

Menjelaskan peran Virus bagi kehidupan manusia No Nama Virus Penyakit 1. Measles Virus Luka cacar pada seluruh tubuh 2. Herpes Simplex Virus Gelembung-gelembung kecil pada kulit 3. Human Papilloma Virus Kutil pada kulit 4. Mumps Virus Gondok pada kelenjar tiroid 5. Dengue Virus Demam berdarah 6. Polio Virus Kelumpuhan pada alat motorik 7. Varicella zoster virus Cacar Air 8. Orthomyxovirus Influenza 9. H 5 N 1 Flu Burung 10. Coxsachie Virus Penyakit kuku dan mulut pada ternak 11. Rhabdovirus Rabies

PROTISTA MIRIP HEWAN (PROTOZOA) Menyerupai hewan (aktif bergerak), eukariotik, uniselular, heterotrof • 1, 5

PROTISTA MIRIP HEWAN (PROTOZOA) Menyerupai hewan (aktif bergerak), eukariotik, uniselular, heterotrof • 1, 5 = Flagelata/mastigofora, Bulu cambuk, Euglena dan Tripanosoma • 2, 6 = Ciliata, rambut getar, Paramaecium • 3, 4 = Rhizopoda/sarcodina, kaki semu, Amoeba • Sporozoa tanpa alat gerak, Plasmodium (malaria)

Protista Mirip Tumbuhan (Algae) Protista mirip tumbuhan uniseluler sering disebut juga sebagai fitoplankton, sedangkan

Protista Mirip Tumbuhan (Algae) Protista mirip tumbuhan uniseluler sering disebut juga sebagai fitoplankton, sedangkan Protista mirip tumbuhan multiselular sering disebut alga Jenis Algae Warna Dominan Contoh Pigmen Manfaat 1 Euglenophyta Hijau klorofil Euglena Fitoplankton 2 Pyrrophyta Cokelat merah dinosantin, fikobilin Noctiluca, Gymnodinium Blooming jadi red tide, dpt membunuh ikan dan hewan 3 Chrysophyta Keemasan santofil Navicula, Synura, Diatome Bahan peledak, campuran semen, isolasi, saringan 4 Rhodophyta Kemerahan fikoeritrin Euchema, Gellidium Penghasil gelatin utk agar 2 5 Phaeophyta Kecokelatan fukosantin Sargassum, Laminaria, Macrocystis 6 Chlorophyta Hijau klorofil Chlorella, Ulva, Spirogyra Laminaria: yodium obat gondok Macrocystis: bahan pengental utk es krim Chlorella dan Ulva: Makanan gizi tinggi

MONERA bersifat prokariotik, bakteri dan alga biru Eubacteria Merugikan • Tipus (Salmonella typhii) •

MONERA bersifat prokariotik, bakteri dan alga biru Eubacteria Merugikan • Tipus (Salmonella typhii) • Kolera (Vibrio cholerae) • Lepra (Mycobacterium leprae) • Disentri (Shigella dysentriae) • TBC (Mycobacterium tuberculosis) • Pneumonia (Diplococcus pneumoniae) • Sifilis (Treponema pallidum) • Gonorea (Neisseria gonorrhoe) • Tetanus (Clostridium tetani) • Pes (Pasteurella pestis) • Toxic makanan kaleng (Clostridium botulinum) Alga HB (Cyanobacteria) • Mengikat N 2 (Anabaena, Nostoc) • PST (Spirulina) Menguntungkan • Yogurt – Lactobacilus bulgaricus – Streptococcus thermophilus • • Fiksasi N 2 (Rhizobium sp) Membentuk Nitrat – Nirosococcus dan Nitrosomonas • • • Nata de coco (Acetobacter xylinum) Antibiotik (Streptomycin griceus) Pembusukan makanan di usus besar dan pembentukan vit K (Escherecia coli) Aseton & Butanol (Clostridium acetobutylicum) Botoks (Clostridium botulinum)

Perbedaan Lumut dan Paku No Faktor Pembeda Tumbuhan Lumut Tumbuhan Paku 1 Berkas Pembuluh

Perbedaan Lumut dan Paku No Faktor Pembeda Tumbuhan Lumut Tumbuhan Paku 1 Berkas Pembuluh Non-tracheophyta Tracheophyta 2 Ukuran Tubuh Dewasa Kecil 3 Fase Dominan Sporofit Besar Gametofit 4 Fase Gametofit Protonema Tumbuhan Paku 5 Fase Sporofit Tumbuhan lumut Sporangium 6 Akar Semu 7 Daun kecil-kecil Serabut Daun berspora, yang muda menggulung

Metagenesis Lumut Spora (n) Protonema (n) Lumut gametofit Gametofit (n) Arkegonium (n) Anteridium (n)

Metagenesis Lumut Spora (n) Protonema (n) Lumut gametofit Gametofit (n) Arkegonium (n) Anteridium (n) Ovum (n) Sperma (n) Zigot (2 n) Meiosis (2 n n) Sporogonium (2 n) Lumut sporofit Sporangium (2 n) Kotak spora

Metagenesis Paku Spora (n) Generasi gametofit Protalium (n) Arkegonium (n) Anteridium (n) Ovum (n)

Metagenesis Paku Spora (n) Generasi gametofit Protalium (n) Arkegonium (n) Anteridium (n) Ovum (n) Spermatozoid (n) Zigot (2 n) Tumbuhan paku (2 n) Meiosis (2 n n) Sporofil (2 n) Sporangium (2 n) Kotak spora

BEDA • LUMUT • PAKU

BEDA • LUMUT • PAKU

TUMBUHAN BERBIJI • GYMNOSPERMAE (BIJI TERBUKA) 1. Pembuahan tunggal 2. Alat strobilus 3. Akar

TUMBUHAN BERBIJI • GYMNOSPERMAE (BIJI TERBUKA) 1. Pembuahan tunggal 2. Alat strobilus 3. Akar tunggang 4. Berkambium 5. Daun tajam/konifer • ANGIOSPERMA (BIJI TERTUTUP) 1. Pembuahan ganda 2. Alatnya bunga 3. Dikotil (akar tunggang dan berkambium, daun menjari/menyirip, bunga 3/4) 4. Monokotil (serabut, tak berkambium, daun sejajar, bunga 3/5

Spermatophyta Bagian Tumb Gymnospermae (Biji Terbuka) Angiospermae (Biji Tertutup) Akar Tunggang Monokotil Dikotil :

Spermatophyta Bagian Tumb Gymnospermae (Biji Terbuka) Angiospermae (Biji Tertutup) Akar Tunggang Monokotil Dikotil : Serabut : Tunggang Batang Tegak lurus dan bercabang Monokotil Dikotil : Tidak bercabang : Bercabang Majemuk & tidak lebar Bervariasi dan pada umumnya lebar Daun Bunga Anatomi Klasifikasi Belum ada, bijinya terlihat Sudah ada, biji tidak terlihat karena tertutup daging buah Akar & batang sudah berkambium Pembuluh angkut bertipe kolateral terbuka Monokotil 1. Gingkoinae (Gingko biloba) 2. Gnetinae (Gnetum gnemon) 3. Cycadinae (Cycas rumpii) 4. Coniferae (Damar, Pinus) 1. Dikotil 2. Monokotil Dikotil : : Tidak berkambium Kolateral Tertutup Berkambium Kolateral Terbuka

Cycadinae • • Mirip palem Berkayu Cabangnya sedikit Tulang daun menyirip Daun muda menggulung

Cycadinae • • Mirip palem Berkayu Cabangnya sedikit Tulang daun menyirip Daun muda menggulung Sporofil tersusun dalam strobilus di ujung batang (terminal) Contoh – Pakis Haji (Cycas rumphii)

Coniferae • • • Habitus: pohon, perdu, semak Tajuk menyerupai kerucut Daun berbentuk jarum

Coniferae • • • Habitus: pohon, perdu, semak Tajuk menyerupai kerucut Daun berbentuk jarum Tinggi bercabang Berkayu Contoh: Pinus, Damar, Cemara

Gnetinae Berkayu Ada yang bercabang Ada yang tidak bercabang Bunga berkelamin tunggal, terdapat di

Gnetinae Berkayu Ada yang bercabang Ada yang tidak bercabang Bunga berkelamin tunggal, terdapat di dalam ketiak daun pelindung yang besar • Contoh: • • – Gnetum gnemon (melinjo) – Welwitschia mirabilis

Ginkgoinae • Tunas pendek • Daun bertangkai panjang berbentuk kipas/pasak • Tulang daun seperti

Ginkgoinae • Tunas pendek • Daun bertangkai panjang berbentuk kipas/pasak • Tulang daun seperti garpu • Contoh – Ginkgo biloba

Dikotil vs Monokotil

Dikotil vs Monokotil

HEWAN • Diploblastik : • Simetri Radial : Coelenterata dan Ekinodermata • Triploblastik aselomata

HEWAN • Diploblastik : • Simetri Radial : Coelenterata dan Ekinodermata • Triploblastik aselomata : Platyhelmintes=cacing • Asimetri : Porifera pipih • Simetri bilateral : • Triploblastik Hewan lainnya pseudoselomata : cacing gilik • Triploblastik selomata : • anelida, artropopda dll

Ciri Filum dan kelas 1. 2. 3. 4. Porifera : Berpori, saluran air; ostium-spongosol-osculum,

Ciri Filum dan kelas 1. 2. 3. 4. Porifera : Berpori, saluran air; ostium-spongosol-osculum, sel pencerna (koanosit). Coelenterata : Berongga (gastrovasculer), polip dan medusa. Echinodermata : berkulit duri, kaki ambulakral (bintang laut, bulu babi, teripang) Mollusca : Tubuh lunak dan bermantel, beberapa bercangkang. siput (gastropoda), Kerang (pelecypoda), Gurita (cephalopoda) 5. Arthropoda : Kaki berbuku-buku, punya rangka luar. Insecta (kaki 6), Arachnida (kaki 8), Crustacea (kaki 10), kaki banyak (Chilo/Diplopoda) 6. Annelida : Cacing bercincin, hermaprodit. Cacing tanah, lintah. 7. Nemathelminthes : cacing Gilik, jantan betina. Cacing perut, tambang, kremi 8. Platihelminthes : cacing pipih, hermaprodit. Cacing hati, pita

CHORDATA (punya calon tulang belakang) vertebrata (punya tulang belakang) • Pisces (ikan, ovipar, jantung

CHORDATA (punya calon tulang belakang) vertebrata (punya tulang belakang) • Pisces (ikan, ovipar, jantung 2, poikilo (dingin), eksternal, bersisik) • Amfibia (dua alam) : ovipar, jantung 3, poikilo, eksternal, kulit lendir • Reptilia (melata) : Ovipar, jantung 4, poikilo, internal, kulit sisik • Aves : ovipar, jantung 4, homoi (panas), internal, berbulu. • Mamalia (punya mamae) : Vivipar, homoi, jantung 4, internal, berambut. Contoh ordo : – – – Rodentia = pengerat Primata = kera Carnivora = makan daging Monotremata = bertelur Marsupia = berkantung

REPRODUKSI (Obelia, Aurelia, Cacing hati, Cacing Pita) • Obelia • Cacing hati

REPRODUKSI (Obelia, Aurelia, Cacing hati, Cacing Pita) • Obelia • Cacing hati

Reproduksi Cacing • Cacing Filaria (Wucheria bancrofti) • Cacing Planaria

Reproduksi Cacing • Cacing Filaria (Wucheria bancrofti) • Cacing Planaria

Reproduksi Cacing • • • Cacing Taenia saginata PT ZOS Proglotid – Telur –

Reproduksi Cacing • • • Cacing Taenia saginata PT ZOS Proglotid – Telur – Zigot – Onkosfer – Sistiserkus – Cacing • • Cacing Ascaris lumbricoides Ciri khasnya jalan-jalan dulu ke paru dan faring

Reproduksi Cacing • • Cacing Enterobius vermicularis / Oxyuris vermicularis / cacing kremi Kata

Reproduksi Cacing • • Cacing Enterobius vermicularis / Oxyuris vermicularis / cacing kremi Kata kuncinya = autoinfeksi = infeksi diri sendiri • • Cacing Ancylostoma duodenale / cacing tambang Ciri khasnya masuk lewat kulit telapak kaki dan tangan terus jalan-jalan dulu ke paru-paru dan faring

Metamorfosis Sempurna Telur – Larva – Pupa/Kepompong - Imago VS Metamorfosis Tidak Sempurna Telur

Metamorfosis Sempurna Telur – Larva – Pupa/Kepompong - Imago VS Metamorfosis Tidak Sempurna Telur – Nimfa – Imago

Perlindungan Alam • Insitu = di habitat asli • Eksitu = di pindah ke

Perlindungan Alam • Insitu = di habitat asli • Eksitu = di pindah ke tempat lain • Jenis Konservasi: – Cagar alam = Suaka alam karena ekosistem yang unik dan asli – Suaka margasatwa = suaka alam karena alamnya sebagai habitat hewan langka/khas – Taman Nasional = Perlindungan alam pd daerah / tanah luas dengan sistem zonasi, penelitian juga rekreasi

Ekosistem • Peran/nisia/relung : - Produsen : Tumbuhan dan fitoplankton - Konsumen - Detritivor

Ekosistem • Peran/nisia/relung : - Produsen : Tumbuhan dan fitoplankton - Konsumen - Detritivor : cacing, belatung, bintang laut, keluwing - Dekomposer : pengurai, jamur dan bakteri • Urutan Tropi: Tropi 1 adalah produsen • Urutan aliran energi : Matahari-produsenkonsumen. • Energi makin berkurang karena untuk aktivitas dan terbuang

SIKLUS N 2 DAN SIKLUS KARBON 1. 2. 3. 4. 5. 6. NITRIFIKSASI NITRAFIKSASI

SIKLUS N 2 DAN SIKLUS KARBON 1. 2. 3. 4. 5. 6. NITRIFIKSASI NITRAFIKSASI SINTESIS DENITRIFIKASI FIKSASI AMONIFIKASI

PENCEMARAN • UDARA 1. Gas CO 2 : efek rumah kaca 2. Gas CFC

PENCEMARAN • UDARA 1. Gas CO 2 : efek rumah kaca 2. Gas CFC : lubang ozon 3. Gas NO 2/SO 2 : hujan asam 4. Gas CO : berikatan dengan Hemoglobin Asfiksi • AIR /TANAH 1. Pupuk organik : eutrofikasi (gulma blooming Eceng gondok) gara-gara eutrofikasi: cahaya ga bisa masuk, kadar oksigen dalam air menurun 2. Pestisida/logam : akumulasi pada rantai makanan

SEL • • • Mitokondria Ribosom Badan golgi Membran sel Peroksisom (enzim katalase) Dinding

SEL • • • Mitokondria Ribosom Badan golgi Membran sel Peroksisom (enzim katalase) Dinding sel Plastida Vakuola besar Sentriol lisosom • Gambar sel

Membran sel 1. 2. 3. 4. 5. 6. Hidrofob : lipid, Glikoprotein Glikolipid Glikoprotein

Membran sel 1. 2. 3. 4. 5. 6. Hidrofob : lipid, Glikoprotein Glikolipid Glikoprotein Protein integral/intrinsik Protein periferal/ekstrinsik Fosfolipid Hidrofil : protein

Osmosis dan difusi • osmosis • Osmosis = air bergerak dari hipo (encer) dan

Osmosis dan difusi • osmosis • Osmosis = air bergerak dari hipo (encer) dan hiper (pekat). • Difusi = kedua larutan jadi sama (isotonis) dan tidak ada perubahan apa-apa • Transpor aktif = gerakan melawan arah osmosis dengan energi ATP

i ii iv v

i ii iv v

Jaringan Epitel A. Epitel silindris selapis, di lambung dan usus B. Epitel kubus selapis,

Jaringan Epitel A. Epitel silindris selapis, di lambung dan usus B. Epitel kubus selapis, di kelenjar air liur, tiroid C. Epitel pipih selapis, di pembuluh darah, alveolus D. Epitel bersilia, di trakea E. Epitel kelenjar, di kelenjar

1. 2. 3. 4. 5. Geser Engsel Pelana Putar peluru antagonis 1. Fleksi dn

1. 2. 3. 4. 5. Geser Engsel Pelana Putar peluru antagonis 1. Fleksi dn ekstensi 2. Supinasi dgn pronasi 3. Adduksi dgn abduksi 4. Elevasi dgn depresi

Arteri Vena Dinding tebal & elastis Dinding lebih tipis dengan pembuluh lebih besar Katup

Arteri Vena Dinding tebal & elastis Dinding lebih tipis dengan pembuluh lebih besar Katup hanya 1 buah Banyak terdapat katup Banyak O 2 kecuali arteri pulmonalis Banyak CO 2 kecuali vena pulmonalis Terletak agak ke dalam Terletak di dekat permukaan • • • thalasemia siklemia haemofilia arteriosklerosis eritroblastosis foetalis

Enzym organ fungsi amilase pancrea Mengubah amilum jadi s maltosa Pepsin, usus Mengubah protein

Enzym organ fungsi amilase pancrea Mengubah amilum jadi s maltosa Pepsin, usus Mengubah protein halus menjadi peptide Lipase pankrea Mengubah lemak menjadi s asam lemak empedu hati Mengubah lemak jadi emulsi lemak erepsin Usus Pepton jadi asam amino halus

respirasi • Inspirasi karena : kontraksi otot difragma dan otot antar rusuk luar •

respirasi • Inspirasi karena : kontraksi otot difragma dan otot antar rusuk luar • Ekspirasi karena : relaksasi otot diafragma dan antar rusuk luar • Pernafasan perut : otot diafragma • Pernafasan dada : otot antar rusuk • Respirasi eksternal : antara alveolus dengan pembuluh darah • Pernafasan internal : antara pembuluh darah dengan sel tubuh • Pernafasan selular : di dalam mitokondria

Mekanisme Pertukaran O 2 dan CO 2

Mekanisme Pertukaran O 2 dan CO 2

Mekanisme Pernapasan Dalam pernapasan ada 2 siklus 1. Menghirup (INSPIRASI) 2. Mengeluarkan (EKSPIRASI)

Mekanisme Pernapasan Dalam pernapasan ada 2 siklus 1. Menghirup (INSPIRASI) 2. Mengeluarkan (EKSPIRASI)

Mekanisme Pernapasan • Pernapasan Dada / Tulang Rusuk Mekanisme Menghirup Udara (INSPIRASI) – Otot

Mekanisme Pernapasan • Pernapasan Dada / Tulang Rusuk Mekanisme Menghirup Udara (INSPIRASI) – Otot antar tulang rusuk berkontraksi sehingga: 1. Rongga dada membesar, 2. Tekanan udara dalam paru mengecil, 3. Udara masuk dari luar ke dalam paru-paru. Mekanisme Mengeluarkan Udara (EKSPIRASI) – Otot antar tulang rusuk berelaksasi sehingga: 1. Rongga dada mengecil, 2. Tekanan udara dalam paru membesar 3. Udara keluar dari paru-paru

Mekanisme Pernapasan • Pernapasan Perut Mekanisme Menghirup Udara (INSPIRASI) – Otot diafragma kontraksi sehingga:

Mekanisme Pernapasan • Pernapasan Perut Mekanisme Menghirup Udara (INSPIRASI) – Otot diafragma kontraksi sehingga: 1. otot diafragma mendatar, 2. rongga dada membesar 3. tekanan udara dalam paru mengecil, 4. udara dari luar masuk kedalam paru-paru Mekanisme Mengeluarkan Udara (EKSPIRASI) – Otot diafragma relaksasi sehingga: 1. otot diafragma kembali melengkung ke atas, 2. rongga dada mengecil 3. tekanan udara dalam paru meningkat, 4. udara keluar paru-paru

Di dalam ginjal, proses filtrasi untuk pembentukan urine primer terjadi pada bagian P. Hasil

Di dalam ginjal, proses filtrasi untuk pembentukan urine primer terjadi pada bagian P. Hasil filtrasi menunjukkan bahwa masih banyak zat yang diperlukan tubuh sehingga urin primer direabsorbsi oleh bagian Q dan kemudian di augmentasi oleh bagian R dan terbentuklah urine yang sesungguhnya yang terkumpul dalam bagian S • nefritis • oligouria • albuminaria diabetes mellitus diabetes insipidus

STRUKTUR GINJAL Pada bagian Cortex dan Medulla terdapat nefron (satuan fungsional dan struktural terkecil).

STRUKTUR GINJAL Pada bagian Cortex dan Medulla terdapat nefron (satuan fungsional dan struktural terkecil).

Arah gerak rangsang-reseptor-sensorik-pusat-motorik efektor Kelenjar hormon Fungsi bagian otak • • • 1 =

Arah gerak rangsang-reseptor-sensorik-pusat-motorik efektor Kelenjar hormon Fungsi bagian otak • • • 1 = berpikir, berbicara, kesadaran, planning 2 = penglihatan 3 = otak kecil = keseimbangan/gerak otot 4 = sumsum lanjutan = pusat nafas. Denyut jantung 5 = pusat pendengaran, emosi

 • • • Lidah : Ujung = manis Pangkal = pahit Pinggir ujung

• • • Lidah : Ujung = manis Pangkal = pahit Pinggir ujung asin Samping = asam

FASE MENSTRUASI : • bila tidak terjadi fertilisasi (ovum tidak dibuahi oleh sperma ),

FASE MENSTRUASI : • bila tidak terjadi fertilisasi (ovum tidak dibuahi oleh sperma ), maka • korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albicans • sehingga produksi hormon estrogen dan progesteron terhenti. • Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan peluruhan endometrium dan ovum, ditandai dengan pendarahan dari uterus selama ± 5 hari dengan volume darah sekitar 50 ml.

FASE PRA OVULASI : • Pada fase akhir menstruasi ini: – hipofisis mengeluarkan FSH.

FASE PRA OVULASI : • Pada fase akhir menstruasi ini: – hipofisis mengeluarkan FSH. – FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi oosit primer. Keduanya akan tumbuh sampai hari ke 14 dari hari I menstruasi, – saat itu folikel matang disebut dengan folikel de Graaf dengan oosit sekunder di dalamnya. • Selama pertumbuhannya folikel melepaskan hormon estrogen yang menyebabkan pembentukan kembali lapisan endometrium dan penetralan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung kehidupan sperma.

FASE OVULASI : • Pada umumnya pada hari ke 14 terjadi perubahan produksi hormon.

FASE OVULASI : • Pada umumnya pada hari ke 14 terjadi perubahan produksi hormon. • Peningkatan kadar estrogen selama pra ovulasi menimbulkan reaksi umpan balik negative yaitu penghambatan pelepasan FSH dari hipofisis. • Karena FSH berkurang maka hipofisis ganti mengeluarkan LH. • LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf

FASE PASCA OVULASI : • FOLIKEL DE Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder akan

FASE PASCA OVULASI : • FOLIKEL DE Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. • Korpus luteum tetap memproduksi estrogen dan progesteron. Keduanya bekerja menebalkan endometrium, juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. • Keseluruhan fungsi tersebut adalah menyiapkan implantasi zygot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan.

Sistem Pertahanan Tubuh • Pertahanan Tidak Spesifik – Pertahanan Eksternal – Pertahanan Internal •

Sistem Pertahanan Tubuh • Pertahanan Tidak Spesifik – Pertahanan Eksternal – Pertahanan Internal • Pertahanan Spesifik – Antibodi

Pertahanan Tidak Spesifik • Tujuan: Menangkal masuknya zat asing ke dalam tubuh tanpa membedakan

Pertahanan Tidak Spesifik • Tujuan: Menangkal masuknya zat asing ke dalam tubuh tanpa membedakan jenis zat tersebut. (Ada musuh pokoknya sikat) • Terdiri dari: – Eksternal: Kulit, membran mukosa – Internal: Fagositosis, Peradangan, Protein Komplemen, Interferon

Pertahanan Tidak Spesifik Eksternal • Kulit – Pertahanan fisik: tebal, melindungi jar dalam –

Pertahanan Tidak Spesifik Eksternal • Kulit – Pertahanan fisik: tebal, melindungi jar dalam – Pertahanan kimia: keringat, minyak • Membran Mukosa – Ada di: • Pencernaan: Co: Lambung HCl • Pernapasan: Co: Trakea cairan kental • Mata: Co: Air mata lisozim – Ada yang berupa: • Mikroflora normal yang hidup di manusia

Pertahanan Tidak Spesifik Internal • Jika patogen lolos dari PTSE, maka patogen akan berhadapan

Pertahanan Tidak Spesifik Internal • Jika patogen lolos dari PTSE, maka patogen akan berhadapan dengan PTSI • PTSI: – Fagositosis – Peradangan – Senyawa Antimikroba • Protein Komplemen • Interferon

Pertahanan Tidak Spesifik Internal: Fagositosis • Mekanisme: – Fagositosis oleh leukosit • Monosit: sel

Pertahanan Tidak Spesifik Internal: Fagositosis • Mekanisme: – Fagositosis oleh leukosit • Monosit: sel darah putih yang berkembang menjadi makrofag (sel pemangsa bakteri) • Netrofil memiliki kemampuuan untuk memangsa dan menghancurkan bakteri

Pertahanan Tidak Spesifik Internal: Peradangan • Mekanisme: – Peradangan: respon cepat kerusakan jaringan /

Pertahanan Tidak Spesifik Internal: Peradangan • Mekanisme: – Peradangan: respon cepat kerusakan jaringan / infeksi patogen • Pelebaran pembuluh darah pd bagian tsb • aliran darah meningkat suhu akan meningkat • warna memerah bengkak krn adanya histamin (melekat pada bagian yang rusak) • trombosit membekukan darah (utk menutup luka n melokalisir patogen • sel fagosit dipanggil (netrofil n monosit) utk memakan patogen dan sisa-sisa jaringan yang rusak

Pertahanan Tidak Spesifik Internal: Senyawa Anti Mikroba • Protein komplemen: berfungsi untuk menghancurkan berbagai

Pertahanan Tidak Spesifik Internal: Senyawa Anti Mikroba • Protein komplemen: berfungsi untuk menghancurkan berbagai patogen • Interferon: senyawa antivirus yang bekerja menghancurkan virus dengan cara menghambat reproduksi virus dalam sel tubuh

Pertahanan Spesifik • Patogen/benda asing (antigen) yg lolos dari PTS akan dilawan oleh PSp.

Pertahanan Spesifik • Patogen/benda asing (antigen) yg lolos dari PTS akan dilawan oleh PSp. • PSp = Sistem kekebalan • Respon kekebalan berupa produksi antibodi oleh limfosit B. • Antibodi: senyawa yang dibentuk • Limfosit: – Limfosit B (Sel B): diproduksi di sumsum tulang (Bone marrow) • Fungsi: memproduksi antibodi – Limfosit T (Sel T): diproduksi di kelenjar Timus • Fungsi: bagian dari sistem pengawasan

Antibodi (Ig) • Dihasilkan oleh Limfosit B • Disebut juga Immunoglobulin (Ig) / serum

Antibodi (Ig) • Dihasilkan oleh Limfosit B • Disebut juga Immunoglobulin (Ig) / serum protein globulin • Merespon adanya antigen dalam tubuh • Satu antibodi spesifik hanya untuk satu antigen

Jenis Antibodi (Ig) • Ig. M – antibodi pertama/pri. Mer yang dihasilkan tubuh untuk

Jenis Antibodi (Ig) • Ig. M – antibodi pertama/pri. Mer yang dihasilkan tubuh untuk melawan antigen • Ig. G: – antibodi paling umum, antibakteri dan antivirus, penetral racun, didapat dari ibu via plasenta dan kolostrum • Ig. A – antibodi di bagian tubuh yg dilapisi selaput lendir seperti hidung, mata, air liur, paru-paru, usus, ASI, getah lambung, sekresi usus.

Jenis Antibodi (Ig) • Ig. E – antibodi yang beredar dalam darah, melawan infeksi

Jenis Antibodi (Ig) • Ig. E – antibodi yang beredar dalam darah, melawan infeksi parasit skistosomiasis, dapat menimbulkan reaksi alergi akut. • Ig. D – antibodi yang beredar dalam darah, membantu sel T untuk menangkap antigen

Cara Kerja Antibodi 1. Penetralan • Antibodi menetralkan racun/toksin yang dihasilkan bakteri menjadikan tidak

Cara Kerja Antibodi 1. Penetralan • Antibodi menetralkan racun/toksin yang dihasilkan bakteri menjadikan tidak berbahaya 2. Pengendapan / Pre-sipi-tasi • Antibodi mengendapkan antigen menjadi gumpalan yang tidak larut sehingga bisa dimakan oleh sel fagosit 3. Pelekatan • Antibodi melekat di antigen sehingga sel fagosit dapat memakan atau netrofil dapat menghancurkan 4. Aktivasi Protein Komplemen • Bekerja sama dengan protein komplemen untuk menghancurkan patogen.

Organ yang Berperan • Sumsum Tulang (di tulang pipa) – Memproduksi limfosit B untuk

Organ yang Berperan • Sumsum Tulang (di tulang pipa) – Memproduksi limfosit B untuk antibodi • Kelenjar Timus (di atas rongga dada) – Memproduksi limfosit T untuk sistem pengawasan dan menyerang sel yang bersifat asing • Limpa (di perut kiri belakang lambung) – Menghancurkan sel darah rusak, bakteri – Menghasilkan limfosit • Tonsil (amandel, polip) – Penghasil limfosit untuk melawan infeksi

Cara Memperoleh Kekebalan Aktif Alamiah Kekebalan Aktif Kekebalan Tubuh Kekebalan Aktif Buatan Tubuh membuat

Cara Memperoleh Kekebalan Aktif Alamiah Kekebalan Aktif Kekebalan Tubuh Kekebalan Aktif Buatan Tubuh membuat antibodi sendiri setelah memderita penyakit (cacar air, batuk rejan, campak, gondongan) Tubuh membuat antibodi sendiri setelah memperoleh vaksinasi Tubuh membuat antibodi sendiri Kekebalan Pasif Alamiah Kekebalan Pasif Buatan Tubuh tidak membuat antibodi sendiri Tubuh memperoleh antibodi selama dalam kandungan dan melalui ASI Tubuh memperoleh antibodi yang sudah jadi dari serum

Pertumbuhan Asam traumalin Gas etilen Sitokinin Giberelin : raksasa, perkecambahan • Asam absisat =

Pertumbuhan Asam traumalin Gas etilen Sitokinin Giberelin : raksasa, perkecambahan • Asam absisat = dormansi, gugur daun • Auksin = pemanjangan, partenokarpi, dominansi apikal, cahaya (etiolasi) • • Anthokalin Kaulokalin Rizokalin Filokalin

Respirasi aerob

Respirasi aerob

fotosintesis 2 3 1 4 6 ADP 6 ATP 12 NADPH 12 NADP Dihidroksi

fotosintesis 2 3 1 4 6 ADP 6 ATP 12 NADPH 12 NADP Dihidroksi PGAL aseton fosfat Glukosa

Respirasi Anaerob : glukosa jadi 2 asam laktat + 2 ATP Glukosa jadi 2

Respirasi Anaerob : glukosa jadi 2 asam laktat + 2 ATP Glukosa jadi 2 etanol + 2 CO 2 + 2 ATP

Kemosintesis mengoksidasi senyawa kimia untuk mendapatkan energi kimia NH 3 + O 2 HNO

Kemosintesis mengoksidasi senyawa kimia untuk mendapatkan energi kimia NH 3 + O 2 HNO 2 + e kimia HNO 2 + O 2 HNO 3 + e kimia H 2 S + O 2 H 2 O + S + e kimia

Sintesis protein • Transkripsi : DNA sense membuat RNA d /kodon • RNAd keluar

Sintesis protein • Transkripsi : DNA sense membuat RNA d /kodon • RNAd keluar inti ke sitoplasma menuju ribosom • Translasi : RNA t (antikodon) membawa asam amino sesuai kodon • Terbentuk rantai polipeptida dan jadi protein

Pembelehan sel dan gametogenesis 1. Spermatogonium (oogonium) (2 n) 2. Spermatosit primer (2 n)

Pembelehan sel dan gametogenesis 1. Spermatogonium (oogonium) (2 n) 2. Spermatosit primer (2 n) 2 ke 3 : meiosis 1/reduksi 3. Sit sekunder (n) 4. Spermatid (n) 5. spermatozoa

ovarium

ovarium

dihibrida • • • P = AABB x aabb F 1 = Aa. Bb

dihibrida • • • P = AABB x aabb F 1 = Aa. Bb F 1 sesamanya : Aa. Bb x Aa. Bb = 9 : 3 : 1 F 1 di testcross : ? ? x aabb = 1 : 1 : 1 F 1 di backcross : ? ? X AABB = 1

Penyimpangan Semu Hk. Mendel Epistasis/hipofisis • H. K. Atau H. kk = hitam •

Penyimpangan Semu Hk. Mendel Epistasis/hipofisis • H. K. Atau H. kk = hitam • hh. K. = kuning • Hhkk = putih • Hh. Kk x Hh. Kk = 12 : 3 : 1 Komplementer • • P. E. = Ungu P. ee = putih pp. E. , ppee = putih Pp. Ee X Pp. Ee = 9 : 7 Kriptomeri • A. B. = Ungu • A. bb = merah • aabb = putih • Ab. Bbx. Aa. Bb = 9 : 3 : 4 Atavisme • R. P. = walnut • R. pp = Rose • rr. P. = Pea/biji • rrpp = single • Rp. Pp x. Rr. Pp = 9: 3: 3: 1

Kelainan Herediter

Kelainan Herediter

Mutasi 1. ABCDEFGfg 3. 2. ABEFCDG 4. ABCDEFGKL Adenin jadi Guanin dan Citosin jadi

Mutasi 1. ABCDEFGfg 3. 2. ABEFCDG 4. ABCDEFGKL Adenin jadi Guanin dan Citosin jadi Timin = Adenin jadi Timin dan Citosin jadi Guanin = Sindrom XXY, Sindrom down +21 =Trisomi Sindrom turner (XO) = Monosomi

Asal usul kehidupan • Biogenesis : – Francesco Redi – L. Spalanzani – L.

Asal usul kehidupan • Biogenesis : – Francesco Redi – L. Spalanzani – L. Pasteur • Abiogenesis :

Hukum hardy berlaku bila – – – – Viabilitas tiap genotip sama tingginya Fertilitas

Hukum hardy berlaku bila – – – – Viabilitas tiap genotip sama tingginya Fertilitas genotip AA , genotip Aa dan aa sama besar Migrasi genotip AA, Aa dan aa sama besarnya Terjadi mutasi pada gen A sedangkan gen a frekuensinya stabil Tidak terjadi seleksi dan mutasi di alam Jumlah populasi genotip AA, Aa dan aa sangat banyak Perkawinan diantara genotip AA, Aa dan aa terjadi secara acak

Teori seleksi alam • Beberapa pernyataan mengenai evolusi: 1. Semua belalang berwarna hijau karena

Teori seleksi alam • Beberapa pernyataan mengenai evolusi: 1. Semua belalang berwarna hijau karena hidup di padang rumput hijau. 2. Serangga yang resisten tetap hidup ketika disemprot pestisida 3. Perkembangan industri menyebabkan kupu-kupu sayap cerah punah. 4. Kaki bebek berselaput karena selalu berenang di air.

Macam bioteknologi konvensional • • • Fermentasi Biogas Bioleaching Pembuatan penisiln Daur ulang modern

Macam bioteknologi konvensional • • • Fermentasi Biogas Bioleaching Pembuatan penisiln Daur ulang modern • • • Teknologi plasmid PST Kloning Transgenik Kultur jaringan

Dampak transgenik • Menurunnya keanekaragaman hayati/plasma nutfah • Makanan yang alergi dan toksik •

Dampak transgenik • Menurunnya keanekaragaman hayati/plasma nutfah • Makanan yang alergi dan toksik • Pencemaran gen = perpindahan gen karena penyerbukan • Serangga non target ikut mati