Beban dan Daya Listrik Beban listrik Beban listrik
Beban dan Daya Listrik
Beban listrik • Beban listrik adalah suatu alat atau benda yang dapat bekerja atau berfungsi apabila dialiri arus listrik yang berpotensial (dapat bekerja dengan memanfaatkan energi listrik). • Contoh : lampu, alat-alat ramah tangga, alat-alat elektronik, selain itu alat-alat yang digunakan untuk merubah energi listrik menjadi energi lain misal gerak dan panas, dan lain sebagainya.
Beban listrik • Berdasarkan sifat suatu beban listrik dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : ü Beban resistif ü Beban induktif ü Beban kapasitif
Beban Resistif • Beban yang memiliki sifat resistif akan memiliki sifat yang sama dengan resistor (R). • Apabila beban tersebut dialiri arus listrik maka arus listrik yang mengalir melalui beban tersebut adalah arus nominal pada beban dan memiliki nilai yang tetap sehingga tidak diaktifkan. • Contoh beban listrik yang bersifat resistif adalah lampu pijar (penerangan), setrika, teko listrik, dan alat-alat rumah tangga yang bersifat pemanas lainnya.
Beban Induktif • Beban yang bersifat induktif memiliki sifat yang sama dengan induktor (L). • Arus listrik yang mengalir melalui beban tersebut akan disimpan dalam bentuk medan magnet karena arus listrik yang mengalir akan terinduksi dan dirubah menjadi medan magnet sehingga dapat tersimpan. Misalnya motor listrik ketika digerakkan dengan cara dialiri arus listrik maka nilai arus start nya akan 3 kali lebih besar dari arus nominal, dan ketika motor listrik telah runing maka nilai arus listrik akan sama dengan nilai arus nominal. • Contoh beban listrik yang bersifat induktif adalah pompa air, blender, kipas angin dan alat-alat yang memanfaatkan energi listrik untuk menghasilkan energi gerak sebagai penggerak baban utama.
Beban Konduktif • Beban yang bersifat kapasitif memiliki sifat yang sama dengan kapasitor (C). Hampir sama dengan induktor yang menyimpan energi listrik hanya saja, beban yang bersifat kapasitif menyimpan energi listrik murni. • Pada industri-industri besar yang menggunakan penggerak berupa motor listrik memerlukan kapasitor untuk menghemat daya.
Jenis-jenis Beban listrik dalam rangkaian Instalasi • Penerangan terdapat tiga jenis lampu yang sering digunakan sebagai baban yang berfungsi sebagai penerangan yaitu : a. Lampu pijar merupakan beban yang bersifat resistif. b. Lampu pendar (TL) Lampu pendar, merupakan lampu yang dapat menyala dengan memanfaatkan induksi pada ballas, sehingga mengakibatkan lampu pendar dalam penggunaannya lebih boros dari lampu pijar namun cahaya yang dihasilkan jauh lebih terang. c. Lampu hemat energi (PLC dan sejenisnya) Lampu hemat energi termasuk jenis lampu pendar hanya saja dirangkai dengan sedemikian rupa dengan rangkaian elektronika pada lampu tersebut sehingga mengakibatkan lampu tersebut menjadi hemat energi.
Jenis-jenis Beban listrik dalam rangkaian Instalasi • Kotak Kontak (Stop Kontak) Kotak Kontak adalah suatu alat yang digunakan sebagai penghubung arus listrik menuju ke beban listrik. • Terdapat 4 buah stop kotak yang digunakan pada rangkaian listrik yaitu : a. Kotak kontak terbuka b. Kotak kontak tertutup c. Kotak kontak terbuka dengan ground d. Kotak kontak tertutup dengan ground
Jenis-jenis Beban listrik dalam rangkaian Instalasi • Motor-motor Listrik Motor listrik biasanya digunakan sebagai penggerak mesin di industri. Motor-motor listrik merupakan beban yang cukup besar karena bersifat induktif • Motor-motor listrik dapat di kelompokan berdasarkan besar daya gerak yang dihasilkan yaitu : a. Motor fraksioal ( daya yang dihasilkan < 1 HP) b. Motor integral (daya yang dihasilkan > 1 HP) c. Motor kelas medium (daya yang dihasilkan > 5 HP) • Selain itu motor listrik juga dapat dibedakan berdasarkan jenis arus listrik yang digunakan sebagai, yaitu : a. Motor arus searah b. Motor arus bolak-balik satu fasa c. Motor arus bolak-balik tiga fasa
Daya Listrik • Daya listrik merupakan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan kerja atau usaha. Dalam sistem listrik arus bolak-balik, dikenal adanya 3 jenis daya yaitu : 1. Daya Nyata (simbol : S; satuan : VA (Volt Ampere)) 2. Daya Aktif (symbol : P; satuan : W (Watt)) 3. Daya Reaktif (symbol : Q; satuan : VAR (Volt Ampere Reaktif))
Hubungan antara ketiga jenis daya Gambar Segitiga Daya
Daya Reaktif • Daya Reaktif adalah daya yang digunakan untuk pembangkitan fluks magnetik atau medan magnet. Satuannya adalah VAR. Contoh peralatan listrik yang memerlukan daya reaktif adalah motor listrik atau dinamo, trafo, ballast lampu yang konvensional dan peralatan listrik lain yang menggunakan proses induksi listrik lilitan untuk operasinya.
Daya Nyata • Daya nyata (S) dengan satuan VA digunakan untuk perhitungan besarnya daya listrik terpasang dari PLN di rumah pelanggan • dengan satuan VA adalah total perkalian antara arus dan tegangan pada suatu jaringan listrik atau penjumlahan dengan metode trigonometri daya aktif dan reaktif dalam segitiga daya. • Rumus untuk daya nyata adalah perkalian antara arus dan tegangan, yaitu : S=V. I Dimana : S = Daya Nyata (VA) V = Voltage / Tegangan (Volt) I = Arus (Ampere)
Daya Aktif • Daya Aktif adalah daya yang digunakan untuk energi kerja sebenarnya. Daya inilah yang dikonversikan menjadi energi tenaga (mekanik), cahaya atau panas. Satuan daya aktif adalah Watt. Digunakan untuk mengetahui berapa daya listrik yang bisa digunakan untuk peralatan listrik oleh konsumen • hubungan antara daya nyata dan daya aktif dapat dihitung dengan rumus trigonometri sebagai berikut: Cos φ=P/S P=S x Cosφ P=V x I x Cos φ Dimana : P = Daya Aktif (Watt) S = Daya Nyata (VA) Dengan rumus segitiga phytagoras dapat juga dituliskan: S=√(P^2+Q^2 )
• Cosφ adalah perbandingan antara daya aktif (P) dan daya nyata (S) dan dikenal dengan faktor daya listrik (PF : Power Factor). Nilai Cos ϕ yang digunakan PLN adalah sebesar 0. 8. v satuan Watt lebih digunakan untuk menghitung besarnya penggunaan daya listrik pada peralatan dan satuan VA digunakan untuk menghitung kapasitas terpasang instalasi listrik, mulai dari MCB dan penghantarnya.
- Slides: 15