BAB IV PROFESI DAN FROFESIONAL SERTA KODE ETIK

  • Slides: 14
Download presentation
BAB IV PROFESI DAN FROFESIONAL SERTA KODE ETIK H. AMRIN MULIA UN 1

BAB IV PROFESI DAN FROFESIONAL SERTA KODE ETIK H. AMRIN MULIA UN 1

profesi kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani

profesi kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani adalah, yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen". Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik desainer, tenaga pendidik. 2

� Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. � Walaupun begitu, istilah profesional

� Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. � Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya. � 3

1. 2. 3. 4. 5. Memiliki Keahlian dan Ketrampilan Khusus Adanya komitmen moral yang

1. 2. 3. 4. 5. Memiliki Keahlian dan Ketrampilan Khusus Adanya komitmen moral yang tinggi. Seorang Profesional adalah orang yang hidup dari profesinya. Mempunyai tujuan mengabdi untuk masyarakat. Memiliki sertifikasi maupun izin atas profesi yang dimilikinya. 4

1. 2. 3. 4. Lebih mementingkan pelayanan kemanusiaan yang ideal dibandingkan dengan kepentingan pribadi.

1. 2. 3. 4. Lebih mementingkan pelayanan kemanusiaan yang ideal dibandingkan dengan kepentingan pribadi. Seorang pekerja professional, secara aktif memerlukan waktu yang panjang untuk mempelajari konsep-konsep serta prinsip-prinsip pengetahuan khusus yang mendukung keahliannya. Memiliki kualifikasi tertentu untuk memasuki profesi tersebut serta mampu mengikuti perkembangan dalam pertumbuhan jabatan. Memiliki kode etik yang mengatur keanggotaan, tingkah laku, sikap dan cara kerja. 5

5 Membutuhkan suatu kegiatan intelektual yang tinggi. 6 Adanya organisasi yang dapat meningkatkan standar

5 Membutuhkan suatu kegiatan intelektual yang tinggi. 6 Adanya organisasi yang dapat meningkatkan standar pelayanan, disiplin dalam profesi serta kesejahteraan anggotanya. 7 Memberikan kesempatan untuk kemajuan, spesialisasi, dan kemandirian. 8 Memandang profesi suatu karier hidup (alive career) dan menjadi seorang anggota yang permanen. 6

PENGERTIAN PROFESIONAL 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Orang yang mempunyai

PENGERTIAN PROFESIONAL 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu. Memerlukan latihan khusus dengan suatu kurun waktu. Hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu sesuai keahliannya. Memiliki pendidikan khusus, yaitu keahlian dan keterampilan dan memiliki dasar pendidikan dan pelatihan serta pengalaman dalam kurun waktu untuk menunjang keahliannya. Memahami kaidah dan standard moral profesi serta etika profesi dalam bidang pekerjaannya. Berupaya mengutamakan kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. Ada ijin khusus dari instansi yang berwenang untuk menjalankan profesinya. Terorganisir dalam suatu induk organisasi sebagai pengawasnya. 19

 Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.

Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Dalam bekerja, setiap manusia dituntut untuk bisa memiliki profesionalisme karena di dalam profesionalisme tersebut terkandung kepiawaian atau keahlian dalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan, skill, waktu, tenaga, sember daya, serta sebuah strategi pencapaian yang bisa memuaskan semua bagian/elemen 8

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi di

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi di bidang profesinya Memiliki pengetahuan yang luas tentang manusia dan masyarakat, budaya, seni, sejarah dan komunikasi Tanggap terhadap masalah klien, paham terhadap isyu etis serta tata nilai kilen-nya Mampu melakukan pendekatan multidispliner Mampu bekerja sama Bekerja di bawah disiplin etika Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap masyarakat. 9

Kode Etik Profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas

Kode Etik Profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional. 10

1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang

1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan 2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan 3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi 11

1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. 2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.

1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. 2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. 3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. 4. Untuk meningkatkan mutu profesi. 5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. 6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. 7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. 8. Menentukan baku standarnya sendiri. 12

SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK : Sanksi Moral Sanksi terhadap Tuhan YME Sanksi dijatuhkan dari

SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK : Sanksi Moral Sanksi terhadap Tuhan YME Sanksi dijatuhkan dari organisasi yang bersangkutan 44

1. 2. 3. 4. 5. 6. Jelaskan mengapa kode etik sebagai syarat profesionalisme suatu

1. 2. 3. 4. 5. 6. Jelaskan mengapa kode etik sebagai syarat profesionalisme suatu profesi Jelaskan prinsip apa yang mendukung keprosionalismean suatu profesi berikan alasannya Jelaskan mengapa etika bisnis harus dimulai dari level corporate yang terus turun kelevel dibawahnya Jelaskan tiga aspek bisnis dari sudut ekonomi. Hukum dan moral Bedakan etika. Moral. Etiket dan hukum dan budaya Jelaskan alasan suatu bisnis disebut sebagai profesi yang luhur 14