BAB 6 Senyawa Karbon Standar Kompetensi 4 Memahami
BAB 6 Senyawa Karbon Standar Kompetensi 4. Memahami senyawa organik dan reaksinya, benzena dan turunannya, dan makromolekul. Kompetensi Dasar 4. 1 Mendeskripsikan struktur, cara penulisan, tatanama, sifat, dan kegunaan benzena, dan identifikasi senyawa karbon. Indikator • • • Mendeskripsikan alkanol (alkohol). Mendeskripsikan eter (alkoksi alkana). Mendeskripsikan aldehid (alkanal). Mendeskripsikan keton (alkanon). Mendeskripsikan asam karboksilat (alkanoat). Mendeskripsikan ester (alkil alkanoat). Close Next
Daftar Materi Pokok Alkanol (Alkohol) (Halaman 316 – 326) Eter (Alkoksi Alkana) (Halaman 327 – 331) Aldehid (Alkanal) (Halaman 331 – 336) Keton (Alkanon) (Halaman 336 – 341) Asam Karboksilat (Alkanoat) (Halaman 341 – 347) Ester (Alkil Alkanoat) (Halaman 347 – 353) Back Next
A. Alkanol (Alkohol) • Alkanol atau alkohol merupakan senyawa karbon yang mengandung gugus hidroksil (–OH). • Nama alkanol serupa dengan nama alkana, tetapi akhiran “-ana” diganti dengan “-anol”. Back Next
Jenis Alkohol Primer Contoh: etil alkohol = etanol Alkohol Sekunder Alkohol Tersier Contoh: 2 metil- 3 -pentanol 2 metil- 2 -propanol Home Back Next
Tatanama Alkohol Rantai Cabang • Rantai karbon terpanjang merupakan nama alkanolnya, dan harus terdapat gugus –OH pada rantai karbon tersebut. • Untuk alkohol yang memiliki isomer, di depan nama alkohol (alkanol) ditulis bilangan yang menyatakan letak gugus –OH, dan atom C yang mengikat –OH harus memiliki nomor serendah mungkin. • Untuk alkohol yang rantai karbonnya bercabang, maka rantai karbon bercabang harus diberi nomor sedekat mungkin dengan atom C yang mengikat gugus –OH. Contoh: 3 2 1 2 metil- 1 -propanol Home Back Next
Sifat Fisika Alkohol • Suku pertama sampai ketiga (CH 3 OH, C 2 H 5 OH, dan C 3 H 7 OH) dapat larut dengan baik di dalam air dan pada suhu kamar berwujud cairan yang tidak berwarna (bening). • Suku keempat sampai kesembilan (C 4 H 9 OH sampai C 9 H 19 OH) pada suhu kamar berwujud cairan pekat yang sukar larut di dalam air, dan untuk suku selanjutnya berbentuk padat. • Massa jenis alkohol pada suhu kamar sekitar 0, 8 gram/cm 3. • Titik didih dan titik lebur alkohol lebih tinggi dari titik didih dan titik lebur alkana untuk suku yang sama. Home Back Next
Sifat Kimia Alkohol • Alkohol dapat bereaksi dengan logam natrium (Na) dan logam kalium (K) membentuk senyawa alkoholat atau alkoksida, yaitu senyawa-senyawa yang diturunkan dari alkohol dan mengandung atom logam yang terikat pada atom oksigen. Untuk natrium dan kalium, senyawa alkoksida tersebut adalah senyawa alkohol yang atom H pada gugus –OH-nya diganti dengan atom Na atau K. • Alkohol dapat bereaksi dengan senyawa fosfor trihalida membentuk senyawa alkil halida, yaitu senyawa alkohol yang gugus OH-nya diganti oleh atom halogen. • Alkohol dapat dioksidasi oleh oksidator KMn. O 4 dan K 2 Cr 2 O 7. Jika alkohol primer dioksidasi akan dihasilkan alkanal (aldehid), sedangkan apabila alkohol sekunder dioksidasi akan dihasilkan alkanon (keton). Home Back Next
• Alkohol dapat bereaksi dengan asam karboksilat untuk membentuk ester dan prosesnya dinamakan dengan esterifikasi. • Jika alkohol primer dan asam sulfat pekat dipanaskan, maka molekul air (H 2 O) dari alkohol akan tertarik oleh asam sulfat, sehingga akan terbentuk alkena. Home Back Next
B. Eter (Alkoksi Alkana) • Eter merupakan senyawa karbon yang mengandung gugus alkoksi (–O–R). Contoh: CH 3 – O – CH 2 CH 3 metoksi metana = dimetil eter metoksi etana = etil metil eter Home Back Next
Tatanama Eter • Nama alkana dari eter didasarkan pada rantai karbon terpanjang, sedangkan rantai karbon yang lebih pendek dan mengikat –O sebagai gugus fungsi alkoksi. • Rantai karbon terpanjang merupakan nama alkananya dan pada rantai karbon tersebut harus terdapat gugus alkoksi (– O – R). • Penomoran atom C pada rantai karbon terpanjang harus menempatkan atom C yang mengikat gugus alkoksi dengan nomor serendah mungkin. metil isopropil eter Home Back Next
Sifat Fisika Eter • Secara fisis, eter merupakan cairan yang berbau harum (menyengat) dan sukar larut di dalam air. Eter mempunyai titik didih yang lebih rendah dari alkohol untuk suku yang sama. Eter dengan suku rendah mudah menguap. Sifat Kimia Eter • Eter merupakan senyawa yang sukar bereaksi, sehingga banyak digunakan sebagai pelarut. Akan tetapi, eter dapat bereaksi dengan asam halida seperti HI dan HBr untuk membentuk alkohol dan alkil halida. Home Back Next
Isomer Eter dan Alkohol isomer fungsi Home Back Next
C. Aldehid (Alkanal) • Aldehid atau alkanal adalah senyawa karbon yang mengandung gugus –CHO. • Kata aldehid diambil dari bahasa Latin modern “ alcohol dehydrogenatum ”. Hal ini karena aldehid merupakan alkohol yang terhidrogenasi, yaitu alkohol yang dua atom hidrogennya hilang. Home Back Next
Tatanama Aldehid • Komisi tatanama IUPAC menetapkan nama-nama deret homolog aldehid (alkanal) yang sama seperti nama deret homolog alkana, tetapi akhiran “-ana” diganti dengan “-anal”. • Rantai karbon terpanjang merupakan nama alkanalnya dan harus terdapat gugus aldehid (– CHO) pada rantai karbonnya. • Penomoran atom C pada rantai terpanjang harus menempatkan atom C yang mempunyai gugus aldehid (–CHO) dengan nomor serendah mungkin. Contoh: 2, 3 – dimetil butanal Home Back Next
Sifat Fisika Aldehid • Senyawa-senyawa alkanal dapat larut dengan baik di dalam air. Alkanal suku pertama berwujud gas yang tak berwarna dan berbau merangsang, sedangkan suku-suku alkanal lainnya berwujud cair, dimana semakin panjang rantai karbon alkanal tersebut, maka semakin harum senyawa tersebut. Sifat Kimia Aldehid • Aldehid atau alkanal merupakan reduktor, karena mudah teroksidasi membentuk asam karboksilat. • Alkanal atau aldehid dapat menghasilkan alkohol primer, karena dapat direduksi dengan gas H 2. • Alkanal dapat bereaksi dengan PCl 5 membentuk alkil diklorida. Home Back Next
D. Keton (Alkanon) • Keton atau alkanon merupakan kelompok senyawa karbon yang mengan-dung gugus karbonil (– CO – ). Tatanama Keton • Nama-nama alkanon yang sama seperti nama alkana, tetapi akhiran “-ana” diganti dengan “-anon”. Meskipun demikian, nama alkanon dapat juga berupa nama trivial (umum), yaitu dengan menuliskan gugus-gugus alkil yang mengapit gugus karbonil (– CO –) dan diikuti dengan kata “keton”. Home Back Next
• Rantai karbon terpanjang merupakan nama alkanonnya dan harus terdapat gugus karbonil (– CO –) pada rantai karbon tersebut. • Penomoran atom C untuk rantai terpanjang harus menempatkan atom C yang mempunyai gugus karbonil (– CO –) dengan nomor serendah mungkin. Contoh: 3, 3 – dimetil – 2 – butanon Home Back Next
Sifat Fisika Keton • Senyawa-senyawa alkanon dapat larut dalam air, terutama alkanon suku rendah. Pada suhu kamar, suku-suku alkanon rendah berwujud cair, tak berwarna, encer, dan berbau harum. Sementara itu, alkanon suku tinggi berwujud cair atau padat yang sukar larut dalam air. Sifat Kimia Keton • Alkanon dapat direduksi dengan menggunakan gas H 2 membentuk alkohol sekunder. • Alkanon dapat dioksidasi untuk menghasilkan asam karboksilat. • Alkanon tidak bereaksi dengan pereaksi Tollens dan Fehling. • Alkanon merupakan isomer fungsi dari aldehid (alkanal), karena sama-sama mempunyai rumus molekul Cn. H 2 n. O. Home Back Next
Home Back Next
E. Asam Karboksilat (Asam Alkanoat) • Asam karboksilat atau asam alkanoat adalah kelompok senyawa karbon yang mengandung gugus karboksil (– COOH). Tatanama Asam Karboksilat • Komisi tatanama IUPAC menetapkan nama-nama deret homolog asam karboksilat yang sama seperti nama deret homolog alkana, tetapi akhiran “-ana” diganti dengan “-anoat”. Di samping itu, penamaan asam karboksilat dapat juga ditentukan dengan menggunakan nama trivial (umum) berdasarkan sumber alami senyawa tersebut atau diberi nama dengan alkana karboksilat. Home Back Next
Home Back Next
Sifat Fisika Asam Karboksilat • Senyawa asam karboksilat yang bersuku rendah (C 1 s/d C 4) pada suhu kamar berwujud cairan encer yang dapat larut dalam air, sedangkan asam karboksilat yang mempunyai suku lebih tinggi dapat berwujud cairan kental atau padatan dan kurang larut dalam air. Asam karboksilat merupakan senyawa polar yang dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air, sehingga mempunyai titik didih yang tinggi. Sifat Kimia Asam Karboksilat • Asam karboksilat merupakan asam lemah yang dapat terionisasi sebagian di dalam air. Semakin banyak jumlah cabang alkil pada asam karboksilat semakin lemah sifat asam senyawa tersebut. • Asam karboksilat dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air. Home Back Next
• Asam karboksilat dapat bereaksi membentuk garam pada reaksi netralisasi dengan senyawa basa. • Asam karboksilat dapat mengalami reaksi esterifikasi, yaitu reaksi asam karboksilat dengan alkohol untuk membentuk ester. Home Back Next
F. Ester(Alkil Alkanoat) • Ester atau alkil alkanoat merupakan senyawa hidrokarbon yang dianggap sebagai turunan asam karboksilat. Tatanama Ester • Karena senyawa ester merupakan alkil alkanoat, maka aturan penamaan ester sama dengan aturan penamaan senyawa asam alkanoat (karboksilat), tetapi diberi nama alkil yang sesuai dengan jumlah atom C pada gugus alkil tersebut. Home Back Next
Contoh: metil butanoat = metil butirat = metil propana karboksilat isopropil metanoat = isopropil formiat = isopropil hidrogen karboksilat Home Back Next
Sifat Fisika Ester • Pada umumnya, ester mempunyai titik didih dan titik lebur yang lebih rendah dibandingkan asam karboksilat untuk suku yang sama. Sebagai contoh, untuk suku pertama (C 1), asam formiat mempunyai titik didih 101 o, sedangkan metil formiat mempunyai titik didih 32, 3 o. C pada tekanan normal. • Ester lebih mudah menguap dibandingkan dengan asam karboksilat atau alkohol, dan senyawa-senyawa ester berbau harum serta sedikit larut di dalam air. Home Back Next
Sifat Kimia Ester • Ester tidak bereaksi dengan logam natrium maupun dengan senyawa PCl 3. • Ester dapat direduksi menjadi alkohol. • Ester dapat mengalami hidrolisis yang membentuk reaksi kesetimbangan. • Ester dapat bereaksi dengan basa untuk membentuk alkohol dan garam karboksilat. Reaksi tersebut disebut reaksi penyabunan. • Ester merupakan isomer fungsi dari asam karboksilat, karena keduanya mempunyai rumus molekul yang sama, yaitu Cn. H 2 n. O 2. Home Back Next
- Slides: 27