BAB 18 PENGENDALIAN 1 2 3 4 ARTI

  • Slides: 31
Download presentation
BAB 18 PENGENDALIAN 1. 2. 3. 4. ARTI PENGENDALIAN TIPE-TIPE PENGENDALIAN METODE-METODE PENGAWASAN PERLAWANAN

BAB 18 PENGENDALIAN 1. 2. 3. 4. ARTI PENGENDALIAN TIPE-TIPE PENGENDALIAN METODE-METODE PENGAWASAN PERLAWANAN TERHADAP PENGENDALIAN

ARTI PENGENDALIAN Adalah usaha sistematik untuk: a. Menetapkan standar prestasi tertentu dengan merencanakan mendesain

ARTI PENGENDALIAN Adalah usaha sistematik untuk: a. Menetapkan standar prestasi tertentu dengan merencanakan mendesain sistem umpan balik informasi b. Membandingkan prestasi yang sesungguhnya dengan standar prestasi c. Menentukan apakah terjadi penyimpangan dan mengukur apakah penyimpangan itu berarti (signifikan), dan d. Melakukan perbaikan yang diperlukan untuk memastikan bahwa semua sumberdaya perusahaan digunakan dengan cara yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi.

Proses Pengendalian Menerapkan standard prestasi dan metode pengukuran prestasi Mengukur Prestasi Apakah Prestasi sesuai

Proses Pengendalian Menerapkan standard prestasi dan metode pengukuran prestasi Mengukur Prestasi Apakah Prestasi sesuai dengan standard? Ya Tidak ada perubahan Tidak Melakukan perbaikan atau Mengevaluasi standard prestasi dan pengukurannya

TIPE-TIPE PENGENDALIAN 1. 2. 3. Pengawasan Pendahuluan (Feedforward Control atau Steering Control) Pengendalian Concurrent

TIPE-TIPE PENGENDALIAN 1. 2. 3. Pengawasan Pendahuluan (Feedforward Control atau Steering Control) Pengendalian Concurrent atau Pengendalian Yes/No Pengendalian Umpan Balik (Post. Action Control).

Pengawasan Pendahuluan (Feedforward Control atau Steering Control) Pengawasan ini didesain untuk mendeteksi penyimpangan dari

Pengawasan Pendahuluan (Feedforward Control atau Steering Control) Pengawasan ini didesain untuk mendeteksi penyimpangan dari standard tertentu dan memungkinkan perbaikan dilakukan sebelum seluruh tahap kegiatan tertentu diselesaikan. Pengendalian semacam ini memerlukan informasi yang akurat dan tepat waktu mengenai perubahan-perubahan dalam lingkungan dalam mencapai kemajuan tertentu. Pengendalian Concurrent (Yes/No) Dilakukan selama kegiatan masih berlangsung. Tipe ini merupakan pengendalian dimana suatu kegiatan akan terus dilanjutkan atau tidak apabila ada persetujuan atau ada kondisi tertentu yang harus dipenuhi.

Pengendalian Umpan Balik (Post-Action Control) Dengan mengevaluasi hasil-hasil yang telah terjadi setelah suatu kegiatan

Pengendalian Umpan Balik (Post-Action Control) Dengan mengevaluasi hasil-hasil yang telah terjadi setelah suatu kegiatan selesai. Penyebab-penyebab penyimpangan kemudian ditentukan, dan kemudian penyebab-penyebab tersebut dapat digunakan untuk perencanaan dimasa mendatang untuk kegiatan yang serupa.

METODE-METODE PENGAWASAN 1. 2. Pengawasan Non-Kuantitatif Pengawasan Kuantitatif.

METODE-METODE PENGAWASAN 1. 2. Pengawasan Non-Kuantitatif Pengawasan Kuantitatif.

Pengawasan Non-Kuantitatif Pengawasan tidak melibatkan angka-angka dan dapat digunakan untuk mengawasi prestasi organisasi secara

Pengawasan Non-Kuantitatif Pengawasan tidak melibatkan angka-angka dan dapat digunakan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. Teknik-teknik yang sering digunakan adalah: 1. Pengamatan (pengendalian dengan observasi) 2. Inspeksi teratur dan langsung 3. Laporan lisan dan tertulis 4. Evaluasi pelaksanaan 5. Diskusi antara manajer dengan bawahan tentang pelaksanaan suatu kegiatan 6. Management by Exeption (MBE). Dengan memperhatikan perbedaan yang signifikan antara rencana dan realisasi.

Pengawasan Kuantifatif Pengawasan melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi. Beberapa teknik yang dipakai adalah:

Pengawasan Kuantifatif Pengawasan melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi. Beberapa teknik yang dipakai adalah: 1. Anggaran 2. Audit 3. Analisis break-even 4. Analisis rasio 5. Beberapa bagan dan teknik perencanaan seperti bagan Gant (Gant Chart), PERT (Program Evaluation and Review Technique), dan CPM (Critical Path Method).

PERLAWANAN TERHADAP PENGENDALIAN Beberapa alasan yang menyebabkan sistem pengendalian ditolak: a. Pengendalian yang berlebihan

PERLAWANAN TERHADAP PENGENDALIAN Beberapa alasan yang menyebabkan sistem pengendalian ditolak: a. Pengendalian yang berlebihan (overcontrol) b. Fokus yang tidak tepat: c. Balasan Posotif untuk Ketidakefesienan d. Pertanggungjawaban

Beberapa cara untuk mengatasi perlawanan terhadap pengendalian: a. Menciptakan sistem pengendalian yang efektif b.

Beberapa cara untuk mengatasi perlawanan terhadap pengendalian: a. Menciptakan sistem pengendalian yang efektif b. Mendorong pertisipasi c. Menggunakan Management By Obyektives (MBO) d. Menggunakan sistem cek silang.

BAB 19 PENGENDALIAN KEUANGAN 1. 2. 3. 4. LAPORAN KEUANGAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PENGANGGARAN

BAB 19 PENGENDALIAN KEUANGAN 1. 2. 3. 4. LAPORAN KEUANGAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PENGANGGARAN PEMERIKSAAN KEUANGAN (AUDIT).

LAPORAN KEUANGAN 1. 2. 3. Neraca Laporan Laba-Rugi Laporan Aliran Kas.

LAPORAN KEUANGAN 1. 2. 3. Neraca Laporan Laba-Rugi Laporan Aliran Kas.

Neraca Menggambarkan kondisi keuangan suatu organisasi pada suatu waktu tertentu (snapshot), yang meliputi aktiva

Neraca Menggambarkan kondisi keuangan suatu organisasi pada suatu waktu tertentu (snapshot), yang meliputi aktiva atau asset (sumberdaya) organisasi dan klaim (liabilities) atas asset tersebut. Klaim merupakan sumber dana, sementara asset merupakan bukti bagaimana sumber dana tersebut digunakan. Asset terletak di sebelah kiri neraca, sementara klaim terletak di sebelah kanan neraca. Laporan Laba-Rugi Meringkaskan hasil dari kegiatan perusahaan selama periode tertentu, mencakup aktivitas rutin atau operasional, termasuk aktivitas yang tidak rutin. Laporan laba-rugi diharapkan memberikan informasi mengenai tingkat keuntungan, risiko, fleksibilitas keuangan, dan kemampuan operasional perusahaan.

Laporan Aliran Kas Memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu.

Laporan Aliran Kas Memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu. Laporan diharapkan memberikan informasi mengenai likuiditas perusahaan, fleksibilitas keuangan, kemampuan operasional perusahaan.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Ada lima kelompok Rasio analisis keuangan: 1. Rasio Likuiditas: untuk mengukur

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Ada lima kelompok Rasio analisis keuangan: 1. Rasio Likuiditas: untuk mengukur kemampuan organisasi memenuhi kewajiban jangka pendeknya, yaitu kewajiban yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang 2. Rasio Solvabilitas: mengukur kemampuan organisasi memenuhi kewajiban jangka panjangnya, yaitu kewajiban yang jatuh tempo lebih dari satu tahun 3. Rasio Aktivitas: mengukur efektivitas penggunaan sumberdaya oleh organisasi, seperti piutang, aktiva tetap, atau aktiva total. Semakin tinggi rasio semakin efektif organisasi menggunakan asset

4. 5. Rasio Profitabilitas: mengukur kemampuan organisasi menghasilkan profit (keuntungan) berdasar asset, modal saham

4. 5. Rasio Profitabilitas: mengukur kemampuan organisasi menghasilkan profit (keuntungan) berdasar asset, modal saham atau faktor lainnya Rasio Pasar: relevan untuk perusahaan go-public, dengan melibatkan harga pasar.

PENGANGGARAN 1. 2. 3. 4. 5. Pengendalian Anggaran dan Pusat Pertanggungjawaban Tipe Anggaran Fleksibel

PENGANGGARAN 1. 2. 3. 4. 5. Pengendalian Anggaran dan Pusat Pertanggungjawaban Tipe Anggaran Fleksibel dan Anggaran Tetap Anggaran Berbasis Nol (Zero-Base. Budgeting) Proses Penganggaran

PENGANGGARAN Adalah proses perencanaan aktivitas selama jangka waktu tertentu, yang dinyatakan dalam angka. Beberapa

PENGANGGARAN Adalah proses perencanaan aktivitas selama jangka waktu tertentu, yang dinyatakan dalam angka. Beberapa fungsi anggaran: a. sebagai alat koordinasi b. sebagai standar c. sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas, dan d. sebagai alat evaluasi prestasi.

Pengendalian Anggaran dan Pusat Pertanggungjawaban Pengendalian harus mempu mengidentifikasikan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Manajer

Pengendalian Anggaran dan Pusat Pertanggungjawaban Pengendalian harus mempu mengidentifikasikan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Manajer bertanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan bagiannya, dan manajer dievaluasi berdasarkan pertanggungjawaban tersebut.

Tipe Anggaran 1. 2. Anggaran Operasional: merupakan rencana kegiatan operasi organisasi, melibatkan unit satuan

Tipe Anggaran 1. 2. Anggaran Operasional: merupakan rencana kegiatan operasi organisasi, melibatkan unit satuan bahan dan angka biaya Anggaran Keuangan: merupakan rencana detail penggunaan dana dan sumbernya. Anggaran keuangan mengintegrasikan rencana keuangan dengan rencana operasional. Memungkinkan organisasi mengantisipasi tindakan yang diperlukan jika suatu alternatif dilakukan, dan melihat kondisi keuangan di masa mendatang.

Anggaran Fleksibel dan Anggaran Tetap Dalam perencanaan anggaran, ada tiga jenis biaya yang harus

Anggaran Fleksibel dan Anggaran Tetap Dalam perencanaan anggaran, ada tiga jenis biaya yang harus diperhitungkan: 1. Biaya Tetap: biaya yang tidak terpengaruh oleh kegiatan atau volume produksi perusahaan, seperti gaji bulanan, asuransi 2. Biaya Variabel: biaya yang berubah secara proporsional sesuai dengan kegiatan perusahaan, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja langsung 3. Biaya Semi-Variabel: biaya yang berubah sesuai dengan kegiatan perusahaan, tetapi perubahannya tidak proporsional, seperti biaya pemasaran.

Anggaran Berbasis Nol (Zero-Base-Budgeting) Dipelopori oleh Texas Instruments pada tahun 1070 an, kemudian digunakan

Anggaran Berbasis Nol (Zero-Base-Budgeting) Dipelopori oleh Texas Instruments pada tahun 1070 an, kemudian digunakan oleh Presiden Jimmy Carter untuk pemerintahan pusat. Dalam Zero-base budgeting anggaran dimulai dari situasi nol setiap tahun, seolah-olah baru pertama kali membuat anggaran. Kemudian setiap aktivitas yang masuk ke dalam anggaran harus “dijustifikasi” atau diberi pembenaran.

Tiga langkah dalam metode Zero-base budgeting: 1. Memecah kegiatan ke dalam paket keputusan, yang

Tiga langkah dalam metode Zero-base budgeting: 1. Memecah kegiatan ke dalam paket keputusan, yang merupakan kegiatan dengan manfaat dan biaya apabila aktivitas tersebut disetujui atau tidak 2. Mengevaluasi aktivitas-aktivitas, dan kemudian merangking aktivitas tersebut berdasarkan sumbangannya terhadap organisasi, mulai dari yang paling penting sampai yang paling tidak penting 3. Mengalokasikan sumberdaya berdasarkan rangking manfaat. Ranking tertinggi memperoleh dana penuh, sementara rangking terendah memperoleh dana tidak penuh. Zero-base budgeting bermanfaat untuk memaksa manajer mengevaluasi manfaat suatu aktivitas, mengevaluasi prioritas, dan hasilnya membuat anggaran lebih efisien.

Proses Penganggaran Dapat dimulai dari atas ke bawah, atau sebaliknya dari bawah ke atas.

Proses Penganggaran Dapat dimulai dari atas ke bawah, atau sebaliknya dari bawah ke atas. Pendekatan dari bawah ke atas mulai popular karena beberapa manfaat: 1. Manajer bawah megetahui situasi operasional dengan lebih baik 2. Motivasi dapat meningkat dengan pendekatan tersebut 3. Semangat kerja akan makin tinggi.

PEMERIKSAAN KEUANGAN (AUDIT) 1. 2. 3. Pemeriksaan Keuangan Eksternal Pemeriksaan Keuangan Internal Perbedaan antar

PEMERIKSAAN KEUANGAN (AUDIT) 1. 2. 3. Pemeriksaan Keuangan Eksternal Pemeriksaan Keuangan Internal Perbedaan antar Akuntansi Internal dan Eksternal.

PEMERIKSAAN KEUANGAN (AUDIT) Bermanfaat sebagai validasi pencatatan keuangan sampai pada pengambilan keputusan.

PEMERIKSAAN KEUANGAN (AUDIT) Bermanfaat sebagai validasi pencatatan keuangan sampai pada pengambilan keputusan.

Pemeriksaan Keuangan Eksternal Merupakan proses verifikasi pencatatan keuangan (laporan keuangan) untuk menentukan apakah laporan

Pemeriksaan Keuangan Eksternal Merupakan proses verifikasi pencatatan keuangan (laporan keuangan) untuk menentukan apakah laporan keuangan sudah disusun sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Sehingga laporan keuangan diharapkan tidak memberi informasi yang menyesatkan (misleading). Pemeriksaan dilakukan oleh akuntan publik yang Pemeriksaan dilakukan oleh mempunyai lisensi.

Pemerikasaan Keuangan Internal Dilakukan oleh akuntan internal dengan tujuan menjamin sumberdaya organisasi digunakan dengan

Pemerikasaan Keuangan Internal Dilakukan oleh akuntan internal dengan tujuan menjamin sumberdaya organisasi digunakan dengan efektif. Membantu manajemen mengevaluasi efisiensi dan efektivitas organisasi serta mengevaluasi pelaporan keuangan perusahaan. Pemeriksaan internal berfokus pada kebutuhan internal yaitu manajemen. Pemeriksaan dilakukan oleh akuntan perusahaan atau akuntan luar yang disewa.

Perbedaan antara Akuntansi Internal dan Eksternal Perbedaan Akuntansi Keuangan yang menjadi basis pemeriksaan keuangan

Perbedaan antara Akuntansi Internal dan Eksternal Perbedaan Akuntansi Keuangan yang menjadi basis pemeriksaan keuangan eksternal, dengan Akuntansi Manajemen yang menjadi basis pemeriksaan keuangan internal.

Perbedaan antara Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manajemen 1. Sumber Wewenang 2. Orientasi waktu 3.

Perbedaan antara Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manajemen 1. Sumber Wewenang 2. Orientasi waktu 3. Cakupan 4. Tipe informasi 5. Bentuk pelaporan 6. Fokus pengambilan keputusan Akuntansi Keuangan Akuntansi Manajemen 1. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 2. Sebagian besar masa lalu 3. Terutama total Prsh 4. Terutama kuantitatif 5. Ditentukan oleh SAK 6. Eksternal 1. Kebutuhan internal 2. Sekarang dan masa mendatang 3. Departemen, individu, divisi, dan total perusahaan 4. Kualitatif dan kuantitatif 5. Tergantung keputusan yang akan diambil 6. Internal