Bab 1 Pengertian Dasar Manajemen dan Koperasi Rita

  • Slides: 27
Download presentation
Bab 1 Pengertian Dasar: Manajemen dan Koperasi Rita Tri Yusnita

Bab 1 Pengertian Dasar: Manajemen dan Koperasi Rita Tri Yusnita

Pengertian Manajemen �Proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumberdaya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi

Pengertian Manajemen �Proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumberdaya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan (James A. F. Stoner)

Fungsi Manajemen (PO 3 C) (Hendry Fayol) 1. 2. 3. 4. 5. Perencanaan (Planning)

Fungsi Manajemen (PO 3 C) (Hendry Fayol) 1. 2. 3. 4. 5. Perencanaan (Planning) berupa penentuan langkah-langkah yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuannya. Pengorganisasian (Organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana. Memerintah (Commanding) dengan memberi arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya. Pengendalian (Controlling) dengan memantau kegiatan dan rencana untuk membuktikan apakah rencana itu sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Fungsi Manajemen (POAC) (Geroge Terry) Perencanaan (planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan

Fungsi Manajemen (POAC) (Geroge Terry) Perencanaan (planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksuud untuk mencapai tujuan. � Pengorganisasian (organization) yaitu sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan. � Penggerakan (actuating) yaitu untuk menggerakan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing serta menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa memcapai tujuan. � Pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana. �

Proses Manajemen P Sumber Daya Manusia Sumber Daya Keuangan Sumber Daya Fisik Sumber Daya

Proses Manajemen P Sumber Daya Manusia Sumber Daya Keuangan Sumber Daya Fisik Sumber Daya Informasi O A C S A R A N

Manajemen Koperasi �Suatu proses manajemen yang diselenggarakan oleh orang-orang yang diberi wewenang dan tanggung

Manajemen Koperasi �Suatu proses manajemen yang diselenggarakan oleh orang-orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk mengelola koperasi, nilai-nilai dan prinsip koperasi, serta kekayaannya untuk mencapai tujuannya (Peter Davis)

Manajemen Koperasi �Kegiatan profesional yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggungjawab, dengan mengerahkan segala kemampuan

Manajemen Koperasi �Kegiatan profesional yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggungjawab, dengan mengerahkan segala kemampuan kepemimpinannya dan memilih kebijakan untuk mengembangkan koperasi dalam mencapai tujuan-tujuannya, berdasarkan nilai dan prinsip koperasi.

Pengertian Koperasi � Undang-Undang RI No. 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN � Koperasi adalah

Pengertian Koperasi � Undang-Undang RI No. 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN � Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi.

Pengertian Koperasi �Menurut UU No. 25 tahun 1992 Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan

Pengertian Koperasi �Menurut UU No. 25 tahun 1992 Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

�Koperasi Primer adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang perseorangan. �Koperasi Sekunder adalah

�Koperasi Primer adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang perseorangan. �Koperasi Sekunder adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan badan hukum Koperasi.

LANDASAN dan ASAS KOPERASI �Dalam Undang-Undang RI No. 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN �Pasal

LANDASAN dan ASAS KOPERASI �Dalam Undang-Undang RI No. 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN �Pasal 2 Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. �Pasal 3 Koperasi berdasar atas asas kekeluargaan.

Tujuan Koperasi �Pasal 4 �Koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan Anggota pada khususnya dan masyarakat pada

Tujuan Koperasi �Pasal 4 �Koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan Anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tatanan perekonomian nasional yang demokratis dan berkeadilan.

Pokok Pikiran Pengertian Koperasi �Koperasi adalah suatu perkumpulan yang didirikan oleh orang 2 yg

Pokok Pikiran Pengertian Koperasi �Koperasi adalah suatu perkumpulan yang didirikan oleh orang 2 yg memiliki kemampuan ekonomi terbatas, yg bertujuan utk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka. �Bentuk kerja sama dalam koperasi bersifat sukarela �Masing 2 anggota koperasi memiliki hak dan kewajiban yang sama

Pokok Pikiran Pengertian Koperasi (lanjutan) �Masing 2 anggota koperasi berkewajiban untuk mengembangkan serta mengawasi

Pokok Pikiran Pengertian Koperasi (lanjutan) �Masing 2 anggota koperasi berkewajiban untuk mengembangkan serta mengawasi jalannya usaha koperasi �Risiko dan keuntungan usaha koperasi ditanggung dan dibagi secara adil

Karakteristik Koperasi �Berbeda dengan badan usaha komersial pada umumnya, koperasi memiliki karakteristik tersendiri, yaitu:

Karakteristik Koperasi �Berbeda dengan badan usaha komersial pada umumnya, koperasi memiliki karakteristik tersendiri, yaitu: Koperasi dimiliki oleh anggota yang bergabung atas dasar sedikitnya satu kepentingan ekonomi yang sama Koperasi didirikan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai percaya diri untuk menolong serta bertanggung jawab kepada diri sendiri, kesetiakawanan, keadilan, persamaan, dan demokrasi. Selain itu percaya pada nilai 2 etika kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial, & kepedulian terhadap orang lain.

Karakteristik Koperasi (lanjutan) Koperasi didirikan, dimodali, dibiayai, diatur dan diawasi, serta dimanfaatkan sendiri oleh

Karakteristik Koperasi (lanjutan) Koperasi didirikan, dimodali, dibiayai, diatur dan diawasi, serta dimanfaatkan sendiri oleh anggota. Tugas Pokok badan usaha koperasi adalah menunjang kepentingan ekonomi anggotanya dalam rangka menunjang kesejahteraan anggota Jika terdapat kelebihan kemampuan pelayanan koperasi kepada anggotanya, maka kelebihan tsb. dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bukan anggota koperasi.

Jenis Koperasi �Koperasi Simpan Pinjam Yaitu koperasi yg bergerak di bidang pemupukan simpanan dana

Jenis Koperasi �Koperasi Simpan Pinjam Yaitu koperasi yg bergerak di bidang pemupukan simpanan dana dari para anggotanya, untuk kemudian dipinjamkan kembali kepada para anggota yg memerlukan bantuan dana. Kegiatan utama koperasi simpan pinjam adalah menyediakan jasa penyimpanan dan peminjaman dana kepada anggota koperasi.

Jenis Koperasi (lanjutan) �Koperasi Konsumen Yaitu koperasi yang anggotanya terdiri dari para konsumen akhir

Jenis Koperasi (lanjutan) �Koperasi Konsumen Yaitu koperasi yang anggotanya terdiri dari para konsumen akhir atau pemakai barang atau jasa. Kegiatan utamanya melakukan pembelian bersama. Jenis barang atau jasa yang dilayani koperasi konsumen sangat tergantung pada latar belakang kebutuhan anggota yang akan dipenuhi. Contoh: koperasi yang mengelola toserba, mini market, dsb.

Jenis Koperasi (lanjutan) �Koperasi Pemasaran Yaitu koperasi yang anggotanya terdiri dari para produsen atau

Jenis Koperasi (lanjutan) �Koperasi Pemasaran Yaitu koperasi yang anggotanya terdiri dari para produsen atau pemilik barang atau penyedia jasa. Dibentuk utk membantu para anggotanya memasarkan barang-barang yg mereka hasilkan. Keikutsertaan anggota sebatas memasarkan produk yang dibuatnya

Jenis Koperasi (lanjutan) �Koperasi Produsen Koperasi yg para anggotanya tidak memiliki badan usaha sendiri

Jenis Koperasi (lanjutan) �Koperasi Produsen Koperasi yg para anggotanya tidak memiliki badan usaha sendiri tapi bekerja sama dalam wadah koperasi untuk menghasilkan dan memasarkan barang atau jasa. Kegiatan utamanya menyediakan, mengoperasikan dan mengelola sarana produksi bersama. Menyatukan kemampuan dan modal para anggota utk menghasilkan barang/jasa tertentu.

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi No. 1 Aspek Perbedaan

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi No. 1 Aspek Perbedaan Badan Usaha Koperasi Badan Usaha Non Koperasi Sifat Merupakan badan Pada dasarnya Kelembagaan usaha sekaligus sbg murni bisnis gerakan ekonomi Merupakan rakyat yg berwatak kumpulan modal sosial Merupakan kumpulan orang bukan kumpulan modal

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi 2 tidak berorientasi pada

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi 2 tidak berorientasi pada laba Pada dasarnya Tujuan tetapi memajukan berorientasi pada laba Pendirian kesejahteraan ekonomi dengan cara memenuhi anggota khususnya dan kebutuhan konsumen masyarakat pada umumnya tidak ada kewajiban ikut membangun tatanan untuk turut membangun perekonomian nasional tatanan perekonomian dalam rangka mewujudkan nasional dlm rangka masyarakat yang maju, adil, mewujudkan masy. yg makmur berlandaskan maju, adil, makmur Pancasila dan UUD 1945 berlandaskan Pancasila dan UUD 1945

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi 3 Keanggotaan bersifat sukarela

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi 3 Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi (dual identity) Keanggotaan koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha koperasi Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindahtangankan Kepemilikan pada dasarnya tertutup, kecuali pemilik lama menyetujui untuk menerima pemilik baru Pemilik pada dasarnya bukan konsumen perusahaannya Kepemilikan perusahaan tdk didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha perusahaan Status kepemilikan dapat dipindahtangankan dengan cara menjual bagian modalnya kepada pihak lain

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi 4 5 Kontribusi Anggota

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi 4 5 Kontribusi Anggota koperasi Jumlahnya Permodalan mempunyai tergantung dari kewajiban yang sama kesempatan dan untuk turut kesediaan pemilik menyumbang dalam permodalan koperasi Lapangan usaha lapangan usaha Usaha koperasi berkaitan perusahaan tidak Koperasi langsung dengan berkaitan langsung kebutuhan ekonomi dengan kebutuhan anggota ekonomi pemilik

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi 6 Pengelolaan Koperasi dikelola

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi 6 Pengelolaan Koperasi dikelola Pengelolaanbiasanya secara demokratis, dilaksanakan oleh dimana para manajer profesional anggotanya memiliki yang diangkat dan hak dan kewajiban diberhentikan oleh yang sama dalam pemilik pengelolaan koperasi Kekuasaan tertinggi ada pemilik ada pada Rapat modal mayoritas Anggota

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi 7 Sisa Hasil setelah

Perbedaan Antara Badan Usaha Koperasi dg Badan Usaha Non Koperasi 7 Sisa Hasil setelah dikurangi cadangan, tidak ada keharusan Usaha dibagikan kepada anggota serta untuk membentuk digunakan untuk keperluan cadangan (kecuali jenis pendidikan perkoperasian dan usaha tertentu seperti keperluan lain koperasi, sesuai perbankan) dan dengan keputusan Rapat pembagian di luar Anggota kepentingan pemilik Pembagian SHU kepada Laba (profit) dibagikan anggota dilakukan secara adil kepada pemilik sesuai sebanding dengan besarnya proporsi besarnya modal jasa usaha masing-masing perusahaan yang anggota dengan pemberian dimilikinya. balas jasa yang terbatas terhadap modal

Terimakasih

Terimakasih