ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN MENIERE DISEASE STIKES BANYUWANGI
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN MENIERE DISEASE STIKES BANYUWANGI 2016 1
INTRODUCTION Penyakit meniere dinamakan sesuai nama seorang dokter perancis, Prosper Meniere tahun 1861 Pertama kali menjelaskan adanya Trias gejala ( vertigo tak tertahankan episodik, tinitus dan kehilangan pendengaran sensorineural berfluktuasi) Bukan penyakit system saraf pusat Etiologi tidak diketahui
Penyakit Meniere adalah gangguan fungsi telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan kerusakan pendengaran dan gejala vestibular. Serangan khas yang dialami adalah sensasi awal dari rasa penuh ditelinga, penurunan pendengaran, dan tinitus, diikuti dengan vertigo rotasional, ketidakseimbangan posisi tubuh, nistagmus, mual, dan muntah setelah beberapa menit. Ketidakseimbangan yang parah ini (vertigo) menetap sekitar 30 menit sampai 24 jam.
FAKTOR PENCETUS Otitis media Alergi ISPA Kehamilan Kelelahan Alkohol Menstruasi Perubahan tekanan barometer 9. Stimulus visual yang bisa menimbulkan nistagmus 10. Trauma 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. GAMBARAN KLINIS Vertigo episodik Pendengaran nada frek. rendah menurun, fluktuatif dan progresif Tinitus Rasa penuh dan tertekan di telinga
ETIOLOGI -Penyebab pasti belum jelas -Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit: 1. Familial : 5 -20% mempunyai keluarga dengan gejala yang sama 2. Faktor geografis/etnis : banyak terdapat di Eropa utara dan Amerika utara 3. Anomali dan malformasi fisik 4. Genetik, akibat mutasi gen 5. Autoimun 6. Otosklerosis 7. Gangguan vaskularisasi telinga dalam, terutama stria vaskularis 8. Gangguan regulasi otonom sistem endolymph 9. Alergi lokal telinga dalam, menyebabkan edema dan gangguan kontrol otonom
Beberapa Teori Adanya pengaruh neurokimia dan hormonal abnormal ke pada aliran darah menuju ke labirin Gangguan cairan dan elektrolit dalam cairan labirin Reaksi alergi Gangguan autoimun Adanya gangguan mikrovaskular ditelinga dalam shg terjadi peningkatan diatas normal metabolit (glukosa, insulin, trigliserida dan kolesterol dalam darah)
Lanjutan………. . Guidelines of The American Academy of Otolaryngology. Head & Neck Surgery (AAO-HNS), ditandai 4 gejala: 1. Vertigo: rasa berputar, episodik, derajad ringan sampai berat, rotasional, dengan durasi minimal 20 menit setiap episode serangan, tidak pernah lebih dari 24 jam 2. Pendengaran menurun: berfluktuasi, tuli sensoris frek. Rendah yang memberat saat serangan, dan semakin lama semakin memberat 3. Tinitus: khas seperti dering bernada rendah atau roaring noise di telinga 4. Rasa penuh di dalam telinga
Lanjutan…………. . Secara bertahap, gejala yang parah mereda, dan pasien umumnya rawat jalan Beberapa sensasi dari ketidakseimbangan posisi tubuh berlangsung selama beberapa hari atau minggu, dan lalu keseimbangan normal kembali. Selama waktu penyembuhan, pendengaran berangsur-angsur kembali. Pendengaran mungkin dapat kembali ke pra serangan atau mungkin ada sisa gangguan pendengaran sensorineural permanen Paling sering pada frekuensi yang lebih rendah.
Oleh karena itu, dapat didalilkan suatu hubungan sebab akibat antara anatomi yang terbatas dalam tulang temporal dan malabsorpsi dari endolymph. Gejala klinis penyakit Meniere seharusnya menjelaskan untuk semua gejala, termasuk serangan cepat atau memanjang dari vertigo, ketidak seimbangan, vertigo posisional selama dan antara serangan, kehilangan pendengaran sensorineural fluktuatif secara progresif, tinitus, aura, ketidakmampuan untuk mentoleransi kebisingan, dan displakusis. Tes diagnostik yang berguna untuk penyakit Meniere meliputi audiogram dan ENG.
PATOFISIOLOGI 1. Infeksi virus pada telinga dalam 2. Endolymphatic hydrops 3. Peningkatan tekanan telinga 4. Fluktuasi tekanan endolymph 5. Peningkatan tekanan endolymph 6. Disfungsi produksi dan absorbsi endolymph
Pemeriksaan Penunjang Audiogram menampilkan kehilangan pendengaran sensorineural ipsilateral melibatkan frekuensi yang rendah. ENG menunjukkan kelemahan vestibular unilateral pada tes kalori, sekali lagi melibatkan gejala simptomatik telinga berupa tekanan, penurunan pendengaran, dan tititus. Electrocochleography berguna pada kasus-kasus yang tidak jelas. Temuan potensi summating yang bertambah pada telinga yang dicurigai adalah diagnostik dari hidrops endolimfatik. Brainstem-evoked acoustic response (BEAR) harus dilakukan pada pasien dengan temuan penyakit retrokoklear pada audiometri rutin, mencari kelainan patologis dari saraf koklear dan batang otak. Jika BEAR positif, MRI dengan pemakaian intravena gadolinium harus dilakukan untuk menilai kelainan patologi sistem saraf pusat atau schwannoma saraf kedelapan.
Penatalaksanaan Pengobatan pada fase remisi bertujuan mengurangi frekuensi serangan dan melindungi pendengaran tanpa mengganggu tinitus. Derivat histamin betahistin telah dianjurkan sebagai obat pilihan pertama.
Lanjutan……. . Selain terapi farmakologis, banyak pasien dengan penyakit Meniere memerlukan dukungan psikologis untuk membantu mereka mengatasi rasa frustrasi dan perubahan yang ditimbulkan oleh kondisi kesehatan mereka. Karena tingkat keparahan atau frekuensi serangan menjadi lebih tinggi meskipun telah diberikan terapi medis maksimal, akan menjadi kandidat untuk dilakukan intervensi bedah. Hanya sekitar 1%-3% dari pasien akhirnya memerlukan pembedahan,
Lanjutan…. . Sacculotomy telah diusulkan oleh berbagai pihak berwenang sebagai metode menghilangkan tekanan penumpukan di ruang endolimfatik. Keuntungannya adalah kemudahan kinerja, kegunaan pada pasien dewasa tua sebagai prosedur pertama dilakukan dengan anestesi lokal, dan sedikit resiko selain gangguan pendengaran. Pengobatan intratimpani dengan antibiotik ototoksik seperti gentamicin sulfat, ditanamkan melalui tabung plastik, disisipkan di belakang annulus secara transmeatal, jelas mampu membuat kerusakan selektif di epitelium sekretorik (dan dengan demikian meningkatkan hidrops endolimfatik) sebelum secara signifikan mempengaruhi fungsi vestibular dan koklea.
Lanjutan…. . Pengobatan paling sukses adalah irisan saraf vestibular. Prosedur ditujukan untuk individu yang pendengarannya berfungsi baik tetapi pada pemberian maksimal terapi medis telah gagal mengendalikan vertigo. Tingkat keberhasilan berkisar antara 90%-95% Teknik terbaru USG memiliki keuntungan lebih dibandingkan operasi terbuka, pada ablasi parsial dari fungsi vestibular (dengan pengawasan pendengaran) dapat dilakukan tanpa mengenai labirin.
Lanjutan…… Pada pasien dengan gangguan pendengaran, prosedur destruktif juga mungkin dilakukan, seperti transmeatal, transmastoid, atau translabirintektomi. Tingkat keberhasilan 95%. Latihan vestibular tidak tepat pada pasien Meniere kecuali mereka memiliki kehilangan permanen fungsi vestibular. Latihan vestibular dirancang untuk menginduksi perubahan jangka panjang dalam sistem yang masih tersisa atau untuk mendorong substitusi dari strategi lain untuk mengkompensasi hilangnya fungsi vestibular.
Lanjutan…. . Pada penyakit Meniere, disfungsi vestibular bersifat episodik dan diantara episode, sistem akan kembali ke fungsi normal. Beberapa pasien mengalami kehilangan fungsi vestibular pada tahap akhir penyakit, dan untuk pasien ini rehabilitasi vestibular mungkin tepat. Latihan vestibular juga bermanfaat pada pasien dengan destruksi bedah telinga dalam.
DIAGNOSIS PROBABLE 1. Satu episode vertigo definitif 2. Audiometri: tuli sensoris minimal satu kali 3. Tinitus atau rasa penuh di telinga yang sakit 4. Penyebab vertigo lain dapat disingkirkan DEFINITE 1. Minimal 2 episode vertigo definitif durasi min 20 menit 2. Audiometri: tuli sensoris minimal satu kali 3. Tinitus atau rasa penuh ditelinga 4. Penyebab vertigo lain dapat disingkirkan CERTAIN Memenuhi kriteria definite ditambah dengan konfirmasi histopatologi postmortem TERAPI FARMAKOLOGI -Antivertigo: Betahistin 48 mg/hr -Diuretik : HCT/Acetazolamide 50 mg/hr -Steroid : prednison 80 mg/hr selama 7 hr, turun bertahap -KCl -Antihistamin DIET -Rendah garam (1. 5 -2 gr sehari) -Tinggi kalium, tinggi protein -Hidrasi -Hindari faktor pencetus INTERVENSI NON DEKSTRUKTIF -Injeksi steroid intratimpanik -Endolymphatic sac-mastoid decompression and/or shunt INTERVENSI DESTRUKTIF -Injeksi gentamisin intratimpanik (Chemical labirinthectomy) REHABILITASI/ADAPTASI
ASUHAN KEPERAWATAN Keluhan Utama : vertigo, tinitus, dan penurunan pendengaran Riwayat Penyakit Sekarang : tidak diketahui dengan jelas Riwayat Penyakit dahulu Riwayat Keluarga Riwayat Pengobatan
Observasi Dan Pemeriksaan Fisik 1. Keadaan Umum 2. Tanda-Tanda Vital : Suhu, nadi, tekanan darah, dan respiratory rate (RR). 3. Pemeriksaan pendengaran Tes Weber Tes Rinne Tes Swabach
Pemeriksaan per sistem Brain (Sistem Persyarafan): Tinitus, penurunan pendengaran, vertigo B 5 : Bowell (Sistem Pencernaan) Asupan nutrisi : terganggu akibat mual, muntah dan anoreksia B 6 : Bone (Sistem Integumen dan Muskuloskeletal: Turgor kulit : menurun Mobilitas fisik : lemah, malaise
Diagnosa Keperawatan Gangguan persepsi sensori berkaitan dengan gangguan pendengaran Resiko tinggi cedera berkaitan dengan perubahan mobilitas karena gangguan cara berjalan dan vertigo. Ansietas berkaitan dengan ancaman atau perubahan status kesehatan dan kehilangan pendengaran
DX 1 Monitor tingkat kelemahan persepsi klien Memperbaiki komunikasi : berbicara tegas dan jelas (tanpa berteriak) Ajarkan cara berkomunikasi yang tepat yatu menggunakan tanda nonverbal (ekspresi wajah, menunjuk dan sikap tubuh)
DX 2 Kaji vertigo yang meliputi riwayat, awitan, gambaran serangan, durasi, frekuensi, dan adanya gejala telinga yang terkait kehilangan pendengaran, tinitus, rasa penuh di telinga. Kaji luasnya ketidakmampu-an berkaitan dengan aktivitas rutin Ajarkan atau tekankan terapi vestibular/ keseimbangan sesuai indikasi Berikan atau ajari cara pemberian obat anti vertigo dan atau obat penenang vestibular serta beri petunjuk pada pasien mengenai efek sampingnya. Dorong pasien untuk berbaring / istirahat bila merasa pusing. Saat klien berbaring, Letakkan bantal pada kedua sisi kepala dan pagar tempat tidur dinaikkan Riwayat merupakan dasar pelaksanaan intervensi selanjutnya
DX 3 Bantu pasien mengidentifikasi keterampilan koping yang telah dilakukan dengan berhasil pada masa lalu. Beri upaya kenyamanan dan hindari aktivitas yang menyebebkan stress Ajarkan pasien teknik penatalaksanaan stress atau lakukan rujukan sesuai indikasi Dorong pasien mendiskusikan ansietas dan gali keprihatinan mengenai serangan vertigo. Berikan informasi mengenai vertigo dan penanganannya. Mampu mentukan metode komunikasi yang tepat untuk mengurangi kecemasan klien Memadukan intervensi terapeutik & partisipatif dalam perawatan diri, keterampilan koping pada masa lalu dapat
- Slides: 28