ASUHAN KEPERAWATAN Pada Osteomalasia SUHRON ANATOMI FISIOLOGI Komposisi

























- Slides: 25
ASUHAN KEPERAWATAN Pada Osteomalasia SUHRON
ANATOMI FISIOLOGI Komposisi tulang 30 % bahan organik matriks, dan terdiri dari 90 % serat kolagen dan kurang dari 10 % proteoglikan. Garam garam menutupi matriks dan berikatan dengan serat kolagen melalui proteoglikan 70 % endapan garam kalsium, fosfat, dengan sedikit natrium, , kalium karbonat, dan ion magnesium Endapan Garam Proteoglika Kolagen 70% 30 %
ANATOMI FISIOLOGI Bahan organik kekuatan tensil (resistensi terhadap tarikan yang meregangkan). garam kekuatan kompresi (kemampuan menahan tegangan). (Corwin, Elizabeth, 290 291) Sel pada tulang osteoblas, osteosit dan osteoklas
Proses remodeling : pembentukan dan perombakan tulang yang terjadi secara kontinu. Proses remodeling ini melalui 2 tahap, yaitu tahap pembentukan tulang dan tahap pengrusakan tulang.
ANATOMI FISIOLOGI Fungis Vitamin D Usus ↑absorpsi kalsium dan fosfor Tulang mobilisasi kalsium dan fosfat yang keluar dari tulang Ginjal perannya dalam metabolisme kalsium dan fosfat masih belum jelas. Namun ginjal memproduksi hormon calcitriol yang berfungsi untuk absorbsi kalsium inti sel epitel
ANATOMI FISIOLOGI Metabolisme Kalsium Dipengaruhi oleh hormon paratiroid, hormon kalsitonin dan vitamin D Tulang tubuh terdiri dari 99%kalsium yang tersimpan dalam bentuk hydroksiapatit.
Fungsi : 1. Dekalsifikasi (Pengerasan tulang) mineralisasi tulang. 2. Pembentukan tulang dan gigi. 3. Mempertahankan struktur normal sel 4. Penyampaian pesan syaraf 5. Kontraksi otot.
DEFINISI Osteomalasia adalah penyakit metabolisme tulang yang dikarakteristikkan oleh kurangnya mineral dari tulang (menyerupai penyakit yang menyerang anak-anak yang disebut rickets) pada orang dewasa, osteomalasia berlangsung kronis dan terjadi deformitas skeletal, terjadi tidak separah dengan yang menyerang anak-anak karena pada orang dewasa pertumbuhan tulang sudah lengkap (komplit). . ( Smeltzer. 2001: 2339 ) Osteomalasia adalah perubahan patologik berupa hilangnya mineralisasi tulang yang disebabkan berkurangnya kadar kalsium fosfat sampai tingkat di bawah kadar yang diperlukan untuk mineralisasi matriks tulang normal, hasil akhirnya ialah rasio antara mineral tulang dengan matriks tulang berkurang
ETIOLOGI Primer : Kekurangan kalsium dan vitamin D Risiko : gangguan hati seperti sirosis, gangguan fungs ginjal, Pemakaian obat dalam jangka waktu panjang (Steroid), Gangguan malabsorbsi
PATOFISIOLOGI Kurang Terpapar sinar matahari, vitamin D yang kurang dll. Tidak ada pembentukan Vitamin D Arbsorbsi Kalsium dan fosfor dalam usus ↓ Pakaian Tradisional Burka Kadar kalsium dan fosfor ↓
WOC
MANIFESTASI KLINIS nyeri tulang dan kelemahan. Kemajuan penyakit, v kaki terjadi bengkok v vertebra menjadi terteka v pemendekan batang tubuh pasien dan kelainan bentuk thoraks (kifosis). Penurunan berat badan Anoreksia
MANIFESTASI KLINIS 1. 2. 3. 4. 5. 6. Munculnya tonjolan tulang pada sambungan antara tulang iga dan tulang rawan di bagian dada. Tulang terasa lunak dan jika disenduh akan merasakan nyeri mengigit Sakit pada seluruh tulang tubuhnya Mengalami gangguan motorik karena kurang beraktivitas dan menjadi pasif. Merasakan sakit saat duduk&mengalami kesulitan bangun dari posisi duduk ke posisi berdiri. Mudah Sekali mengalami patah tulang. Terutama di bagian tulang panjang seperti tulang lengan atau tulang kaki
PEMERIKSAAN DIASNOSTIK 1. Sinar – X, pada sinar X jelas terlihat demineralisasi tulang secara umum. 2. Pemeriksaan vetebra, memperlihatkan adanya patah tulang kompresi tanpa batas vetreba yang jelas. 3. Pemeriksaan laboratorium, memperlihatkan kadar kalsium dan fosfor yang rendah 4. Biopsi tulang, menunjukkan peningkatan jumlah osteoid. ( Smeltzer)
PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan medik disuntikkan vitamin D 200. 000 IU per minggu selama 4 6 minggu. Jika terjadi kekurangan fosfat (hipofosfatemia) 1, 25 dihydroxy vitamin D. Non Medik Jika kekurangan kalsium memperbanyak konsumsi unsur kalsium(sayuran, buah, tahu, tempe, ikan teri, daging, yogurt) Jika kekurangan vitamin D Berjemur saat pukul 7 9 pagi dan sore pada pukul 16 17 dan konsumsi ikan salmon, kuning telur, minyak ikan, dan susu.
Asuhan keperawatan pada pasien osteomalaisia Pengkajian >> anamnese Keluhan utama : Pasien dengan osteomalasia biasanya mengeluh nyeri tulang , dan tulang terasa lebih lembek tidak sekeras orang yang normal RPS : Penyakit ini disebabkan oleh perubahan mineralisasi pada tulang yang disebabkan karena kurangnya kalsium dalam tulang yang menyebabkan peningkatan absorbsi kalsium dalam tulang sehingga tulang menjadi lebih lembek atau disebut “soft bone” RPD : Pada penyakit osteomalasia ini ada beberapa penyakit yang dapat menjadi pendahulu terjadinya osteomalasia seperti sirosis hati, gangguan fungsi ginjal
Pemeriksaan Fisik : deformitas lengkungan tulang panjang membuat penampakan pasien menjadi tidak normal dan jalannya membebek. Dapat terjadi kelemahan otot. Pasien ini merasa tidak nyaman dengan penmpilan mereka
DS : pasien mngeluh nyeri P kalsium dalam tubuh berkurang : pasien mengkonsumsi kalsium demineralisasi tulang yang sedikit Q : seperti cekot nyeri tulang dirasakan R : daerah tulang (paha menyebar atas dsb) T : bebrapa jam DO : pasien nyeri meriang, pasien terlihat gelisah pasien Gangguan rasa nyaman memegang bagian yang sakit Gangguan rasa nyaman nyeri
DS : pasien mengeluh lemas kalsium dalam tulang berkurang DO : pasien terlihat lemah demineralisasi pada saat pasien bergerak tulang pasien terlihat lemah penipisan tulang dan kelemahan otot Gangguan mobilitas fisik Gangguan fisik mobilitas
DS : mengeluh pasien defisiensi kalsium malu dalam tulang terhadap tulang menjadi keadaannya saat ini lember “soft bone” DO : cara berjalan tungkai melengkung seperti bebek atau pincang kelainan bentuk tulang tungkau melengkung gangguan body image Gangguan image body
INTERVENSI Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan penurunan kalsium dalam tulang Tujuan : Nyeri teratasi atau berkurang ± 1 jam setelah tindakan Kriteria Hasil : 1. Laporan secara verbal bahwa nyeri tulang berkurang. 2. Skala nyeri menurun. 3. Wajah nampak rileks. 4. Pasien dapat beristirahat tanpa terganggu rasa nyeri A. Berikan tindakan kenyamanan B. Mengajarkan pasien untuk melakukan relaksasi dengan cara tarik napas panjang tanhan selama 1 2 detik kemudian hembuskan lewat mulut. C. Memberikan analgesik sesuai indikasi D. Observasi PQRST
Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penupisan tulang dan kelemahan otot Tujuan : Setelah di intervensi selama 3 x 24 jam pasien dapat melakukan aktivitas dasar pribadi KH : 1. Meningkatkan/mempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin 2. Mempertahankan posisi fungsional A. Lakukan body mechanic dan ambulasi B. Ajarkan cara yang benar dalam melakukan macam mobilisasi seperti body mechanic ROM aktif, dan ambulasi C. Kolaborasi dengan fisioterapi dalam penanganan traksi yang boleh digerakkan dan yang belum boleh digerakkan D. Kaji tingkat kemampuan ROM aktif pasien
Gangguan body image berhubungan deformitas tulang (sperti : tulang melengkung) Tujuan : setelah melakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan pasien dapat meningkatkan rasa percaya diri pasien. Kriteria: mengurangi perubahan bentuk tubuh yang berbeda A. Ikut sertakan pasien dalam merencanakan perawatan dan membuat jadwal aktivitas B. Susun batasan pada perilaku maladaptif. Bantu pasien untuk mengidentifikasi perilaku positif yang dapat membantu koping C. Catat karakteristik lokasi gangguan citra tubuh
TERIMA KASIH