ARSITEKTUR YUNANI By INA TRIESNA BUDIANI PHASE PERADABAN
ARSITEKTUR YUNANI By: INA TRIESNA BUDIANI
PHASE PERADABAN YUNANI • Arsitektur Yunani Daratan (650 – 30 BC) Ada dua phase peradaban Yunani Daratan, yaitu : 1. Phase Hellenic 2. Phase Hellenistic
Phase Hellenic (650 – 323 BC) • • • Karakter masyarakatnya sangat menjunjung tinggi kepercayaan dan seni, sehingga kuil menjadi bagian yang terpenting. Pada mulanya kuil mengambil bentuk dasar dari Megaron selanjutnya dikembangkan. Konstruksi utama memakai system kolom (tiang) dan balok (gelagar). Bentuk-bentuk dari konstruksi kayu ditiru pada bahan yang lain yaitu marmer “Carpentry in marble” mulai tahun 600 BC. Dinding memakai bata yang dikeringkan atau dengan terakota. Penyelesaian eksterior lebih dipentingkan karena masyarakat Yunani berkosentrasi pada elemen yang cocok dengan iklim serta masyarakat pemakainya (masyarakat Yunani senang dengan udara terbuka) terutama Kuil dan Agora. Hubungan dewanya terjadi di udara terbuka dengan angin yang berhembus sepoi melalui “Collonade” yaitu barisan tiang yang menopang atap pada serambi memanjang serta “Portico” yaitu barisan tiang penopang atap pada serambi depan (memendek), sebagai ucapan selamat datang dengan permainan bayangan gelap terang oleh tiang (kolom) gaya Doric yang tertimpa sinar matahari.
Phase Hellenistic (323 – 30 BC) Pada tahun 480 BC Persia menghancurkan Yunani, Akropolis kota diatas bukit sebagai kompleks bangunan suci juga ikut hancur. Oleh Perikles pemimpin Yunani, Athena dibangun kembali. • Pada phase ini banyak dibangun public building (bangunan umum) yang berkembang sangat pesat, bervariasi dan berkesan megah. • Banyak dibangun “Stoa” yaitu teras memanjang bertiang banyak yang menghubungkan antara bangunan yang satu dengan yang lainnya serta berfungsi sebagai tempat untuk diskusi yang beratap agar terhindar dari hujan dan terik matahari. Stoa merupakan pasangan dari “Agora” yaitu tempat untuk pertemuan umum di luar juga sekaligus sebagai pasar bagi masyarakat Yunani (terutama di Athena).
Bangunan pada masa Yunani Propilae di Akropolis Athena Merupakan gerbang ke tempat-tempat suci di Akropolis dan sekaligus juga sebagai tempat pagelaran seni dan tempat pertemuan umum. Gayanya mengandung campuran antara tiang corak Doric dan Ionic yang terbuat dari batu pualam setempat yang diambil dari gunung Pentelikus di dekat Athena. Pualam ini berubah warna menurut perubahan cahaya matahari dari warna emas dan coklat ke merah jambu kelabu.
Agora merupakan tempat umum yang dipakai untuk tempat berkumpulnya masyarakat kota, semacam alun-alun yang berfungsi sebagai pasar. Agora adalah sebuah kata yang asing bagi sebagian orang, sebenarnya bahasa ini berasal dari bahasa yunani kuno yang mempunyai arti sebuah tempat berkumpul, agora tersebut pada masa itu dikenal dengan sebutan pasar
Stoa Suatu bangunan memanjang (teras) dengan banyak tiang yang fungsinya untuk tempat masyarakat umum berteduh dari hujan ataupun panas, merupakan pasangan agora yang terbuka juga untuk menghubungkan antar bangunan.
ACROPOLIS Akropolis Komplek bangunan suci yang terletak di puncak/ tempat tertinggi di Athena, paling atas dipakai sebagai kuil/ tempat tinggal dewa-dewi yunani. Acropolis adalah dataran tinggi berbatu setinggi 156 m, dan ada beberapa reruntuhan bangunan kuno yang dulunya adalah kuil yg menjadi pusat sejarah Athena. Acropolis dibangun pada masa kepemimpinan kaisar Pericles (495 -429 SM) yang merupakan zaman keemasan Yunani di Athena. Acropolis terletak pada lokasi yang menarik pada sebuah perbukitan kota Athena, dan dari sini dapat dinikmati pemandangan kekawasan perdagangan Athena
THEATER Theater Merupakan bangunan terbuka setengah lingkaran yang menempel pada lereng gunung (karena belum ada teknologi untuk penyelesaian konstruksi yang berdiri sendiri dengan skala besar), dengan batu cadas yang dibuat berundak sebagai tempat duduk, dan berakhir pada stage yang digunakan sebagai area persembahan yang berbentuk lingkaran. Fungsi bangunan tersebut adalah untuk persembahan drama tari dan nyanyi bagi dewa Dionisious (Dewa Seni). Agar suaranya dapat didengar oleh seluruh warga yang menjalani upacara persembahan tersebut, maka dengan membentuk area seperti gentong (sistem akustiknya), persoalan suara dapat diatasi Pada tahun 200 SM semua teater di kota-kota Yunani memiliki tempat duduk dari batu kapur, mulai dari Spanyol, Sisilia, Afghanistan, hingga ke. Namun mereka tetap membangun teater di lereng bukti alam, sama seperti pada Zaman Batu. Pada tahun 54 SM, orang Romawi mulai membuat lereng bukit buatan bagi teater dan amfiteater mereka.
PARTHENON Parthenon, merupakan bangunan persegi yang memanjang dengan deretan kolom luar yang bercirikan gaya Doric. Di tempat ini juga terdapat tempat patung dewa yaitu CELLA LONGITUDINAL. Parthenon adalah kuil untuk dewi Athena yang dibagun di puncak bukti tertinggi di kota Athena, yaitu di Akropolis ("Kota Tinggi"). Pada Zaman Perunggu Akhir, sekitar tahun 1300 SM, Akropolis merupakan tempat tinggal para raja, sekaligus merupakan tempat pertahanan terakhir jika kota Athena diserang. Athena menyewa dua arsitek ternama, Kallikrates dan Iktinus, serta seorang pemahat terkenal, Pheidias, untuk membangun Parthenon. Kali ini keseluruhan bangunan dibuat dari marmer serta menampilkan gaya arsitektur terbaru, dan dengan ukuran yang lebih besar.
KOLOM/TIANG PADA ARSITEKTUR YUNANI Ada tiga tipe atau gaya arsitektural (order) pada kolom Yunani: Doric, Ionic dan Corinthian. Perbedaan tiga tipe ini terlihat dari bentuk dan proporsi dasar (base), tubuh (shaft) dan kepala (capital) kolom. Yunani kuno mengembangkan tiga gaya utama arsitektural, atau order, yang menentukan fasade/tampak depan kuil. Gaya Doric adalah gaya yang tertua dan paling sederhana. Gaya Ionic dan Corinthian menambahkan dasar pada kolom dan mengembangkan tema yang lebih rumit dan indah pada puncak kolom. Entablature (bagian di atas kolom) juga berbeda pada tiap gaya
KOLOM YUNANI
DORIC Tipe yang paling masif/berat. Tidak mempunyai base/dasar, jadi badan kolom/shaft langsung diletakkan di atas dasar (pediment). Alur relief pada kolom ini berujung tajam Architrave ada yang kosong, ada yang berukiran barisan segitiga. Frieze juga didekorasi dengan ukiran
IONIC Tipe ini lebih tinggi dan lebih langsing daripada Doric. Alur relief kolom tidak tajam. Kadang-kadang shaft digantikan oleh patung figur wanita (caryatids). Pada capital terdapat sepasang bentuk spiral, berbentuk mirip gulungan kertas Architrave terdiri dari tiga bidang horisontal. Frieze ada yang kosong, ada yang didekorasi Cornice sering mempunyai dekorasi dengan barisan kotak kecil yang mirip susunan gigi dan disebut dental
Corinthian Mirip dengan Ionic Perbedaan utama terdapat pada capital, yang sangat lebih banyak dekorasi Capital biasanya didekorasi oleh ukiran daun acanthus Pada awalnya, gaya Corinthian digunakan sebagai kolom interior/ruang dalam. Namun, kemudian bangsa Yunani mulai memakai kolom Corinthian sebagai kolom eksterior, seperti pada Kuil Zeus Olympia, Athena (174 SM – 132 M).
- Slides: 15